Bagaimana jadinya jika seorang laki-laki dan perempuan yang tidak saling mengenal terjebak pada situasi yang mengharuskan mereka menikah?
Zivanya Anindita
Gadis berusia 19 tahun harus tinggal di kota besar seorang diri untuk menempuh pendidikan di bangku kuliah. Dia harus bekerja part time untuk menambah penghasilannya.
Kenzo Julian Abram
Seorang pengusaha yang sangat dingin. Dia hanya memikirkan pekerjaan dan tidak memikirkan pernikahan hingga kedua orang tuanya memberikan ultimatum
Ikuti kisah Kenzo dan Vanya yang harus menikah karena kesalahpahaman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda keenandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku harus bilang apa??
Nabila, sahabat Vanya yang berada di dekatnya melongokkan kepalanya untuk melihat siapa yang menghubungi Vanya. Seketika Nabila membulatkan matanya saat mengetahui id penelepon.
"Hubby??" Tanya Nabila. "Siapa hubby?" Lanjutnya.
Vanya yang tersadar segera menoleh menatap wajah Nabila yang tengah penasaran. Vanya terlihat salah tingkah menjawab pertanyaan sahabatnya tersebut.
"Eehhmm i-itu satpam kos yang baru, iya satpam kos," jawab Vanya sekenanya. "Sebentar," lanjut Vanya sambil beranjak berdiri meninggalkan teman-temannya.
Ketika sudah berada di tempat yang agak jauh dari teman-temannya, Vanya segera mengusap ikon berwarna hijau pada ponselnya untuk menghubungkan panggilan telepon.
"Hallo,.." sapa Vanya ketika panggilan sudah terhubung.
"Kemana saja sih, lama banget angkat teleponnya," kata suara di seberang sana.
"Ccckkk, ada apa sih telepon. Aku sedang sibuk ini," gerutu Vanya.
"Kamu lupa hari ini kita harus membicarakan sesuatu, aku sudah menunggumu di depan kampus. Segera keluar sekarang!"
Belum lagi Vanya membantah perkataan Kenzo, sudah terdengar suara sahutan dari seberang. "Aku tidak menerima penolakan. Jika kamu tidak keluar sekarang, aku akan menjemputmu ke dalam dan akan aku pastikan semua orang yang ada di kampus mengetahuinya" ancam Kenzo.
Vanya membulatkan mulutnya mendengar ancaman Kenzo. "Ccckk, iya. Tunggu sebentar" jawab Vanya yang lebih memilih untuk menuruti permintaan Kenzo, daripada dia nekad untuk menjemputnya ke dalam kampus.
Setelah mematikan sambungan teleponnya, Vanya segera kembali kepada teman-temannya. Dia segera berpamitan kepada teman-temannya. Vanya memberikan alasan jika dia ada kepentingan mendadak di kosannya.
Setelah berpamitan dengan teman-temannya, Vanya segera melangkahkan kakinya menuju gerbang kampus. Dia berjalan dengan tergesa-gesa. Vanya khawatir Kenzo akan menjemputnya ke dalam kampus jika dia harus menunggu lebih lama lagi.
Begitu sampai di gerbang kampus, Vanya menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha mencari keberadaan Kenzo. Setelah melihat mobil yang sama persis dengan yang mengantarkannya semalam, Vanya segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri kendaraan yang terparkir di dekat halte tersebut. Di ketuknya pintu mobil itu dengan pelan. Setelahnya, pintu mobil terbuka dan Vanya segera masuk.
Vanya segera menutup pintu mobil dan menarik seatbelt untuk dipakainya. Dia juga melirik Kenzo yang tengah fokus menyetir. Vanya mengerucutkan bibirnya karena Kenzo sama sekali tidak membuka suara. Menyadari Vanya tengah menatapnya, Kenzo menoleh untuk memastikan feelingnya.
"Ada apa?" Tanya Kenzo.
Vanya yang kesal segera membuang muka ke arah depan. "Cccckk. Seharusnya aku yang tanya gitu Om, ada apa memintaku untuk bertemu?" Jawab Vanya.
