NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Berondong

Terbelenggu Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Mau menyimpan bangkai serapat apa pun, pada akhirnya akan tercium juga.

Niat hati memberi kejutan untuk suami tercinta di tahun ke 2 pernikahan. Nyatanya aku, yang di beri kejutan yang menjadi awal runtuhnya kepercayaan dan hancurnya hati ku. Hingga perpisahan gak lagi bisa ku hindari. Dari pada hidup bersama pria yang sudah menghianati.

Di balik ruang kebesaran Joseph.

"Pelan pelan, sayang!"

"Gak bisa, mas! Aku udah gak sabar pengen piton kamu!"

"Kamu ini, selalu saja pandai memu4skan ku! Kamu agresif, inisiatif, aku suka itu!"

"Siapa dulu dong, Karin! Kekasih mu! Karena aku, kamu bisa berada di posisi ini! Ingat itu! Aku pahlawan mu, mas!"

"Dan sayangnya aku harus berkorban menikahi si Jenny. Wanita bodoh, manja, menyusahkan, dan gak bisa apa apa!" gerutu Joseph.

Ceklek.

"Je- Jenny, ka- kamu ngapain ke sini?"

Hingga aku di pertemukan kembali, dengan bocah yang mampu mengusik hidup ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

...🥀🥀🥀🥀...

"Kamu perhati kan bagai mana cara papa mu ini, bisa membuat mama mu merestui hubungan mu dengan Jenny! Tanpa bisa membuat mama mu berkutik!" bisik Ray, dengan yakin pada Alan.

Alan menggeram kesal, dengan ke dua kaki yang membeku pada pijakan nya.

“Astaga, pah! Apa harus menyudut kan Alan?"

Alena mengerdik kan dagu nya, menatap sang anak penuh selidik. “Astaga apa, Lan? Jelas kan sama mama! Kenapa kamu gak langsung datang ke kantor! Malah asik membuntuti wanita?

Jangan bilang itu perempuan udah menarik perhatian mu, Lan! Ingat tujuan mama memindah kan mu ke Indonesia itu karena apa!”

Ray mendarat kan bobot tubuh nya di samping sang istri, menyandar kan punggung nya pada sofa. Sementara Alena langsung menutup berkas yang sedang ia pelajari, dan meletak kan nya di atas meja yang ada di hadapan nya.

“Biasa aja kali, mah! Gak usah di bawa senewen! Bisa kumat darah tinggi mu, mah! Beri Alan sedikit waktu untuk menikmati masa remaja nya lah!

Jangan melulu persoalan kantor yang harus ia dalami!” timpal Ray, membuka 2 buah kancing kemeja nya paling atas, yang seakan membuat nya sesak.

Alena merubah posisi nya, duduk miring condong ke arah Ray. Dengan tatapan gak senang.

“Kok papa jadi ngomong gitu? Wajar kan kalo mama menggantung kan harapan besar mama ke Alan! Dia itu satu satu nya putra kita, pah!” cerocos Alena, jari telunjuk mengacung ke arah Alan.

“Aku ingin Alan fokus dulu sama sekolah dan mendalami bisnis yang kita geluti. Bukan nya ngikutin anak orang! Mau jadi apa dia nanti nya! Gelandangan?” imbuh Alena lagi dengan penuh emosi.

Ray menghembus kan nafas nya kasar, “Astaga, mah! Jaga perkataan mama! Ucapan itu adalah doa! Anak kita gak akan menjadi gelandangan. Cuma karena membuntuti seorang wanita!”

“Papa ini! Selalu aja ngebelain Alan! Kalo dia salah memilih wanita, gimana? Papa senang melihat putra kita terpuruk? Persis seperti papa yang terpuruk melihat wanita yang papa cintai di miliki pria lain?”

Ray mengepal kan tangan nya erat, luka hati nya yang sudah lama terkubur. Kini di ungkit kembali oleh sang istri, wanita yang belum bisa ia cintai dengan sepenuh hati.

“Cukup, mah! Kamu selalu saja mengungkit masalah yang sudah lalu! Harus nya mama bersyukur, kalo bukan karena jebakan mama.

Mendiang Jena gak akan mungkin menikah dengan Jaya. Dan kita gak akan mungkin bisa bersama seperti sekarang ini!” sentak Ray, beranjak dari duduk nya.

Deg.

Alena ikut beranjak, menatap Ray penuh tanya, dengan wajah pias, “Ma- maksud papa apa ngomong kaya gitu? Ma- mama gak ngerti?”

Ray tersenyum sinis, membuang pandangan nya dari Alena, “Jangan beranggapan papa diam, selama nya papa gak tau, mah! Justru papa banyak mengetahui kebenaran setelah kelahiran Alan, anak yang selalu kamu anggap putra mu!!”

Deg.

