Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.
Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Singkat dan Pertemuan di Langit
Matahari mulai bergeser perlahan ke arah barat, memantulkan cahaya keemasan yang memantul dari permukaan Formasi Reinkarnasi Ilusi yang masih aktif beroperasi di tengah lapangan. Sinar sore itu menciptakan kilauan indah, namun tidak mampu meredam intensitas pertarungan yang masih berlangsung sengit di dalamnya. Teriakan semangat, benturan keras antara senjata dan energi, serta suara ledakan dahsyat terdengar tak henti-henti, membentuk simfoni perang yang menggetarkan jiwa. Di dalam medan ujian itu, Xiao Yu, Zhao Hao, Tie Niu, dan yang lainnya kini benar-benar berada di ambang batas kemampuan fisik dan mental mereka. Tubuh mereka lelah luar biasa, otot-otot mereka berteriak meminta istirahat, sendi-sendi mereka pegal menahan beban pertarungan terus-menerus. Namun anehnya, api semangat yang menyala di mata mereka justru membakar semakin terang dan panas. Mereka belajar, beradaptasi, dan tumbuh setiap detiknya, ditempa oleh rasa sakit dan tekanan hingga menjadi lebih keras dari baja. Di atas panggung utama, Ye Chen duduk tenang di atas singgasana sederhana namun memancarkan wibawa tak terhingga. Matanya yang tajam dan dalam menyapu seluruh arena sekali lagi, mengamati setiap gerakan, setiap ekspresi, dan setiap perkembangan murid-murid barunya. Dia melihat dengan puas bahwa fondasi mereka sudah mulai terbentuk dengan sangat kokoh dan cepat. Metode pelatihan keras ala Tianmo yang diterapkan oleh Mo Xie dan pasukannya bekerja jauh lebih efektif dan dahsyat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Mereka bukan hanya dilatih menjadi kuat, tapi juga dilatih untuk memiliki mental yang tidak bisa dihancurkan.
"Mo Xie" Panggil Ye Chen pelan, suaranya tidak keras namun langsung terdengar jelas dan menusuk langsung ke telinga sang kakek, seolah berbicara di dalam pikiran.
"Ada perintah, Kaisar?" Jawab Mo Xie cepat, tubuhnya langsung membungkuk hormat dengan sikap yang sangat patuh dan penuh rasa takut akan keagungan sang pemimpin.
"Latihan bisa dilanjutkan seperti biasa. Tidak perlu mengubah apa pun" Ucap Ye Chen dengan nada datar namun tegas.
"Aku akan pergi sebentar meninggalkan sekte. Ada beberapa urusan penting yang harus kuselesaikan di tempat lain. Urusan yang tidak bisa ditunda lagi" ucap Ye Chen dengan nada datar namun tegas dan berwibawa.
"Dunia ini luas dan ancaman selalu datang dari arah yang tak terduga. Aku tidak bisa hanya duduk diam di sini. Ada hal-hal yang hanya bisa kuselesaikan dengan pergi ke sana secara langsung" Tambahnya dingin, matanya memancarkan ketegasan yang tak bisa dibantah.
Mo Xie sedikit terkejut mendengarnya, namun dengan kecerdasannya dia segera mengerti situasi. "Hamba mengerti, Kaisar. Apakah hamba harus menyiapkan pasukan pengawal atau setidaknya beberapa Jenderal untuk mengawal perjalanan Kaisar?"
"Tidak perlu" Tolak Ye Chen lembut namun mutlak, tidak ada ruang untuk bantahan.
"Aku akan pergi sendiri. Kehadiran orang lain hanya akan memperlambat dan merepotkan. Jagalah tempat ini dengan baik. Jagalah murid-murid ini. Jangan biarkan ada satu pun ancaman luar yang berani mendekat atau mengganggu selama aku pergi. Pastikan segalanya berjalan lancar!" Ucap Ye Chen tegas, suaranya penuh otoritas mutlak.
"Siap, Kaisar!" Jawab Mo Xie dengan sungguh-sungguh, matanya berkilat tegas.
"Hamba akan menjaga Sekte Langit ini seolah menjaga nyawa hamba sendiri! Selama hamba masih bernapas, tidak akan sehelai rambut pun yang terganggu di sini!" Seru Mo Xie dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.
