NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Masih setengah tidak percaya kalau teman chatnya selama ini adalah suaminya sendiri. Sazi berusaha untuk abaikan ucapan Fadli saat itu. "Ah ngarang doang kali bang Fadli mah, pasti si Seza nih yang bocorin kalo gue punya temen chatingan" begitulah pikirnya saat ini.

Saat ini iya hanya sedang tidak ingin ribut saja. Kemagerannya lebih besar ketimbang membahas hal yang menurutnya kurang penting untuk dibahas dalam moment seperti ini.

Ia membiarkan suaminya memeluknya dari belakang, menikmati udara puncak saat itu. Namun tak lama,..

"Ehem ehem, so sweet banget ini pengantin baru."

"Sezaaa ikh, elo mah ngagetin orang aja."

"Sorry ganggu kalian ya, ini lagi nyari kesempatan buat peluk peluk gue segala." kesal Sazi seolah menutupi rasa gerogi sekaligus gengsinya selangit karena terciduk beradegan mesra dengan suaminya sendiri.

Arven yang melihat dari kejauhan langsung berjalan menghampiri Seza, sudah biarin aja Za, kita ngobrol disaung sana aja yuk anginnya enak, bisa sambil mancing lagi." ajak Arven pada Seza.

Namun tak lama seseorang turun dari mobil dan membuka kaca mata putihnya dan berjalan dengan elegan menghampiri mereka di villa itu. Ya dia ayu qibtia dia sengaja kembali datang mengganggu ketentraman Sazi dan Fadli saat ini. Melihat itu Seza berbisik pada Arven. "Bakal ada drama nih?."

"Sudah ku duga." jawab Arven berbisik pada Seza.

"Hai Beb?." sapanya pada Fadli.

"Babeb beb, elo enggak liat itu ada bininya." celetuk Seza kesal melihat kedatangan tamu yang tak diundang tersebut.

"Ups jadi bener ya kamu udah nikah?, ini toh istri kamu?." ucap ayu menatap sinis pada Sazi menatapnya dari ujung rambut hingga kaki.

"Ngapain kamu kesini Yu?, Saya rasa sudah enggak ada urusan apapun lagi sama kamu, pulang gih?." usir Fadli.

"Iya sana gih pelakor ngapain sih kesini?." timpal Seza mengusir Ayu.

"Elo kakaknya Sazi ya, tolong dong jangan ikut campur urusan saya, kamu saja yang pergi."

"eh rese banget si fad, mantan elo itu."

"bukan mantan kak, dia aja sama keluarganya yang pengen saya nikahin dia."

"tuh denger nek lampir, enggak tau malu Luh ya datang kesini, ganggu rumah tangga adek gue aja."

"denger ya Sazi, sebelum dia nikah sama kamu harusnya dia tuh udah jadi suami aku,.dan asal kamu tau bahkan semua orang taunya istrinya Fadli itu aku, Ayu qibtia bukan kamu!"

"degh!."

"Aduh udah ya, mendingan gue tinggalin kalian aja selesaikan deh masalah kalian berdua gue sih orang urus, bye!" ketus Sazi berusaha dengan nada sebodo amat mungkin.

Sazi pun langsung menarik Seza, untuk mengikuti dirinya disusul Arven yang ikut berlari meninggalkan Fadli dan ayu saat itu.

Namun sebelumnya, Ayu berbisik pelan pada Sazi "Hati hati ya dek, nanti kecebur lagi nyusahin orang lagi tenggelam lagi, biasanya kalo sudah tenggelam sekali suka keterusan."

Sazi langsung diam membeku, lalu menatapnya tajam, dan tak lama ia langsung berjalan dengan tegas menarik Seza untuk mengikuti langkahnya.

"Zi,..Sazi tunggu, kamu mau kemana?, dengerin penjelasan ku Zi." ucap Fadli berusaha mengejar dan menghentikan Sazi.

"Ayu, kamu bener bener ya bikin masalah terus sama saya, sebaiknya kamu pergi sebelum saya panggil security!." ucap Fadli dengan aura kemarahannya.