‘Jangan bilang papa mengetahui rahasia besar Alan? Bisa di cerai aku sama papa! Dan aku gak ingin menjadi janda, meski aku tahu papa gak akan pernah bisa bersama dengan mendiang Jena. Tapi aku sangat mencintai Ray!

Dan aku gak sanggup hidup tanpa nya! Aku rela melaku kan apa saja untuk memiliki nya! Dan sekarang jangan sampai usaha ku hancur sia sia.’ pikir Alena dengan dada bergemuruh hebat.

Grap.

Alena menangkup wajah Ray, membuat pria yang sudah menikahi nya, menatap wajah nya dengan pak5a.

“Maksud papa apa ngomong kaya gitu? Apa yang papa ketahui setelah kelahiran Alan? Alan itu putra kita, pah! Mama bilang Alan putra mama, ya... Ya karena keras kepala mama menurun pada nya!” kilah Alena, dengan tatapan yang meyakin kan namun tidak dengan wajah pias nya.

'Gak mungkin aku ini bukan anak kandung papa?' pikir Alan.

“Apa sih yang sedang kalian perdebat kan, mah, pah? Di sini Alan seperti orang bodoh, melihat perdebatan kalian yang Alan sendiri gak tau apa masalah nya!

Perdebatan kalian ini sudah jauh dari topik awal pembahasan.” timpal Alan menatap ke dua orang tua nya bingung.

Alan berusaha mencerna setiap perkataan sang ayah. Namun sayang nya ia hanya menemui jalan buntu. Mengelak dari kemungkinan terburuk dari apa yang ia pikir kan.

Ray menyingkir kan ke dua tangan Alena dari wajah nya. Beralih menatap Alan dalam.

‘Mungkin sudah waktu nya untuk Alan mengetahui kebenaran! Meski akan sangat menyakit kan untuk nya.’ pikir Ray.

Alena mengepal kan tangan nya kesal, ‘Sial4n! Papa gak boleh mengata kan apa pun sama Alan! Kalo benar papa mengetahui jati diri Alan.

Alan pasti akan membenci ku sebagai ibu nya! Papa akan meninggal kan ku. Dan aku berakhir sendiri? Gak bisa! Itu gak boleh terjadi!’

Alena menggeleng, meyakin kan Alan,  “Mama juga gak tau apa yang sedang papa mu bicara kan, Alan! Sumpah!”

“Mama gak tau apa yang papa mu ketahui! Selama ini gak ada yang mama tutupi dari kamu, pah! Sungguh!” dusta Alena, menatap Ray dengan tatapan memohon. Memohon pria itu untuk percaya pada nya.

“Yakin kamu, mah?” tanya Ray dengan tatapan mengintimidasi.

“Oke! Mama ngalah sama kalian! Mama turuti mau papa! Mama beri kelonggaran untuk Alan menikmati masa remaja nya! Mama gak akan lagi menekan Alan untuk fokus pada perusahaan.

Biar perusahaan mama dan papa yang urus! Hingga Alan benar benar siap untuk terjun ke dunia bisnis.” beo Alena dengan lantang.

Ray menjentik kan jemari nya, dengan tatapan penuh arti.

“Kamu dengar itu Alan! Restu mama sudah di dapat! Gak akan ada lagi bisa menghalangi kamu untuk memiliki nya! Kecuali status nya sekarang ini!” terang Ray dengan yakin.

Alena kembali terperangah di buat bingung, “Apa? A- apa lagi sekarang maksud papa dengan status nya sekarang?”

Alan menggaruk kepala nya canggung, “Wanita yang Alan buntuti itu wanita bersuami mah! Masih terikat pernikahan dengan pria lain!"

“What?”

Brugh.

Bersambung …

1
lina
waduh
lina
yah begitu lah pentingnya restu
lina
emng itu yg d arepin 🤣🤣🤣
lina
lama amat makan doang ampe 1 jam
lina
wah wah wah. enaknya d apain y 🤔
lina
🤔🤔 kalo mabok... suka dvluar nurul gitu sikapnya?
lina
kaga mabok. cuma minum dikit doang 🤣
lina
obsesi lah itu mah
lina
udah bulet nih. mau ngejer janda 🤣
lina
tul itu
lina
udh brpa kali pindah kerja bi? bneran di pecat gegara devi? lempar bae anak begitu mah
lina
pede gila u 🤣🤣
lina
keracunan iya 🤣🤣
lina
adem kan d liat nya
lina
pembantu ngelunjak lgi
lina
🤣🤣 tau bae nuari alasan
lina
klo siang, nmanya solat zuhur
lina
mimpi apa s neng? seneng bagt kayanya 🤣🤣
lina
situ waras? ko bisa punya anak dr wanita lain?
lina
dia bapak kndung u cok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!