NovelToon NovelToon
Menikahi Sistem Ajaib

Menikahi Sistem Ajaib

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Sistem / Tamat
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.

Ding!

"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Judi

Kevin menoleh ke belakang melihat Karina menatap dengan tatapan penasaran. Karina ini cerdas dan berprestasi, bakat nya banyak dan dia calon bintang atlet. Jadi rasa penasaran nya sangat tinggi, dan dia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan jawaban yang dirinya ingin kan.

"Mana ada, dia aja gila." Ujar Kevin.

"Masa? tapi dia ganteng kok." Ujar Karina.

"Ya buat lo aja sono." Ketus Kevin.

"Kok lo kaya cemburu gitu si, beneran lo suka sama dia?." Karina berpikir keras.

"Ngga ya, gausah aneh-aneh deh." Kevin pergi ke kantin karena lapar.

Karina mengikuti Kevin sambil terus mencerca banyak pertanyaan. Jawaban Kevin masih belum meyakinkan, dia benar-benar berpikir Kevin menyimpang karena mustahil dia tidak tertarik padanya sedikit pun.

Sedangkan di kantin Erlangga celingukan bingung, di banding kantin justru lebih mirip restoran. Erlangga jadi bingung mau makan apa, dia menyesal karena tidak menerima ajakan Kevin.

"Hmm, itu mereka antre sambil bawa apaan? yaudah lah ikutin aja." Batin Erlangga.

Erlangga akhirnya mendapatkan makanan dan minuman lalu duduk di meja pojok, dia makan sendirian dengan porsi kuli. Saat sedang menikmati makan, tiba-tiba Kevin bersama Karina dan kawan-kawan mendekat dan duduk satu meja.

Melihat bagaimana wajah Kevin yang terlihat kesal, seperti nya itu karena ucapan Erlangga tadi. Erlangga cuek saja, dia lanjut makan dengan lahap dengan porsi yang gila itu.

"Ngga pernah di kasih makan lo?." Sindir Kevin.

"Lo kan ikut makan bekal gue, menurut lo itu makanan apa bukan?." Sinis Erlangga.

"Hah? Kevin makan bekal?." Karina yang kaget.

"Kenapa? normal aja manusia makan bekal, kalo gerogotin meja itu rayap." Celetuk Erlangga.

"Pftt Ahahahahahahhaaha." Karina dan yang lain tertawa, jokes yang menghibur.

BRAAKKKKK

bugh

PRANGGG

Tiba-tiba ada seseorang yang datang ke meja mereka dan menghajar Kevin begitu saja. Kevin terjungkal dan makanannya tumpah, semua orang terkejut dengan serangan mendadak itu.

"Apa-apaan lo?!." Kevin berdiri dengan marah.

"Brengsek, gue udah bilang jauhin Juwita. Dia punya gue, ngga cocok buat manusia berandalan kaya lo." Ucap seorang murid, yang terlihat seperti Kakak kelas.

"Emang kalian pacaran? Lo pikir Juwita mau sama orang kasar kaya lo? mikir." Ujar Kevin.

"Juwita? kaya pernah denger." Batin Erlangga.

Kevin dan Kakak kelas itu bertengkar dan berkelahi di kantin. Karina yang bisa bela diri melerai, tapi tenaga nya tentu saja tidak sebanding dengan laki-laki. Banyak anak yang mencoba melerai, sampai akhirnya guru kedisiplinan datang membawa mereka ke ruang kepala sekolah.

Erlangga yang sejak awal hanya melihat ya hanya menonton saja sambil makan. Apapun yang terjadi, dia harus tetap makan.

Selesai makan Erlangga berniat kembali ke kelas nya, tapi panggilan alam datang jadi dia berbalik menuju toilet pria. Cukup lama Erlangga buang air, sampai akhirnya dia keluar toilet saat para siswa sudah masuk ke kelas mereka.

Toilet di lantai satu itu dekat dengan taman belakang sekolah, jadi Erlangga harus memutari taman lebih dulu sebelum naik tangga. Tapi dia melihat seseorang sedang duduk di bangku taman sendirian, hanya terlihat dari belakang jadi Erlangga tidak tau dia siapa.

Karena penasaran Erlangga memutuskan mendekat, ternyata itu Kevin yang terlihat sedang galau. Erlangga duduk di sebelahnya dengan santai, sebenarnya dia sendiri juga tidak tau kenapa dia mendekat.

"Lagian ribut gara-gara cewe, kalo ributin istri baru boleh." Celetuk Erlangga.

"Bacot, emangnya lo tau apa soal ini." Ucap Kevin.

"Hmmm, sialan juga." Erlangga sadar diri karena jomblo dari lahir.

"Bokap gue tukang selingkuh, setiap dia dinas keluar kota atau keluar negri pasti pulang bawa selingkuhan. Gue muak lihat nyokap gue setiap hari nangis, gue benci banget sama orang ngga setia. Emangnya salah kalo gue cuma mau jatuh cinta sekali aja? gue ngga mau ngikutin jejak bokap gue." Ucap Kevin, dia curhat.

Erlangga langsung membeku, pertama kali mendengar curhatan orang lain. Apa lagi ini masalah percintaan, sedangkan Erlangga tidak memiliki pengalaman akan hal itu.

