Season 2 dari karya Queen mafia
🌹Diam yg paling tenang adalah mendo'akan🌹
🌹Karena tidak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, dan mendo'akan dalam diam🌹
🌹Semua tidak akan ada artinya jika hanya sebatas kata kata belaka. Semua tidak akan ada habisnya jika hanya memendam rasa🌹
🌹Memperhatikan mu diam diam,
Mendoakan mu setiap hari dan mencintai mu secara rahasia🌹
🌹Perasan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk diam dan memendam🌹
🌹Menjadi orang yang memendam rasa akan tersiksa jika tawa itu berasal dari seseorang wanita yang selama ini ia puja🌹
🌹Untuk orang sepertiku yang hanya bisa memendam perasaan, cinta hanya bisa memberikan sebuah penderitaan 🌹
🌹Sampai detik ini setidaknya aku tau gimana rasanya mencintai dalam diam dan memendam perasaan rindu sendirian 🌹
🌹 Penyesalan yang sangat aku rasakan adalah, karena aku belom sempat untuk mengungkapkan dan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya kepada perempuan yang sangat aku cintai sampai akhirnya dia pergi, dia pergi untuk selamanya meninggalkan ku, meninggal kita semua🌹
( Created by : Arkana William Samudra )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulida_ap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KQM_Eps 11
Di tempat lain Arkan dkk dan juga Angel dkk berada di kantin kampus dan mereka duduk bersama, seperti biasa Vira masih terlihat sedih sejak kejadian kemaren.
Angel, Vina dan Lida hanya bisa diam menatap sendu ke arah Vira yang sekarang lagi melamun.
Di saat mereka semua asik dengan fikiran mereka masing masing, tiba tiba terdengar suara ponsel Vira yang membuat mereka semua menoleh ke arah ponsel Vira yang terletak tepat di atas meja di samping kanannya.
" Siapa Vira ?" tanya Angel lembut.
" Entah lah Angel, tapi di sini gak ada namanya " jawab Vira males.
" Coba angkat aja dulu Vira, siapa tau penting " usul Vina cepat di jawab anggukan oleh mereka semua yang berada di sana.
" Speaker " perintah Arkan dingin yang di balas anggukan.
Vira langsung memencet tombol hijau untuk menerima panggilan yang dia sendiri tidak tau siapa yang menelepon nya, Vira mengaktifkan speaker agar mereka semua yang berada di depannya mendengar.
" Maaf siapa ya ?" sapa Vira yang berusaha ramah.
" Lo tidak perlu tau siapa gw, gw nelpon lo hanya untuk membahas tentang tunangan lo Azril " jawabnya dingin.
Deg Deg Deg
Tiba tiba saja jantung mereka semua berdetak saat mendengar suara di balik telpon, Vira seketika lemas dan hampir saja menghempaskan handphone nya jika Angel tidak segera menangkap nya.
" Queena " seru mereka serempak dan saling pandang.
" Siapa Queena, nama gw bukan Queena ?" jawab si penelepon dan bertanya.
" Lo " jawab mereka yang lagi lagi serempak lalu tersenyum bersama mengira yang lagi nelpon Vira benar benar Queena walaupun itu mustahil.
" Gw gak bisa buang buang waktu untuk membahas orang yang kalian sebut, gw nelpon lo karena gw mau ngasih tau sama kalian semua terutama lo yang nomor nya gw telpon, jika Azril sedang di sekap oleh salah satu sahabat dari Sinta musuh bebuyutan kalian, dan yang dari kemaren berbicara dengan kalian bukan lah Azril melainkan Ricky yang mengubah wajahnya menjadi Azril karena di perintahkan oleh kekasihnya, dan lo harus tau kekasihnya Ricky adalah sahabat masa kecil Azriel lebih tepatnya Azriel saudara kembar Azril, kalian pasti gak akan faham apa yang gw maksud, tapi gw mohon kalian percaya sama gw, karena Azril membutuhkan bantuan kalian semua, sebelum dia di lenyap kan oleh perempuan gila itu, dan yang perlu kalian ketahui nyawa Vira dalam bahaya, mungkin setelah Vira yang akan menjadi sasaran selanjutnya adalah para sahabat Azril dan yang terakhir ketiga sahabat lo, semuanya akan lenyap tanpa tersisa begitulah yang di inginkan nya, dia akan berusaha mendapatkan simpati Azril dan memaksanya untuk menikahinya, gw gak berharap kalian percaya sama gw, jika memang kalian tidak percaya, kalian bisa datang ke alamat xxxx " ucapnya dan memutuskan telpon secara sepihak sebelum Vira dan yang lainnya bertanya lebih lanjut.
