NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Mereka terus menikmati makanan bersama-sama hingga selesai makan. Aldo dan Hana pun berdiri dan beriringan menuju ke kamar yang berada di lantai atas. Hana menarik Aldo, tetapi sebelum masuk ke dalam kamar, Aldo sempat melihat ke arah ruang depan di lantai atas. Aldo merasa ingin melihat pemandangan malam dari lantai itu. Dia pun berbicara kepada Hana sambil menatapnya lekat. Aldo langsung mengajak Hana untuk melihat ruangan terbuka di atas.

"Hana, aku ingin sekali melihat dari lantai atas ke bawah," ucap Aldo.

"Ayo, aku akan menemanimu," ucap Hana.

Mereka berdua melangkahkan kaki keluar. Saat berada di luar, Aldo melihat sekeliling suasana di lantai atas rumah Hana. Dia merasakan begitu sejuk dengan angin yang berembus ke tubuh. Dinginnya malam menambah syahdu suasana. Aldo pun duduk di kursi, dan Hana juga ikut duduk di sampingnya. Aldo mulai berbicara sambil menatap Hana.

"Begitu indah rasanya malam ini," ucap Aldo.

"Aku jarang duduk di sini, tahu. Karena malam aku harus bekerja. Beberapa hari lagi aku akan masuk kerja lagi sampai perutku besar, baru aku minta untuk cuti," ucap Hana.

"Semangat, sayang. Kasih tahu aku jika ada masalah tentangmu. Aku akan menjagamu dengan hidup dan matiku," ucap Aldo.

"Emm, terima kasih. Kamu sudah bisa menerimaku apa adanya. Aku sangat berterima kasih kepadamu," ucap Hana.

"Sama-sama, sayang. Mulai saat ini, kamu panggil aku Abang, oke, sayang?" ucap Aldo dengan tatapan lekat kepada Hana.

"Iya, Abang. Kenapa tidak panggil sayang saja biar romantis? Aku senang jika memanggilmu dengan sebutan sayang," ucap Hana sambil tersenyum.

"Emm, boleh, sayang. Malam ini kamu mau, kan, mengajarku untuk pertama kalinya, sebelum perut kamu membesar?" ucap Aldo.

"Boleh, sayang. Aku akan memberikan keinginanmu," jawab Hana.

Malam terus berlalu hingga Hana mengajak Aldo untuk masuk ke dalam kamar. Mereka berdua pun melangkahkan kaki bersama. Saat masuk ke dalam kamar, Aldo sempat terdiam dan menatap ke arah jam yang berada di meja. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Aldo sempat terdiam sambil berdiri. Hana mencoba memanggil Aldo untuk ikut duduk di sampingnya.

"Sini duduk, sayang. Kenapa berdiri di situ saja?" tanya Hana dengan begitu lembut.

"Bukan apa-apa... hanya aku sebenarnya malu denganmu, Hana," jawab Aldo.

"Jangan seperti itu. Kita sudah suami istri, kamu jangan malu. Aku tidak akan menggigitmu, sayang. Errrawww," ucap Hana sambil tersenyum manis.

"Jangan seperti itu... wajahmu begitu menakutkan," ucap Aldo menatap lekat.

"Sini, sini duduk di samping. Jangan hanya berdiri saja," ucap Hana lalu menaikkan alisnya.

"Iya, iyaa. Kenapa mukanya seperti itu? Sangat menakutkan, tahu," ucap Aldo sambil mendudukkan dirinya di ranjang.

"Haha. Aku sudah tidak sabar ingin menikmati bersamamu," ucap Hana tersenyum.

"Wehehe. Jadi kau ingin juga?" ucap Aldo tersenyum, menatap dengan begitu tajam.

"Sstt... diam dulu. Ternyata di bawah belum pada tidur. Kita tunggu Mama Papa tidur dulu, oke, sayang?" ucap Hana sambil tersenyum dengan suara pelan.

"Kenapa kamu bisa seperti itu, mendengar suara dari bawah? Apa jangan-jangan punya sesuatu?" tanya Aldo sedikit heran karena dia tidak mendengar suara seseorang dari bawah.

