NovelToon NovelToon
Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.

Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.

pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.

cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Subuh-subuh Kemala sudah terbangun dan biasanya memang seperti itu. Karena Kemala akan bekerja makanya ia subuh-subuh sudah terbangun untuk beberes rumah, menyiapkan sarapan sampai mencuci bajunya terlebih dulu__akan tetapi semua kebiasaan itu agaknya tidak akan Kemala kerjakan lagi, tentu bukan karena ia tak mau. Tetapi memang sudah di kerjakan oleh orang lain, Bi Lia. ART baru yang di bawa oleh suaminya Fauzan.

Kemala rasanya tidak terbiasa hanya ongkang-ongkang kaki tak jelas begini, apalagi dia masihlah cuti sehari lagi.

“Lho nyonya..“Pekik Bi Lia terlihat terkaget sesaat menemukan Kemala di dapur.

“Maaf bi, saya terbiasa bangun subuh-subuh.“Tukas Kemala sambil meringis tak enak karena sudah membuat kaget bi Lia.

Bi Lia tersenyum tipis dengan kepalanya yang terlihat di geleng-gelengkan”Harusnya saya yang minta maaf nyonya. Ini kan rumah nyonya.“Ujarnya merasa bersalah, Kemala tersenyum tipis, sorot matanya terlihat hangat.

“Nggak papa bibi. Oh ya, bibi lagi buat apa?.“Tanyanya penasaran sambil melongokan kepala untuk melihat masakan yang di buat oleh bi Lia.

“Sayur sop nya.“Jawabnya, Kemala mengangguk dua kali tanda mengerti, sepertinya bi Lia ini orang baik, mana sopan dan masakannya wangi. Rasa-rasanya cacing di perutnya sudah sangat keroncongan dan ingin segera mencicipi masakan Bi Lia.

“Ok, lanjutin bi. Jangan merasa terganggu sama saya, ya?.“

“I..ya Nya.“

“Satu lagi, jangan panggil nyonya. Panggil aja Mala.“Ujar Kemala, dia merasa agak sedikit tak suka di panggil nyonya. Kesannya Kemala seperti orang kaya saja. Padahal mah Kemala bukanlah terlahir dengan sendok emas gitu, agak risih jadinya.

Bi Lia meringis”Ya gak bisa atuh Nya. Kan nyonya istri majikan saya.“

“Gak papa bi. Lagian saya yang minta__.“

“I__.“

“Bi Lia harus panggil istri saya dengan sebutan nyonya.“Potong pria yang menjadi objek pembicaraan mereka, pria yang sepertinya baru selesai mandi, terlihat dengan bathrobe yang masih terpasang di tubuhnya dan rambut yang masih basah. Bahkan ada beberapa tetes air yang mengalir dari kepalanya sampai membasahi bathrobe yanh di pakainya.

Lho, Kemala mengira kalau pria itu akan pulang ke rumah istri pertama. Ternyata menginap di rumahnya, bahkan memakai bathrobe miliknya dan mandi di kamar mandi miliknya.

“Gak usah di dengerin bi, lagian saya nyamannya di panggil nama.“

Fauzan mendelik tajam sambil menghela nafas kasar”Saya yang gaji bibi, jadi dengerin ucapan saya!.“Tegasnya terdengar judes, Bi Lia terlihat kebingungan. Antara menuruti ucapan Fauzan atau Kemala. Tetapi pada akhirnya Bi Lia pun memutuskan untuk menuruti ucapan Fauzan, benar katanya. Yang menggaji dan memperkejakan Bi Lia adalah Fauzan.

“Apaan sih kamu, Mas..“

“Kamu yang apa-apaan.“Sentak Gauzan yang sepertinya lupa kalau yang ia hadapi adalah seorang wanita hamil di trimmester pertama.

Perasaan Kemala pun menjadi buruk, kedua matanya sudah berkaca-kaca dan siap menumpahkan air dari sana, ja benci dan tidak suka ketika Fauzan menegurnya bahkan memarahinya di depan Bi Lia. Memang siapa dia berhal memarahi Kemala?

“Non..“Panggil Bi Lia yang menyadari kalau sang majikan wanita terlihat berbeda, akan tetapi Kemala tak menyahut, wanita itu masih diam di tempat sampai...