" Gue gak ngerti " celetuk Lida.
" Sama " ucap Vina dan Angel mengangguk.
" Coba lo telpon lagi, siapa sih sebenarnya dia dan kenapa dia kenal sama kita semua jika memang dia bukan Queena ? tapi gue yakin kalau suara nya mirip sekali dengan Queena " cerocos Vina bersemangat
" Kalian percaya gak ?" tanya Andhra kepada Rayhan, Reyhan dan Arkan.
" Masuk akal menurut gue " jawab Reyhan asal.
" Apanya yang masuk akal Rey, bang Ray aja sama sekali gak tau kalau Azril punya kembaran, yang kita tau dia kan gak punya saudara Rey " tegur Rayhan dingin.
" Iya juga ya bang " ucap Reyhan cengengesan.
" Kita pergi malam ini ke alamat yang di maksud dia untuk memastikan ucapannya memang benar " ucap Arkan tegas dan langsung pergi meninggalkan mereka semua yang masih melongo.
" Hei Arkan diam lo " tegur Ray dingin sebelum Arkan benar benar pergi.
Arkan yang di panggil Rayhan memberhentikan langkah nya tanpa berbalik ke arah Rayhan yang masih berada di tempat duduknya.
Rayhan hanya bisa menghela nafas lalu berjalan menghampiri Arkan di susul oleh yang lainnya.
" Hem ?" tanya Arkan dingin tanpa menoleh.
" Lo yakin ?" tanya Ray datar.
" Hem " jawab Arkan singkat.
" Apa lo percaya dengan apa yang di ucapkan nya ? kita saja tidak kenal siapa dia, oke gue akuin dia tau tentang kita bahkan tentang Vira yang notabenenya adalah tunangan Azril, tapi apakah perlu kita mendengarkan apa yang di ucapkan nya ? apa lo gak mikir siapa tau dia adalah orang suruhan untuk menjebak kita semua " ucap Andhra nyerocos seketika membuat suasana menjadi sangat mencekam.
" Gue ngelakuin ini karena gue hanya ingin ngikutin apa yang di ucapkan hati gue, jika kalian tidak ingin pergi, biarkan gue yang pergi sendiri, dan kalian jangan pernah menyesal, termasuk lo Ray Rey " ucap Arkan datar dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua yang masih saja terdiam menatap punggung Arkan semakin lama semakin menghilang dari hadapan mereka.
( Gue salut sama lo Arkan, gue akan selalu mendukung kalian berdua, semoga apa di katakan hati gue memang benar, bahwa dia adalah separuh nafasku yang sudah lama menghilang dari kehidupan gue dan Rey ) batin Ray
( Ya Tuhan semoga itu memang benar kau sayang ) batin Rey.
" Oke malam ini kita akan pergi bersama Arkan, semoga tidak ada penyesalan di antara kita " ucap Ray dingin.
" Kalau begitu gue dan Rey pamit pulang " pamit Ray dingin meninggalkan mereka semua di ikuti Rey.
" Huh, gue rasa mereka berdua akhir akhir ini semalam dingin " ucap Angel menghela nafas berat.
" Memang benar, semenjak dia pergi 5 tahun yang lalu, roh mereka berdua pun seakan pergi meninggalkan jasadnya " celetuk Vina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ayo pulang " finish Vira
( Bersambung )
semagatttt
padahal pngn lihat lanjutannya ceritanya .lama menggantung