Ye Chen mengangguk pelan, puas dengan jawaban itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, tanpa gerakan berlebihan, tubuhnya perlahan melayang naik dari singgasana. Aura keemasan yang agung namun sedingin es menyelimuti dirinya, membuatnya tampak seperti sosok dewa yang turun ke dunia fana. Dia tidak berpamitan secara besar-besaran. Bagi para murid yang sedang bertarung mati-matian di dalam formasi, mereka bahkan tidak menyadari kepergian pemimpin mereka. Mereka hanya merasakan bahwa sosok agung yang duduk di atas panggung tiba-tiba menghilang, dan digantikan oleh aura yang jauh lebih tua, lebih gelap, dan lebih mengerikan dari Kakek Mo Xie yang kini memantau mereka dengan tatapan yang jauh lebih ketat dan menekan. Dengan satu hentakan kaki ringan di udara kosong, tubuh Ye Chen lenyap secepat kilat, meninggalkan puncak Gunung Langit dan menembus lapisan awan tebal, menuju ke tempat yang jauh. Di atas hamparan awan putih yang luas dan lembut, Ye Chen berdiri tegak dengan anggun di atas sebuah pedang panjang yang melayang dengan kecepatan luar biasa. Pedang itu bukan sembarangan senjata, melainkan benda pusaka level tertinggi yang memancarkan aura mematikan namun juga memancarkan keanggunan yang sulit digambarkan. Di bawah kakinya, dunia terlihat kecil. Pegunungan menjulang seperti gundukan tanah, sungai bagaikan pita perak, dan hutan hijau luas tampak seperti rumput liar. Angin kencang menerpa wajahnya, meniup rambut hitam panjangnya yang terikat rapi, namun dia tidak terpengaruh sedikitpun. Kecepatannya luar biasa, membelah angin dan meninggalkan jejak cahaya tipis yang indah namun mematikan di langit biru yang cerah. Meskipun kini dia dikenal sebagai Pemimpin Sekte Langit yang bijaksana, mulia, dan penuh cahaya, statusnya sebagai Kaisar Iblis di Sekte Tianmo tidak pernah hilang sedikitpun. Dia masihlah penguasa mutlak bagi ribuan pasukan iblis yang menakutkan, sosok yang dipuja dan ditakuti oleh mereka yang hidup di dalam kegelapan. Sekte Langit adalah wajah barunya, identitas yang dia bangun untuk masa depan. Tapi Sekte Tianmo adalah akar kekuatannya, adalah tangan kanannya yang akan menebas segala kejahatan yang tidak bisa dijangkau oleh hukum biasa. Kunjungan kali ini bukan tanpa alasan. Dia ingin memeriksa perkembangan terakhir di markas utama, memastikan bahwa semua operasi berjalan lancar sesuai rencana, memeriksa stok sumber daya dan obat-obatan langka, dan juga... mengambil beberapa barang kuno yang mungkin sangat dibutuhkan untuk pengembangan murid-murid barunya nanti agar mereka bisa tumbuh lebih cepat dari yang lain.
"Dunia ini terlalu luas, dan ancaman yang sebenarnya masih bersembunyi di balik kegelapan" Gumam Ye Chen pelan di tengah hembusan angin kencang yang menerpa tubuhnya.
"Sekte Langit adalah wajah baruku di siang hari, tempat di mana harapan dan keadilan bersinar. Tapi Tianmo adalah kekuatan yang akan membersihkan dunia ini dari sampah-sampah yang membusuk di malam hari. Keduanya harus berjalan beriringan, saling melengkapi layaknya Yin dan Yang. Hanya dengan begitu aku bisa menaklukkan segalanya!" Gumam Ye Chen dalam hati, matanya berkilat penuh ambisi dan wibawa yang tak tertandingi.
"Dunia ini terlalu kotor dan penuh kepura-puraan. Dengan cahaya dan kegelapan yang kupegang, aku tidak hanya akan menjadi penguasa... aku akan menjadi hukum yang mutlak! Siapa yang tunduk akan hidup, siapa yang menentang... akan hancur menjadi debu!" Lanjutnya dengan tekad yang membara panas.
