NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

"Mampus! Akhirnya si Leon mati juga!"

"Gila, puas banget bacanya. Author, lo keren parah!"

"Rating bintang 5! Akhirnya si bajingan itu dapet balasannya."

Marcus mendengus kasar membaca deretan komentar bintang lima di layar ponselnya. Matanya yang sembap karena kurang tidur menatap sinis ke arah layar.

Di dalam apartemennya yang berantakan, dengan bungkus mi instan berserakan di lantai, Marcus merasa muak.

Marcus menghela napas panjang, melempar ponselnya ke kasur dengan malas.

"Novel sampah," gumam Marcus sinis. "Villain-nya nggak ada harga dirinya banget. Udah penyakitan, matinya konyol pula. Ini author-nya niat bikin musuh apa cuma mau bikin badut?"

Marcus berdiri, berniat mengambil segelas air untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Namun, kakinya yang hanya beralaskan kaus kaki licin menginjak tumpukan plastik bekas makanan.

Sret!

"Eh—?!"

Keseimbangan Marcus hilang dalam sekejap. Kepalanya menghantam pinggiran meja kayu dengan keras. Brak!

Dunia Marcus berputar. Rasa sakit yang tajam menghujam sarafnya, sebelum perlahan segalanya berubah menjadi gelap gulita. Hening.

"Tuan Muda? Tuan Muda! Bangun, Tuan!"

Suara cemas itu menusuk telinga Marcus. Ia tersentak, matanya terbuka lebar sambil terengah-engah. Paru-parunya terasa sempit, seolah oksigen menolak masuk.

"Tuan Muda,"

Marcus mengerjapkan mata. Di depannya, seorang wanita berpakaian pelayan klasik sedang menatapnya dengan wajah pucat pasi.

Ia menoleh ke sekeliling; ini bukan apartemennya yang sempit. Ini kamar luas dengan furnitur mewah yang tampak asing.

"Siapa... kau?" suara Marcus parau. "dan dimana..."

Ia terpaku melihat tangannya sendiri. Kulitnya putih pucat, hampir transparan. Di jari manisnya, melingkar sebuah cincin perak berbentuk kepala harimau yang matanya terbuat dari batu rubi merah.

Marcus meraba wajahnya. Tulang pipinya tajam, hidungnya mancung sempurna. Ia langsung melompat turun dari tempat tidur, mengabaikan rasa pusing yang menyerang.

"Tuan! tunggu!" pelayan itu mencoba menahan.

"Minggir!" Marcus mendorong pelayan itu hingga terhuyung. Ia berlari ke arah cermin besar di sudut ruangan.

Deg.

Di dalam cermin, berdiri seorang pemuda tampan dengan rambut putih salju yang berkilau. Tatapan matanya dingin namun terlihat rapuh. Cincin harimau itu... wajah ini...

"Sial... jangan bilang kalau ini..."

Ting!

Sebuah layar transparan berwarna biru muncul tiba-tiba di depan matanya.

...[ STATUS KARAKTER ]...

...Nama : Leon von Anhart | Umur : 19 Tahun...

...Class : Swordsman Lv.1 | Rank : F...

...HP : 150 / 150 | MP : 0 / 0...

...Stamina : 45 [+] | Vitalitas : 12 [+]...

...Kekuatan : 8 [+] | Ketahanan : 10 [+]...

...Kelincahan : 7 [+] | Keberuntungan : 4...

...KONDISI KHUSUS : Gagal Jantung Kronis...

...Sisa Umur : 365 Hari...

...Poin : 0...

Marcus membeku. Napasnya tercekat. Ia bukan lagi Marcus si pembaca novel, melainkan Leon, si villain bajingan yang baru saja ia maki-maki karena mati dengan konyol.

Dan sekarang, ia hanya punya waktu 365 hari sebelum jantungnya berhenti berdetak.

"Tuan Muda? Anda kenapa?" tanya pelayan itu dengan suara bergetar.

Marcus memegang pelipisnya yang berdenyut kencang. Informasi yang tumpang tindih di kepalanya membuat ia merasa mual.

"Keluar," ucap Marcus dingin.

"Tapi, Tuan..."

"Keluar!" bentak Marcus tanpa menoleh.

"Ba... baik, Tuan!" Pelayan itu menunduk dalam, lalu bergegas mundur.