"Gue ga mau nyalahin lo sih, karena gue juga ga gitu paham soal percintaan. Cuma lo kan masih muda, daripada mikir cinta mending mikir lo mau jadi apa kan? Dunia akan berporos pada mereka yang sukses dan banyak uang." Ucap Erlangga realistis.

"Iya, pelacur suka sama pria kaya raya ngga peduli udah punya istri atau belum." Ucap Kevin miris.

"Itu selera sih, emang kalo lo sukses selera lo bakal cewe yang begitu? kalo iya ya sejak awal lo sama aja sama bokap lo." Sarkas Erlangga.

Kevin terdiam, ucapan Erlangga itu sangat benar. Semua tergantung selera, jadi apa selera Ayahnya itu wanita murahan? Padahal Ibu nya cantik, tapi kenapa kalah dari wanita penghibur?.

"Udah deh dari pada mikirin hal yang belum waktunya di pikirin, mending balik kelas aja. Mau sampe kapan lo duduk di sini? mau jadi penunggu taman sekolah?." Ujar Erlangga, dia berdiri dan meregangkan tubuhnya yang kaku.

"Gue mau bolos." Lirih Kevin.

"Hah bolos? bukannya lo siswa teladan ya?." Kaget Erlangga.

"Teladan apa nya, lo lupa kemarin gue tawuran." Sinis Kevin.

"Oh bener juga, jadi lo berandalan kaya ya? orang kaya kalo bolos sekolah kemana?." Erlangga penasaran.

"Bukannya lo juga kaya?." Heran Kevin.

"Kata siapa? yang kaya itu orangtua gue." Jujur Erlangga.

"Brengsek, iya juga sih. Bolos ya terserah kemana aja, mau nongkrong atau pulang ke rumah terserah." Ucap Kevin.

"Yaudah, gas bolos gue ikut." Erlangga ingin mencoba hal baru.

"Cabut." Kevin memimpin jalan untuk bolos.

Bolos di hari ke dua masuk sekolah, padahal mereka masih siswa baru. Ternyata cara membolos di sekolah elite lebih mudah, tidak perlu naik tembok atau lompat pagar tapi bisa langsung pulang saja naik mobil dari pintu depan.

Erlangga mengikuti motor Kevin, tas keduanya di tinggal di sekolah. Entah akan pergi kemana, tapi tujuan mengarah ke pusat kota. Ternyata Kevin membawa Erlangga ke Caffe dekat mall besar, mereka akan ngopi dan nongkrong disana bersama para pembolos dari sekolah lain.

"Lo sering kesini?." Tanya Erlangga.

"Ya, waktu SMP." Jawab Kevin.

"Anjir dia SMP udah ke tempat begini? bukan ke warung pinggir jalan?." Batin Erlangga, sedikit iri dan kesal.

Erlangga masuk mengikuti Kevin, tapi anehnya mereka di bawa ke lantai tiga dan masuk ke ruangan seperti VIP. Erlangga merasa mungkin ini kehidupan orang kaya, segalanya serba VIP.

"Silahkan Tuan, kali ini berapa taruhan yang anda berikan?." Seorang waiters datang, membawa nampan dan semacam koin aneh.

"Siapa yang main kali ini?." Tanya Kevin.

Waiters itu menyala kan TV besar yang menayangkan sebuah tayangan Boxing, dengan suara gemuruh penonton. Erlangga masih diam mengamati, karena ini pertama kali nya dia datang ke tempat nongkrong seperti ini.

"Aku akan bertaruh...............

Setelah beberapa waktu mengamati, akhirnya Erlangga paham jika Kevin baru saja bermain judi. Erlangga merasakan firasat buruk, dia tidak seharusnya masuk ke tempat seperti ini.

"Gila, dia udah judi sejak SMP?." Batin Erlangga syok.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
zhuyan 🙊🙊
lanjut season 2
Mellisa Gottardo: udah di buku baru, gas baca
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
semangat erlan
Mellisa Gottardo: 🤟🏻🤟🏻🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gas sesi 2 thor
Mellisa Gottardo: udah up, gas mampir di buku baru
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hahahah emang keluarga gila
Mellisa Gottardo: hahahha
total 1 replies
Evi Marena
wkwkwkwwkwk mereke emang keluarga gila super,yohan😂
Mellisa Gottardo: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evi Marena
kirain othorrrr Budiman GK bakal up lagi....thanks thorrr sudah lanjut up😘😘 lanjut y thorrr....moga othornya sehat selalu😘
Mellisa Gottardo: haiiii makasih yaaaa🥰
total 1 replies
vianty
terima kasih KK sdh up LG...
Mellisa Gottardo: hehehe makasih udah sty🥹
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
falea sezi
bner q punya anak cowok SMP umur 14 tahun neehh gengsi. nya setinggi langit/Drowsy/
falea sezi
q kira mirip YOLA sky gk sih hehehehe
Ridwani
👍👍👍👍
aria
lanjut
Evi Marena
hmmmm berarti masih banyak kejutan kedepannya ya thorrr...ok lanjut thorrr😘
vianty
sukses selalu kk
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
prihatin sih kalo gini, kirain ibu nya belain gak tau nya malah laporin ke polisi
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dikira anak nya robot kali ya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
terkadang apa yang kita lihat di luar belum tentu sesuai dengan kenyataan
zhuyan 🙊🙊
loh jadi ibunya yg laporin kevin
aneh ga sih 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!