NovelToon NovelToon
System Penyihir Terhebat

System Penyihir Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MR. IRA

Aarav Elias Kayler terbangun di sebuah dunia yang tak dikenal, tanpa ingatan apapun tentang dirinya. Semua yang dia tahu adalah bahwa dunia ini dipenuhi dengan sihir, dan dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ketika mencoba menggunakan sihir, tak ada hasil yang muncul, membuatnya merasa terjebak dalam kebingungannya.
Namun, tak lama setelahnya, Aarav menemukan sebuah rumah tua yang misterius, yang mengarah pada sebuah kejadian tak terduga yang mengubah segalanya. Di dunia yang penuh dengan rahasia dan kekuatan yang belum ia pahami, Aarav harus menghadapi takdir yang tersembunyi di balik masa lalunya yang terlupakan.
Dengan tekad untuk menguasai dunia sihir dan meraih kekuatan yang selama ini hilang, Aarav harus menavigasi sebuah dunia yang penuh dengan bahaya, misteri, dan konflik. Apakah dia akan menemukan jalan menuju kekuasaannya, atau justru terjerumus dalam kekuatan yang tak dapat ia kendalikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Berburu Rusa

Suara Nuril yang meminta senjata sungguh sangat percaya diri, tapi tetap ada rasa takut yang menyelimuti dirinya.

Paman Joseh tersenyum lebar, ia berdiri, lalu berjalan ke belakang. Dan kembali membawa sebuah panah dengan anak panahnya, "Ini, pakai ini jika kamu takut untuk langsung bertarung dengan rusanya!!" ucap paman Joseh sambil memberikan panahnya.

Dengan tangan yang sedikit gemeteran, Nuril mengambil panah serta anak panah itu. Ia memandangi sebuah panah yang cukup besar yang sedang dipegangnya itu.

"Paman... Apa ini aman untuk aku gunakan? Apa anak panahnya ada mantra seperti api gitu?!" tanya Nuril.

Paman Joseh menggelengkan kepalanya, "Tentu tidak, itu cuma panah dan anak panah biasa!!" ucapnya.

Nuril menelan ludahnya, melihat beberapa anak panah yang diberikan, "Okey... Aku pakai ini buat nangkep seekor rusa, sendirian!!" gumamnya.

Paman Joseh berdiri, "Sekarang sudah larut malam, rusa pasti bersembunyi di sarangnya. Saran paman, kamu berburunya besok saja. Tapi, itu terserah kamu!!" ujar paman Joseh.

Nuril berpikir sejenak, "Aku berburu sekarang, kalau besok. Pasti Aarav bersikeras buat bantu aku!!" jawabnya.

Paman Joseh mengangguk, "Baik," lalu paman Joseh mulai membaca sebuah mantra, dan sebuah portal berwarna ungu langsung muncul di sana.

"Masuk ke portalnya, kamu bakal langsung keluar dari kubah paman. Dan nanti kamu akan langsung muncul di depan hutan yang gelap!!" ucap paman Joseh.

Nuril menghela napas panjang, "Paman... Aku butuh obor," ucapnya. Paman Joseh langsung memberikan sebuah obor yang sudah menyala ke Nuril.

Nuril lalu menggendong tas kecil yang khusus untuk membawa anak panah itu, tangan kanannya menggenggam erat-erat panahnya, dan tangan kirinya memegang sebuah obor yang menyala-nyala.

Ia memandang ke paman Joseh sesaat, terlihat senyuman indah diberikan ke Nuril sebagai alat penyemangat untuknya.

"SEMANGAT," ucap paman Joseh.

Nuril tersenyum, "Iya," jawab singkatnya. Kakinya mulai melangkah masuk ke dalam portal, lalu seluruh tubuhnya memasuki portal itu, dan portal itu langsung tertutup dengan sekejap.

Beberapa saat kemudian, portal itu mulai terbuka perlahan-lahan. Dari celah kecilnya, mata Nuril bisa menangkap pemandangan hutan belantara yang sangat gelap. Saat portal sepenuhnya terbuka, kaki kanan Nuril mulai melangkah keluar dari portalnya, dan saat seluruh tubuhnya sudah keluar dari portal, portal itu tertutup dengan cepat.

Nuril berdiri mematung, matanya berat saat melihat hutan belantara yang gelap gulita itu, rambutnya tertiup angin malam dengan lembut, api di obor juga ikut menari-nari karena tiupan angin lembut itu.

"Okey... Demi bisa sihir," ucap Nuril lirih.

