Dilarang Baper! 🤪
"Memberimu nafkah batin adalah caraku untuk menyalurkan rasa kasih sayang kepadamu, yang sudah sah menjadi milikku!"
~Lian Aditya~
"Satu hari dimana kita menikmati hari bersama hingga kita tidak sengaja melewati malam berdua, tidak disangka satu hari tersebut adalah awal dari segalanya."
~Yumna Safeera~
BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Ikuti cerita selengkapnya ya para readers. Jangan lupa tinggali like, comment dan votenya ya😚 Kasih bintang 5 agar author semakin semangat menulis📖🖋
Ig : Rayana Lovely
Fb: Rayana Rayana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Hari Ini
Bu Afni datang menjenguk pak Mirwan. Ia membawa rantang dari rumah untuk pak Mirwan dan bu Sofie. Setelah menemui kamar rawat inap pak Mirwan, bu Afni masuk, di sana ia menjumpai bu Sofie yang sedang membenarkan posisi pak Mirwan yang ingin duduk di ranjangnya.
"Assalamualaikum.." sapa bu Afni. Ia mendekati pak Mirwan dan bu Sofie.
"Waalaikum salam.." jawab mereka bersamaan.
"Eeeeehhh.. Bu Afni!! Apa kabar Bu??" tanya bu Sofie, kemudian mereka saling cipika cipiki.
"Alhamdulillah, baik..! Bu Sofie sendiri bagaimana??" bu Afni balik nanya.
"Saya juga baik Bu," jawab bu Sofie sambil tersenyum.
"Pak Mirwan, gimana kabarnya?? apa sudah agak mendingan??" bu Afni menyapa lembut pak Mirwan.
"Yaahh, beginilah, Bu! Namanya juga sudah berumur," ucap Pak Mirwan yang sesekali menghembuskan nafas beratnya, karena memang dia belum sepenuhnya pulih.
"Alhamdulillah, tensi darahnya sudah kembali normal, Bu. Sekarang hanya perlu memulihkan staminanya saja," kata bu Sofie menjelaskan. Bu Afni tersenyum ramah.
"Oh iya, ini saya bawakan bubur dan beberapa kue dari rumah, saya buat sendiri, semoga Pak Mirwan dan Bu Sofie menyukainya," ucap bu Afni, kemudian dia memisahkan rantang yang bersusun empat tersebut dan meletakkannya ke atas meja.
"Haduuuhh.. Kenapa harus repot repot sih, Bu!! Saya jadi gak enak," keluh bu Sofie.
"Saya gak repot kok, Bu! Inikan cuma bubur dan kue kue kering,, setiap hari kan memang saya bikin ini di warung, lagian yang saya beri ini juga sangat tidak setimpal dengan apa yang Ibu dan Bapak beri kepada saya dan anak saya selama ini," ujar bu Afni dengan mata yang hampir berkaca kaca.
"Hmm... Kok jadi berubah mewek sih, suasananya," kata bu Sofie yang membuat bu Afni dan pak Mirwan tertawa pelan.
"Ya udah, Papa, mau Mama suapi buburnya gak?? ini pasti enak banget, soalnya yang masakkan Bu Afni, hmmm.. sudah tidak diragukan lagi masakannya," bu Sofie mengambil sendok di laci meja sebelah ranjang suaminya.
"Ah, bu Sofie. Bisa aja kalo muji," seru bu Afni malu. Bu sofie tertawa bangga.
"Boleh, Ma. Kebetulan papa sudah bosen dengan masakan rumah sakit," kata pak Mirwan menahan nafasnya yang terasa sesak.
Kemudian bu Sofie mulai menyuapi suaminya pelan pelan.
"Oh, iya. Lian mana, Bu?? kok gak keliatan!" tanya bu Afni mencari cari sosok Lian.
"Lian sudah pergi ke kantor pagi pagi sekali, Bu. Dia harus mengurus perusahaan. Dan kebetulan katanya dia hari ini ada meeting penting," jelas bu Sofie.
"Oh, begitu!" bu Afni mengangguk.
"Yumna gimana?? kok gak ikut?? apa dia masih ujian??" tanya bu Sofie.
"Iya, Bu. Yumna masih ujian. Dia juga pergi pagi pagi sekali. Mungkin nanti dia akan mampir lagi kemari, kalo tugasnya sudah selesai," jawab bu Afni.
