NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 32

Aulia menghela napas pendek, menghentikan drama murahan yang tersaji di halaman rumahnya. Dia menatap Belinda dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan.

"Belinda, terima kasih sudah datang dan mempermudah pekerjaanku," ujar Aulia tenang. Dia mengangkat ponselnya, mengarahkan kamera ke arah Galang dan Belinda yang kini berdiri bersebelahan di depan pagar, lalu mengambil beberapa foto mereka.

"Aulia! Apa-apaan kamu?!" protes Galang mencoba merebut ponsel Aulia, namun Aulia dengan cepat mundur selangkah ke dalam batas teras.

"Ini akan menjadi bukti tambahan yang sangat bagus untuk Pak Yuda. Saksi mata sudah ada, foto digital sudah lengkap, dan sekarang si wanita idaman lain bahkan datang langsung melabrak ke rumah korban," kata Aulia, nadanya datar tanpa emosi, seolah sedang membaca laporan bisnis. Aulia kemudian menatap mereka berempat bergantian.

"Sekarang, drama kalian sudah lengkap. Silakan bawa perempuan ini pergi dari depan rumah saya. Mas Galang, nikmati sisa waktumu bersama Belinda,"

"Nikmati sisa harimu yang tersisa, Mas. Dan untuk kalian semua, silakan angkat kaki dari sini sebelum saya memanggil petugas keamanan kompleks untuk mengusir kalian secara paksa," ucap Aulia final.

Tanpa memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk membalas, Aulia berbalik, melangkah masuk ke dalam rumah, dan menutup pintu jati yang kokoh itu dengan dentuman keras.

Klik. Pintu terkunci rapat dari dalam.

Di luar, suara Bu Ratna yang mulai memaki Belinda dan kepanikan Galang yang mencoba menenangkan ibunya terdengar bersahut-sautan di bawah terik matahari, sementara beberapa orang tetangga yang berada di sana mulai mencibir mereka semua. Hal itu benar-benar membuat mereka semua malu bukan main.

Di balik pintu yang tertutup rapat, Aulia menyandarkan punggungnya. Dia bisa mendengar sayup-sayup suara pertengkaran di pekarangan rumahnya yang kian memanas. Suara lengkingan Bu Ratna yang mulai menyalahkan Belinda, pembelaan diri Belinda yang histeris, serta bentakan frustrasi Galang yang berusaha menengahi mereka, terdengar seperti musik pengiring kemenangan di telinga Aulia.

Dia tidak sudi lagi membuang energi untuk keluar dan meladeni mereka. Karakter taktisnya langsung menuntun jemarinya membuka aplikasi pesan singkat. Aulia mengirimkan pesan kepada komandan regu keamanan kompleks perumahan, lengkap dengan rekaman singkat dari kamera CCTV teras depan yang memperlihatkan keributan tersebut.

“Pak Toto, tolong tertibkan orang-orang di depan rumah saya. Mereka membuat keributan dan menolak pergi. Jika dalam sepuluh menit mereka tidak bubar, saya akan meminta pendampingan hukum untuk melaporkan atas pasal perbuatan tidak menyenangkan.”

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit bagi Pak Toto untuk membalas dengan siap. Aulia tersenyum tipis. Uang iuran keamanan yang selalu dia bayar tepat waktu dari kantongnya sendiri terbukti jauh lebih berguna daripada keberadaan seorang suami.

Aulia berjalan menuju dapur, menuangkan segelas air putih dingin untuk menenangkan tenggorokannya yang sempat tegang. Dari jendela samping yang menghadap ke arah pagar luar, dia menyaksikan tiga petugas keamanan berbadan tegap datang dengan sepeda motor patroli.

Proses pengusiran itu berjalan cepat. Galang, yang sadar betul posisinya sebagai karyawan di perusahaan terpandang bisa tercoreng jika sampai dibawa ke pos keamanan atau kantor polisi, akhirnya menyerah. Dengan wajah yang menanggung malu luar biasa di hadapan para tetangga yang, Galang menarik paksa lengan Belinda untuk masuk ke dalam mobil. Bu Ratna dan Rika pun terpaksa mengekor di belakang dengan gerutu yang tak henti-hentinya keluar dari mulut mereka.

Di dalam mobil yang mulai menjauh dari kompleks perumahan Aulia, atmosfer terasa begitu mencekik. Belinda yang duduk di kursi depan tak henti-hentinya menumpahkan kemurkaannya. Wajahnya yang memerah menahan malu kini meledak menjadi amarah yang tak terkendali.

"Mas! Kamu bilang urusanmu dengan istrimu itu sudah beres! Kamu bilang dia cuma perempuan lemah yang bergantung pada uangmu!" semprot Belinda.

"Sekarang apa? Dia memegang semua bukti, dia tahu namaku, bahkan tadi di sana ada banyak tetanggamu yang juga mengambil beberapa gambarku!"

"Bisa diam tidak, Belinda?! Aku juga sedang pusing!" bentak Galang, menjambak rambutnya sendiri karena frustrasi.

Bu Ratna yang duduk di belakang langsung menyela dengan suara tak kalah melengking.

"Heh, perempuan gatel! Berani-beraninya kamu membentak anakku? Gara-gara kamu datang ke sana tadi, kami semua menanggung malu diusir satpam! Kalau bukan karena kamu yang kegatelan menggoda Galang, rumah tangga anakku tidak akan sehancur ini!"

"Apa? Ibu menyalahkan aku?!" balas Belinda berteriak, tidak terima disudutkan.

"Anak Ibu yang merengek-rengek mengejar saya, membelikan saya barang-barang mewah. Jadi jangan sok suci ya, Bu!"

"Kurang ajar kamu, ya!" pekik Rika yang ikut tersulut emosi di samping ibunya.

