Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Pagi ini Ana harus kembali bersiap-siap, walaupun rasanya malas tapi Ana harus kembali menjalani hari-hari nya.
Dengan menggunakan sepeda motor miliknya Ana pergi ke kampus, tak lupa ia juga memakai earphone untuk mendengarkan lagu sepanjang jalan.
Entah ada apa dengan hari ini, hari ini Ana harus melewati kemacetan. Ana melirik jam ditangannya, ia takut jika dirinya akan terlambat sampai.
Beruntung jarak sudah tak terlalu jauh, Ana pun melimpir kesebuah minimarket dan ia memarkirkan motornya disana.
" Bang titip ya " ucap Ana kepada juru parkir
" Oh iya neng " ucap juru parkir itu
Ana berpikir jika dengan berlari akan lebih cepat sampai, entah ini benar atau tidak tapi Ana harus melewati kemacetan pagi ini.
Ana melihat sebuah mobil menabrak pembatas jalan, hal itu membuat kemacetan dipagi ini.
Ana mengabaikannya, ia terus berlari agar cepat sampai di kampusnya.
" Na.. Na.. " suara seseorang memanggilnya
Ana menoleh, ia melihat Fitri sahabatnya.
" Fitri " ucap Ana
" Lo ngapain lari ? mana motor Lo Na? "
" Gue titip di minimarket Fit, gue takut telat habis macet banget "
" Yaudah naik ayo "
Ana segera naik motor milik Fitri, keduanya segera pergi menuju kampus mereka.
" Akhirnya" ucap Ana begitu ia turun dari motor Fitri
" Ke kantin dulu ya, gue mau beli minum " ucap Fitri dan Ana mengangguk
Ana dan Fitri berjalan bersebelahan menuju kantin, namun saat tengah asik berbincang dari arah berlawanan seseorang menabrak Ana.
Mata Ana membulat saat mengetahui siapa orang yang menabraknya saat ini.
" Lo lagi ? Gila sih " ucap Ana dengan kesal
" Sorry saya ga sengaja, tadi saya lagi balas chat "
" Duh sumpah ya, emang ga bisa gitu balesnya pas lo lagi santai ? "
" Iya maaf, saya minta maaf "
" Ga, gue ga bakal maafin lo " Ana menginjak kaki laki laki itu
Ana tak menyangka jika ia akan kembali bertemu dengan laki laki yang semalam mengemudikan mobil.
" Lo kenal sama dia Na ? " tanya Fitri penasaran
" Panjang ceritanya" jawab Ana
" Lo juga katanya mau cerita soal Jeremy kan ? "
" Hemm "
Ana menceritakan semuanya, kejadian tentang Jeremy dan juga tentang laki laki yang ia temui dua kali.
Fitri tau benar tentang hubungan Ana dan Jeremy, mendengar cerita Ana membuat Fitri ikut kesal sekaligus sedih dengan Ana.
Pagi ini kelas dimulai pukul 8 pagi, Ana dan Fitri sudah menduduki tempat duduk mereka.
" Selamat Pagi " ucap seseorang melangkah masuk kedalam
" Pagi " jawab semua serentak
Ana tak berkedip saat melihat siapa sosok yang masuk kedalam kelasnya, begitu juga dengan Fitri yang ikut nampak terkejut.
" Selamat Pagi, perkenalkan nama saya Nathaniel saya disini menggantikan Pak Rahman. Mulai hari ini dan seterusnya, saya yang akan mengajar kalian "
Nathaniel, kini Ana mengenal nama laki-laki itu. Siapa sangka, Nathaniel adalah dosennya.
" Na.. Mampus lo " bisik Fitri
" Gimana nih Fit " bisik Ana
Nathaniel memiliki wajah yang tampan, bertubuh tinggi, tak butuh waktu lama banyak mahasiswi yang menyukai dirinya.
" Kalian bisa memanggil saya Nathan " ucap Nathan kembali
" Kalau manggil sayang, boleh ga pak ? " ucap salah satu murid
Kelas pun kembali heboh, sedangkan Nathan hanya tertawa kecil.
