Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11.
Jam tujuh malam, burung besi yang membawa Logan dan Serena akhirnya mendarat di ibu kota Arcadia. Sepasang kaki panjang jenjang melangkah masuk kedalam kamar istirahat didalam pesawat, Pria itu hendak membangunkan Serena yang mungkin tidur. Tapi begitu masuk rupanya Serena tengah berdiri didepan kaca bulat pesawat yang menampakkan pemandangan diluar.
Serena tengah melamun, sudah lima tahun semenjak ia meninggalkan kota Arcadia. Sekarang dia kembali lagi. 'Aku pernah merangkai kebahagiaan disini, yang akhirnya aku hancur begitu saja seperti sampah tidak berharga. Mungkinkah aku bisa merakit kembali hati ini. Mama... Aku sangat rindu, kamu dimana?'
"Sudah sampai! Bisa berjalan sendiri kan? Cepat sedikit, aku sangat sibuk!" Logan berkata dengan dingin.
Serena menoleh, dia lalu menyahut. "Aku tidak lumpuh!" Membawa langkah kakinya dengan pelan mengikuti Logan keluar. Namun saat menuruni anak tangga, Serena hampir jatuh, beruntungnya Logan sigap memeluknya dari depan.
"Kau tidak akan bisa berdiri diatas kakimu sendiri! Sampai kapanpun kau akan tetap membutuhkanku!" Logan menatap Serena dengan tatapan dalam, sementara Serena tidak suka dengan kata-katanya yang merendahkannya.
Setelah mengatakan itu, Logan menundukkan tubuh meletakkan satu tangannya dibelakang lutut Serena lalu mengangkat tubuhnya dengan mudah.
"Turunkan aku Logan!" Protes Serena.
Pria itu tetap berjalan sampai tujuannya, disamping mobil sudah ada Max yang siap siaga untuk membuka pintu, lalu Logan langsung menurunkan Serena didalam kursi penumpang belakang. "Geser!" Titahnya. Serena menggeser posisi duduknya kesamping pintu memberikan jarak ruang ditengah-tengah antara mereka, Logan lalu ikut masuk.
"Kau mau membawaku kemana sekarang?" Tanya Serena.
"Nanti kau akan tau!" Sahut Logan sembari membuka laptop, ia biarkan saja Serena menjaga jarak darinya, mereka duduk disisi kanan kiri mobil sementara bagian tengah kosong.
Serena hanya bisa menghela nafas kasar karena jawaban Logan. Satu jam mobil membelah kota Arcadia dimalam hari, hingga mobil mewah milik Logan Winston memasuki kawasan gedung besar yang memiliki puluhan lantai, berdampingan dengan mall mewah terbesar di kota Arcadia.
Losern Starr Residence.
Sebuah hunian apartemen mewah kelas dunia yang berada dibawah naungan grup Winston. Di bangun tujuh tahun yang lalu, dua tahun setelah Logan menjadi CEO grup Winston seutuhnya.
Serena baru melihat hasil proyek yang di bangun Logan waktu masih bersamanya. Logan memang selalu mengutamakan kualitas, kenyamanan dan keamanan.
"Ikut denganku!" Logan berjalan lebih dulu, meninggalkan Serena yang sempat melamun. Tapi mendengar suaranya, Serena langsung tersadar.
Serena baru melangkah berniat mengejar langkah kaki pria itu yang begitu cepat dan lebar, tapi Serena lupa kalau kakinya masih sakit hingga membuatnya jatuh. "Akkhhh!!!"
"Akhh sakitt!!" Keluhannya merasakan kakinya begitu sakit.
Logan dan Max menoleh, kedua bola mata Logan terbelalak lebar melihat Serena terjatuh, ia lupa kalau gadis itu masih sakit. Logan berjalan cepat menghampiri Serena.
Logan berjongkok dihadapan Serena, bertanya dengan khawatir. "Kau tidak apa-apa? Kakimu sakit lagi?"
"Kenapa kau jalan cepat? Aku berusaha mengejarmu, Logan!"
Logan menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak boleh terlihat mengkhawatirkan Serena seperti itu. Pernikahannya hanyalah sebatas...
"Masih saja menyalahkanku! Ayo cepat berdiri, jangan sampai ada yang mengenalmu disini!" Logan memegang bahu Serena membantunya berdiri.
Yang dikatakan Logan benar, Serena harus segera masuk untuk istirahat. Logan tidak perduli kalau ada yang mengenal mereka.
Mereka masuk kedalam lift private, hanya Logan dan orang tertentu yang boleh masuk. Mereka menuju lantai sembilan setelah itu keluar lift, berjalan melewati satu unit lalu masuk kedalam apartemen.
"Gunakan sidik jari jempolmu ketika membuka pintu!"
Serena mengangguk. Ia sudah capek berjalan, menepis tangan Logan lalu duduk di sofa. Apartemen itu cukup mewah dan besar, fasilitasnya lengkap dan setiap hari ada tukang Laundry yang datang. Jadi Serena tidak perlu capek-capek cuci baju nanti.
Kaki kirinya diangkat keatas sofa karena Serena mau mengeceknya, apakah karena jatuh tadi tambah parah atau tidur. Kakinya jadi ada memar-memar yang akan menghitam, luka dari kecelakaan dan juga Mami Starla. Serena meringis pelan begitu membuka perbannya, setelah delapan jam ia harus menggantinya.
Tapi tiba-tiba saja, sosok pria yang tadi terus mengamati, mendekati Serena lalu duduk didepannya. Beralih membuka perban itu, Serena syok dibuatnya. "Biarkan aku saja, aku bisa sendiri!" Ujarnya.
"Jangan keras kepala! Kalau ada Max aku akan menyuruh Max yang melakukannya, tapi sekarang dia sedang apa pekerjaan!" Balas Logan.
"Dimana obat merahnya?" Tanya Logan lagi.
Serena yang semula diam menunjuk kopernya. "Didalam koper!"
Logan membongkar isi koper Serena begitu saja lalu menemukan apa yang ia cari.
Serena diam dan tidak banyak membantah. ia juga tidak mau menatap Logan yang membersihkan kakinya.
"Kalau orang tuamu atau keluargamu tau aku ada disini bagaimana? Aku tidak mau berada didalam masalah, semua ini tanggung jawabmu!" Serena bersuara, menatap Logan dengan serius serta melempar semua kesalahan pada Logan yang harus bertanggung jawab atas kondisinya.
Pria itu menatap Serena dengan glare yang sulit ditebak, tapi bukan berarti Logan marah dengan ucapannya.
"Selagi kau menurut padaku, tidak membantah semua perintah dan ucapan ku maka kau aman!" Balas Logan.
"Lalu kalau aku keluar apartemen bagaimana? Kalau aku bertemu ayahmu atau..."
"Karena itu kau tidak boleh keluar dari sini! Kau tidak boleh pergi dan berkeliaran dengan bebas tanpa seizin dariku!"
Mendengar larangan itu Serena marah, itu tidak seperti perjanjian mereka diawal yang akan memberinya kebebasan. Justru Serena akan dikurung bagai burung dalam sangkar emas. Lebih baik Serena berada di gubuk tua tapi bernafas dengan lega.
Serena menarik kakinya lepas dari pria itu. "Kau sudah berjanji akan memberiku kebebasan dan tidak mencampuri urusanku! Lalu buat apa aku ikut denganmu kesini kalau aku tidak boleh keluar? Seharusnya kau biarkan saja aku di kota Jare, aku tidak akan kabur darimu!"
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