Hoekkk hoekkkk hoekkk

Begitu saja dia muntah di sana dan memuntahkan semua makanan yang di makan kemarin, semuanya tidak ada yang tersisa. Sampai cairan agak sedikit berwarna kekuningan dan berkat mendadak muntahnya itu membuat tubuh Kemala lemas seketika dan tubuh wanita itu merosot seketika ke lantai.

“Nya..“Bi Lia memanggilnya dan sudah siap membantunya untuk berdiri, akan tetapi niatannya pun di urungkan tatkala melihat Fauzan yang sigap membawa tubuh Kemala dengan cara menggendongnya ala bridal style. Kemala tak punya pilihan lain selain mengalumgkan kedua tangannya ke leher pria itu, sebab ia tak mau jatuh konyol atau sampai membahayakan calon janin di dalam perutnya.

*****

Tubuh Kemala perlahan-lahan di taruh di atas ranjangnya dan sesaat setelah di turunkan. Desakan itu kembali muncul, dengan gemetar dan masih lemas Kemala pun berusaha untuk mengangkat kakinya dan menuju kamar amndi__Fauzan yang seolah paham pun kembali mengangkat tubuh Kemala dan membantunya ke kamar mandi.

Hoekkkk hoekkk

Kemala kembali muntah dan setelah muntah bisa di pastikan tubuhnya benar-benar lemas tak bertenaga, untunglah ada Fauzan hingga tubuh lemas Kemala bisa di topang oleh tubuh besar Fauzan.

“Mala.“Pekik Fauzan yang terdengar cemas sekali, Kemala masih bungkam. Ia sendiri pun seolah tak punya banyak tenaga untuk sekedar menjawab ucapan Fauzan.

“Mass.“Hanya itu dan seolah paham, Fauzan pun kembali menggendong Kemala dan menaruhnya hati-hati di atas ranjang.

“Sebentar, saya ambilkan air hangat.“Ujarnya, Kemala hanya mengangguk dan Fauzan keluar dari kamar Kemala menuju dapur untuk mengambilkan wanita itu air hangat.

*****

Fauzan Kembali dengan segelas air hangat dan juga sepiring nasi dan juga sayur sop yang masih terlihat mengepulkan asap.

Kemala pun dengan cepat menggelengkan kepalanya”Saya gak mau makan.“Tukasnya dan seketika membuat Fauzan menghela nafasnya panjang, kedua tangannya terkepal di bawah sana. Andai dalam posisi normal alias Kemala sedang tidak mengandung anaknya__maka bisa di pastikan yang keluar dari mulutnya adalah sebuah cacian karena wanita itu tak mau makan. Akan tetapi berhubung Fauzan ingat Kemala sedang hamil, maka ia akam berusaha untuk mengontrol emosinya.

“Ayolah, makan sedikit, ya? Kan harus minum obat. Supaya gak mual-mual lagi.“Bujuk Fauzan dengan nada bicara super lembut, Kemala masihlah menggelengkan kepalanya.

“Enggak, saya gak mau. Eneg.“

Sabar-sabar, bukankah ini perbuatannya? Dan. Bukankah ini yang di inginkan Fauzan? Yaitu membuat Kemala hamil, walau mengesalkan. Tapi bagaimana pun yang ada di dalam kandungan wanita itu adalah calon anaknya.

“Terus, maunya apa? Coba! Barangkali kamu menginginkan sesuatu.“Tukasnya, berbekal dari beberapa artikel yang di bacanya semalam. Sedikit banyak Fauzan pun jadi paham tentang ngidam yang biasanya di rasakan oleh ibu yang sedang hamil.

Kemala terlihat berpikir sejenak, sampai sudut-sudut bibirnya terangkat kecil dan seolah-olah rasa kesal serta sakit hati yang di rasakannya beberapa menit yang lalu menguap begitu saja.

“Saya mau mangga muda.“Ujarnya dengan tatapan berbinar serta senyum kecil di bibirnya. Fauzan mengerutkan keningnya dalam dan tatapannya terlihat fokus dengan Kemala.

Mangga muda? Sepagi ini?

“Kamu belum sarapan, Mala. Dan di takutkan__.“

“Yasudah kalau begitu, silahkan pergi saja dan lagipula saya bisa mengurus semuanya sendiri.“Ketus Kemala sambil memilih memalingkan wajahnya ke samping dengan berdecih kesal dan Fauzan pun hanya bisa menghela nafasnya panjang sambil mengusap dadanya beberapa kali. Berusaha menenangkan dirinya yang hampir saja emosi dan menyemprot Kemala dengan kemarahannya.

