NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:887.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

‎"Tapi aku... aku belum siap untuk menghadapi orang banyak," ucap Nara dengan suara pelan, menundukkan pandangannya ke arah bunga yang dipegangnya. "Setelah apa yang terjadi kemarin malam, aku merasa belum mampu untuk bertemu dengan banyak orang, Ren."

‎‎Rendra mengangguk memahami, ekspresinya tetap penuh perhatian. "Kamu tidak perlu khawatir tentang itu," ucapnya dengan lembut. "Aku tidak akan membawamu ke tempat yang ramai. Aku tahu sebuah tempat yang tenang dan indah, jauh dari kebisingan kota. Hanya ada kita berdua dan alam sekitarnya. Mungkin udara segar dan pemandangan yang indah bisa membantu membuat hatimu sedikit lebih ringan, Nara."

‎‎Nara merenung sejenak. Hatinya merasa bingung, di satu sisi dia masih terluka oleh apa yang dilakukan Arga dan merasa tidak berhak mendapatkan perhatian dari orang lain. Namun di sisi lain, ajakan Rendra membuatnya merasa sedikit hangat dan ada harapan bahwa mungkin ada cara untuk melupakan rasa sakitnya meskipun hanya sesaat.

‎‎"Baiklah, kalau begitu aku ganti baju dulu ya, Ren."

‎‎"Tentu saja, Nara," jawab Rendra dengan senyum hangat, dalam hatinya dia bersorak penuh kemenangan. "Aku tunggu disini saja ya,"

‎‎Nara mengangguk dengan senyum lembut sebelum berjalan cepat masuk kedalam rumah. Udara segar di sekitarnya membuat langkahnya sedikit lebih ringan dibandingkan tadi. Dia langsung menuju kamarnya yang semalam dia tinggalkan untuk mengganti pakaiannya.

‎‎Setelah mengganti baju, dia berdiri di depan cermin kamar, menatap pantulan dirinya disana. Wajahnya masih tampak sedikit lesu, namun ada kilatan harapan di matanya yang tidak ada kemarin malam. Dia mengambil sweater cream dari gantungan lemari dan memakainya, lalu mengambil potongan bunga mawar merah yang diberikan Rendra dari atas meja dan menyimpannya dengan hati-hati di dalam tas kecilnya.

‎‎Nara mengambil napas dalam dan berjalan keluar menemui Bi Imah yang sedang berada di dapur. "Bi Imah, saya mau pergi keluar sama teman. Kalau nanti mas Arga telepon dan nanyain saya, bilang saja saya sedang tidur,"

‎‎Bi Imah terkejut saat dia disuruh untuk berbohong, tapi wanita berusia lima puluh tahun itu akhirnya mengangguk, "Baik, Non. Nanti Bibi akan bilang seperti yang Non suruh kalau mas Arga telepon."

‎‎Nara mengangguk dan memberikan senyum lembut padanya sebelum berjalan menuju pintu depan. Rendra sudah menunggu di depan mobil dengan tubuh bersandar pada sisi mobil, wajahnya langsung bersinar lebih cerah saat melihat Nara keluar.

‎‎"Silahkan, tuan putri," ucap Rendra dengan lembut sambil membuka pintu mobil untuknya.

‎‎Nara tertawa kecil mendengar sapaan dari Rendra. "Terima kasih, Rendra,"

‎‎Setelah Nara masuk dan Rendra menutup pintunya dengan lembut, dia menyusul masuk ke dalam jok pengemudi dan menghidupkan mesin mobil. Perjalanan awal terasa sunyi namun tidak canggung, Rendra menjaga konsentrasi pada jalanan sambil sesekali menoleh pada Nara yang duduk disampingnya, sementara Nara menikmati pemandangan luar jendela dengan pikiran menerawang, memikirkan nasib rumah tangganya dengan Arga yang kini terasa hambar.

-

-

-

‎‎Setelah sekitar satu jam perjalanan, mobil akhirnya memasuki gerbang besar yang dihiasi ukiran kayu elegan. Sebuah villa bergaya kontemporer dengan aksen arsitektur tradisional menghiasi lereng bukit, dikelilingi oleh taman yang terawat rapi dan kolam renang yang airnya jernih memantulkan langit.

