NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah
Popularitas:402.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Kirana mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya bertemu dengan Yuda.

“Mas Yuda…” suaranya lembut, tapi terdengar pasti.

“Aku tahu Mas memang serius. Dari cara Mas bersikap ke aku, ke Arka, ke Tiara… aku nggak meragukan itu.”

Yuda menahan napas, matanya menatap penuh harap.

“Aku juga nggak apa-apa dengan niat Mas,” lanjut Kirana jujur. “Bukan berarti aku menolak… tapi aku mohon, jangan terlalu cepat.”

Yuda mengangguk pelan, berusaha menahan rasa lega yang mulai menjalar di dadanya.

“Aku ingin menyiapkan hatiku dengan benar,” ujar Kirana lagi, kini suaranya sedikit bergetar. “Dan yang paling penting, aku ingin menyiapkan anak-anakku. Aku nggak mau mereka kaget, nggak mau mereka merasa ada orang asing tiba-tiba masuk ke hidup kami.”

Arka dan Tiara seolah mendengar namanya disebut. Arka menoleh sekilas, lalu kembali bermain. Pemandangan itu membuat Kirana menelan haru.

“Aku juga punya satu permintaan lagi, Mas,” kata Kirana setelah diam sejenak.

“Kalo nanti… kalau memang sampai ke pernikahan,” Kirana menatap Yuda dengan sungguh-sungguh, “aku cuma mau akad dan syukuran sederhana. Nggak usah pesta besar. Aku nggak mau berlebihan. Yang penting sah, berkah, dan anak-anak nyaman.”

Yuda tersenyum senyum yang hangat, lega, dan penuh rasa syukur.

Yuda mengangguk pelan, menerima keputusan Kirana dengan lapang dada. “Baiklah, Mbak,” ucapnya lembut. “Saya tunggu. Saya nggak mau memaksa. Selama Mbak dan anak-anak nyaman, saya ikut.”

Kirana membalas dengan anggukan kecil. Hening sejenak menyelimuti mereka.

Tak lama kemudian, suara motor berhenti di depan rumah. Tak berselang lama, pagar berderit terbuka.

“Assalamualaikum…”

Seorang pria masuk ke halaman sambil menggandeng tangan Lilis. Wajahnya tampak sedikit tergesa.

“Waalaikumsalam,” jawab Kirana sambil berdiri. “Mas Jefri?”

Jefri menggaruk tengkuknya sebentar, lalu menurunkan nada suaranya.

“Mbak Kirana… titip Lilis dulu, ya,” ujarnya sopan.

“Ibunya mau aku jemput, katanya pengin jalan bareng. Nanti sore aku balik lagi.”

Kirana langsung mengangguk paham. “Iya, Mas. Tenang aja, Lilis biar main sama Arka sama Tiara dulu di sini.”

Setelah itu Lilis masuk kedalam dan langsung bergabung dengan arka dan Tiara.

Jefri baru benar-benar menyadari keberadaan Yuda saat pria itu ikut berdiri.

Langkah Jefri mendadak terhenti. Matanya melebar sesaat, tubuhnya refleks menegak.

“E-eh…” Jefri tercekat, lalu buru-buru merapikan sikap.

“Selamat siang, Pak Yuda.”

Yuda tersenyum tipis, anggukannya tenang namun berwibawa. “Siang, Jefri.”

Kirana melirik mereka bergantian, sedikit heran dengan perubahan sikap Jefri yang mendadak tegang.

“I-ini… maaf Pak, saya nggak tahu Bapak ada di sini,” ujar Jefri kikuk.

“Nggak apa-apa,” jawab Yuda santai. “Saya juga cuma mampir.”

Jefri mengangguk cepat, lalu melirik Kirana sebentar, jelas terkejut dan sedikit bingung melihat bosnya duduk manis di rumah Kirana.

“Oh… gitu,” gumamnya pelan, lebih ke dirinya sendiri.

Yuda menangkap ekspresi itu, tapi memilih tak menanggapi. Ia kembali menoleh ke Kirana.

“Saya pamit dulu, Mbak. terima kasih” ucapnya tulus.

Kirana mengangguk. “Iya, Mas. .”

Yuda melirik ke arah pintu setelah Jefri pergi.

“Maaf, Mbak Kirana… Mbak kenal sama Mas Jefri?” tanyanya pelan.

"ohh mas Jefri, dia itu kakak ipar saya mas. suami mbak Rita, kakak dari almarhum suaminya saya"

Yuda tampak mengangguk paham.

