Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.
Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"
Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 11
Anak harimau putih kecil itu selesai menguap, lalu menjilat cakarnya dengan santai, sama sekali tidak terlihat seperti makhluk yang bisa membuat para kultivator serakah.
Yin Yin menatapnya lama, kemudian Dia menghela napas panjang,
"Kamu ini benar-benar pembawa masalah."
Harimau kecil itu menoleh, ekornya mengibas pelan, seolah tidak mengerti apa yang dimaksud Yin Yin.
"Krrr?"
Di kejauhan, tiga kultivator itu sudah semakin dekat ke desa, debu tipis masih berputar di belakang langkah mereka.
Yin Yin menyipitkan mata, kemudian Dia melirik ke arah harimau kecil itu.
"Kalau mereka benar-benar datang karena aura binatang spiritual, berarti yang mereka cari adalah kamu."
Harimau kecil itu memiringkan kepalanya lagi, lalu menggigit rumput di tanah dengan polos, Yin Yin langsung menutup wajahnya dengan satu tangan.
"Ya ampun, bahkan kamu tidak sadar kalau kamu ini sedang di buru."
Tiba-tiba sistem berbunyi lagi,
DING!
[Analisis target selesai]
[Binatang spiritual tingkat tinggi terdeteksi]
*Nama, Harimau putih roh surgawi (tahap bayi)
*potensi pertumbuhan, sangat tinggi
*nilai pasar kultivator, sangat mahal
Yin Yin hampir tersedak melihat data harimau putih itu,
"Apa!? pantas harimau ini di buru."
Dia langsung berjongkok dan menatap harimau kecil itu dengan mata membesar,
"Kamu ini ternyata benar-benar barang langka!"
Harimau kecil itu mengibaskan telinganya,
"Krrr."
Yin Yin buru-buru melihat ke arah jalan desa lagi, tiga kultivator itu sudah hampir memasuki gerbang desa, beberapa penduduk desa yang sedang membawa kayu bakar terlihat berhenti dan memberi jalan dengan gugup.
Yin Yin menggertakkan giginya pelan, "Kalau mereka berhasil menemukanmu...."
Dia tidak perlu melanjutkan kalimatnya, di dunia kultivator, binatang spiritual sering ditangkap untuk dijadikan peliharaan, bahan pil atau bahkan di bunuh untuk inti roh mereka.
Anak harimau kecil yang duduk di sampingnya jelas tidak mengerti bahaya itu, ia malah menggulingkan tubuhnya di rumput.
Yin Yin menatap langit sebentar, menghirup napas perlahan dan membuangnya, "Hah.., ternyata hidup di dunia ini tidak mudah, padahal aku cuma mau hidup tenang dan jualan kue gandum nanti."
Angin sore bertiup lagi, membuat air sungai berkilau pelan, namun suasana tenang itu terasa seperti sebelum badai, Yin Yin akhirnya berdiri, menepuk tangannya sekali, harimau kecil itu langsung bangkit dan menatapnya.
"Oke, mulai sekarang kamu tidak boleh keluar sembarangan."
Yin Yin menunjukkan dengan serius, "Kalau ada orang asing, kamu harus cepat sembunyi."
Harimau kecil itu memiringkan kepala, "Krr?"
Yin Yin mengelap napas, "Ah... Kamu pasti tidak mengerti."
(Oiya, aku mau bilang kan waktu Yin Yin ketemu harimau putih saat itu harimaunya besar, dan melakukan kontrak berubah menjadi kecil, itu karena Yin Yin belum ada kekuatan sama sekali jadi, harimau itu berubah kecil) okee lanjutan....
Yin Yin menatap tumpukan gandum di dekat sungai, lalu tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya, Dia menoleh ke panel sistem.
"Sistem.."
DING!
[Ya, Tuan Rumah]
Yin Yin menunjuk bundel gandum, "Kalau aku menggiling gandum ini jadi tepung, apakah aku bisa menyimpannya di ruang sistem?"
Panel transparan langsung berubah,
DING!
[Fitur penyimpanan tersedia]
[Ruang tempat penyimpanan makanan terbuka]
Yin Yin tersenyum lebar,
"Bagus, dengan ruang ini, aku ngk pusing lagi mikirin mau simpan di mana."
Dia langsung mulai menyeret beberapa bundel gandum ke dekatnya.
Harimau kecil itu menatapnya dengan penasaran,
"Krrr?"
Yin Yin menepuk kepalanya pelan, "Kita harus cepat, Kalau kultivator itu tinggal lama di desa, lebih baik kita tidak terlihat mencurigakan."
Satu bundel gandum menghilang ke dalam tempat penyimpanan sistem.
Harimau kecil langsung membelalak, "Krrr!?"
Yin Yin tertawa pelan, "Tenang saja, itu tidak hilang." Dia menunjuk ke dahinya seolah memperagakan, "Disimpan di tempat aman."
Namun saat Yin Yin sedang sibuk memasukkan gandum ke dalam sistem, tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari belakang.
"Gadis kecil."
Suara dingin itu membuat tubuh Yin Yin langsung membeku, perlahan Dia menoleh. Salah satu kultivator sudah berdiri di jalan kecil dekat sungai, jubah panjang birunya berkibar pelan tertiup angin, pedang tergantung di pinggangnya, matanya tajam menatap sekitar lalu pandangannya jatuh ke arah Yin Yin dan ke arah harimau putih kecil di sampingnya.
Suasana tiba-tiba menjadi sunyi, harimau kecil itu masih duduk di rumput, ia bahkan sedang mengigit daun lagi. Kultivator itu menyipitkan mata,
"Aku merasakan aura spiritual dari arah sini."
Dua kultivator lain juga mulai mendekat dari belakang.
Yin Yin merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, namun wajahnya tetap tenang, Dia berdiri dan menepuk debu di pakaiannya seperti gadis desa biasa.
"Paman mencari sesuatu?"
Kultivator itu tidak langsung menjawab, matanya masih menatap harimau kecil itu, kemudian ia menunjuk harimau putih itu, dan bertanya pelan.
"Gadis kecil, binatang itu milikmu?"
Yin Yin melihat ke bawah, harimau kecil itu mengangkat kepalanya.
"Krr?"
Yin Yin tersenyum santai, Dia mengangkat harimau kecil itu dengan mudah ke dalam pelukannya, harimau kecil langsung menggeliat nyaman, Yin Yin mengusap kepalanya.
"Oh ini? ini cuma kucing liar yang aku temukan di hutan."
Tiga kultivator itu langsung saling menatap, kucing?, aura yang mereka rasakan jelas bukan aura kucing biasa. Kultivator pertama menyipitkan mata lagi, namun sebelum dia sempat berkata apa-apa_
Tiba-tiba, anak harimau kecil itu menguap besar, dan tanpa sengaja seberkas kecil cahaya spiritual putih keluar dari tubuhnya.
Melihat itu, ketiga kultivator langsung membeku, mata mereka melebar salah satu dari mereka berbisik pelan,
"Harimau putih roh."
Senyum serakah perlahan muncul di wajah mereka.
Sementara Yin Yin di dalam hati hanya bisa menjerit. "SELESAI SUDAH..."
Dia menatap harimau kecil itu yang masih menguap santai. "Kucing bodoh, kita dalam bahaya."
Bersambung.....