NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:294
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...“Kalian mau makan atau gak terserah” celetuk Indira pedas. Indira juga mengambilkan lauk dan sayur di piring Sasha, “terimakasih ma” ucap Sasha tersenyum untuk Indira....

...Melihat kebahagiaan di wajah anaknya Sasha, mata Gibran berkaca-kaca kembali “baru kali ini aku melihat Sasha tersenyum” ucap Gibran dalam hati. Sasha membujuk kedua kakaknya untuk makan, memamerkan masakan Indira yang enak, dia makan dengan sangat lahap....

...Perut Brilia tiba-tiba berbunyi menandakan dia kelaparan, tangannya memegang perutnya yang bunyi “udah kak makan kalau gak mau Sasha habisin nih” bujuk Sasha....

...“Brilia Justin ayo makan” ajak Gibran....

...Justin dan Brilia saling tatap tatapan, Brilia dengan cepat mengambil nasi dan lauk untuk ia makan “pengkhianat” ketus Justin....

...“Aku laper kak, urusan mengkhianati atau berkhianat kita rundingkan nanti aja yang penting cacing diperutku gak meronta ronta” ucap Brilia sambil makan....

...“Gimana kamu masih bersikeras buat menahan rasa lapar” ucap Indira meledek Justin. Suara diperut Justin juga tiba-tiba berbunyi, akhirnya Justin luluh juga. Tingkah laku Brilia dan Justin membuat Sasha tersenyum lucu....

...“Pa malam ini kita tidur sini ya, plisssss” rayu Sasha memohon pada papanya. Justin dan Brilia menolak untuk menginap di rumah Indira, dari belakang Indira datang membawa buah, minuman beserta teman-temannya “sha ayo katanya mau nonton film sama mama” ajak Indira. Sasha bergegas pergi ke arah taman belakang rumah tak lupa ia juga membantu Indira menyiapkan keperluan yang ada, “Sasha bantuin mama nyiapin cemilan sama minuman, mama yang pasang proyektor” ucap Indira....

...Saat memasang proyektor Indira merasa kesulitan karena ada bagian yang tersangkut, dari belakang datang Gibran menolongnya yang disangka posisi mereka sangat dekat hingga Gibran tak sengaja menyentuh pipi Indira dengan bibirnya. Sasha yang melihat kelakuan papanya senyum-senyum sendiri....

...Indira masuk ke dalam mengajak Justin dan Brilia untuk bergabung dengan adik serta papanya, walaupun di tolak mentah-mentah oleh keduanya Indira tetap mengajak kedua anaknya itu, tangan kanan Indira merangkul tangan kiri brilia lalu diikuti tangan kiri Indira merangkul tangan kanan Justin. Indira menarik keduanya untuk bergabung di taman....

...“Filmnya bagus ya ma” ucap Sasha merangkul tangan Indira....

...Indira juga menyodorkan cemilan serta minuman kepada Gibran, “cie cie” sahut Sasha tersenyum. ...

...2 jam berlalu film pun telah usai, Sasha tidur di pangkuan Indira “anak ini tidur sembarangan” ucap Gibran beranjak dari duduknya lalu menggendong Sasha kedalam rumah. Indira berjalan di samping Gibran menunjukkan arah kamar yang akan Sasha tempati, Justin dan Brilia juga mengikuti papanya masuk kedalam. “Sasha tidur dikamar ini sama Brilia. Justin tidur di seberang kamar Sasha” ucap Indira....

...“Kalau kamu…..” ucap Indira....

...“Aku gak mau tidur sama papa” ucap Justin langsung masuk ke kamar mengunci pintu kamar....

...“kalau kamu mau ya tidur dikamar aku, kalau gak di sofa kamar tamu tapi kalau kamu gak mau keduanya kamu bisa tidur di kamar belakang” ucap Indira....

...“Maksudnya kamar belakang itu kamar pembantu” tambah Indira menahan tawa sambil pergi ketaman....

...Brilia yang mendengar ucapan Indira juga menahan tawa lalu masuk kamar....

...Gibran dengan inisiatif nya menolong Indira membereskan sisa-sisa makanan dan merapikan proyektor, “terima kasih kamu sudah bantuin aku” ucap Indira tersenyum....

...Di Dalam kamar Indira dan Gibran duduk berdua di sofa, Indira dengan salah tingkah nya beranjak ke arah ruang baju  mengambilkan baju ganti untuk Gibran “kamu mandi, ini ada baju ganti” Indira memberikan baju tersebut kepada Gibran....

...“Baju ini….” Sahut Gibran kikuk....

...“Oh ini baju papaku” jawab Indira....

...Pagi hari, Gibran bangun tidur mendapati Indira sudah tidak ada di sampingnya. Dia tersenyum membayangkan wajah Indira, Gibran segera beranjak dari tempat tidurnya masuk kamar mandi untuk mandi. Di Ruang makan sudah ada ketiga anaknya yang sedang duduk menikmati sarapan pagi yang dibuat oleh Indira, “tumben papa baru keluar dari kamar” ucap Brilia basa basi....

...“Sha kok kamu gak pakai seragam sekolah nak??” Tanya Gibran sambil menyendok nasi goreng....

...“Hari ini aku mau diajak mama Indira ke psikolog pa” ucap Sasha....

...“Ngapain… kamu kan gak gila dek, mau aja dibohongi sama dia” ucap Justin dengan nada ketus....

...“Psikolog itu bukan hanya untuk pasien gila aja, Kakak kalau lagi marah marah gak jelas juga bisa kesana” ucap sasha polos yang membuat semua yang berada di meja makan menahan tawa....

...“Apaan sih?” Justin pergi keluar rumah dalam keadaan malu....

...“Tuh kan baru digituin aja udah ngambek” celetuk Sasha....

...“Aku mau ajak Sasha ke psikolog untuk pemeriksaan mental ya pasca kejadian yang kemarin pasti kan ada sedikit trauma” ucap Indira....

...“Terima Kasih” ucap Gibran singkat....

...“Sudah seharusnya” sahut Indira....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!