Bu Sofie tersenyum manis. Kemudian dia mengambil tissue dan mengilap mulut suaminya yang sedikit belepotan karena menyantap bubur dengan lahap.
"Hmmm.. Ini benar enar lezat," seru pak Mirwan keenakan.
"Heehee,, Pak Mirwan bisa aja! Alhamdulillah kalo Bapak suka, nanti lain hari akan saya buatkan lagi," seru bu Afni malu.
"Ohh, dengan senang hati," kata pak Mirwan semangat.
"Hih, si Papa!! Suka banget bikin repot orang!!" protes bu Sofie.
"Ahhhh... Sudah saya bilang saya gak repot kok, Bu. Kan cuma bubur, sebentar juga siap!!" timpal bu Afni.
Mereka pun menikmati kebersamaan hari ini di ruangan VIP di rumah sakit tersebut.
****
Sementara itu, di kantor. Lian tampak serius mengotak atik laptopnya. Tak berapa lama kemudian, sekretarisnya mengetuk pintu lalu masuk membawakan map berisi laporan.
"Permisi, Pak. Ini laporan yang tadi Bapak minta," kata sekretarisnya yang bernama Amel, ia menyerahkan laporan itu kepada Lian. Lian menerimanya tanpa melihat sekretarisnya, dia sangat serius menatap layar laptopnya.
"Dan, meeting hari ini akan dimulai jam 1 siang setelah makan siang Pak," kata Amel lagi.
Lian menggangguk.
"Oke," katanya sambil memeriksa laporan yang diserahkan Amel.
"Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak," tanya Amel.
"Tidak. Semua sudah lengkap kok," jawab Lian meletakkan map itu di mejanya.
"Kalo begitu saya permisi dulu, Pak."
"Oke," jawab Lian lagi. Kemudian ia kembali mengotak atik laptopnya.
Amel lalu keluar dari kantor Lian yang terlihat luas dan nyaman itu.
****
Di kampus..
Nita berjalan cepat ke arah Yumna yang sedang duduk di kantin bersama ketiga sahabatnya. Wajahnya terlihat murka. Ia menghampiri Yumna, lalu menyenggol kasar bahu Yumna dengan tangannya.
"Heh, Yumna," Nita bersuara lantang.
Sontak Yumna dan ketiga sahabatnya dibuat kaget oleh kelakuan Nita yang tidak tahu adab dan sopan santun itu.
"Kamu itu pakek pelet apa sih!! Hingga semua cowok bisa cepet banget jatuh hati sama kamu!!! Kamu itu terlalu murahan tau gak!! Pantang banget liat cowok ganteng, apalagi kaya, terus kamu dekati. Kamu ngasi apa sama mereka, sampai sampai mereka juga terus terusan dekati kamu!!" ucap Nita murka.
"Kamu ngomongi apaan sih, Nit??" ucap Yumna bingung.
"Haalahh.. Jangan sok polos kamu!! Kemaren aku liat kamu ngegodai anaknya Pak Mirwan di taman! Sampek dia ngantar kamu pulang! Ohh.. apa mungkin dia bukannya ngantar kamu ke rumah ya, apa kalian check in.... HOTEL!!!" Nita memandang Yumna sinis.
Karin memukul meja kantin dengan keras. Sehingga semua yang ada di kantin memandang ke arah mereka. Karin berdiri dan melihat Nita dengan murka.
"Jaga mulut kamu Nita!! Seenaknya kamu nilai orang dengan mulut kotormu itu!! Apa yang kamu bilang itu tidak ada benarnya!! Kamu hanya menilai dari pikiran burukmu!! Kamu kira orang bakalan percaya kalo kamu menuduh Yumna seperti itu!!" gusar Karin sambil menunjuk nunjuk Nita.
Yumna menarik tangan Karin dan menyuruhnya untuk duduk kembali. Namun, Karin masih tetap menatap Nita tajam tanpa menghiraukan Yumna. Nita masih dengan wajah sinisnya.