"kalo mas Yuda, kenal sama mas Jefri"

Yuda tersenyum tipis, lalu mengangguk.

“Kenal, Mbak. Mas Jefri itu kepala bagian gudang di pabrik saya.”

Kirana tampak sedikit terkejut. “Oh… pantesan dari tadi saya lihat Mas Jefri kayak agak sungkan pas ketemu Mas Yuda.”

Yuda terkekeh pelan. “Iya, dia memang orangnya begitu. Di pabrik juga kerjanya rapi dan tanggung jawab. Saya percaya sama dia.”

“Alhamdulillah,” ucap Kirana tulus. “Mas Jefri orangnya baik. Mbak Rita juga begitu. Mereka banyak nolong saya dan anak-anak.”

Yuda melirik jam di pergelangan tangannya, lalu berdiri perlahan.

“Kayaknya saya pamit dulu ya, Mbak. "

Kirana ikut berdiri. “Iya, Mas. Terima kasih banyak sudah mampir "

Yuda menoleh ke arah Arka dan Tiara juga Lilis yang sejak tadi sibuk membuka bungkus jajanan.

“Om pulang dulu, ya,” ucap Yuda sambil jongkok agar sejajar dengan mereka. “Jaga Bunda baik-baik.”

“Iya, Om,” jawab Arka mantap.

Tiara ikut mengangguk kecil. “Om nanti datang lagi?”

Yuda tersenyum hangat. “InsyaAllah.”

Lalu Yuda berdiri kembali, menatap Kirana dengan raut serius namun lembut.

“Mbak… setelah kejadian kemarin, kalau ada apa-apa yang mencurigakan, atau Mbak merasa nggak aman, langsung hubungi saya ya. Kapan pun. Jangan sungkan.”

Kirana mengangguk pelan. “Iya, Mas. Terima kasih. Saya ingat.”

Yuda menarik napas, seolah ingin mengatakan banyak hal, namun memilih menahannya.

“Baik, saya pamit.”

“Assalamualaikum,” ucap Yuda.

“Waalaikumsalam,” jawab Kirana

1
Samsiah Yuliana
lanjut lagi ceritanya Thor 🙏🙏🙏
dewi rofiqoh
Wah arka kakak terbaik...
Samsiah Yuliana
lanjut Thor,,,
lagi mewek malah ketunda episode nya 😁🥰🥰🥰🙏
Sri Supriatin
bangga tentunya...selamat Arka🙏🙏🙏
Kaylaa
boleh...ditunggu crita anak2nya Kirana dan Yuda....khususnya si arka....penasaran sama cewek yg diumpetin 🤣🤭
dewi rofiqoh
Selamat arka
Kembarr Kembaarr
yaa emang pd dasarnya sprt itu laura. maka nya jd perempuan jngn terlalu murah. cantik kalau hanya polesan untuk jual diri untuk apa giliran gak di poles rupa kayak badak siapa yg mau. udah bejat ahlaq nya lg
Nabila Nabil
kalo arka sama lilis masih sedarah antara ayahnya arka sama ibu nya lilis... kecuali kalo lilis sama Keenan nah itu udah beda darah dan diperbolehkan tapi kalo arka lilis kayaknya gak boleh deh... gak tau kalo cuma di novel boleh..... 🤣🤣🤣🤣🤣 kan cerita fiktif tapi gak untuk ditiru.....
Nabila Nabil
jangan sama lilis donk... kan masih Arya ibu nya lilis masih sedarah... kalo di kampungku gak boleh..... kecuali kalo udah di canggah mah gpp... kalo se buyut aja masih gak boleh kok
dewi rofiqoh
Jangan sama sepupu sendiri dong arka
dewi rofiqoh
Lanjuut
Kembarr Kembaarr
berarti si ibu ini yergolong manusia yg merasa diri nya mampu berdiri sendiri tanpa orang lain. dn tidak membutuhkn orang lain pula.. wah hebat skl tp apakah dia mampu. nyatanya anaknya aja nyampek kelaparan
dewi rofiqoh
Akhirnya Kirana sadar, cepat sehat ya ra
Nifatul Masruro Hikari Masaru
cepat sembuh ya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semoga kirana selamat
Sri Supriatin
🙏🙏🙏💪💪
Yusna Wati
Alhamdulillah kirana membaik
dewi rofiqoh
Semoga Kirana baik-baik saja
Sri Supriatin
dag dig dug bcnya....semoga Kirana cepet pulih 💪💪💪
Sur Yani
betul sekali,thor jgn buat kirana koma ataupun meninggal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!