Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesuai permintaan
Ucapan Igris langsung membuat hasrat membara Zean bangkit. Harimau itu tersenyum lebar setelah mendapat persetujuan yang telah lama doa nantikan.
"Sesuai keinginan tuan putri,"
"Jangan membuatku kecewa!" ucapnya manja menantang.
"malam ini kau hanya milikku tuan putri. Aku takkan mengecewakan,"
Zean langsung mengambil Kuda-kuda siap tempur mencoba memasuki pintu rumah yang tergembok rapat itu. Berkali-kali benda asing itu mencoba menerobos masuk namun masih tak mampu membuka kunci pintunya. Hingga akhirnya kekuatan jantan sang harimau dibangkitkan dan menerobos masuk, barulah segel itu tertembus.
Keduanya mendesah hebat. Aaahhhhhhh... jerit manja keduanya panjang. Wajah keduanya menunjukan rasa lega, puas, nikmat bercampur jadi satu. Igris merasakan ada benda sebesar lengan bayi memasuki area rumah pribadinya. Daging berotot yang lumayan besar itu perlahan memainkan irama. Gembok yang semula terkunci itu berhasil di terobos oleh pangeran harimau putih. Rasa perih dan panas bersarang di area pribadi Igris. Namun semua rasa itu seketika terlewat oleh gairah yang memuncak. Kenikmatan yang di rasakan dewi itu membuatnya mendesah semakin sering dan semakin cepat. Terasa maju mundur pergerakan di dalam sana di iringi hentakan lembut yang bertenaga. Sang dewi semakin tak tahan. Dia mendekap kepala Zean dan menciumnya.
Saat pertama benda asing memasuki istananya membuat Igris menjerit pelan. Jeritan manja itu membuat sang harimau semakin menunjukan pesonanya. Irama gesekan senada yang berterusan membuat sisi kewanitaan Igris bergetar. Seakan berada di alam mimpi, ia terbawa buaian awan yang menenggelamkan hasratnya kian jauh. Kepala Zean terus di dekap nya dan menciumi bibirnya berulang kali. Sensasi nikmat itu terus membanjiri tubuhnya yang indah.
Tangannya semakin kuat menggenggam alas kasur saat Zean melakukan hentakan bertubi-tubi di tengah selangkangnya itu. Tubuhnya bergetar dasyat. Matanya seakan tak sanggup menatap wajah birahi pria di atasnya.
"Apa kekuatan ini cukup untuk membahagiakan tuan putri?"
"Ah ... aku ... ma ... Zean .... aaaahhh ... cu ... aah ... "
Kata-kata itu tak mampu lagi bersatu menjadi sebuah kalimat yang utuh. Igris terus di hantam dengan kenikmatan tiara tara. Hentakan demi hentakan membanjiri tubuh bawahnya. Perasaan yang selalu di tahan itu kian mencuat, Zean semakin cepat menggoyang pinggangnya yang ramping di sana. Harimau itu semakin menggila saat menatap wajah pujaannya memancarkan aura kepuasan da nikmat yang tiada duanya.
"apa sudah sesuai permintaan?"
Bisikan Zean terdengar seperti bahasa malaikat yang membawa gairahnya ke langit ke tujuh. Suara manja mengelikan tadi membuat sang dewi hanya mampu tersenyum. Keringat keduanya terus mengalir seirama dengan kuatnya hentakan dasyat yang menekan jiwa di area basah itu. Rintihan pelan keduanya seakan tak ingin berhenti. Sang harimau semakin ganas, semakin cepat pula pergerakan mainan nya. Kecupan beruntun terus membanjiri seluruh tubuh keduanya, membuat nafas pun tak ingin keluar secara teratur.
Udara dingin dan cahaya redup di dalam gua itu membuat suasana insten semakin merajalela.
Aaahhh ... desahan itu semakin sering terdengar. Bahkan semakin cepat tanpa jeda. Laju tubuh keduanya tak selaju pergerakan kunang-kunang yang berterbangan menjadi saksi percintaan indah malam itu. Igris mendekap kepala Zean. Dengan manja di gigitnya pelan ujung telinga sang harimau.
"aku mohon ... berhenti sebentar," bisiknya.
"tidak akan," jawabnya menggoda.
Zean semakin menggila dan semakin cepat. Hingga tak terasa waktu semakin banyak terbuang. Perlahan keluar cahaya putih dan keemasan di dalam gua yang mengelilingi kedua tubuh bulat itu. Semburan cahaya silau tiba-tiba menerobos langit malam dan membangkitkan kekuatan dasyat di atas langit. Cahaya terang benderang yang berfokus pada satu garis itu menampakkan diri ke dunia luar. Semua prajurit di tenda dapat melihat cahaya keemasan yang terpapar jelas di langit malam. Bahkan orang-orang dari kerajaan lain dapat melihat dengan jelas bahwa seseorang telah membangkitkan kekuatan spiritual tingkat tinggi dan telah melewati garis bintang.