" Kalau itu hanya panggilan khusus dari pacar saya untuk saya " jawab Nathan
" Terus bapa udah punya pacar atau belum ? " tanya salah satu murid kembali
Sebelum Nathan menjawab, ia menatap kearah Ana lebih dulu.
" Belum, tapi mungkin sebentar lagi " jawab Nathan yang membuat kelas menjadi heboh
" Sebelum kita mulai kelas, saya ingin menyebutkan beberapa aturan di kelas saya. Pertama saya tidak menerima toleransi terlambat walaupun 1 menit, kedua saat ujian semua ponsel disimpan di meja saya, ketiga jika nilai kalian kurang maka saya tidak segan membuat kalian mengulang kelas " jelas Nathan
Saat ini yang Ana takutkan adalah bagaimana jika Nathan menghukum dirinya? Atau justru Nathan akan membuat Ana mengulang kelas.
" Oke saya akan absen satu persatu, jadi tidak akan ada titip absensi" ucap Nathan
Nathan mulai memanggil satu persatu murid, hingga satu nama yang Nathan tunggu.
" Anastasya Aurelia ? " panggil Nathan
" Saya Pak " Ana mengangkat tangannya, namun wajahnya menunduk
Nathan kembali memanggil nama yang lain, Ana pun bernafas lega setelah itu.
Selama kelas berlangsung tak ada yang aneh, mungkin Nathan juga melupakan hal sebelumnya pikir Ana.
Hingga 2 jam berlalu, kelaspun Nathan pun berakhir.
" Oke untuk kelas hari ini selesai, sampai bertemu kembali semuanya " ucap Nathan sambil merapikan mejanya
Ana sedikit lega begitu Nathan keluar dari ruang kelasnya.
" Laper nih Na, makan yuk " ucap Fitri
" Iya gue juga laper nih " jawab Ana
Keduanya pun segera keluar dari kelas, namun begitu keduanya keluar. Mereka melihat Nathan yang tengah berdiri sambil memegang ponselnya.
" Anastasya, bisa ikut saya ? " ucap Nathan
Ana melirik kearah Fitri, Fitri memberikan kode agar Ana setuju
" Iya Pak, Fit nanti gue nyusul ya " ucap Ana dan Fitri mengangguk
Ana berjalan mengekor pada Nathan, sepanjang jalan Ana merasa takut.
Hingga akhirnya ia dan Nathan sampai didepan sebuah ruangan, Nathan membuka pintunya dan membiarkan Ana masuk lebih dulu.
Begitu Ana masuk, Nathan langsung menutup pintu ruangannya. Ana pun semakin dibuat ketakutan oleh Nathan, terlebih sekarang hanya ada mereka berdua.
" Ada apa ya Pak ? " tanya Ana dengan suaranya pelan
" Kenapa? Sepertinya kamu takut" ucap Nathan sambil menggulung lengan panjangnya
" Kamu ga usah takut, saya ga akan macam macam sama kamu. Anastasya, panggilannya Ana atau Tasya ? "
" Ana pak "
" Oke, Ana.. "
Nathan duduk di sofa lebih dulu, dan ia menyuruh Ana untuk duduk.
" Kenapa ? kamu sepertinya takut sama saya ? Bukannya dari kemarin kamu itu berani ya "
" Engga saya ga takut, ya lagian saya juga ga tau kalau bapa itu dosen saya "
" Hmm gitu ya, tapi sikap kamu itu bisa membuat kamu mengulang pelajaran ini loh Na. Apalagi ya ini mata kuliah yang penting kan ? "
Ana tak menyangka jika akan berurusan dengan Nathan, namun kali ini ia benar benar salah orang.
" Saya minta maaf atas sikap saya sama bapa, ya walaupun sebenarnya bukan saya yang salah " ucap Ana
" Maaf ya, tapi saya rasa maaf aja ga cukup Na. "
" Terus apa pak ? Saya ga punya uang kalau bapa mau saya bayar "
Nathan terkekeh mendengar ucapan Ana yang begitu polos, Nathan berpikir Ana akan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan.
" Saya bisa maafin kamu, dengan satu syarat "
" Apa pak ? "
" Kamu harus jadi pacar saya? Gimana ? "
Ana tak bisa berkata-kata, ingin rasanya Ana menampar wajah Nathan dengan kencang