Namun, begitu pintu tertutup rapat, wajah pelayan itu berubah drastis. Ia meludah pelan ke arah pintu.

Sialan. Tuan muda sampah sepertimu masih saja bisa teriak-teriak, umpatnya dalam hati dengan wajah muak.

Di dalam kamar, Marcus menghempaskan tubuhnya ke ranjang yang empuk. Ia menatap langit-langit kamar yang penuh ukiran emas.

"Sialan. Apa yang sebenarnya terjadi?" gumamnya tak percaya. "Aku cuma terpeleset, jatuh kena ujung meja. Kenapa nggak langsung mati dan naik ke surga saja? Kenapa malah jadi karakter menyedihkan begini?"

Pandangannya tertuju pada layar biru yang masih mengambang di depannya.

"Dan apa-apaan ini? Di novel aslinya, si Leon nggak punya yang beginian dah. Ini cheat atau apa?"

Di luar kamar, di lorong dapur.

"Gimana keadaannya?" tanya seorang pelayan wanita lainnya yang sedang membawa nampan.

Wanita tadi membuang napas kasar. "Entahlah, dia aneh banget hari ini."

"Bukannya dia emang biasanya aneh?" sahut pelayan satunya sambil tertawa kecil. "Ah, jangan bilang dia nyentuh area 'lain' selain payudaramu tadi?"

"Heh! Berhenti bicara begitu! Itu bikin aku frustrasi!" bentak si pelayan wanita. "Sudahlah, ayo ke dapur saja. Nggak baik lama-lama di sekitar bajingan kayak dia."

"Kamu benar. Aku juga ogah disentuh-sentuh sama dia."

...[Ding!]...

...[Poin: -2]...

Marcus tersentak duduk. "Hah? Apa?!"

Layar status di depannya berubah.

...[ STATUS KARAKTER ]...

...Nama : Leon von Anhart | Umur : 19 Tahun...

...Class : Swordsman Lv.1 | Rank : F...

...HP : 150 / 150 | MP : 0 / 0...

...Stamina : 45 [+] | Vitalitas : 12 [+]...

...Kekuatan : 8 [+] | Ketahanan : 10 [+]...

...Kelincahan : 7 [+] | Keberuntungan : 4...

...KONDISI KHUSUS : Gagal Jantung Kronis...

...Sisa Umur : 365 Hari...

...Poin : -2...

"Kenapa poinnya jadi minus?!" teriak Marcus bingung.

Ia melihat sebuah ikon tanda tanya kecil di sudut layar. Marcus menekannya dengan kesal.

...[ INFORMASI SISTEM ]...

...> Pengguna harus melakukan perbuatan baik untuk mendapatkan kesan baik dari orang lain....

...Setiap kesan baik yang diterima pengguna akan memberikan +1 Poin atau lebih. Kebencian, prasangka buruk, atau penilaian negatif dari orang lain terhadap pengguna akan menyebabkan poin berkurang....

...Jika kebencian tersebut muncul tanpa adanya tindakan langsung dari pengguna, maka poin akan berkurang sebesar -1 Poin....

... Jika kebencian tersebut muncul akibat tindakan pengguna, maka pengurangan poin akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan >....

Marcus melongo. "Tunggu... perbuatan baik? Kesan baik? Ini konyol!"

Ia tertawa hambar. "Bocah ini ditakdirkan jadi villain! Mana ada sejarahnya villain berbuat baik?"

Ia kemudian membaca jendela penjelasan di bawahnya tentang pemilik tubuh asli.

Leon Von Anhart adalah definisi iblis di dunia nyata. Sejak umur 10 tahun, dia sudah hobi mem-bully pelayan sampai ada yang bunuh diri.

Menginjak usia 18, kelakuannya makin parah: mabuk-mabukan dan melecehkan wanita. Namanya sudah busuk di seluruh ibu kota Silverhold.

"Argh! Sialan! Benar-benar nggak masuk akal!" Marcus mengacak-acak rambut putihnya dengan frustrasi. "Gimana caranya berbuat baik kalau semua orang sudah terlanjur benci setengah mati sama ni tubuh?!"

"Dan sesuai alur novel, Leon nantinya harus memakan Buah Iblis dan berubah jadi monster demi bertahan hidup dari penyakitnya. Mana ada iblis yang disuruh berbuat baik?! Persetan sama hologram ini!"