Cahaya keemasan yang terpancar terasa hangat. Lama kelamaan cahaya itu semakin melebar membentuk gambaran seperti pohon beringin besar yang memiliki buah nan rimbun. Pohon itu hijau pekat, hangat namun keemasan. Itu adalah pertanda penyatuan spiritual tingkat dewa telah sempurna. Namun kedua pasangan itu tak menyadari apa yang terjadi di luar sana. Mereka masih menikmati keindahan malam dalam persetubuhan.
Pohon keemasan di langit malam terus menjulang tinggi, sulur-sulur akar semakin banyak keluar dari dalam tanah dan merambat menuju cahaya ranting emas. Bahkan kerajaan Ornebic merasakan kekuatan besar telah bangkit. Dari kejahuan, raja Hermes dan Danji turut melihat ke arah langit.
Pohon emas dengan tinggi menembus langit itu kini membentuk formasi segel besar bulat yang hampir menutupi langit. Rakyat kerajaan yang memandang turut takjub, karena belum pernah ada Formasi sebesar itu yang pernah di lihat. Lambang bulatan itu lalu mengeluarkan cahaya matahari yang lembut menyentuh hati siapapun yang melihatnya. Aura kehangatan dan kelembutan hati pemilik kristal jiwa dapat di rasakan semua yang menatap cahaya itu.
Perwujudan roh suci tingkat dewa telah bangkit karena kultivasi ganda kedua insan di dalam gua. Pohon suci bercahaya matahari adalah lambang kekuatan tanah milik Zean yang telah tercampur dengan darah emas. Kekuatan dasyat yang keluar itu menyelimuti tubuh Igris dan membentuk batu kristal hitam yang telah tertanam sempurna di dadanya. Bayangan kabut emas dan derasnya keringat yang mengucur membuat cahaya keemasan pohon besar semakin menyala di langit malam.
Tanpa mengetahui apa yang terjadi, keduanya masih melanjutkan perjalanan maju mundur di atas ranjang. Semakin lama semakin cepat pula pergerakannya, peluh Zean membasahi tubuhnya dan menetes di atas perut Igris.
"Apa sudah tidak kuat?" goda Igris.
"mimpi!" lawan Zean manja.
Pergerakan daging sebesar lengan bayi itu kian meresahkan area kewanitaan di sana. Zean memanas. Salah satu telapak tangannya kembali meremas kuat buah dada sang dewi sedangkan bibirnya terus menari di salah satu boba itu. Kini pergulatan itu bukan lagi tentang kemesraan tapi bagai beradu kekuatan dan ketahanan. Igris merasakan adanya tekanan batin yang masih membara di hati Zean.
"jangan mengecewakan!"
"Sesuai permintaan," balas nya.
Setibanya cairan keramat yang telah lama terpendam kini akhirnya mencapai batas, Zean semakin cepat ketika merasakan pergerakan cairan itu hendak keluar di ujung pedang nya. Sang harimau tak mampu menahan suara desahan nya lagi.
"Aaaaahhhh.... tuan putriku..... akhirnya ... "
Dia pun menumpahkan air panas itu di padang yang belum tau siapa pemilik sebenarnya. Seketika cairan itu tersembur di dalam rawa yang basah. Ketegangan semula perlahan mulai redup. Zean ngos-ngosan dan mencoba mengatur nafas pelan. Semburan terakhir itu menutup bab kemesraan di antara keduanya. Cahaya keemasan yang menyelimuti pun perlahan memudar.
Sang harimau menundukan kepalanya dan mengecup bibir Igris dengan hangat.
"terimakasih tuan putri," ucapnya.
Wajah Igris bercahaya halus, letih dan matanya berat. Keringat di wajahnya di sapu pelan oleh pangeran muda itu.
"Mulai sekarang aku sepenuhnya menjadi milikmu tuan putri,"
Zean mendekatkan wajahnya dan merapikan rambut perak Igris yang berantakan di dahinya.
"apa hal seperti akan di lakukannyq dengan semua pemilik kristal jiwa? sungguh aku rasanya sangat tidak rela," batin Zean sambil mengecup dahi Igris.
Ciuman terakhir tadi mengakhiri malam panjang yang tak terlupakan bagi keduanya.
Nafas keduanya masih tak teratur. Bukan karena bekerja berat atau berlari ribuan mil. Tapi Tarikan nafas panjang menandakan puncak hasrat telah terpenuhi. Pangeran harimau itu tak dapat mengungkapkan rasa bahagianya. Dia bangkit dan tak lupa mengecup mesra bibir kekasihnya. Tak lama dia pun lemas dan tertidur di sebelah Igris seperti hewan yang hibernasi.
Sang dewi itu mengalami sesuatu yang sama sekali tak pernah dia duga. Pikiran igris masih bergejolak. Otaknya seakan menolak untuk berfikir, nafasnya perlahan kembali normal. Hatinya semakin kacau.
"Jika semua pemilik kristal jiwa adalah laki-laki, apa aku harus??? Aaaahhhh tidak mungkin. Apa aku turun ke bumi untuk menjadi Dewi penggoda? Aku turun ke alam manusia untuk menyerap kembali kekuatan kristal jiwa milikku, tapi ... Aaahhhh ... tidak mungkin!!"