"Uncle, Cinta itu apa?"
"Cinta itu? saat kau ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamanya."
"Oh! Senja Cinta Uncle."
"Hahaha.... "
"Senja serius! Uncle, Love Me Please!"
Senja Aulia Husna, gadis periang yang mencari apa arti Cinta! Hingga melabuhkan kata cinta pada pria matang yang ia panggil dengan sebutan Uncle.
"Uncle tak mencintaimu senja! Kau keponakan Uncle!"
Erangan frustasi dari pria dewasa berumur 35 tahun bernama Riko Dirgantara.
Bagaimana perjuangan Senja mendapatkan Cinta Uncle Iko?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
"Senja." Di ketiknya pintu kamar Senja pukul 5 dini hari pagi.
"Senja."
"Senja."
Ketukan itu terus menggema hingga menganggu tidur nya.
Dengan langkah gontai, Senja membuka pintu dan melihat Uncle Iko berdiri di depan pintu itu.
"Cepat bangun dan segera bersiap ke sekolah." Ucap Uncle Iko.
"Astaga Uncle ini masih jam 5 pagi, kau sudah membangunkan ku." Ucap Senja dengan mengerucutkan bibirnya.
"Tak apa, Uncle sengaja membangunkan mu pagi-pagi agar kau bisa menyiapkan semua keperluan sekolah mu dengan baik dan tak buru-buru." Ucap Uncle Iko.
"Dan kau bisa belajar terlebih dahulu sebelum ke sekolah bukan?" Ucap Uncle Iko tersenyum bangga
"Astaga Uncle!" Ucap Senja memijat pelipis nya dan Brak.
Pintu kamar di tutup paksa dengan Senja, dengan di iringi omelan Uncle Iko yang menyuruhnya segera bersiap!
"Jangan tidur lagi."
"Belajar terlebih dahulu Senja."
"Segera bersiap sekolah."
"Segera Mandi."
"Uncle tunggu dibawah! Sarapan bersama."
Dan masih banyak lagi wejangan pagi hari dari Uncle Iko tercinta untuk keponakan tersayang nya Senja.
Sungguh Senja rasanya ingin menyumbat mulut sang Uncle dengan kain! Lebih cerewet! Lebih berisik! dan lebih menjengkelkan! Daripada sang Bunda Nur.
Ah tapi? Apalah daya jika Uncle Iko terlalu tampan untuk di sumbat dengan kain mulutnya! Menggunakan bibir ku saja ya?
Ah Senja! kenapa kau berfikir liat seperti itu, mulut mu nampaknya harus di sentil dulu.
...🌺🌺🌺...
Pukul 6 pagi Sang Uncle sudah menunjukkan suara nya memanggil nama Senja.
Tuh kan? Astaga Uncle kenapa kau begitu cerewet hari ini, saat tak ada Ayah dan Bunda.
"Ya Uncle." Ucap Senja mendudukkan dirinya.
Dengan penampilan sudah menggunakan seragam rapi dan tampak cantik natural. Ah namun sayang.
Mood nya hancur akibat Uncle Iko tampan nya.
"Kau terlalu lama Senja, segera habiskan sarapan mu! Jangan lama-lama." Titah Uncle Iko.
"Uncle! lihatlah jam baru menunjukkan pukul 6 lebih 15 menit! dan jarak rumah dan sekolah ku hanya 15 menit! itu tandanya kita masih ada waktu 30 menit untuk makan." Ucap Senja menjelaskan.
"Kau seharusnya makan pukul 6 pagi Senja! kau sudah terlambat 15 menit!" Ucap Uncle Iko dengan pendirian nya.
Sabar senja! Sabar! untung Uncle Iko itu tampan! Coba saja kalau tidak! sudah ku pukul wajahnya bahkan aku akan menguncir mulutnya dengan karet rambutku.
"Stop! Oke Uncle! Senja minta maaf! lain kali Senja akan lebih cepat bersiap!" Ucap Senja pasrah, lebih baik mengalah bukan?
Daripada ia harus mendengar Ceramah dari sang Uncle untuk kesekian kalinya lagi dan lagi!
"Oke, hari ini Uncle Maafkan segera habiskan makananmu." Ucap Uncle Iko tersenyum.