Pertengkaran hebat itu terus berlanjut hingga akhirnya berhenti di depan rumah keluarga Galang. Begitu turun dan melangkah masuk ke dalam ruang tamu, bom waktu itu benar-benar meledak. Belinda yang telanjur murka dan merasa masa depannya terancam terus saja memaki Galang, menuntut pertanggungjawaban finansial jika karier pria itu hancur. Namun, Belinda salah memilih tempat untuk mengamuk. Rumah itu adalah wilayah kekuasaan Bu Ratna dan Rika.

"Cukup, ya! Keluar kamu dari rumah saya! Dasar perempuan tidak tahu malu, pembawa sial!" teriak Bu Ratna sambil mendorong bahu Belinda dengan kasar.

"Aku tidak akan pergi sebelum Galang memberi jaminan! Aku sudah telanjur malu!" balas Belinda histeris, menepis tangan Bu Ratna.

Melihat ibunya didorong, Rika tidak tinggal diam. Dengan mata yang menyala penuh kemuakan atas drama menjijikkan di depannya, Rika melangkah maju. Tanpa aba-aba, tangan Rika melayang.

PLAAAKKK

Satu tamparan keras mendarat di pipi Belinda hingga perempuan itu terjerembap ke sofa. Belinda memekik kaget, memegangi pipinya yang seketika memerah.

"Mbak Rika! Apa-apaan kamu?!" bentak Galang mencoba melindungi selingkuhannya.

PLAAAAKKK

Belum sempat Galang menarik napas, Rika berbalik dan melayangkan tamparan yang tak kalah keras ke pipi adik laki-lakinya sendiri. Bertubi-tubi, Rika meluapkan seluruh kemuakan yang selama ini terpendam kembali kepada Belinda dan Galang.

PLAAAAKKKK

PLAAAKKKK

"Ini buat Galang yang bodoh! Aku kira selingkuhan kamu jauh lebih baik dari Aulia. Ternyata bahkan dia jauh lebih buruk dan tak sekedar dari parasit! Apa yang kamu lihat dari wanita ini? Wanita yang hanya bisa menghabiskan uangmu dan bahkan dalam keadaan seperti ini masih dengan egoisnya memikirkan uangmu!"

Bu Ratna tidak melerai, melainkan ikut maju dan menjambak rambut Belinda yang masih terduduk di sofa.

"Keluar kamu! Keluar dari sini sebelum saya panggil warga kampung untuk mengarakmu!"

Belinda yang kini ketakutan setengah mati melihat amukan bertubi-tubi dari ibu dan anak itu akhirnya mundur. Dengan rambut acak-acakan, riasan yang luntur oleh air mata, dan rasa sakit di pipinya, ia meraih tasnya dan berlari keluar dari rumah itu sambil terus mengumpat.

"Tunggu dulu! Jangan harap kamu bisa bawa barang-barang dari Galang!" seru Rika tiba-tiba, matanya yang tajam langsung tertuju pada tas selempang kulit mewah yang melingkar di bahu Belinda.

Sebelum Belinda sempat melangkah keluar dari pintu ruang tamu, Rika dengan gerakan cepat menyergapnya. Dia menarik tali tas itu dengan paksa. Bukan hanya Tas, Rika juga mengambil perhiasan yang di gunakan oleh Belinda.

"Lepas! Apa-apaan kamu, Rika?! Ini tas punyaku!" jerit Belinda histeris, mencoba mempertahankan tas branded yang baru minggu lalu dibelikan oleh Galang.

"Punya kamu dari mana?! Ini dibeli pakai uang Mas Galang, dan asal kamu tahu ya, cicilan kreditnya bahkan belum lunas!" bentak Rika tanpa ampun.

Dengan satu sentakan kuat, Rika berhasil merenggut tas itu dari cengkeraman Belinda hingga tali tasnya nyaris putus. Sedangkan Bu Ratna membantu anaknya mengambil semua perhiasan yang di kenakan Belinda.

1
nely_48
udh mirip keluarga cemara az mrk ini
nely_48
kk itu pengacara kan nama pak yudha knp jd yudi
ryuka
akhir nya aulia bebas juga..👍👍👍👍
YuWie
anak2 rika kemana tuh sama bapaknya galang
YuWie
kenapa seringkali kondisi dan tokoh hilanh sendiri nya

diawal bapaknya galang ikut si pak hendra..tapi disini melihat kegilaan anak dan istrinya tiba2 pak hendra hilang.
Heni Setiyaningsih
namanya berubah ubah Bu Wahyu/ Bu Ratna
YuWie
eng ing engggg.... doble kill galang
YuWie
hebat aull..kau bisa memprediksi jurus2 keluarga galang. pak hendra kupikir sadar dan bijak gak taunya sama bae
YuWie
dan ternyata pak ghani adl pemilik pratama
YuWie
Luar biasa
YuWie
bacottt..hiattt..tendang si galang ayo aul spt dunia2 persilatan 🤣
YuWie
sok gayamen pak galang..duit xepak gaya bintang 5
YuWie
perjuangan seorang ibu untuk anak tercinta..hebat ibu aul
nely_48
papa om Ghani 💃💃
Ambu Rinddiany Thea
kutunggu mssa idah mu Aulia 🤭 kata banang ghani teh 😂
nely_48
cepat bs lancar bicara nya ya cantika 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
msh drama galang family yg saling menyalahkan satu sm lain nya
nely_48
terimakasih pak Ghani n Farrel apartemen mewah nya, semoga cantika cepat pulih dr traumatik nya
nely_48
sepupu ❓ ko hubungan Farrel sm cantika sepupu ya
Ambu Rinddiany Thea
ko hati ini berasa seneng banget ya bahagia gt liat s galengan s ceu ratna s rika d penjara ,. 🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!