Kenzo langsung memutar kepalanya untuk menatap Vanya dengan tatapan tajam. "Kenapa masih memanggil Om, hah?" Tanya Kenzo.
Vanya yang lupa kelepasan ngomong segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Ma-maaf, lupa Ma-mas," jawabnya tergagap. Kenzo yang mendengarnya hanya bisa berdecak kesal.
Tidak ada percakapan lagi antara Kenzo dan Vanya setelahnya. Vanya yang merasa kesal hanya memalingkan wajahnya ke arah jendela. Hingga kendaraan yang mereka tumpangi memasuki sebuah kompleks perumahan. Vanya begitu terkesiap melihat design rumah-rumah yang ada di sana sangat indah. Rumah-rumah bergaya minimalis tanpa pagar dan taman yang mengelilingi rumah-rumah tersebut terasa sangat indah.
Kenzo segera menghentikan mobilnya ketika sampai di depan sebuah rumah minimalis berlantai dua tanpa pagar di bagian depannya. Ada sebuah taman di depan rumah tersebut yang masih kosong, hanya di tumbuhi oleh beberapa pohon palem dan rumput hias. Vanya mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah. Dia melihat ada sebuah mobil lain yang sudah terparkir di garasi rumah tersebut.
"Ayo, turun" kata Kenzo sambil melepas seatbeltnya.
Vanya memutar tubuhnya hingga kini menghadap Kenzo. Dia melayangkan tatapan membunuh ke arah Kenzo. "Rumah siapa ini, kenapa aku di bawa kesini?" Tanya Vanya dengan gusar.
Melihat Vanya yang gusar, Kenzo paham jika Vanya bisa saja salah paham terhadap dirinya.
"Ini rumahku. Tenang saja, aku tidak akan macam-macam padamu. Ada Reyhan di dalam" jawab Kenzo. "Kita harus membicarakan kelanjutan rencana pernikahan kita," lanjut Kenzo lagi sambil membuka pintu mobil.
Vanya yang sudah bosan mendengar rencana pernikahan hanya bisa mendengus kesal. Dia segera melepas seatbeltnya dan turun mengikuti Kenzo.
Kenzo berjalan menuju pintu utama rumah tersebut di ikuti oleh Vanya di belakangnya. Vanya begitu terkesiap melihat design interior rumah tersebut yang sangat bagus. Kesan modern yang dipadu dengan aksen alam sangat menyatu di sana. Vanya benar-benar suka dengan rumah tersebut.
Vanya masih mengekori Kenzo menuju ruang tengah rumah tersebut. Di sana sudah ada Reyhan yang menunggu. Kenzo segera mengambil posisi di bagian ujung sofa. Dia meminta Vanya untuk duduk di depannya, yang segera di turuti oleh Vanya.
"Apa maksud semua ini?" Tanya Vanya memecah keheningan.
Kenzo menoleh ke arah Reyhan dan segera di jawab dengan anggukan kepala oleh Reyhan.
"Tuan Kenzo ingin membuat kesepakatan pernikahan dengan anda," kata Reyhan.
"Tapi aku tidak mau menikah dengannya," jawab Vanya sambil melirik ke arah Kenzo.
Reyhan tersenyum mendengar jawaban Vanya. "Tapi anda sudah tidak bisa lari lagi nona. Keluarga Abram tidak akan membiarkan calon menantunya pergi begitu saja setelah pengumuman tentang rencana pernikahan kemarin malam" kata Reyhan. "Saya kira, anda sudah sangat tahu siapa keluarga Abram" lanjut Reyhan dengan suara tegas yang membuat Vanya sedikit bergidik.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Masih ada kah yang menunggu?
Nama terkenal doang Kenzo dan Rey..
aslinya sih Buambangg 🤣🤣🤣
temanmu hanya sebatas untuk menyenangkan hatimu saja..
dalam hati mereka bilang 52 tahun 😁😁🫣