NovelToon NovelToon
Cinta Kepada Mas Duda

Cinta Kepada Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepaskan

Sudah tiga bulan ini, David di Inggris. Dan perusahaan di kelola oleh Sofi dibantu Max. Dia menenangkan dirinya di perternakan dan perkebunan mereka. Selama di Inggris David tidak perna bertemu dengan teman - temannya. Dia lebih banyak menghabiskan waktu mengurus ternak dan kebun anggur keluarga bersama papi dan maminya.

"Sofi tidak bisa di taklukan oleh playboy teri ini??"

"Dia berwatak keras pi."

"Sama seperti Julius papinya."

"Tetapi papi Julius ada lembut - lembutnya."

"Emang Sofi tidak lembut??? Kamu terlalu kasar nak. Cari cewek lain yang baik dan sayang keluarga. Ingat yang bisa terima keluarga papi Julius juga. Karena papi Julius bukan hanya teman, sahabat tetapi juga saudara bagi papi."

"Papi, laki - laki yang dekat Sofi itu seorang duda."

"Terus dosa Sofi mendekatinya, mencintainya?? Tidak kan??"

"Aku tidak mau Sofi salah memilih!" Martin papinya David hanya tersenyum melihat sifat posesif anaknya.

"Menurut papi, kesalahannya adalah mengikuti keinginan orangtuanya."

"Maksud papi??"

"Papi sayang sama Sofi, dia anak baik dan penurut. Banyangkan dia bisa bertahan bersama kamu dari dia masuk kuliah, hanya untuk menyenangkan kami orangtuanya."

Martin menceritakan semua apa yang dia lakukan. Bahwa semenjak Sofi kuliah ada orang yang mengikuti dan menjaga Sofi. Dia tidak perna dekat dengan laki - laki lain. Bahkan menolak pada laki - laki yang mencintainya karena alasan sudah di jodohkan.

"Bahkan pada dokter itu juga. Namun cintalah yang meluluhkan Sofi. Ya cinta dokter itu. Kamu tidak nak. Otak kamu dalam pertunangan ini hanya harta keluarga yang di amankan. Kamu tidak memikirkan cinta itu. Makanya kamu terus bermain dengan Theresia itu. Perempuan yang menjebak kamu."

David menyesali perbuatannya. Namun Papi dan maminya sangat mencintai dia.

"Besok, mami mau jalan - jalan ke black market. Mami mau membeli ole - ole buat anak gadis mami. Kamu antar ya??" David hanya mengangguk.

Informasi kedatangan David pun sudah diketahui oleh Sofi. Selama tiga bulan ini, Sofi juga tidak perna bertemu dengan dokter Nathan dan Briel, dia meminta waktu kepada Nathan untuk menyelesaikan masalah internal keluarga mereka. Dan Nathan memahami itu. Pertemuan mereka hanya sebatas vidio call dan saling mengirim makanan. Sofi pun hanya pagi atau siang di apoteknya, karena sore sampai malam pukul sembilan Nathan praktek di apotik itu.

Pagi - pagi sekali, David sudah ada di kantor, dia mengira bahwa dia yang pertama, namun dia kalah cepat. Perempuan manis kesayangan orangtuanya sudah ada lebih dahulu. David membawa empat paper bag besar yang berisi barang - barang branded ole - ole dari maminya buat anak perempuan sahabatnya yang sudah menjadi anak gadisnya juga.

"Dari mami."

"Terima kasih mas." David melihat Sofi dengan tatapan berbeda berharap ada persaan cinta di hati Sofi.

"Kenapa mas?? Ada perlu."

"Hanya ucapan terima kasih. Tidak ada pelukan seperti dahulu."

"Ngak mau, mas mesum. Adek takut." David tersenyum. Dia mendekat ke meja Sofi dan mengelus kepalanya.

"Maafkan mas, sudah menyakiti kamu dek."

"Mas, kamu baik - baik saja?? Kamu sakit ya??? Makanya jadi laki - laki itu penya standar tinggi dong, jangan asal celup saja." David menyentil jidat Sofi, dia tahu maksud dari perempuan ini.

"Kamu kira saya kena penyakit berbahaya. Aku pintar membentengi diriku."

"Mas, berubah sih."

"Kamu mau, mas mu jadi orang yang egois. Seperti tiga bulan yang lalu. Mau seperti itu."

"Ngak."

"Sebentar makan siang, ajak pacar dudamu, aku mau bertemu."

"Mas, dia punya nama, Nathan namanya."

