Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.
Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.
Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.
Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.
Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.
Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.
Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2080
Setelah semua rincian kerja sama disepakati dan dokumen perjanjian holografis ditandatangani, Fei Xing berdiri untuk kembali ke villanya.
Dia menoleh pada Qing Zhang dengan tatapan yang tegas.
"Sebelum aku pergi, ada satu hal yang perlu kamu perhatikan," ucap Fei Xing sambil mengatur topi bisbolnya. "Silakan kirim orang kepercayaanmu untuk menemani kita ke kota bawah. Lebih baik jika orang tersebut dikenal sebagai sosok yang ditakuti di kawasan kumuh—itu akan membantu dalam mengatur kerjasama dengan lancar."
Dia kemudian menambahkan dengan nada yang lebih rendah. "Dan penting juga untuk tidak memberitahu siapapun tentang kerja sama kita sebelum ada hasil yang nyata. Ini untuk mencegah orang seperti Jendral Wei atau kelompoknya membuat masalah dan mencoba mengganggu rencana kita sebelum semuanya mulai berjalan dengan baik."
Qing Zhang mengangguk setuju dengan penuh pemahaman. "Aku mengerti. Besok pagi aku akan mengirim orang yang kamu butuhkan ke lokasi yang sudah kita sepakati. Dia adalah salah satu pengawal terbaik kita yang juga pernah tinggal di distrik kumuh—orang-orang di sana pasti mengenalnya."
Setelah itu, Fei Xing mengucapkan selamat tinggal dan keluar dari kediaman keluarga Qing dengan cara yang sama seperti saat dia datang—dengan cepat dan tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan yang sudah aktif kembali setelah dia meninggalkan area.
Saat kembali ke vila yang tersembunyi di balik puing-puing di distrik kumuh, sistemnya tiba-tiba bertanya.
[Tuan, apakah penduduk kota bawah benar-benar akan mau bekerja sama dengan kita? Mereka sudah lama diperlakukan dengan tidak adil dan mungkin memiliki kepercayaan yang rendah pada orang dari kota atas.]
Fei Xing tersenyum perlahan sambil mengambil batu energi yang diberikan sebagai pembayaran awal oleh Qing Zhang.
Dia memutar batu berwarna kehijauan itu dengan lembut di antara jari-jarinya. "Kita harus mencobanya dulu. Mungkin nanti akan ada sedikit gesekan atau kesalahpahaman di awal, tapi itu semua bisa diatasi dengan komunikasi yang baik dan menunjukkan bahwa kita benar-benar ingin membantu mereka."
Total dia mendapatkan 30 batu energi berkualitas tinggi—sesuatu yang cukup untuk menghidupkan seluruh sistem kelistrikan kota selama 10 tahun penuh.
"Sistem, segera pindai semua batu energi ini dan hitung nilai koin yang bisa kita dapatkan."
Segera saja suara notifikasi muncul dengan jelas. [Ding! Pemeriksaan selesai! Batu energi berkualitas S telah terdeteksi. 200 juta koin tersimpan!]
Mata Fei Xing melebar sesaat karena kejutan, sebelum kemudian dia tersenyum lebar dengan mata yang menyipit. "Barang bagus sekali! Nilainya jauh lebih tinggi dari yang aku perkirakan."
Sistem juga memberikan respons yang penuh kegembiraan. [Tentu saja, Tuan! Batu energi berkualitas seperti ini sangat langka bahkan di dunia masa depan lainnya. Dengan ini, kita bisa memperbaiki persediaan kita dan bahkan membeli barang-barang penting lainnya jika diperlukan.]
Fei Xing mengangguk dengan puas, lalu menatap ke arah gudang yang ada di vila."Baiklah, besok kita akan mulai mempersiapkan bibit tanaman dan peralatan rumah kaca yang akan kita berikan. Semoga kerja sama ini bisa benar-benar membawa perubahan baik bagi semua orang di dunia ini."
Saat malam semakin larut, Fei Xing mulai menyusun rencana rinci untuk hari esok—mulai dari persiapan barang yang akan diberikan.
hingga cara menghadapi kemungkinan tantangan yang akan muncul saat mereka mulai bekerja dengan penduduk kota bawah.
KEESOKAN HARINYA
Di sisi lain kota, Qing Zhang tiba di Istana Negara dengan konvoi pengawal yang besar dan teratur.
Mobil-mobil mewah dengan teknologi levitasi melintas dengan lancar melalui jalan-jalan kota atas yang bersih dan rindang.
