AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Entah kenapa orang ini begitu menyebalkan."Aku akan menghabisimu dengan satu serangan." itulah kalimat yang dilontarkan oleh Kelvin.
Pada akhirnya, mengarahkan serangan api yang berkobar, pada pria di hadapannya. Suara ledakan yang cukup besar terdengar. Gelombang kejut energi dari ledakan, bahkan membuat tubuh Sofia Ayu dan Rani hampir terpental. Jika saja mereka tidak berpegangan pada bebatuan.
"Mati kau..." gumam Kelvin merasa telah menang.
Tapi...
"Uhuk...uhuk..." Suara batuk ringan terdengar dari sumber ledakan."Pakaianku jadi kusut. Ibu akan memarahiku." Suara pemuda itu? Apa dia belum mati?
Dan benar saja, orang itu masih terlihat baik-baik saja berada di pusat ledakan. Merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.
"Kalian manusia memang tidak beradab, hanya untuk bertarung saja begitu merepotkan." Gumam sang pemuda berambut putih, area sekitarnya telah hancur, bahkan ada beberapa pepohonan kering yang masih terbakar api. Tapi tubuh orang ini utuh bagaikan tidak ada luka sama sekali.
"Apa hanya segitu saja seranganmu? Begitu lemah... sama sekali tidak menarik. Aku kira pertemuan denganmu akan membuatku bersemangat. Tapi ternyata begitu membosankan." pemuda berambut putih dengan pupil mata merahnya itu, tersenyum begitu memuakkan bagi Kelvin.
"Akan aku tunjukkan, apa itu kata membosankan!" bentak Kelvin seakan tertantang, pada akhirnya mengerahkan serangan petirnya.
Kilatan cahaya yang hendak mencapai pria itu. Tapi anehnya, kecepatan petir pun lebih cepat darinya. Begitu mudah untuk berlari dan menghindar. Napas pemuda ini sama sekali tidak terlihat seperti kelelahan. Padahal sudah begitu banyak menghindari serangan petir.
Kecepatannya juga sama sekali tidak berkurang. Mungkin setelah dunia kiamat, orang ini adalah musuh terkuat bagi Kelvin.
"Sial!"
"Sialan!"
Teriak Kelvin sambil terus melakukan serangan. Hingga pada satu titik, pemuda itu berhenti, Kelvin tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Memberikan energi penuhnya pada serangan petir kali ini.
Srak!
Brak!
Energi petir yang menyentuh pemuda itu, tapi di tepisnya dengan mudah. Kilatan cahaya kecil terlihat di ujung tangannya, seperti hanya petir kecil yang merambat.
Kelvin menelan ludahnya, orang ini sudah pasti bukan manusia. Apa orang ini monster? itulah yang terbersit di benaknya.
"Sudah aku bilang, kemampuan kecil... kemampuan kecil yang begitu membosankan... apa sudah saatnya aku menyerang?" pertanyaan menyeringai darinya.
Pusaran terlihat di langit, bagaikan awan dikendalikan olehnya. Pusat pusaran terlihat berada di langit, tepatnya di atas pemuda itu berdiri. Pusaran yang menjadi semakin besar, petir mengelilinginya, dugaan Kelvin benar. Pemuda ini hanya menyembunyikan kemampuannya. Kemampuan sesungguhnya bahkan tidak terdeteksi oleh sistem.
"Bolehkah aku mulai menyerangmu dengan serangan kecil?" Sebuah pertanyaan pelan dan mematikan.
***
Ledakan gelombang kejut pertama yang berasal dari serangan api Kelvin membuat Sarah terbangun. Matanya melirik ke arah, Ren yang terlihat masih tertidur lelap bagaikan seekor kucing.
Menghela napas kasar, Ren tidak memiliki kemampuan bertarung sama sekali. Akan menjadi beban jika terjadi sesuatu di luar sana. Pada akhirnya, Sarah memutuskan untuk tidak membangunkannya. Memastikan sebenarnya hal apa yang terjadi diluar sana.
Kala, Sarah telah keluar dari bunker, perlahan mata kucing yang menyamar menjadi Ren itu terbuka, menunjukkan pupil mata menyerupai seekor kucing."Pertarungannya terlalu mengguncang." Keluh sang kucing, kembali memejamkan matanya.
Sementara, Sarah melangkah keluar dari bunker, matanya menelisik, mengamati hal yang terjadi. Beberapa kali suara ledakan petir terdengar. Dirinya mencoba untuk mendekat, mengamati siapa sejatinya yang tengah bertarung dengan Kelvin.
Karena Sarah mengetahui, hanya Kelvin yang memiliki sistem dapat memiliki kemampuan sedahsyat ini. Tapi, langkahnya terhenti, mengamati seorang pria tinggi berambut putih pendek, menggunakan pakaian serba putih, topeng inari menutupi sebagian wajahnya.
