Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.
Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.
Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.
Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Pulang Ke Mansion
Berys langsung mengurus segala administrasinya, kemudian dia langsung membawa Rido menuju mobil, namun ada yang ganjal menurut perasaan sang Tuan Muda, embun tidak ikut bersama dengan mereka yang membuat Rido menjadi penasaran, karena dia embun harus memilih untuk naik taksi karena dia tidak mungkin bersama dengan sang tuan muda.
Rido mengangkat tangannya keatas langit, sehingga Berys langsung menghentikan langkahnya.
“Dimana gadis itu? Kenapa dia tidak bersama dengan kita?” Tanya Rido dengan penasaran, yang membuat Berys menjadi gugup, karena dia sudah berlaku tidak perduli dengan sang Nyonya muda itu.
“Maaf Tuan Muda, saya sudah berbuat salah! Saya kurang memperhatikan kehadiran nyonya muda” ucap Berys tanpa memperdulikan lagi kalimatnya, sehingga yang mendengarkan menjadi memasang wajah penasarannya dengan mengerutkan kening.
“Apa Maksudmu Nyonya Muda? Sejak kapan ada Nyonya Muda Kalian?” Tanya Rido dengan sedikit kesal karena penasaran dengan perkataan sang Sekreteris barusan.
“Emm, itu, itu Tuan, saya, saya hanya! Sa, saya tidak bisa menjelaskan kepada anda dengan jelas, hanya Tuan dan Nyonya besar yang bisa menjelaskan kepada anda secara rinci” jawab Berys dengan terbata bata.
Rido hanya bisa menarik napasnya kasar, kemudian dia langsung masuk kedalam mobil tanpa mengatakan satu kata lagi, namun dia masih penasaran dengan ucapan Berys barusan “Apa maksudnyanya Nyonya Muda? Lalu kenapa hanya Ayah dan Bunda yang bisa menjelaskan hal itu? Ada sebenarnya? Apakah ada sesuatu yang terjadi?” Gumamannya dalam hati.
“Maaf Tuan! Nona Embun ternyata sudah pergi duluan dengan manaiki Taksi” Ucap Berys tiba tiba menyadarkan Rido dari khayalannya.
“Kenapa dia tidak ikut bersama dengan kita? Apakah dia takut kita akan memakannya? Cih, dasar gadis keras kepala” sewot Rido dengan kesal melihat embun yang sudah pergi tanpa berkata apa apa.
“Maaf Tuan Muda! Untuk itu saya tidak tau” jawab Berys dengan memberikan pengertian kepada sang tuan mudanya.
“Ya sudah! Kita berangkat saja” titah Rido dengan menatap tajam kearah depan.
Beberapa saat kemudian, Rido sudah sampai di Mansion utamanya bersama dengan Berys, dia dibantu Berys untuk naik ke Kursi Rodanya, kemudian dia langsung masuk kedalam rumah itu.
Bersamaan dengan itu embun berlari dari samping mansion, dia langsung mendorong Rido masuk kedalam rumah, namun sebelum dia benar benar memegangi kursi roda itu, dengan cepat Rido langsung menghentikan langkahnya.
“Tunggu dulu! Kau kenapa baru nongol disini? Kenapa kau tidak Nampak tadi sejak dirumah sakit? Kau pergi tanpa pamit, bagaikan jelangkung yang hidup” sergah Rido dengan penuh penekanan. Mendengar perkataan Rido, embun hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya keatas, dia memicing dengan kesal.
“Jelangkung itu datang tanpa diundang, pergi tanpa alasan, kalau saya mah jelas beda atuh dengan Jelangkong, saya datang kan karena ada anda disini, coba kalau tidak anda disini, tentu saya gak datang, Hufft,, Gimana sih??” ucap embun asal sambil menghela napas berat, yang membuat orang mendengarnya menjadi kaget.
“ciih, bukannya memberikan penjelasan yang benar, malah mau bandingkan dirinya dengan jelangkong” geram Rido dengan sangat kesal. Namu tanpa aba aba embun langsung mendorongnya masuk kedalam rumah, Rido hendak ingin berontak namun dia langsung memegangi peganngan kursi roda, karena embun mendorongnya dengan lari 80 kilo meter perjam.
Berys hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan perasaan yang tidak bisa di bayangkan, sedetik kemudian dia mengikuti embun dan rido yang masuk kedalam mansion.
Sesampainya di dalam ruang keluarga utama, Tiaras membelalakan matanya ketika dia melihat sang anak yang duduk menatapnya dengan tenang.
“Ohh anakku! Ternyata kamu sudah sadar, kenapa kalian tidak beritahukan kepada ibu, kan ibu bisa menjemputmu langsung” ucap Tiaras dengan senang, dia langsung pergi berhambur memeluk sang anak.
Tiaras mengeluarkan semua rasa rindunya kepada sang anak, dia memeluknya dengan sangat erat, sambil meneteskan air mata bening dia berkata “Ibu sangat khawatir tentang kondisimu sayang! Ibu tidak bisa tenang kalau kamu dalam kondisi tidak sadarkan diri, tapi untunglah Tuhan memberikanmu kesempatan yang baik”.