Petugas keamanan berdiri tegak di setiap sudut istana, memberikan hormat saat kendaraan Kaisar melaju masuk ke dalam kompleks yang megah.
"Siapkan semua dokumen terkait program pembangunan distrik B," perintah Qing Zhang pada salah satu penasihatnya saat turun dari mobil.
".....Kita harus siap menjawab segala pertanyaan dari dewan ketika mereka mengetahui rencana kita nanti. Meski akan ada perlawanan, aku yakin hasilnya akan membuktikan bahwa langkah ini benar."
Pengawal-pengawalnya mengangguk setuju, mengelilingi Kaisar dengan posisi yang siap siaga saat mereka memasuki istana untuk memulai kunjungan kerja dan menyusun langkah-langkah berikutnya.
Sementara itu, di sebuah lokasi tersembunyi dekat distrik kumuh—tempat pertemuan yang sudah disepakati—Fei Xing telah bertemu dengan kelompok lima orang yang dikirimkan oleh Qing Zhang.
Mereka terdiri dari tiga pria dan dua wanita, semuanya memiliki ciri khas setengah Orc dan wajah yang menunjukkan pengalaman hidup yang tidak mudah.
"Kita hanya akan fokus pada satu distrik B—sebagai contoh bagi Kaisar," jelas Fei Xing sambil menunjuk pada peta hologram yang muncul di udara.
".....Jika program kita berhasil di sini, maka akan lebih mudah untuk memperluasnya ke distrik lain. Selain itu, ini akan membantu Kapten Bing untuk terbiasa mengelola kawasan semacam ini agar bisa melakukannya sendiri di masa depan."
Seorang pria dengan ciri khas Orc macan hitam—dengan belang gelap di wajahnya dan tubuh yang berotot besar—melangkah ke depan dengan sikap yang tegas. L
"Saya Kapten Bing, Tuan. Saya dan teman-teman saya pernah hidup di distrik B selama bertahun-tahun sebelum masuk menjadi pengawal Kaisar. Hampir semua orang di sana kita kenal baik—baik yang baik hati maupun yang suka membuat masalah."
Fei Xing mengangguk dengan senyum, lalu mulai berkenalan dengan anggota kelompok lainnya:
- Lin Mei, wanita setengah Orc rubah dengan rambut merah kecoklatan yang pandai dalam komunikasi dan mengetahui semua jalur tersembunyi di distrik B.
- Wu Chen, pria setengah Orc harimau yang ahli dalam keamanan dan mengenal semua kelompok yang ada di kawasan itu.
- Anyu, wanita setengah Orc kelinci dengan keahlian dalam perawatan kesehatan dan sangat dikenal oleh para lansia dan anak-anak di distrik.
- Zhang Li, pria setengah Orc beruang yang kuat dan tangguh, pernah menjadi pemimpin kecil di distrik sebelum memutuskan untuk bekerja bagi Kaisar.
"Senang bertemu dengan kalian semua," ucap Fei Xing dengan ramah. "Saya tahu bahwa banyak orang di distrik B mungkin akan curiga pada kita pada awalnya. Tapi kita tidak akan memaksakan apa-apa—kita hanya akan menunjukkan bahwa kita datang untuk membantu dengan memberikan hasil yang nyata."
Kapten Bing mengangguk dengan keyakinan. "Kita mengerti, Tuan. Distrik B adalah rumah bagi kita dulu, dan kami juga ingin melihatnya menjadi tempat yang lebih baik. Banyak dari keluarga dan teman kita masih tinggal di sana."
Fei Xing kemudian menunjukkan gambar rumah kaca dan bibit tanaman yang akan mereka bawa.".....Besok pagi kita akan masuk ke distrik B bersama-sama.Pertama-tama kita akan menemukan lokasi yang cocok untuk membangun rumah kaca pertama, kemudian mulai melakukan sosialisasi dengan penduduk setempat. Kita akan menggunakan larutan nutrisi yang ada sebagai pupuk untuk memperbaiki tanah—hal yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan bisa dilakukan."
Semua anggota kelompok mendengarkan dengan saksama, wajah mereka penuh dengan harapan bahwa kali ini benar-benar akan ada perubahan yang baik bagi distrik kumuh tempat mereka dulu tinggal.
Fei Xing membawa kelompok Kapten Bing menuju arah vila yang tersembunyi.