"oke saya pergi, tapi saya tidak akan Janti untuk tidak akan kembali, ingat Fadli kamu harus jadi milik saya."

"Cih, perempuan gila, saiko!." ucap Fadli ia langsung berlari mengejar Sazi meninggalkan Ayu seroang diri.

Di tempat lain.

"Bang kira kira si Sazi bakal ngreog enggak ya, kalo barang barangnya kita bawa ke rumah si Fadli?." tanya Meta pada suaminya.

"Yah, gimana lagi, si Fadli yang mau, dia bilang urusan si Sazi biar sama dia yang tangani, kita sih iyain ajalah, mereka sudah pada dewasa biar enggak ribet."

"Tapi bang, enggak enak ke Sazi, dikira kita ngusir lagi?."

"Enggaklah Bun, kan ini keinginan suaminya,..bukan keinginan kita." Meta hanya mengangguk pasrah atas keputusan Fadli yang menurutnya terlalu cepat. masih berat rasanya membiarkan adiknya berpisah dengannya, karena sudah terbiasa hidup bersama.

"Tadi aku sudah bilang mama sama si bibi dirumah minta tolong packing pakaiannya Sazi buat dikirim pake jasa titipan kilat bang?."

"Yasudah tidak apa apa."

"Oia bang, kita kapan pulang ke jakarta?, sebentar lagi bukannya band asuhan Abang bakal konser perdana ya?."

"Oh iya, untung kamu ingatin Abang, kita pulang ntaran kalo urusan disini sudah selesai ya."

"Yaudah kalo gitu, meta siap siap aja kali ya, biar enggak repot."

"Nah lebih baik begitu."

***

Di sebarang sana, yang letaknya hanya berbeda satu blok saja dari villa tempat Fadli dan Sazi berada. Wanita cantik bak biola berdawai itu bagaikan orang gila, yang mengacak rambutnya sendiri.

Dan berteriak tidak karuan diruangan kosong tak berpenghuni yang hanya ia sewa seorang diri.

"Fadlii, gue enggak terima elo nikah sama bocah itu, elo harus jadi milik gue Fadli, cuma gue." Teriak Ayu qibtia, menjerit sejadi jadinya.

Sementara diluar para tetangga hanya bisa mengintip penasaran, karena suaranya yang terdengar sedikit sampai luar villa.

"Itu ada apa sih di dalam villa itu kayak ada yang jerit jerit."

"aiya hayook kita cek."

Para tetangga sampai pada berbaris panjang fokus dengan kekepoan mereka yang meronta. "Kayak orang stress ya Bu inem."

"Iya Bu RT mungkin parah hati ditinggal kawin kali ya Bu."

"Iya, viral kan yok, kalo ada perempuan gila didalam villa."

"Hush sembarangan kena tuntut tau rasa kalian."

"Iya abisnya kayaknya ini bakal jadi berita viral loh pak RT."

***

sedangkan Arven masih terus berusaha pendekatan terus pada Seza, lain hal Seza yang menanggapi nya masih saja cuek bebek masih fokus dengan segambreng pria yang mendekatinya.

Sedangkan hatinya masih tersangkut pada pria cindo alias cina indo yang membuatnya sampai kini belum bisa ia lupakan.

"Za, kalo tanggal 23 bisa nggak nonton sama Arven?."

"Sorry Ven, aku lagi ada tugas kuliah."

"yaudah tanggal berapa dong kamu bisanya?."

"rasaan tiap Arven ajak kamu enggak bisa mulu?."

Padahal bukan karena tidak bisa hanya saja kondisi kantong yang tidak memadai menyebabkan dirinya sering kali menolak ajakan dari siapapun yang mengajaknya berkencan.

Mana bisa kalo seorang Seza diajak kemanapun kali dia sendiri tidak punya pegangan, oh tidak bisa, Seza gitu loh paling anti dibayarin apalagi harus nunggu lama, nunggu cowok peka itu bagaikan nunggu Fir'aun naik kuda besi so mustahil terjadi.

"Yasudah deh lain kali aja, Arven ajaknya."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!