NovelToon NovelToon
My Magic Room

My Magic Room

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Jemi adalah seorang gadis yang tertutup dan sulit membuka dirinya untuk orang lain. Kepergian ibunya serta kekerasan dari ayahnya membuat Jemi depresi hingga suatu hari, seorang pengacara datang menemui Jemi. Dia memberikan Jemi kalung Opal berwarna ungu cerah. Siapa sangka kalung Opal itu bisa membawa Jemi ke ruang ajaib yang bisa membuatnya berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Ruang itu pun berkembang menjadi sebuah tempat yang diimpikan Jemi.
Ikuti terus kisah Jemima Shadow, yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kai Thorne

Kai Thorne, seorang pemuda pendiam dan tertutup yang berusia 26 tahun.

Pemuda itu tampan, berperawakan tinggi, dengan wajah datar dan suram. Ketampanannya seolah tersembunyi.

"Kai! Mana ibumu?" teriak Jeff, ayah Kai.

Kai yang saat itu baru saja pulang dari tempat bekerja, hanya mengangkat bahu. "Aku tidak tau. Aku baru saja kembali."

Alasan Kai tidak pernah diterima, apalagi didengarkan oleh Jeff. Satu tamparan mendarat sempurna di wajahnya. "Bisakah kau menjawab ayahmu dengan sopan?"

Kai memegangi pipinya, lalu dia menelan salivanya. "Maaf. Aku sungguh-sungguh tidak tau di mana ibu."

Jeff berkacak pinggang dan berdecak kesal. Raut wajahnya khawatir disertai gusar. "Dia pasti pergi bersama pria barunya itu! Apa kurangnya aku sebagai suami."

"Tidak kurang apa pun, tapi tangan Ayah terlalu rajin memukuli kami. Wajar kalau ibu pergi bersama pria lain yang sanggup menghargainya seperti seorang wanita," jawab Kai.

Kata-katanya itu meluncur begitu saja dari mulutnya dan membuat emosi Jeff kembali memuncak.

Tangannya dengan ringan memukuli tubuh Kai. "Jaga mulutmu! Jangan seperti ibumu yang pengecut itu! Bicara dengan sopan walaupun ibumu tidak pernah mendidikmu dengan benar!"

Kai melindungi tubuhnya dari serangan Jeff dan andai saja saat itu, nenek Kak tidak datang, mungkin Kai sudah mati.

"Jeff, hentikan! Anakmu bisa mati!" Nenek itu menarik Jeff dengan tenaga tuanya.

Jeff akhirnya mundur, napasnya tersengal-sengal. "Anak ini harus dididik dan dipukuli supaya ucapannya bisa dijaga!"

"Lagi pula, kau hanya seorang tetangga! Kenapa selalu ikut campur urusan keluarga kami, Nenek Tua?" tanya Jeff kesal.

Nenek tetangga itu bernama Golda. Dialah yang selalu melindungi Kai saat pemuda dipukuli atau terlalu lelah mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.

Hari itu, Kai sekali lagi diselamatkan oleh Nenek Golda dan diajak ke rumahnya. "Kau seharusnya bisa melawan, Anak Bodoh! Kau bukan anak kecil lagi dan apa yang diperbuat oleh ayahmu itu salah! Apa kau tidak sakit dipukuli terus?"

Kai menyeringai. "Sakit, tapi tidak terlalu terasa sakit lagi karena ayah sudah sering melakukan ini kepadaku."

Nenek Golda mengobati luka Kai dengan cream dingin untuk mengurangi memar dan luka. "Kau benar-benar bodoh, Kai! Tubuhmu mungkin tidak sakit, tapi bagaimana dengan hatimu? Bagaimana dengan luka batinmu? Pasti sakit sekali."

Lagi-lagi, Kai hanya tersenyum. "Aku tidak terlalu memikirkan itu, Nek. Aku hanya ingin semua ini berhenti karena aku sudah lelah sekali."

"Kau boleh beristirahat, Kai, tapi jangan menyerah. Kau masih muda dan mimpimu masih belum kau raih. Masih ada aku di sini," kata nenek Golda dengan tulus.

Kai mengusap kedua matanya satu per satu. "Boleh aku menginap di sini, Nek?"

Nenek Golda tersenyum lembut. "Tentu saja. Tapi, aku punya sesuatu yang ingin kuberikan kepadamu."