‎‎"Kita sudah sampai, Nara," ucap Rendra dengan bangga saat dia memarkirkan mobil di garasi yang luas. "Ini villa keluargaku, biasa digunakan untuk berlibur atau menerima tamu penting."

‎‎Nara terpana melihat kemewahan tempat itu, mulai dari batu alam yang menghiasi dinding luar hingga taman bunga yang beragam jenisnya. "Ren, ini benar-benar luar biasa... aku merasa seperti sedang berada di resor mewah," ucapnya dengan mata penuh kagum saat turun dari mobil.

‎‎Rendra mengambil alih tas kecil ditangan Nara, lalu menggenggam tangan wanita itu dan membimbingnya masuk ke dalam villa. Saat pintu besar terbuka, ruang tamu yang luas dengan langit-langit tinggi dan lantai marmer bersih menyambut mereka. Furnitur mewah dari kayu jati berkualitas tinggi ditempatkan dengan rapi, dan lukisan-lukisan seni yang indah menghiasi dinding. Jendela kaca besar menghadap ke pemandangan kebun teh yang luas dan pegunungan yang menjulang di kejauhan.

‎‎"Duduklah, aku akan bawakan kamu minuman hangat," ucap Rendra sambil mengarahkan Nara ke arah sofa besar yang empuk. Tak lama kemudian, dia kembali dengan cangkir teh herbal dan hidangan kecil berupa kue tart buah segar yang dibuat oleh juru masak keluarga mereka.

‎‎Nara menatap wajah Rendra cukup lama, "Ren, kenapa kamu sangat baik padaku?"

‎‎Rendra terdiam sejenak, matanya menatap dalam kedalam mata Nara. Dia menaruh cangkir teh di atas meja sebelum duduk disamping Nara dengan tenang.

‎‎"Karena kamu layak diperlakukan dengan baik, Nara," jawabnya dengan suara lembut namun tegas. "Kamu tidak pantas untuk disia-siakan apalagi sampai dibuat terluka."

‎‎Nara terdiam sejenak, matanya menahan air mata yang ingin mengalir. Dia menundukkan sedikit wajahnya dan tersenyum lembut.

‎‎"Aku selalu merasa bahwa mungkin aku tidak cukup baik untuk mendapatkan perhatian seperti ini," ucapnya pelan, menundukkan pandangan ke arah cangkir di atas meja. "Buktinya mas Arga sampai mengkhianatiku dengan sekretarisnya, itu berarti aku tidak cukup baik. Mungkin aku belum bisa menjadi istri yang baik baginya."

‎‎Rendra menjulurkan tangannya dan menyentuh tangan Nara dengan lembut. "Jangan pernah bicara seperti itu, Nara. Pengkhianatan yang dilakukan Arga bukan karena kamu tidak cukup baik, itu adalah pilihan yang dia buat sendiri. Semua kesalahan ada pada dirinya, bukan padamu."

‎‎Rendra menggenggam tangan Nara dengan lembut, membuat wanita itu mengangkat wajah dan menoleh ke arahnya. "Kamu telah melakukan yang terbaik sebagai istri. Kamu selalu mencintainya dengan tulus dan berusaha membuat rumah tangga kalian bahagia."

‎‎Dia menarik napas perlahan sebelum melanjutkan. "Jangan pernah biarkan perilaku Arga membuatmu meragukan nilai dirimu, Nara. Kamu layak mendapatkan cinta yang setia dan tulus."

‎‎Nara tersentuh dengan kata-kata Rendra, tanpa sadar air matanya menetes ke pipinya. Rendra dengan lembut menyeka air matanya menggunakan ibu jarinya.

"Aku tahu rasanya sakit, sangat sakit. Tapi percayalah padaku, waktu akan membantu kamu sembuh. Dan selama proses itu, aku akan selalu ada di sini untukmu, sebagai teman, sebagai pelindung, atau dalam peran apapun yang kamu butuhkan." ucap Rendra dengan tulus.

‎Nara menutup matanya sebentar, merasakan sentuhan lembut Rendra di pipinya yang membuatnya merasa lebih tenang. Dia mengangguk perlahan, lalu mengusap wajahnya dengan tangannya sendiri.