Setalah drama pagi hari sebelum berangkat ke sekolah dan sarapan pagi, Senja kini sudah sampai di sekolahan tentunya di antar oleh Uncle Iko
...🌺🌺🌺...
"Astaga! Kusut amat itu muka pagi ini, kayak kain pel." Ucap Nina menggoda.
"Lu bisa diem ga! kalau ga lu gue tabok!" Ucap Senja garang.
"Astaghfirullah, itu mulut kasar amat si Senja! kenapa? ada apa?" Cercah Nina mengomentari.
"Stop Nina! jangan tanya dulu Oke!." Ucap Senja pening, ia beberapa kali memijat pelipisnya.
Di rumah ia harus berhadapan dengan Uncle Cerewet, Yah! hari ini tampaknya predikat itu akan Senja sematkan pada Uncle Iko.
...🌺🌺🌺...
Jam istirahat pertama pun berdering, Senja yang sudah jengah dengan materi yang di bawakan langsung membuang nafas kasarnya saat guru mapel itu telah keluar dari dalam kelas.
"Hufttt..." Lengguhan panjangnya.
"Ke kantin yuk, biar bisa cerita nih ke aku? kenapa tadi pagi kamu kusut amat." Ucap Nina.
"Hem, baiklah." Ucap Senja mengiyakan, karena memang perutnya sudah di minta untuk di isi dengan segera.
Keduanya melangkah keluar kelas dengan bersama.
"Nina, pesenin soto sama es teh manis, jangan lupa ada baksonya ya." Ucap Senja pada Nina.
"Aku ke toilet sebentar." Ucap Senja lagi.
Senja pun setengah berlari menuju ke arah toilet!
Brugh
Brugh
Brugh
"Eh elu tu kalo jalan liat-liat pake mata." Ucap Cowok yang di tabrak Senja.
Astaga ini cowok galak bener.
"Hem, gue minta maaf. gue gak senja dan maaf gue buru-buru." Ucap Senja meninggalkan cowok itu.
Senja pun langsung melangkah lebar menuju ke toilet terserah dengan berbagai umpatan yang dilayangkan cowok itu pada dirinya.
Urusan toilet ini benar-benar sudah tidak bisa lagi untuk di tunda.
...🌺🌺🌺...
"Ah lega. Akhirnya bisa makan." Ucap Senja mendudukkan diri nya di kursi berhadapan dengan Nina.
"Buruan makan, ntar keburu dingin." Ucap Nina memperingati.
"Iya Nina." Ucap Senja. Keduanya pun makan dengan nikmat di selangi dengan canda tawa riang.
"Ngomong-ngomong tadi pagi kenapa itu muka di tekuk." Ucap Nina mengawali pembicaraan saat mangkok di hadapan mereka berdua telah habis isinya tak tersisa.
Hanya es teh manis yang masih menemani keduanya.
"Gara-gara Uncle Iko, ya kali dia bangunin aku jam 5 pagi, disuruh belajar dulu, mempersiapkan keperluan sekolah dan lagi sarapan pun dia masih mengomel karena aku terlambat 15 menit katanya" Ucap Senja dengan nada masih kesal pada Uncle.
"Hahaha... demi apa? Senja bangun jam 5 pagi. ini adalah rekor MURI." Ucap Nina menggoda sahabat nya.
"Diem kagak lu!" Ucap Senja sengit.
"Ayah sama Bunda mu kemana?" Ucap Nina bertanya.
"Selama seminggu ke depan mereka ke rumah Nenek dan kakek, dan aku harus tinggal bersama dengan Uncle Iko." Ucap Senja.
"Enak dong! tinggal berdua sama Uncle Iko yang tampan dan hot." Ucap Nina menggoda menaik turunkan alisnya.
"Iya hot! mulutnya kayak kompor panas! cerewet! bikin pusing!" Ucap Senja
"Bayangin nya juga enak si! Tapi setelah tau sikap dia pagi ini sama aku! Gak deh! dia lebih bawal dari pada Bunda." Ucap Senja bergidik ngeri.
"Hahahaha.... " Lagi dan lagi tawa besar mengalun di mulut kecil Nina.
🎶🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like, komen.
Dan yang udah Vote aku ucapin banyak terimakasih 🌈
boleh mampir k novelku KK tinggal klik d profileku ya..