Wanita yang mungkin berusia 70an tahun ini masuk ke dalam kamar dan tak lama keluar lagi dengan membawa sebuah kalung putih.

"Aku ingin menitipkan ini kepadamu, Nak. Rawat dan jagalah kalung ini," kata Nenek Golda sambil memakaikan kalung itu ke leher Kai.

Kalung itu memiliki bandul berbentuk oval dan kosong. "Pasangannya hilang. Seharusnya liontin ini ada isinya dan isinya sama persis dengan tempatnya ini."

Kai memegangi kalung itu dan membuka bandul oval kosong yang berada di dalam kalung. "Kalung siapa ini, Nek? Kenapa Nenek memberikan ini kepadaku?"

"Kalung itu dari sahabatku, Kai. Dia sahabat baikku dan kami sudah lama tidak bertemu. Aku berharap dia masih hidup dengan baik dan sehat," kata nenek Golda lagi.

Pandangan wanita itu menerawang jauh seakan mengingat masa-masa indah bersama sahabat baiknya.

Setelah tersadar, dia tersenyum kembali. "Tolong, jaga kalung itu ya, Nak."

Kai mengangguk, lalu pergi tidur setelah dia diizinkan untuk menginap di rumah nenek Golda.

Beberapa hari kemudian, saat Kai berada di restoran tempat kerjanya, ada seorang gadis yang menarik perhatian pemuda itu.

Gadis itu memiliki lebam dan luka yang sama dengan Kai.

"H-hai," sapa Kai memberanikan diri.

Gadis itu tersenyum dan senyumnya sungguh menyita hati Kai. "Kau Kai, kan?"

Kai mengangguk dan tersipu. Dia tidak berani untuk melanjutkan percakapan lebih lanjut dan memilih pergi.

Keesokan harinya, pandangan mata Kai masih terpatri pada gadis itu.

"Siapa nama gadis itu, Tuan Brown?" tanya Kai pada pemilik restoran.

Tom Brown tersenyum. "Jemima Shadow. Dia anak yang baik dan rajin. Kau suka padanya?"

Kai tidak perlu menjawab pertanyaan Tom itu karena wajahnya sudah menyiratkan semua jawaban yang dibutuhkan oleh Tom.

"Beranilah sedikit, Kai. Berusahalah kalau kau ingin mendapatkan sesuatu," kata Tom bijaksana.

Kai hanya mengangguk sambil terus menatap Jemima dari balik jendela ruangan Tom.

Suatu hari, Kai melihat luka lebam di wajah Jemima kembali memerah dan ada tambahan luka baru di kening gadis itu.

Dia terlalu takut untuk bertanya. Maka, setelah selesai bekerja, dia masuk ke dalam kamar dan berbicara pada cermin di kamarnya.

"Andai saja ada tempat yang aman untuk aku dan Jemima. Tempat di mana kami tidak perlu menderita karena dipukuli atau di caci maki. Tempat di mana kami bisa hidup tenang dan damai selayaknya manusia." Seusai mengucapkan harapan itu, lantai tempat Kai berpijak seolah menghilang dan menelannya.

Kai berteriak minta tolong. "Arrggghh! Nenek, tolong aku!"

Namun, suaranya seolah tidak didengar. Udara di sekitarnya menghilang dan dia masuk ke dalam pusaran dalam tanpa ujung.

Sampai dia terjatuh menabrak sesuatu. "Ouch!"

Kai bangkit berdiri dan mengusap tungkai kakinya ya g ternyata terantuk meja. "Tempat apa ini? Di mana aku?"

Pemuda itu tiba di sebuah ruangan kecil, manis, dan beraroma vanili.

Dinding di ruangan itu berwarna ungu dan putih dan ada sebuah cermin berbentuk bulat di sudut ruangan itu.

Kai berjalan ke arah cermin, tetapi tiba-tiba saja muncul secangkir kopi di atas meja. "Apa-apaan ini?"

"Permisi, apa ada orang di sini? Maaf, sepertinya saya terjatuh dan tidak sengaja masuk ke dalam rumah, Anda," kata Kai meracau.

Berkali-kali Kai mengucapkan permisi dan dia baru menyadari kalau suaranya bergema di ruangan itu.

