NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Reruntuhan Kuno

Lima mil dari lokasi pendaratan awal Lin Chen, di tengah sisa-sisa reruntuhan kuil batu raksasa yang dipenuhi debu kemerahan, suara benturan pedang bergema memecah kesunyian.

Su Qingyue terengah-engah. Jubah putihnya yang biasa sedingin es kini bernoda darah merah pekat. Ia tengah dikepung oleh lima murid inti berseragam sutra ungu para elit dari Fraksi Harimau Ungu. Di bawah tekanan gravitasi ekstrem yang setidaknya lima puluh kali lipat lebih berat dari dunia luar , domain es dari Teknik Pedang Teratai Salju Surgawi miliknya menyusut secara drastis.

"Menyerahlah, Su Qingyue," ejek pemimpin pengepungan itu, seorang pemuda dengan bekas luka di pipi yang memancarkan aura puncak Tingkat 8 Pengumpulan Qi. "Lin Chen telah menghancurkan masa depan Liu Zhan. Sebagai gantinya, nyawamulah yang akan kami ambil di Alam Rahasia ini. Tetua Puncak Salju tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di sini."

Qingyue menatap mereka dengan tatapan sedingin es, namun napasnya semakin berat. Ia telah memaksakan Qi-nya hingga ke batas maksimal. Di dadanya, Giok Es yang terhubung dengan Lin Chen terus berkedip tak beraturan, menyerap sisa-sisa energi vitalnya. Ia bersiap untuk membakar esensi darahnya sendiri demi membawa kelima musuhnya mati bersama.

"Kalian terlalu banyak bicara," desis Qingyue dingin.

Tepat saat kelima murid Fraksi Harimau Ungu itu bersiap melontarkan teknik mematikan mereka secara serentak, tanah berbatu di bawah kaki mereka bergetar hebat.

Dari ujung ngarai hitam, sebuah bayangan melesat menembus dimensi gravitasi kuno itu dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Membiarkan gravitasi lima puluh kali lipat menuntun pusat massanya , sosok itu mengeksekusi Langkah Bintang Jatuh yang makin luwes.

WUSSH! BAM—!!!

Bayangan itu mendarat tepat di antara Su Qingyue dan kelima penyerangnya, menghancurkan tanah berbatu hingga retak layaknya jaring laba-laba. Debu kemerahan tersibak, memperlihatkan Lin Chen yang berdiri tegap. Niat membunuh yang murni dan dingin memancar dari tubuhnya, menekan debu di sekitarnya. Matanya sekelam dasar samudra.

"Lin Chen?!" seru pemimpin Fraksi Harimau Ungu itu, wajahnya seketika pucat pasi.

Lin Chen tidak membalas ucapan mereka. Ingatan tentang tubuh Liu Zhan yang hancur oleh pukulannya belum hilang dari benak para murid tersebut, namun apa yang mereka saksikan sekarang jauh lebih mengerikan.

"Siapa pun yang berani menyentuhmu, aku akan pastikan tulang mereka tertinggal selamanya di jurang ini," geram Lin Chen.

Tanpa basa-basi, Lin Chen melesat maju. Seluruh Qi di Dantian-nya dikompresi ke satu titik, memancarkan cahaya emas-hitam yang pekat. Seni Tinju Penghancur Bintang Purba dilepaskan secara maksimal.

Tinjunya menghantam dada sang pemimpin Fraksi Harimau Ungu. Ledakan kekuatan destruktif yang mengerikan menyapu ke depan, secara brutal menghancurkan senjata pertahanan dan tubuh pemuda itu menjadi kabut darah dalam sekejap. Keempat murid lainnya berbalik dengan lutut bergetar, mencoba melarikan diri, tetapi di bawah gravitasi 50 kali lipat , mereka tidak lebih dari sekadar serangga lambat di hadapan kecepatan Langkah Bintang Jatuh milik Lin Chen.

Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, kelima penguasa asrama elit itu tewas tanpa sisa, darah mereka mendesis di atas tanah berbatu.

Lin Chen perlahan menurunkan kepalan tangannya yang berasap. Aura membunuhnya mereda seketika saat ia berbalik menghampiri Su Qingyue. Gadis yang sebelumnya berdiri teguh itu akhirnya kehilangan keseimbangannya. Lin Chen dengan cepat melangkah maju dan menangkap tubuhnya sebelum ia menyentuh tanah.

"Kau datang..." bisik Qingyue lemah, menatap wajah Lin Chen dengan mata yang sedikit redup.

"Aku sudah berjanji," jawab Lin Chen pelan, merasakan liontin Giok Es yang kini mulai mereda cahaya birunya di balik jubah abu-abunya.

Namun, sebelum mereka bisa menarik napas lega, Tua Hitam memberikan peringatan dari dalam Dantian Lin Chen, suaranya berubah sangat berat. "Bocah, kita punya masalah besar. Darah dari serangga-serangga itu telah memicu sesuatu di bawah reruntuhan ini. Jangan coba-coba bertarung, Qi-mu sudah hampir habis terkuras!"

Tiba-tiba, suhu di sekitar mereka anjlok. Dari balik bayang-bayang pilar batu dan reruntuhan kuil kuno, muncul ratusan pasang mata merah menyala. Udara dipenuhi oleh erangan mengerikan yang membekukan jiwa. Itu adalah kawanan jiwa iblis purba yang terbangun oleh bau darah segar.

Melihat ratusan jiwa iblis yang memancarkan aura kematian itu mengepung mereka, Lin Chen tahu bahwa Tua Hitam benar. Mengeksekusi Tinju Penghancur Bintang Purba berkali-kali di bawah tekanan gravitasi telah menguras sisa tenaganya , sementara Qingyue juga tak lagi memiliki Qi untuk bertarung.

"Pegang aku erat-erat," ucap Lin Chen mantap. Ia menggendong tubuh Qingyue dengan satu tangan, memutar sisa-sisa tenaga fisik gajah purbanya, dan melesat kabur menembus kepungan jiwa iblis tersebut menggunakan Langkah Bintang Jatuh.

Mereka terus berlari menembus labirin Reruntuhan Kuno, dikejar oleh lolongan iblis di belakang mereka. Hingga akhirnya, Lin Chen menemukan sebuah gua sempit yang tersembunyi di bawah bongkahan kuil yang runtuh. Ia menerobos masuk dan segera mendorong sebuah lempengan batu raksasa untuk menyegel pintu masuk gua, menutupi jejak dan aura mereka sepenuhnya dari dunia luar.

Di dalam kegelapan gua yang hanya diterangi oleh pendar tipis kristal es dari pedang Qingyue, Lin Chen duduk terengah-engah, menyandarkan punggungnya ke dinding batu yang dingin. Su Qingyue duduk di sampingnya, wajahnya sepucat kertas.

Mereka benar-benar terperangkap bersama berhari-hari. Takdir telah menempatkan mereka di situasi di mana mereka harus saling melindungi dari serangan jiwa iblis di luar sana.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!