Marcus mencoba memukul hologram itu, tapi tangannya hanya menembus cahaya biru tersebut. Ia menggeser-geser layar hingga matanya tertuju pada sebuah opsi bertuliskan

...[STORE]...

Ia membukanya. Ada berbagai barang ajaib di sana. Namun, satu botol kecil di bagian paling atas menarik perhatiannya.

...[ Item: Cairan Keabadian ]...

Fungsi: Menyembuhkan segala penyakit dan menghidupkan orang mati.

"Ini dia!" Mata Marcus berbinar. "Ini kuncinya supaya aku nggak mati setahun lagi!"

Namun, saat ia melihat harganya, jantungnya yang memang sudah lemah hampir saja copot.

...[ Harga: 1.000 Poin ]...

"SE... SERIBU?!!!"

"SERIBUUUUUUUU!!!!"

Marcus berteriak sampai urat lehernya menonjol. Suaranya menggema hebat, membuat sekawanan burung di luar jendela terbang berhamburan karena terkejut.

"Argh! Persetan! Apa-apaan ini?!" Marcus mengacak rambut putihnya sampai berantakan. "Nambah poin cuma satu-satu, tapi harganya ribuan? Tahi emang!"

Ia berdiri di tengah kamar yang mewah itu sambil mengacungkan jari tengah ke langit-langit. Napasnya memburu, dadanya terasa nyeri akibat emosi yang meluap.

"Dewa sialan!" maki Marcus dengan wajah memerah. "Takdir apa yang kau kasih? Di dunia asli hidup susah kayak gembel, sekarang malah jadi calon mayat di tubuh villain! Minimal kasih cheat yang masuk akal dong!"

Marcus membanting bantal ke lantai. Ia merasa dijebak oleh sistem gila ini. Untuk mendapatkan seribu poin dengan reputasi Leon yang sudah busuk, itu sama saja dengan menyuruhnya memindahkan gunung dengan sendok makan.

Namun, di sela-sela rasa frustrasinya yang meledak...

BRAKKK!

Pintu kamar yang besar itu ditendang terbuka dengan kasar. Marcus tersentak, jantungnya berdegup kencang—kali ini bukan karena penyakit, tapi karena kaget.

Di ambang pintu, berdiri seorang pemuda tinggi tegap dengan baju zirah ringan yang berkilau. Rambutnya hitam legam, senada dengan tatapan matanya yang tajam dan dingin menusuk tulang.

"Kau..." Marcus bergumam pelan. Otaknya berputar cepat mengingat ilustrasi di novel.

Pemuda itu adalah Julian Von Anhart, kakak pertama Leon sekaligus ksatria jenius yang sangat membenci adiknya sendiri.

Julian menatap Marcus dengan tatapan jijik, seolah sedang melihat tumpukan sampah di pinggir jalan. Ia bahkan tidak mau melangkah masuk lebih jauh ke dalam kamar yang dianggapnya "najis" itu.

"Hentikan teriakan memuakkanmu itu, Leon," suara Julian terdengar berat dan penuh penekanan.

Marcus terpaku. Aura yang dipancarkan Julian begitu kuat hingga ia merasa sulit bernapas.

"Ayah menyuruh kita semua berkumpul di aula utama sekarang," ucap Julian dingin tanpa ekspresi.

"A-Ayah?" lidah Marcus kelu.

Julian mendengus sinis melihat adiknya yang tampak linglung. "Jangan membuat Ayah menunggu lama atau kau akan tahu akibatnya. Cepat pakai bajumu dan turun, dasar sampah."

Setelah mengatakan itu, Julian berbalik pergi tanpa menunggu jawaban.

Marcus berdiri mematung di pinggir ranjang. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

"Ayah? Maksudnya... Duke Von Anhart?" Marcus menelan ludah dengan susah payah.

Di dalam novel, Duke Von Anhart adalah sosok pria kejam yang tidak segan-segan membuang anaknya sendiri jika dianggap tidak berguna.

Dan sekarang, Leon yang penyakitan ini harus berhadapan langsung dengannya.

"Mati aku..." bisik Marcus lemas.

 

Character Visual:

...Leon Von Anhart...

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!