"Tempat apa ini?" tanya Kai sambil menatap cermin bulat di hadapannya.

Betapa terkejutnya Kai saat pantulan di cermin itu adalah bayangan Nenek Golda dan wanita tua itu sedang melambaikan tangan ke arahnya. "Nenek?"

Saat sedang berpikir, Kai kembali masuk ke dalam pusaran dan dalam waktu cepat, dia sudah kembali ke kamarnya.

"A-apa itu tadi?" Kai bertanya dan memikirkan itu selama berhari-hari.

Dia mencari tahu bagaimana masuk ke dalam ruangan itu lagi, tetapi segala upaya sudah dicobanya tak ada yang berhasil.

Hingga suatu hari, ibunya pulang bersama dengan seorang pria baru. Pria yang tidak pernah dikenal oleh Kai sebelumnya.

"I-ibu, siapa pria ini?" tanya Kai takut-takut.

Ibu Kai mencumbu bibir pria itu di hadapan Kai. "Dia Jack, kekasih baruku. Beri salam padanya, Kai."

"Mungkin selama satu pekan ini, Ibu tidak akan pulang. Ibu akan bersama Jack, bilang pada ayahmu, ya," kata ibu Kai dengan santai.

Kai memejamkan matanya dan berat sekali untuk membukanya kembali. "Ya, nanti aku sampaikan pada ayah. Bolehkah aku menginap di rumah Nenek Golda?"

Ibunya segera menoleh dan meletakkan perhatian sepenuhnya pada Kai. "Untuk apa? Wanita tua itu hanya ingin mencari tau apa yang terjadi pada Ibu dan ayahmu. Kau tetap di sini!"

"Tapi, aku takut pada ayah. Ayah selalu marah dan, ...." Kai tidak melanjutkan ucapannya karena melihat perubahan air muka ibunya.

Ibu Kai meminta kekasihnya untuk menunggu di luar. Tak lama, wanita itu sudah masuk ke dalam rumah kembali.

"Apa Jeff bodoh itu masih memukulimu, Kai?" tanya sang ibu.

Kai tidak menjawab. Lalu, wanita bernama Sera itu kembali bertanya. "Kalau Ibu bertanya, bisakah kau menjawabnya?"

"Tanpa aku jawab, Ibu pasti sudah ta-, ...,"

Tiba-tiba saja, Jeff datang sambil tertawa terbahak-bahak.

"Sera! Sera! Aku lihat, kau membawa pria baru lagi. Murah sekali kau ini, Sera!" kata Jeff.

Sera mendengus kesal. Dia berjalan cepat ke luar, tetapi Jeff menahan tangannya, lalu berbisik, "Berapa bayaranmu kali ini?"

Tangan Sera cepat mendarat di pipi Jeff dan Jeff tidak diam saja. Dia membalas tamparan itu tanpa memperkecil tenaga yang dia keluarkan.

Sera berteriak kencang setelah Jeff menamparnya. "Pukul aku lagi! Pukul aku lagi, kalau perlu, bunuh aku, Jeff!"

Jeff tertawa dan setelah puas tertawa, pria itu menghujani Sera dengan serangkaian pukulan tanpa henti.

Lalu, di mana Jack? Pria itu sudah melarikan diri sejak Jeff datang dan Sera harus bertarung seorang diri.

Kai tak sanggup menyangsikan pertarungan antara ayah dan ibunya, dia berusaha memisahkan. Namun, serangan Jeff justru berganti arah.

Alih-alih Sera, kini Jeff menyerang Kai. Setiap inci tubuh pemuda itu tak luput dari tangan kaki ayahnya.

Saat Kai putus asa dan merasa lelah, dia pun kembali berharap. "Bolehkah aku mati saja malam ini?"

Sama seperti sebelumnya, tiba-tiba saja Kai masuk ke dalam pusaran tanpa ujung.

Dia terus berputar-putar sampai akhirnya dia mendarat di depan pintu berwarna ungu.

Harum cokelat, vanili, kayu manis, dan semua yang manis menyeruak menyapa indera penciuman Kai.

Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Kai meraih kenop pintu dan membukanya.

Suara gemerincing lonceng di atas pintu menyambut Kai. Dia terjatuh lemas. "T-tolong aku."

***

1
Andira Rahmawati
hadir thorr..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!