Dirinya bersembunyi, menelan ludah ingin mengetahui situasi pertarungan saat ini. Apa ini adalah villain utama dalam novel, big boss yang hampir menghancurkan seluruh umat manusia. Pria yang paling membenci manusia...
Kala itu Kelvin memberikan serangan petir bertubi-tubi, sang pemuda berlari menghindar. Hingga langkah pemuda itu terhenti, tentu saja Kelvin tidak menyia-nyiakan situasi. Memberikan serangan petir terdahsyat.
Hingga Sarah pun menutup matanya, tidak ingin dirinya buta karena silaunya cahaya.
Tapi.
Tidak terjadi apapun pada pemuda itu, pemuda yang hanya menghempaskan sedikit pakaiannya. Kilatan listrik terlihat di ujung tangannya.
"Sudah aku bilang, kemampuan kecil... kemampuan kecil yang begitu membosankan... apa sudah saatnya aku menyerang?" pertanyaannya, tersenyum menyeringai darinya.
Sarah menelan ludah, orang ini benar-benar hebat. Dapat membuat Kelvin hingga terdesak seperti ini. Napas Kelvin terlihat tidak teratur, seperti mengalami kelelahan yang luar biasa.
Menunggu apa yang akan dilakukan oleh pemuda ini.
Tapi, pusaran di langit menciptakan puluhan kilat, yang bagaikan berjalan mengitari mereka. Sudah pasti ini bukan serangan Kelvin. Jika begitu ini kemampuan milik pemuda ini?
Biasanya Kelvin akan mati-matian melawan monster sekuat apapun. Memotong poinnya tidak akan ingin kalah. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa Kelvin tidak meningkatkan kemampuannya?
"Kenapa? ingin menyerah? Maka bergabunglah dengan para wanita yang sedang bersembunyi..." pria yang tersenyum tenang menyeringai.
Lagi lagi Sarah menelan ludah, sudah pasti orang ini adalah villain utama. Big boss yang membunuh hampir seluruh umat manusia. Hanya orang ini dalam cerita novel yang dapat membuat Kelvin hingga mencapai batas maksimal.
Tapi kenapa muncul sekarang? Dirinya bahkan belum mempersiapkan persenjataan untuk membunuhnya. Memang benar-benar sial! Sarah menggigit bagian bawah bibirnya sendiri, dirinya hanya membawa AK-47 saat keluar dari bunker.
Bagaimana ini? Bagaimana cara untuk melawannya? Jantungnya berdegup cepat, dalam artian, orang inilah yang mungkin akan dapat membunuhnya nanti. Big boss yang membenci manusia.
"Aku bukan seorang pengecut..." itulah kalimat yang diucapkan oleh Kelvin.
Sarah yang mengintip dan menyaksikan, menelan ludahnya. Protagonis pria yang terlihat dalam novel memang begitu keren, tapi mengingat harem yang dibangunnya, ingin rasanya menebas orang ini.
"Bukan?" Pertanyaan yang diucapkan oleh sang pemuda bertopeng inari.
Satu kilatan petir menyambar, mengenai tubuh Kelvin. Hanya Kelvin yang dapat mendengar dan menyaksikan, layar sistem berubah warna menjadi merah. Atau mungkin pemuda itu juga melihatnya?
"Peringatan! Peringatan! Shield 60% hancur! Shield 60% hancur! Jika pertarungan dilanjutkan, Shield akan tertembus, serangan akan langsung mengenai tubuh host!"
Itulah nada peringatan yang terdengar dari sistem.
"Wah! Wah! Wah!" Pemuda itu bertepuk tangan mendekat."Ternyata dapat mati semudah ini. Manusia hanya banyak omongnya saja, sebenarnya hanya sampah tidak berguna."
Srash!
Kelvin masih tidak menyerah, mencoba menyerang pemuda ini menggunakan pedang. Tapi pemuda yang melangkah mundur dengan cepat. Sama sekali tidak terkena serangannya.
"Kamu tidak memiliki hal lain untuk menghiburku?" tanya sang pemuda, pupil mata berwarna merah darah. Tiba-tiba serangan petir kembali menyambar dari langit. Mengenai tubuh Kelvin.
"Aaaghhh!" teriakan memilukan Kelvin terdengar. Kelvin berbaring tidak berdaya di atas tanah, setelah menerima serangan.
"Peringatan! Peringatan! Shield telah hancur! Tubuh host mengalami beberapa kerusakan di organ vital. Mohon untuk menghentikan pertarungan!"
Sistem kembali memberikan peringatan.
Sementara sang pemuda, melangkah pelan, berdiri tepat di hadapannya. Tersenyum menghina ke arahnya. Pupil mata merah orang ini, benar-benar terasa mengerikan.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...