"Apalah, undang dia. Kita makan siang bersama. Sebentar Max memberitahu tempatnya."

"Mas, ngak ada niat jahat kan?? (David memandang Sophia), Aku bilang Mas Nathan bawa pistol." David tertawa.

"Kamu kira mas mu ini takut. Terus, jangan panggil dia mas, panggilan mas hanya buat aku."

"Baby, honey atau sayang??" Sofi malah meledek David. David meninggalkan ruangan Sofi. "Dasar posesif." Sofi langsung menghubungi maminya di Inggris, padahal disana sudah jam tidur malam, namun Mami Olive masih berbicara dengannya hampir tiga puluh menit. David yang masih berdiri dekat ruangan Sofi tersenyum mendengar ocehan Sofi kepada maminya.

"Kamu berubah bos??"

"Setidaknya aku tidak kehilangan dia sebagai adikku yang dari kecil sangat aku sayangi."

Max tersenyum melihat perubahan bosnya. Informasi tentang Theresia disampaikan juga kepada bosnya. Anak yang di kandung oleh Theresia adalah anak Calvin. Dan dia tidak mau bertanggung jawab. Sekarang Theresia sudah pulang ke kampungnya di Sulawesi. Max yang membantu juga, serta memberi dia modal usaha di kampungnya atas perintah dari tuan Martin papinya David.

Malam hari disebuah restoran jepang, David, Sophia dan Nathan makan malam bersama atas undangan David.

"Terima kasih sudah memenuhi undangan saya." Nathan tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Pertunangan Saya dengan Sofi sudah dibatalkan dan kedua orangtua kami tidak keberatan." David tersenyum. Sementara Sofi dan Nathan sedikit kaget. "Saya dan Sofi lebih cocok menjadi kakak dan adik. Karena kebersamaan kami dari kecil. Dia bukan jodohku. Jodohnya seorang duda."

"Mas, jaga mulutnya!!!"

"Sepertinya kamu harus kuat mental dan fisik buat anak manja ini." Nathan hanya tersenyum, sedangkan Sofi sudah perang dingin dengan David. Max yang ada di ruangan itu hanya mengeleng - gelengkan kepalanya.

"Susah punya bos kalau kekanak - kanakan."

"Max!!!"

"Kak Max!!!" David dan Sofi bersaman membentak asistennya David. Nathan semakin tersenyum.

"Aku titip gadis manja ini dokter. Kalau cerewet suntik keram aja, biar tidak banyak berkicau."

Nathan pulang bersama Sophia, sedangkan mobilnya dibawa oleh Max ke apartemen Sofi.

"Kok tumben David mau mengala."

"Dia takut kalau aku membenci dia. Makanya dia memilih menjadi kakak dari pada suami." David mengangguk.

"Kita mau kemana??"

"Aku kangen Briel Kak."

Kenderaan Nathan langsung diarahkan menuju rumahnya, dimana mama, papa dan Briel anaknya tinggal. Karena sudah pukul delapan malam, Briel sudah tidur akhirnya Sofi hanya bisa melihat dan mencium Briel yang sedang tidur.

Malam ini, Sofi dan Nathan habiskan malam bersama di Apartemen Sofi. Karena sudah malam, Sofi tidak mengijinkan Nathan pulang. Nathan dan Sofi tidur bersama.

"Sayang, aku laki - laki loh. Mana tahan aku??"

"Aku yakin kamu bisa kok kak. Tahan ya sampai kita sah."

"Oke."

"Terima kasih kak."

Pagi - pagi Sofi sudah bangun, dia begitu bahagia karena orang yang dia sayang ada disampingnya. Kemarin setelah pertemuan dengan David, Sophia dan Nathan begitu senang. Di rumah Nathan mereka sempat membicarakan tentang lamaran dan pernikahan. Sepertinya Sophia Abigail dan Jonathan Benjamin sudah siap melabuhkan hati mereka untuk bersama, kejenjang berikutnya. Tentu rencana ini, disambut bahagia oleh kedua orangtua Nathan. Mereka sudah tidak kuatir lagi nasip anak laki - laki mereka.

1
Riskazputri
maksud nya
Ceisye: Briel mau menjelaskan jika mukanya sama seperti omanya yang sudah dari kecil dia panggil mama. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lisa
Lebih baik Sofie sama dokter Nathan aj drpd sama si David tuh yg jelas² selingkuh 🤭
Lisa: oke Kak Ceisye..aku baca dulu ya
total 4 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: sama² Kak Ceisye
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!