NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Masuk Ke Prasasti Dewa

"Sudah terbuka! Ayo masuk!."

"Jangan sampai ketinggalan barang beharga apapun di sana!."

Kelompok per kelompok mulai masuk ke dalam Prasasti. Namun hanya Shen Hao Feng saja yang belum memutuskan untuk masuk.

Meski begitu Fei Xuen, Chang Jia, Chen Ming, dan Ning Mei tetap menunggu keputusan dari Shen Hao Feng.

Akan tetapi mata Shen Hao Feng terpejam seolah-olah sedang terjadi sesuatu. Tapi itu benar, di dalam kesadaran semesta kecil Dewa Fana.

Shen Hao Feng mencoba belajar 3 teknik Dewa langit. Pertama, Keabadian. Kedua, Entitas. Dan ketiga, Bencana.

Perlu selama 1 tahun di dalam kesadaran Shen Hao Feng untuk memahami teknik pertama yakni Keabadian. "Hm." Shen Hao Feng membuka matanya namun masih di kesadaran.

"Aku telah merasakan jika tubuh fana ini telah menyatu bersama Spiritual." Shen Hao Feng tersenyum puas. "Satu tahun disini sama dengan satu hari di luar ya."

Shen Hao Feng kembali ke alam sadar dan melihat area prasasti sudah sepi. Hanya tersisa kelompok mereka.

"Guru, akhirnya anda sadar." Chang Jia mengeluh sedikit. "Kenapa guru bisa tertidur di saat seperti ini? Guru tidak pernah seperti ini."

Shen Hao Feng tidak mau mengatakan tentang teknik Dewa yang dia dapatkan dari tulisan Prasasti ini. "Bukan apa-apa. Ayo masuk, kita tidak mau ketinggalan harta kan?."

"Siap."

Rombongan segera masuk ke dalam Prasaati dan baru mereka masuk. Mereka di pindahkan di sebuah wilayah hamparan Es beku tanpa ada apa-apa sejauh mata memandang.

"Hamparan Es beku?." Fei Xuen mengeruykan kening.

"Kenapa kita di pindahkan kesini?." Chang Jia belum pernah mencoba masuk ke Prasasti dewa selama ini hingga ia tidak tahu mekanismenya seperti apa.

Fei Xuen segera menjelaskan apa yang terjadi dan kenapa mereka di hamparan Es. "Alam di dalam Prasasti batu ini memiliki 3 cuaca berbeda. Pertama hutan, kedua Gunung berapi, ketiga hamparan Es. Kita berada di titik ketiga."

"Singkatnya kita sudah masuk ke Prasasti itu kan? Sekarang kita hanya perlu berjalan dan menemukan harta beharga." Shen Hao Feng melangkah terlebih dahulu.

Saat mereka terus berjalan menyusuri Hamparan medan Es beku ini. Tanpa sadar mereka telah berjalan selama tiga hari tanpa makan ataupun minum.

"Kenapa tidak apapun disini?." Chang Jia mengerut sebelum merasakan tanah bergetar walau sesaat. "Guru."

"Ya." Shen Hao Feng melihat dari kejauhan ada yang bertarung merebut Harta Artefak.

"Mereka rombongan dari mana?." Tanya Chang Jia.

"Bendera itu..." Fei Xuen mencoba mengingat kedua pihak yang berseteru di bawah sana. "Aku tahu! Mereka adalah murid dari Sekte Heaven Cloud dan Sekte Dewa Agung!."

Chen Ming dan Ning Mei merasa rendah diri saat melihat pertarungan hebat ranah Langit puncak disana. Mereka sebagai murid terbaik Sekte 8 Pedang Naga saja masih mencapai Bumi tahap 5 menengah.

"Apapun itu ayo kita pergi lanjut mencari." Shen Hao Feng mencoba menghibur muridnya agar tak terlalu sedih.

Saat rombongan memilih jalan untuk memutar, pria dari Sekte Heaven Cloud melihat orang-orangnya terdesak melawan Sekte lain.

"Tck, sial... Aku harap ada sesuatu yang bisa mengecoh mereka." Ia berpikir keras meski saat ini bertarung.

Mata nya tertuju pada rombongan Shen Hao Feng dan bibirnya tersenyum seringai. "Langsung muncul!..." Ia bergegas terbang ke sisi Shen Hao Feng.

"Hei lihat ada satu yang mencoba kabur!." Teriak satu anggota Sekte Dewa Agung.

"Hm..." Perempuan cantik di sisi Sekte Dewa Agung melirik pria itu. "Dasar... Kalau kalah ya sebaiknya jangan memegang artefak tinggi itu."

Tangannya terulur menghadap lelaki yang kabur. "Tiga ikan naga." Sebelah matanya menyala kebiruan dan 3 ikan Koi keluar dari ruang terbang cepat ke ke sisi lelaki yang itu.

"Apa? sial, semudah ini aku bisa di temukan." Ia berbalik dan menembakkan pilar energi. Setelah ikan Koi hancur ia menambah kekuatan untuk cepat sampai ke Shen Hao Feng.

"Kejar dia! Jangan sampai lolos!."

"Lihat dia akan meminta bantuan orang asing!.'

"Jangan biarkan dia membawa Artefak itu! Ayo pergi!."

Puluhan murid Sekte Dewa Agung terbang mengejar lelaki tersebut. Namun perempuan dari Sekte sebelumnya memilih menonton dengan tenang di punggung mayat orang mati.

"Harusnya kau tidak akan mau menerima bantuan orang yang tidak akan kau kenali bukan?." Perempuan itu terkikik.

....

"Eh dia terbang mengarah ke sini?." Ning Mei yang menyadari itu terheran.

"Apa? Yang benar saja! Dia akan membuat masalah besar!." Chang Jia hendak membunuhhya namun Shen Hao Feng mencegatnya.

"Aku memiliki ide. Semuanya bersiaplah bertarung!." Shen Hao Feng mengubah wajah dan jubahnya dalam sekejap mata seperti orang lain.

"Baik!."

Pasukan Kekaisaran mengeluarkan pedang mereka, Fei Xuen bersiap mencabut pedang Jade dan Chen Ming memegang dual blade serta Ning Mei dua pisau ringan.

Lelaki bernama Hao Chen tersenyum lebar saat rombongan yang ia lihat mau bertarung. "Baiklah demi keselamatan nyawaku sendiri memohon akan aku lakukan!." Hao Chen menambah kecepatan hingga mendarat di sisi belakang rombongan Shen Hao Feng.

Murid pengejar Hao Chen tersentak dan segera berhenti di udara.

"Kalian serahkan lelaki itu pada kami! Dia memiliki urusan dengan kami. Jika tidak ingin berurusan dengan Sekte Dewa Agung sebaiknya menyerah!."

"Hm!." Puluhan lainnya meledakkan energi mereka seolah siap bertarung dengan serius.

Hao Chen hendak bicara namun Shen Hao Feng menyela. "Boleh aku berkata sebentar? Kenapa aku harus menyerah?."

Fei Xuen mengeluarkan Pedang Jade nya dan siap membunuh mereka dalam sekali tebas jika di perlukan.

"Apa katamu!."

"Cukup sampai disini." Perempuan semula berpindah cepat ke hadapan Muridnya. "Aku Tetua di Sekte Dewa Agung Lili Yan." tersenyum.

"Aku Shen Hao Feng ketua dari rombongan ini." Shen Hao Feng terbang juga di udara.

"Ah tuan Shen Hao Feng kami tidak sedang meminta. Kami hanya ingin kepada anda menyerahkan Hao Chen tanpa syarat." Lili Yan tersenyum.

Shen Hao Feng melirik tajam Hao Chen. "Apa yang kau temukan sehingga orang-orang melakukan keributan."

Hao Chen berkeringat dingin. "Sial... Aku sendiri yang terpojok." Katanya dalam hati.

"Aku... Menemukan Artefak suci." Hao Chen menggigit bibirnya. "Zirah Maharaja."

"Apa?." Shen Hao Feng sendiri terkejut mendengarnya. "Zirah maharaja?." Pikirnya lagi.

"Pantas kau di kejar-kejar oleh orang-orang Sekte Dewa Agung." Mata Shen Hao Feng memancarkan energi emas.

"Hmph!..." Chang Jia berdiri di sebelah Shen Hao Feng.

"Sayangnya Grandmaster cukup ingin dengan Zirah Maharaja itu." Fei Xuen memutar pedangnya dengan santai.

"Aku akan berjuang lebih keras!." Teriak Chen Ming.

"Aku juga." Ning Mei menarik nafas siap.

"Ohh..." Lili Yan terkekeh dan tubuhnya terbakar api merah tua seketika wujud nya yang baru muncul. Perempuan dengan hanfu merah campur emas indah dan tangan memegang payung terbuka.

"Aku tetua Sekte tercantik di Sekte Dewa Agung." Lili Yan memakai suara asli yang memikat telinga para pria. Termasuk tubuhnya yang menggiurkan.

"Hm." Shen Hao Feng tiba-tiba melancarkan serangan energi padanya. "Mau kau perempuan cantik, muda atau tua. Zirah Maharaja hanya aku yang boleh mendapatkannya." Energi tubuh Sen Hao Feng meledak membentuk aura.

"Khekhe jangan mudah percaya diri dulu." Lili Yan tampak baik-baik saja walau menerima serangan Shen Hao Feng secara langsung.

"Tebasan Naga Jade!." Fei Xuen melepas serangan bilah besar pada Lili Yan.

"Tubuh Biksu Buddha!." Seorang murid berdiri di depan Lili Yan dan menahan serangan Fei Xuen dengan tubuh bertranformasi seperti Buddha.

"Apa?." Fei Xuen terkejut.

Chang Jia menepuk bahu Fei Xuen. "Tenang saja kau memiliki teman-teman yang kuat." Dia melirik Shen Hao Feng.

"Bom!..." Shen Hao Feng berpindah cepat namun mata Lili Yan bisa mengikuti karena satu ranah.

"Groarrh!!..."

Tinju Shen Hao Feng melayang memukul Lili Yan dengan aura Naga emasnya.

..,...

Artefak adalah benda berharga yang menyimpan kekuatan besar di dalamnya. Artefak biasanya di ciptakan atau lahir sendiri dari hukum ala.

Artefak memiliki tingkatan seperti ranah kultivasi: Biasa, Langka, Special, Suci, Mitos, Legenda, dan Maharaja.

Ke 8 pedang Shen Hao Feng saja terdiri dari ranah Legenda maka ketika mendengar tingkat Maharaja ia pun tertarik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!