‎‎"Terima kasih, Ren," ucapnya dengan suara yang masih sedikit bergetar, memaksakan sebuah senyuman diwajahnya. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku akan menghadapi semua ini tanpa kamu."

‎‎Dia melihat ke arah jendela, di mana sinar matahari siang itu mulai menyinari hamparan kebun teh yang luas. Udara segar dari pegunungan masuk melalui celah jendela, membawa aroma khas daun teh dan bunga-bunga yang tumbuh di halaman.

‎‎"Tempat ini benar-benar tenang," ucap Nara pelan, matanya tetap terpaku pada pemandangan luar. "Bisa membuatku merasa lebih tenang."

‎‎Nara menoleh kearah Rendra yang masih duduk di sampingnya, "Oya, Ren, adikku Tiara ingin berkenalan denganmu. Maukah kamu..."

‎‎"Aku tidak tertarik pada adikmu," potong Rendra cepat dan tegas, menatap Nara dengan pandangan yang dalam dan wajah yang lebih serius. "Aku lebih tertarik pada kakaknya, yaitu kamu Nara."

-

-

-

Bersambung...

1
christina paya wan
dah ketahuan istri baru menyesal.selama 6 bulan kemana aja lo..
Eva Eva
cerita nya seru thor mantap👍👍👍
🔥Violetta🔥: Asiap kakak... jika berkenan silahkan mampir di karya saya yang lain /Grin//Pray/
total 3 replies
Reza Reva
apa sekretaris emang selalu begitu yah?
La Rumi
Makin ke sini makin ke sana jadinya 😅
La Rumi
Haha panas
Reza Reva
kenapa nggk d buka nara.biar tau busuknya suami kamu
Yeni Fitriani
kabur.... ah...... klo gini jayihnya malah arga yg jd korban..... korban dr rencana rapi rendra.....
Yeni Fitriani
aku penasaran dan baca novel ini pas baca komentar dr salasatu readernya.... tp stwkah di baca halaah sm sj ini novel dgn novel kebanyakan..... murahan di balas murahan.
Yeni Fitriani
akhirnya selingkuh di balas selingkuh......klo sdh begini seharusnya arga diberi kesempatan utk kembali bersama dgn nara....
Yeni Fitriani
klo duluuuuu banget slalu berpikir bahwa sekretaris itu memng harus perempuan tapiii skrg akaa lebih baik dan sangat baik klo semua sekretaris di kantor2 adalah laki2 sj....
Yeni Fitriani
arga adalah laki2 yg teramat lemah dan murahan...... gampng banget tunduk sm apem murah
Yeni Fitriani
benar2 jijik sm kelakuan laki2 yg bergelar suami macam arga ini.... berhubung badan sm pelacur berkedok sekretaris sampai kecapekan hingg tk pernah menyentuh istrinya lg.... kdng aku berpikir utk laki2 semacam arga ini wajar klo di balas dgn hal serupa biar dia tau rasa....
Bunda Dzi'3
duit 2 milyar hbs nanti rendra di peras dgn ancaman ksh tau nara n arga smuanya ini krna rendra
Bunda Dzi'3
aduhhhhh kok yaa bginii😭
Asih
ini seperti kisah saya 30thn lalu saya di jodohin calon suamiku dia mau berangkat ke kota lagi karna 2bln lagi kita nikah.clnku nitip sama temannya suruh jagain saya mlh kita saling jatu cinta kna orang tua juga ngga memaksa calon suamiku dia di jakarta ketemu dengan cewe yng membuat dia jatu cinta udh saya nikah dengan teman dia lanjut Thor saya suka ceritanya
🔥Violetta🔥: Wah, ternyata beneran ada ya kisah seperti kakak ini... semangat kakak /Grin//Ok/
total 1 replies
ara lianna
nanti jodoh lo Din 🤭🤭
Umi Salsabilla
ketennn ,,pokokx puas bacax happy ending
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak sudah berkenan mampir 😁🙏
total 1 replies
ara lianna
baru ketemu... langsung suka deh sama karakter Rayyan...

mungkinkah dia akan dibuatkan novel khusus Thor 😍
🔥Violetta🔥: Belum ada rencana kesitu kak... Tapi nanti semoga ada /Grin/
total 1 replies
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
🌟 Dauzz🇲🇨
ceritanya sangat bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!