“Baik. Saya akan carikan kamu mangga muda.“Tuturnya pelan dan seketika wajah yang semula tertekuk masam dengan bibir mengerucut pun menjadi secerah matahari dengan senyum yang terlihat mengias indah di sana.

“Nah gitu dong. Lagian saya yakin kok. Kalau udah makan mangga muda, saya gak bakal deh muntah.“Ujarnya terdengar terkekeuh kecil, Fauzan hanya mengangguk samar sambil menghela nafasnya__padahal hari ini ada meeting pagi dan seharusnya Fauzan juga sudah berangkat, tetapi Kemala. Bahkan yang anehnya Fauzan tam bisa meninggalkan Kemala sendiri setelah muntah hebat dan sekarang menginginkan mangga.

*****

Berbekal rengekan dan tangisan akhirnya Kemala pun di perbolehkan untuk ikut bersama Fauzan mencari mangga muda.

Tempat yang pertama mereka datangi adalah pasar, dan setelah sampai di sana tidak ada mangga muda, yang ada mangga yang sudah matang saja__tentu saja tanpa menunggu lama, Kemala menolak dan tidak terima negosiasi apapun mengenai permintaannya yang menginginkan mangga muda.

Tempat kedua super market dan hasilnya masihlah sama. Kemala dan Fauzan pulang dengan wajah kuyu dan terlihat tak bertenaga.

Dan kini mereka berdua tengah berada di dalam mobil Fauzan dan waktu menunjukan sudah pukul satu siang.

“Silahkan mas Fauzan kalau mau pergi ke kantor, saya naik taksi saja.“Ucap Kemala memecah keheningan di antara mereka__memang Fauzan harus ke kantor sebenarnya, tetapi dia tak tega. Meski Kemala menyebalkan dan sering menyulut emosinya, tapi dia sedang mengidam mangga muda.

“Tidak, saya tidak akan ke kantor.“Tukas Fauzan yang diam-diam membuat hati Kemala lega luar biasa.

“Kamu masih menginginkan mangga muda?.“Tanya pria itu sambil menoleh dan Kemala pun mengangguk cepat.

“Yaudah, saya akan minta bantuan pada sekertaris saya. Siapa tahu dia tahu di mana tempat yang menjual mangga muda.“Ujarnya dan Kemala hanya bisa mengangguk saja, sambil berdo'a dalam hati supaya sekertaris Fauzan bisa membantunya untuk menemukan mangga muda.

Karena jujur, Kemala sudah sangat ingin mangga muda.

1
muznah jenong
lanjut Thor..
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor 👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
gitu donk kan jadi seneng lihat ya
lanjut Thor 👍👍
Dewi Sri Astuti: makasih ya😊 di tunggu, ya😊🙏
total 2 replies
Maemanah
lanjut...👍👍❤️❤️
Dewi Sri Astuti: di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
YA ALLAH ini manusia ....benar2 tom and Jerry...
lanjut Thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: Mereka kan musuh, jadi ya begitu. sabar ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
dasar laki2 cancuters bisa2 ya buat orang naik tensi aja ni ni paus...
lanjut Thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: 😥. sip😊🙏
total 1 replies
Maemanah
thor kenapa aku yg sakit hati ...si paus ini bikin naik darah aja
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: 😥 ok, makasih ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
semangat update ya thor💪💪💪
lanjut 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: makasih, sip di tunggu😁🙏
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor...❤️❤️❤️❤️
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu😊
total 1 replies
muznah jenong
the best Thor ...
Dewi Sri Astuti: Makasih😊🙏
total 1 replies
Maemanah
kasihan kerala thor...tinggalin aja su paus..biar tau rasa...lanjut thor ♥️♥️♥️👍👍👍
Dewi Sri Astuti: 😥😥😥 ok, di tunggu ya🙏
total 1 replies
muznah jenong
lanjut Thor 👍👍
Dewi Sri Astuti: sip, di tunggu ya😁🙏
total 1 replies
Maemanah
seru thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: Terimakasih😁🙏
total 1 replies
muznah jenong
lanjut Thor 👍👍👍👍
Dewi Sri Astuti: siap😁
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor 👍👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: siap😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!