Nuril membulatkan tekadnya, dengan perlahan-lahan ia melangkah masuk ke dalam hutan yang gelap gulita itu, setiap jalan yang ia lewati langsung terang karena obor lalu langsung gelap kembali jalan yang ada di belakangnya.

Suara-suara hewan malam terdengar, suaranya memang pelan, tapi cukup untuk membuat Nuril sedikit ketakutan. Suara burung hantu menggema dari segala penjuru.

Nuril terus melangkah menyusuri hutan yang gelap dengan tekadnya, tangan kanannya menggenggam panah itu dengan sangat erat, dan di punggungnya sebuah tas khusus berisi sepuluh anak panah ada di sana.

"Ini cuma hutan... Jangan takut, ini cuma hutan!!" batinnya yang sedikit ketakutan.

Dalam kegelapan total yang hanya diterangi secercah cahaya dari obor itu, mata Nuril terus mencari-cari rusa yang ia incar.

Saat Nuril berjalan, telinganya mendengar suatu suara seperti suara hewan besar, "Rusa? Atau Beruang?!" ucapnya lirih.

Wajahnya langsung waspada, ia menancapkan obornya di tanah, mengambil satu anak panah, dan memposisikan dirinya untuk menyerang hewan yang akan datang itu.

Suaranya semakin dekat, suaranya seperti suara hewan buas, "Semoga rusa... Dia herbivora, tidak akan memakanku!!" batin Nuril.

Suaranya semakin dekat, dan terdengar seperti dari segala arah. Nuril terus berdiri diam, mencari sumber suara itu dengan diam di tempatnya, karena hanya tempatnya untuk berdiri itu yang diterangi oleh obor yang ia tancapkan di tanah.

Beberapa saat ia berdiri waspada, dari kegelapan hutan, sebuah hewan yang cukup besar berlari ke arahnya. Walaupun gelap gulita, mata Nuril masih cukup jeli untuk melihat hewan besar yang berlari ke arahnya itu.

"ASTAGA!! Apa itu?!" batinnya.

Tanpa ragu, dia melepaskan anak panahnya tepat ke arah hewan yang berlari ke arahnya itu. Anak panah itu melesat menembus gelapnya hutan.

"ARGHHHH!!!" suara eraman kesakitan, sesaat kemudian suara seperti hewan besar yang jatuh ke tanah dengan keras pun terdengar.

Nuril bernapas sejenak, "Apa aku berhasil?!" ucapnya yang ragu.

Tangannya mengambil obor di tanah itu, membawanya untuk mendekat ke hewan yang tadi ia tembak dengan anak panah. Saat diterangi obor, hewan itu terlihat tergeletak tak bernyawa di tanah dengan anak panah yang menancap tepat di mata kanan hewannya.

"Ini... Serigala!!" ucapnya yang sedikit ketakutan, "Tapi, ukurannya seperti beruang... Besar sekali, serigala apa ini?!" ucapnya yang kebingungan dengan ukuran serigala itu.

"Udah... Fokus ke misi aku, cari rusa bukan serigala!!" ucapnya dengan yakin.

Karena tidak ingin membuang-buang anak panah, tangan kanannya pun mencabut anak panah yang tertancap di mata serigala itu, lalu ia taruh lagi anak panah yang berlumuran darah itu kembali ke tas yang ada di punggungnya.

"Nggak papa lah ada noda darah dikit, nanti aku cuci kalau ketemu sungai!!" ucapnya sambil berjalan pergi.

Ia kembali berjalan untuk satu tujuan, seekor rusa. Setiap langkah yang ia lewati penuh dengan kegelapan, tapi langsung diterangi oleh secercah kecil cahaya dari obor yang ia pegang.

"Troun... Kalau aku bisa sihir, aku bakal bisa bantu orang-orang. Kayak Aarav yang bantu warga desa," ucap Nuril.

Hawa dingin terus menyelimuti dengan hebatnya, suara hewan malam juga terus terdengar sepanjang perjalanan Nuril. Kanan kirinya hanyalah pepohonan dan juga semak belukar.

"Malam hari nyari rusa... Ini sulit, tapi demi bisa sihir aku bakal lakuin apapun itu!!" ucapnya dengan penuh tekad yang sangat kuat.

Bersambung....

1
Anjar Sutrisno
mantap bre.. lanjut.. 👍 mampir punyaku juga ya..
IRAWAN: siap breee👍👍
total 1 replies
IRAWAN
Kasih pendapat juga dongg, jangan cuman baca🗿
IRAWAN
Hai semuaaaa, jangan lupa likenya yahhhh🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!