"Mana ada aku punya sesuatu? Aku mendengar karena aku terbiasa. Atau telinga kamu kurang pendengaran?" ucap Hana.

"Ehh, mana ada pendengarannya kurang. Aku normal, lah, tidak ada kekurangan pendengaran," ucap Aldo dengan muka masam.

"Bercanda saja, jangan cemberut seperti itu, lah, sayang," ucap Hana sambil tersenyum manis.

Jam terus berjalan. Mereka begitu asyik bercanda dan tertawa. Hingga Hana kembali berbicara untuk terdiam. Hana merasakan suasana rumah sudah pada tidur.

"Mau mulai sekarang, enggak, sayang?" ucap Hana sambil tersenyum begitu manja menatapnya.

"Aku sebelumnya tidak pernah merasakan... tapi kan kamu sedang..." ucap Aldo lalu bibirnya ditahan dengan jari Hana.

"Sstt... jangan bilang begitu. Sekarang nikmati suasana malam ini, agar kamu merasakannya sebelum kita punya anak, sayang," ucap Hana lalu berdiri dan menatap Aldo dengan lekat begitu tajam. Hana pun memulai dengan tatapan tanpa berbicara sama sekali. Aldo juga hanya terdiam dan menatap Hana.

Saat Hana memulai lebih awal, malam itu pun menjadi malam begitu seru dengan sebuah permainan. Aldo mulai merasakan sebuah hempasan dan tenaganya yang terus berjalan. Hingga tak terasa mereka mulai terasa lelah dan mereka tertidur dengan begitu nyenyak sampai hari mulai pagi. Tiba-tiba Aldo pun terbangun, lalu duduk dan melihat ke sekelilingnya. Aldo sempat bingung karena dalam mimpinya, Aldo terbangun dari tidur dan berada di kamarnya sendiri. Bahkan dalam mimpinya, Aldo sempat terdiam menatap kesedihan. Ternyata sambil duduk di kamarnya, saat Aldo melangkahkan kaki menuju kamar mandi, dia tersandung hingga terjatuh ke lantai. Hingga akhirnya, dia kembali terbangun.

Aldo masih duduk terdiam, menatap begitu lekat sekeliling kamar Hana, dan menatap ke sampingnya. Aldo menatap lekat ke arah Hana. Aldo mengedipkan mata beberapa kali melihat Hana, lalu dia mencubit pipinya sendiri, mengira dia sedang bermimpi. Aldo pun membangunkan Hana sampai Hana terbangun dari tidurnya. Hana pun berdiri dan menatap Aldo dengan begitu lekat. Hana pun berbicara.

"Ada apa, sayang?" ucap Hana sambil tersenyum menatap Aldo.

"Apa aku tidak bermimpi bisa tidur dengan Hana?" ucap Aldo.

Plakk!

Hana menampar Aldo dengan keras sampai terasa sakit dan terdengar suara begitu nyaring. Aldo pun bersuara, berbicara kepada Hana.

"Ahhh... sakitnyaa... aku kira ini adalah mimpi indah... ternyata ini adalah kenyataan," ucap Aldo sambil tersenyum.

"Apa kamu lupa semalam kita ngapain?" tanya Hana sambil tersenyum.

Aldo terdiam menatap heran dan menatap lekat ke arah Hana. Aldo pun mulai mengingat apa yang dia lakukan tadi malam. Hehe, Aldo langsung tersenyum dan mulai berdiri sambil berbicara kepada Hana.

"Aku mau pulang... kamu jangan kangen..." ucap Aldo.

"Heee, mau ngapain pulang? Kamu mau makan atau mau apa? Ayo kita buat bareng, tapi kita ke kamar mandi dulu, sayang," ucap Hana mengajak Aldo untuk ke kamar mandi.

Aldo membalikkan tubuh dan menatap Hana, lalu Aldo kembali berbicara dengan tatapan begitu lekat.

"Aku harus berangkat sekolah. Biarkan aku mandi dan makan di rumah saja," ucap Aldo.

"Ish, aku lupa kamu masih sekolah. Kenapa hari ini tidak libur dulu, sayang? Biar kita menikmati hari bersama-sama," ucap Hana sambil tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!