Saat dia sedang melaju dengan kecepatan tinggi membelah langit, pandangannya yang tajam yang mampu melihat jarak ribuan li tiba-tiba menangkap sesuatu yang tidak beres di kejauhan, jauh di bawah awan tempat dia melintas. Ada aura kekacauan, niat membunuh, dan juga aura keputusasaan yang bercampur menjadi satu di sebuah lembah hijau di bawah sana. Sebagai seseorang yang memiliki tujuan mulia namun juga kejam, Ye Chen biasanya tidak peduli dengan urusan kecil orang lain. Tapi ada sesuatu tentang aura itu... sesuatu yang membuat alisnya sedikit terangkat. Rasa penasaran yang jarang muncul membuatnya memutuskan untuk menengok sebentar. Di sebuah lembah hijau yang subur dan indah, suasana damai yang seharusnya ada tiba-tiba dirusak total oleh aura kekerasan, ketegangan, dan kebusukan hati manusia. Di sana, terpojok di balik sebuah pohon besar yang berusia ratusan tahun, berdiri seorang gadis muda yang cantik namun saat ini terlihat sangat menyedihkan dan ketakutan. Wajahnya pucat pasi, napasnya memburu tak teratur, dan keringat bercampur darah mengalir di pelipisnya. Dia mengenakan pakaian berwarna putih bersih dengan aksen biru muda yang anggun, simbol khas dari salah satu sekte aliran benar yang terkenal dengan kesucian, kelembutan, dan kebaikan hatinya Sekte Lembah Bunga Suci. Namun, pakaian suci itu kini sedikit robek di beberapa bagian, ada goresan luka memerah di lengannya yang mulus, dan matanya yang indah memancarkan ketakutan yang mendalam bercampur dengan api amarah yang tak bisa dibendung. Dan yang paling mengejutkan serta menyakitkan, dia dikelilingi oleh lima orang pria yang... anehnya, mengenakan pakaian yang persis sama dengan miliknya! Seragam yang sama, lambang yang sama, namun hati mereka berbeda jauh dengan iblis penghuni neraka.
"Kakak-kakak senior... kenapa kalian melakukan ini?" Seru gadis itu dengan suara gemetar namun tetap berusaha mempertahankan ketegaran hatinya. Dia memegang erat pedang pendek di tangannya, satu-satunya perlindungan yang tersisa baginya.
"Kita satu sekte! Kita diajarkan untuk saling menyayangi dan melindungi! Kenapa tiba-tiba kalian ingin mencelakai adik sendiri?" seru Xiao Ling dengan suara bergetar menahan amarah dan kekecewaan yang mendalam.
"Hahaha! Saudara? Xiao Ling, kau memang polos dan naif sekali! Sungguh menyedihkan melihat kebodohanmu ini!" , jek pria itu dengan nada yang sangat merendahkan.
"Di dunia ini, kekuatan dan harta adalah segalanya! Ikatan persaudaraan? Itu hanya omong kosong untuk menipu orang bodoh sepertimu. Master sudah tua dan mulai pikun, dia terlalu lemah dan kaku. Dialah yang menghalangi kemajuan kita dan menghambat kita untuk mencapai puncak kekuasaan!" Ucapnya dengan nada sinis dan penuh keserakahan, matanya memancarkan kejahatan yang tak tersembunyikan.
"Dan kau... kau memiliki Bunga Hati Suci yang tumbuh di dalam tubuhmu, harta karun alam yang sangat langka! Energi murni di dalam tubuhmu sangat cocok untuk kami serap dan gunakan sebagai media kultivasi agar kami bisa menjadi kuat dalam waktu singkat!" Ucapnya dengan mata berbinar serakah, seolah sudah melihat harta di hadapannya.
"Menyerahlah, Xiao Ling. Biarkan kami mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kami, atau... kau akan mati dengan cara yang sangat menyakitkan dan memalukan!" Ucapnya dengan senyum jahat dan ancaman yang mengerikan.
Jadi ternyata, mereka adalah pemberontak dari dalam sekte sendiri! Mereka ingin membunuh guru mereka yang sudah tua, merebut kekuasaan, dan menculik gadis ini untuk diambil inti energi sucinya demi kepentingan pribadi mereka yang jahat. Xiao Ling menggertakkan giginya hingga berbunyi. Air mata hampir jatuh membasahi pipinya, tapi dia menahannya dengan kuat. Dia tidak mau menangis di hadapan orang-orang jahat ini.
"Kalian pengkhianat! Keji! Surga dan bumi tidak akan pernah membiarkan kalian lolos dari hukuman! Kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal!" Serunya dengan suara bergetar menahan amarah dan ketakutan.
"Surga? Hahaha! Di sini, di tempat ini, kamilah yang menjadi surga dan neraka bagimu! Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu! Tangkap dia! Jangan biarkan dia luka terlalu parah, kami masih butuh tubuhnya yang utuh!" Teriak pemimpin itu memberikan perintah.
Keempat anak buahnya langsung menyerbu ke depan dengan senjata terhunus tajam, mata mereka penuh niat membunuh dan nafsu kotor. Xiao Ling memejamkan mata sebentar, bersiap untuk bertarung sampai mati meski dia tahu peluangnya untuk menang atau bahkan bertahan hidup nyaris sama dengan nol. Dia siap mengorbankan nyawanya daripada harus jatuh ke tangan orang-orang rendahan ini. Namun, tepat saat pedang-pedang itu hendak mendarat... Tiba-tiba, angin di lembah itu berubah arah secara drastis dan aneh. Sebuah suara desisan keras dan memekakkan telinga terdengar dari arah langit, seolah ada benda berat dan tajam yang menembus udara dengan kecepatan melebihi suara itu sendiri. Sebuah ledakan dahsyat terjadi tepat di tengah-tengah antara kelompok pemberontak dan gadis Xiao Ling. Tanah yang keras dan padat retak-retak, debu dan tanah terlempar ke udara tinggi-tinggi, menciptakan dinding asap yang tebal. Guncangannya begitu kuat hingga membuat semua orang terdorong mundur beberapa langkah karena tekanan angin yang luar biasa dahsyat. Mata semua orang terbelalak lebar, menatap sosok yang baru saja mendarat dengan gagah perkasa di tengah awan debu itu. Saat debu perlahan menurun, terlihatlah sesosok pemuda tampan berdiri tegak membelakangi cahaya matahari sore. Dia mengenakan jubah putih yang bersih, anggun, dan mulia, tidak ada satu noda pun yang menempel di sana. Rambutnya hitam panjang tertiup angin, dan wajahnya begitu sempurna bagaikan pahatan dewa, namun ekspresinya sedingin es abadi di puncak gunung tertinggi. Di bawah kakinya, sebuah pedang panjang yang memancarkan cahaya misterius perlahan mengecil dan melayang masuk ke dalam lengan bajunya seolah memiliki kehidupan sendiri. Itu adalah Ye Chen, dia turun tepat di antara kejahatan dan kebenaran, seolah menjadi penghalang tak terlihat yang memisahkan dunia hitam dan dunia terang. Aura yang dipancarkannya begitu berat, begitu dalam, dan begitu menekan, membuat udara di sekitar lembah itu seketika menjadi beku, dingin, dan sangat sulit untuk bernapas. Jantung setiap orang yang ada di sana seakan diremas oleh tangan tak kasat mata. Xiao Ling yang berada tepat di belakangnya menatap punggung sosok misterius itu dengan mata terbelalak tak percaya. Jantungnya berdegup kencang bukan main, bukan karena takut, tapi karena perasaan kagum yang luar biasa. Siapa orang ini? Penampilannya begitu mulia, seolah-olah dia adalah seorang kaisar dunia atau bahkan dewa yang turun dari langit ke dunia fana. Hanya dengan berdiri diam, dia sudah membuat seluruh alam sekitar tunduk patuh. Sementara itu, kelompok pemberontak itu terlihat kaget, bingung, dan mulai waspada. Kemunculan tiba-tiba ini sangat tidak masuk akal dan menakutkan.
"Siapa kau?! Beraninya kau mengganggu urusan kami!" Teriak pemimpin kelompok itu dengan suara keras, berusaha menutupi rasa takut yang mulai merayap di dalam hatinya. Dia mencoba terlihat garang.
"Jangan sok jadi pahlawan! Ini adalah urusan pribadi Sekte Lembah Bunga Suci! Urusan antar saudara! Mundur atau kau akan menjadi musuh kami juga!" teriak pemimpin itu dengan suara keras, berusaha menutupi rasa takutnya dengan sikap garang.
"Kau pikir dengan muncul tiba-tiba kau bisa menang?! Kami adalah ahli tingkat tinggi! Jangan sampai kami menghancurkan wajah tampanmu itu menjadi daging cincang!" Tambahnya sambil mengacungkan pedangnya dengan tangan gemetar, mencoba terlihat menakutkan meski kakinya sudah lemas.
"Urusan pribadi... Membunuh saudara sendiri, mengkhianati guru yang telah membesarkan, mencoba merampas kekuatan murid sendiri dengan cara yang kotor dan keji... kalian menyebut sampah busuk seperti ini sebagai urusan dalam negeri?"Ucap Ye Chen pelan dan lambat, setiap kata seolah memiliki berat yang menekan jiwa mereka. Nada suaranya tenang, namun terselip ejekan mematikan yang tajam bagaikan pisau dingin yang mengiris perlahan.
"Kalian memakai jubah suci, tapi hati kalian lebih gelap dari lumpur di selokan. Kejahatan yang kalian lakukan bukan hanya melanggar aturan sekte, tapi melanggar hukum langit dan bumi! Kalian bahkan tidak pantas disebut manusia, apalagi saudara!" tambahnya dengan suara yang semakin dingin dan menekan, membuat udara di sekitar seketika membeku.