Saat mereka tiba di kawasan pembukaan yang hanya terlihat seperti tumpukan rongsokan besar, wajah mereka penuh dengan keraguan dan mengerutkan kening.
"Apa yang benar-benar ada di sini, Tuan Fei Xing?" bisik Lin Mei dengan suara rendah, melihat sekeliling puing-puing mecha dan bahan bekas yang berserakan.
Fei Xing hanya tersenyum sedikit lalu berkata, "...Masuklah saja. Andaikan kalian bisa membayangkan, tempat ini jauh berbeda dari apa yang terlihat dari luar."
Setelah mengatakan itu, dia berjalan ke depan dan dengan cepat menghilang di balik tumpukan rongsokan.
Kapten Bing menyadari bahwa mereka pasti memasuki area dengan fitur kamuflase canggih—mungkin berasal dari kapal luar angkasa yang disebutkan Fei Xing sebelumnya.
Sebagai pemimpin, Kapten Bing melangkah terlebih dahulu, diikuti oleh rekan-rekannya. Tak lama kemudian, seluruh kelompok juga menghilang dari balik tumpukan rongsokan, memasuki dunia yang sama sekali berbeda.
Di dalam, Fei Xing sedang menyapa Hei Bai yang sedang bermain riang di taman kecil yang indah.
Serigala besar berambut hitam itu menggoyangkan ekornya dengan gembira, bahkan memegang boneka serigala kecil di mulutnya.
Saat kelompok Kapten Bing tiba, mereka langsung terpana dan berdiri tak bergerak.Matanya penuh kebingungan dan rasa heran.
"Orc murni? Tidak mungkin... ataukah setengah Orc?" gumam Wu Chen dengan suara gemetar.
Mereka tidak pernah melihat makhluk seperti itu—serigala dengan ukuran luar biasa besar namun memiliki sikap yang jinak.
Pelayan 01 segera menghampiri mereka dengan senyum ramah. "Selamat datang!"
Fei Xing menoleh ke arah kelompok Kapten Bing. "...Apa kalian memiliki gelang ruang penyimpanan? Semua barang yang kita butuhkan akan cukup banyak untuk dibawa."
"Kami memilikinya, Tuan!" jawab mereka serempak, menunjukkan gelang khusus di pergelangan tangan mereka yang bisa menyimpan barang dalam jumlah besar tanpa menambah beban.
Fei Xing lalu menoleh pada Pelayan 01."..Antar mereka untuk mengambil bahan bangunan rumah kaca dan tiga jenis bibit utama—kentang, ubi jalar, dan kubis. Semua sudah disiapkan seperti yang saya perintahkan."
"Baik, Tuan muda!" jawab Pelayan 01 dengan sopan.
kemudian mengajak kelompok Kapten Bing untuk mengikutinya menuju gudang khusus yang menyimpan bahan bangunan dan perlengkapan pertanian.
Di gudang supermarket yang luas, mereka melihat berbagai jenis bahan bangunan rumah kaca yang sudah dipersiapkan rapi.
Tiga anggota kelompok segera maju untuk menyimpan semua barang tersebut ke dalam gelang ruang masing-masing.
Setelah itu, mereka melanjutkan ke area penyimpanan bahan pangan—di mana ada jutaan karung yang tertata rapi di seluruh ruangan.
Ketika karung-karung itu dibuka, kelompok Bing benar-benar terkejut. Setiap karung berisi bibit tanaman alami yang masih segar dan berkualitas tinggi—sesuatu yang mereka tidak pernah lihat selain dalam buku sejarah.
Kapten Bing dan Zhang Li langsung mengambil alih tugas menyimpan persediaan bibit tersebut, tangan mereka sedikit gemetar karena kagum pada jumlah dan kualitasnya.
Setelah semua barang tersimpan dengan aman, mereka keluar dari gedung supermarket dan kembali ke area utama vila.
Saat memasuki ruang makan yang hangat dan nyaman, mereka disambut dengan aroma makanan lezat yang mengundang selera.
"Mari kita makan malam bersama dulu," ucap Fei Xing."Setelah makan, kita akan membahas secara detail lokasi terbaik untuk membangun rumah kaca pertama di distrik B dan merencanakan langkah-langkah awal kita besok pagi."
Kelompok Kapten Bing hanya bisa mengangguk, masih belum bisa percaya bahwa di balik tumpukan rongsokan di distrik kumuh terdapat sebuah vila dengan fasilitas mewah dan persediaan barang berharga yang bisa mengubah nasib seluruh kawasan mereka.