"Hhhh.. Aku liat dengan mata kepalaku sendiri kok, kalo dia ngegodai tu cowok di taman! Pakek acara pangku pangkuan lagi! Apa coba, kalo gak menawarkan diri??!! Hah, pinter banget ngerayu cowok, emang kamu dah bosen ya sama Juna! Atau Juna yang udah gak mau makek kamu lagi?! Sampek kamu ngincar cowok kaya seperti anaknya Pak Mirwan!!" ucap Nita seenaknya.
"NITA!!!" teriak Karin. Yumna menarik paksa tangan Karin, hingga Karin terduduk kembali di bangkunya.
"Udah, Rin!! Jangan terlalu dihiraukan, malu dilihat orang!!" kata Yumna menenangkan Karin.
"Haahaa, tau malu juga kamu?? kamu takut orang orang akan mendengar dan menjauhimu," ledek Nita.
"Bisa diem gak sih kamu, Nita!! Masih pagi udah kayak cacing kepanasan!!" seru Raras kesal.
"Aku bakalan diam, dan gak nganggu kalian lagi, kalo teman kalian ini berhenti menggoda orang yang ingin aku dekati!! Dari dulu tau ga, setiap aku ingin dekat dengan cowok, dia selalu saja nyosor duluan!! Gak Juna, gak tu cowok yang kemaren, selalu aja diembat ama dia!!" Nita terbakar oleh perasaannya.
"Kamu harusnya sadar diri, Nit. Yumna, atau kamu yang tukang godai cowok. Kalo aku pikir, kamu yang selalu pecicilan saat melihat cowok tampan, apalagi cowok itu kaya! Langsung deh kamu sebisa mungkin ngerayu tu cowok," ucap Raras santai.
"APAAA!!" Nita tidak senang dengan ucapan Raras yang seperti menghinanya.
"Haahaa.. Tapi sayang,, setiap kali kamu ngerayu cowok, pasti tu cowok gak tertarik sama kamu! Yaaacchhh.. Walaupun kamu cantik, tapi kalo hati kamu kotor dan selalu diselimuti rasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain, pasti orang juga mandang kamu kayak nenek sihir," ejek Firly dengan gaya centilnya.
"Heh, dengar ya!! Aku gak pernah ngerayu cowok tau gak! Malah cowok yang selalu ngejar ngejar cintaku!!" ucap Nita tidak senang.
"Ah, masa??? trus kenapa kamu merasa ditikung oleh Yumna??!! Kalo memang cowok cowok tampan itu suka sama kamu, pastinya mereka ga akan dekati Yumna!! Betul gak??" tanya Karin sinis ke Nita.
"Aaaaaakkkkhhhh.... Mereka gak dekati Yumna!!! Dia aja yang suka ngerayu cowok! Laki laki mana coba, yang gak mau kalo ditawari dengan tubuh! Lagian, yang aku bilangi itu, Yumna!! Urusanku sama Yumna!! Kenapa kalian yang gak terima, sih!!" Nita semakin gusar.
"Hei, hei.. Oww.. Kamu lupa ya kalo kami ini empat bersahabat, jika ada satu dari kami yang kena masalah, pasti yang tiga lainnya ikut menyelesaikan!!" Firly beraksi dengan gaya centilnya.
"Cuiiiiihhh," Nita seakan jijik mendengarnya.
"Udah deh, pergi sana jangan cari masalah lagi ama Yumna. Karna kalo kamu cari perkara sama dia, kami juga bakalan ikut campur!!" ancam Karin.
"Betul!! Karna kami adalah... " Firly, Raras dan Karin mengepalkan tangan dan menyatukan tangan mereka.
"EMPAT SERANGKAI!!!!" seru mereka bertiga.
Yumna takjub melihat hal konyol yang dilakukan oleh ketiga sahabatnya. Dia tertawa melihat kepalan tangan mereka yang bersatu tepat di depan wajahnya. Ia pun mengepalkan tangannya, dan ikut menyatukan tangannya dengan tangan tangan sahabatnya.
Sementara Nita merasa semakin panas melihat kekompakan mereka.
"Hiiiiihhhhh... Norak tau gak!!" ucap Nita kesal, dia akhirnya beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Yach.. Yach.. Dia panas.." ucap Firly menunjuk Nita yang berlalu.
Keempat gadis itu pun tertawa puas karena telah membuat Nita semakin kesal karena ulahnya sendiri.
***
( Bersambung.. 😊 )
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa