Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.
Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.
Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.
Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Palsu
“Huh, ke mana dia?”
“Kayaknya udah pergi."
"Ya udah, kita ke pesta Nona Luviana sebelum terlambat.”
Dua ibu-ibu sosialita yang masih mencari Luviana yang berhasil kabur, bergegas naik taksi.
Di balik pohon besar dekat pagar, Luviana mengelus dadanya lega. Ia menatap rumahnya sendiri yang kini terasa asing. Gerbangnya digembok dari luar. Semua penjaga dan ART pasti dibawa ke hotel untuk acara pernikahan putri Winston.
Rumahnya sendiri, tapi ia harus menyelinap seperti maling. Dengan sisa tenaga, Luviana memanjat pagar samping yang lebih pendek.
Bruk!
“Aww…”
Ujung abayanya terinjak, membuatnya jatuh. Tanpa buang waktu, ia menuju ke pintu belakang. Pintu itu masih pakai kunci slot lama. Ia pun melepas peniti jilbabnya untuk membuka kunci.
Cklek...
Pintu terbuka.
Isi rumah itu masih sama, sofa dan furniturnya masih di posisi yang sama seperti empat tahun lalu sebelum ia, Lucian dan Lucky kuliah di New York. Tetapi begitu ia membuka pintu kamarnya, napasnya tercekat.
Kamarnya sudah bukan kamarnya lagi. Cat biru pastel kesukaannya sudah diganti putih gading. Lemari penuh gaun mewah yang bukan miliknya. Dan di atas meja rias, terpajang foto seorang gadis yang wajahnya 90% mirip dengannya, tapi tatapannya berbeda.
Luviana gemetar. Ia menepuk pipinya keras-keras.
PLAK! Sakit. Ini bukan mimpi!
Dengan tangan mengepal, ia menatap deretan foto wisuda di dinding. Foto gadis itu memakai toga universitasnya.
“Pantas saja Daddy dan Mommy tidak pernah mencariku. Identitasku sudah dicuri. Gadis ini yang menggantikanku. Tapi siapa dia?"
Luviana pun ke ruang keluarga, lalu menyalakan TV untuk mencari siaran langsung pernikahan Rafandra, berharap ada petunjuk.
Layar menyala. Pesta itu terlihat sangat megah.
Dan di sana, ia melihatnya. Kedua orang tuanya, Lucian, dan Lucky tersenyum bahagia di pelaminan, merangkul pengantin wanita.
Di meja perjamuan, adik bungsunya Layla duduk. Layla yang kini berusia 18 THN, tercatat sebagai mahasiswi baru di New York, ia sengaja pulang seminggu ini untuk menghadiri pernikahan kakaknya.
Tetapi tatapan Layla tidak bahagia. Dingin dan datar. Ia mengamati senyum sang pengantin yang terlihat sangat dipaksakan dan kaku.
Sejak Luviana masuk kuliah dulu, ikatan batin mereka hilang. Senyum itu palsu. Cara bicaranya palsu.
Layla yang curiga selama empat tahun ini, terpaksa kuliah ke New York untuk menyelidiki nilai kakaknya. Hasilnya aneh, nilai kakaknya justru naik drastis, tidak seperti Luviana yang asli yang lemah di matematika.
“Apa dia benar-benar Kak Luvia?” gumam Layla ragu.
🍀
Tidakkkk!
Pekikan keras pecah di ruang keluarga yang sepi. Kepala Luviana seperti dihantam ribuan jarum. Trauma empat tahun lalu kembali.
“Rafa… harusnya aku yang di sana! Aku yang suka sama Rafa! Kenapa dia yang ambil tempatku?! Dia palsu! Dia pasti Annabella! Perempuan iblis yang culik aku waktu Bang Lucian ninggalin aku di jalan!”
Air matanya membanjiri wajahnya.
“Ini salahku… Harusnya aku nurut kata Bang Lucky diam di rumah Nenek saja, bukan ikut jalan-jalan ke Brooklyn malam itu. Kepalaku sakit… sakit banget…”
“Daddy… Mommy… Bang Lucian… Lucky... Layla… tolongin Luvia…”
Bruk!
Tubuhnya tak kuat lagi. Ia ambruk pingsan di atas sofa.
_
Sementara itu di dalam mobil, Gavin membujuk Bosnya untuk menghadiri pesta nikah Rafandra. Urusan mencari Nyonya Muda, biarlah Gavin yang selesaikan. Namun Rakanza menolak mentah-mentah.
"Memang Bos tahu Nyonya ada di mana?" tanya Gavin.
Rakanza terdiam. Pengakuan istrinya yang mengklaim dirinya sebagai Luviana Winston melintas di kepalanya.
"Ke rumah Winston. Sekarang."
Gavin bingung, rumah itu pasti kosong. Namun melihat tatapan dingin Rakanza, ia menancap pedal gas.
🍀
Di dalam ballroom megah yang dipenuhi kilauan lampu kristal, para tamu berbisik penuh kekaguman.
"Wah, selamat ya, Rafa! Pasangan yang benar-benar serasi! Musisi genius dengan putri keluarga Winston yang cantiknya luar biasa!" puji seorang aktor senior.
"Terima kasih banyak. Doakan kami selalu bahagia," balas Rafandra dengan senyum hangat.
Seorang sosialita bergaun mewah mendekat. "Aduh, Nona Luvia... kamu betul-betul seperti bidadari yang jatuh dari langit! Pantesan Rafa sampai bertekuk lutut!"
Luviana palsu menyunggingkan senyum paling manis yang telah ia latih ratusan kali. "Terima kasih, Tante. Ini semua karena kebaikan Mas Rafa yang membuat saya merasa jadi wanita paling beruntung."
Di balik senyum itu, matanya melirik tajam ke arah Rayden dan Cecilia.
"Nikmatilah senyuman terakhir ini. Mulai hari ini, aku masuk ke dalam keluarga Elson. Satu per satu akan kubuat mereka merangkak memohon ampun."
Namun, saat matanya menyapu seluruh ruangan dan tak menemukan sosok Rakanza, ia merasa kesal.
"Rakanza... kamu pikir bisa bersembunyi terus? Kamu target utamaku setelah adikmu ini hancur."
Rafa mengusap lembut jemari istrinya. "Kamu lelah, Sayang? Setelah ini kita langsung pulang ke rumah Ayahku."
Luviana palsu menatap Rafandra dengan mata berbinar pura-pura terharu. "Iyaaa... aku sudah tidak sabar untuk hidup bersama keluargamu."
🍀
Mobil Rakanza berhenti di depan rumah Winston yang sepi. Tanpa permisi, Rakanza merusak gembok gerbang lalu mendobrak pintu rumah hingga terbuka lebar-lebar, membuat Gavin melongo.
Begitu masuk, mereka menemukan gadis itu sudah tergeletak pingsan di sofa dengan TV yang menyala. Tanpa ragu, Rakanza langsung membungkuk dan mengangkat tubuh istrinya ke dalam dekapan.
Gavin kembali melongo. Bosnya yang mysophobia itu rela mengabaikan alerginya demi wanita ini.
"Gavin! Jangan bengong saja, ayo pergi! Dan hubungi Dokter Julian," gertak Rakanza dingin.
"Baik, Bos!"
Bzzztt... Bzzttt...
Ponsel Julian bergetar di saku celananya. Dokter itu yang sedang bicara dengan salah satu tamu undangan pun izin untuk mengangkat panggilan dari Gavin. Julian mengangguk-anggukkan kepala dan kemudian berjalan menghampiri kedua anaknya.
"Lily, Elio," panggilnya.
"Ya, Ayah?!" tanya kedua bocah itu kompak sambil menengadah ke atas.
"Ayo pulang, Uncle Raka butuh Ayah sekarang," jawab Julian menunjuk ke arah mobilnya.
"Sebentaaalll!" pekik Lily buru-buru mendekati meja prasmanan lalu mengambil satu, dua sampai empat buah risoles ayam kesukaannya. Ia memasukkannya dalam tas kecilnya dan dua buah ke mulutnya.
"Lily, jangan ambil banyak-banyak, nanti kamu gendut. Kakak tidak bisa gendong kamu lagi, lho..." tegur Elio.
"Ndak gendut kok, Kak. Ayo.... ke lumah Uncle Laka! Nyam... Nyam..." seru gadis cilik itu melompat-lompat kecil menuju mobil Julian dengan pipi yang bulat bak donat.
Mohon dukungannya teman-teman, like, komen, vote dan subscribe supaya retensinya tercapai dan novel ini terus lanjut di sini ♥️ terima kasih...
dasar anabella hantu gila astaga 😡😡😡
jangan lama ya thor 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