NovelToon NovelToon
Pernikahan Panas Sang Aktor

Pernikahan Panas Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: MissKay

Brian Aditama tidak pernah percaya pada komitmen, apalagi pernikahan. Baginya, janji suci di depan penghulu hanyalah omong kosong yang membuang waktu. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris kedua Imperium Aditama Group, dunia ada di bawah genggamannya sampai sebuah serangan jantung merenggut nyawa kakaknya secara mendadak.

Kini, Brian terjebak dalam wasiat yang gila. Ia dipaksa menikahi Arumi Safa, janda kakaknya sendiri. Wanita itu adalah satu-satunya orang yang tidak pernah gemetar melihat tatapan tajam Brian, dan kenyataan bahwa yang ia benci adalah kutukan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissKay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dona Aditama.

Tak jauh dari mereka, Mike yang sedang bersama teman wanitanya terlihat mengepalkan tangan di bawah meja saat melihat Brian memperlakukan Arumi dengan mesra.

"Bukannya itu Brian, Mike?" ucap Linda terkejut melihat aktor tampan itu sedang makan tak jauh dari meja mereka. "Tapi wanita itu bukannya istri mendiang Adrian, kakak iparnya? Kenapa mereka begitu mesra?"

​Mike hanya mengedikkan bahunya. Wajahnya yang tadi tampak bahagia, kini memerah menahan kesal karena merasa tertipu.

Kilatan cahaya kamera wartawan menyilaukan mata Brian dan Arumi. Setelah selesai makan, keduanya bergegas menuju mobil di luar restoran dengan penjagaan ketat dari para pengawal.

"Brian, apakah wanita ini kekasih Anda?"

"Brian, apakah Anda sedang berlibur?"

"Brian, apa kedatangan Anda ke tanah air untuk menjalani tugas sebagai pewaris kedua setelah Tuan Adrian meninggal?"

​Berbagai pertanyaan terus ditanyakan oleh para wartawan yang mengepung aktor tampan itu. Brian hanya melempar senyum tanpa suara, sembari tangannya merangkul erat pinggang ramping Arumi yang hanya terdiam di sisinya.

Brian dan Arumi masuk ke dalam mobil. Brian segera melajukan mobil sportnya setelah memastikan Arumi aman. Sepanjang jalan, tangan kokoh itu menggenggam tangan Arumi yang terasa dingin.

"Besok aku akan mengadakan jumpa pers dan merayakan pesta pernikahan kita," ucap Brian memecah keheningan.

​"Tapi, apa kau tidak takut karirmu akan redup?" tanya Arumi dengan wajah polos yang terlihat cantik.

​Brian tertawa renyah. "Hahaha, tidak sayang. Uangku tidak berseri hanya untuk menghidupi mu dan anak-anak kita nanti."

​"Oh, aku lupa. Kau itu Tuan Muda Aditama," cibir Arumi.

​"Hey, aku mencari uang sendiri sejak dulu. Kau tahu itu," ucap Brian tak terima jika dia disamakan dengan anak orang kaya lainnya yang hanya mengandalkan warisan.

​"Ya, bahkan aku ingat ketika kamu dulu sangat membenciku," sahut Arumi sambil menoleh ke arah Brian.

​"Karena kau lebih memilih Adrian," jawab Brian singkat, menatap netra hitam Arumi dengan dalam.

​Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka hingga mobil tiba di halaman mansion.

...***...

Setibanya di mansion, Brian keluar dari mobil lalu berputar untuk membukakan pintu bagi Arumi. Ia menggenggam tangan Arumi dengan erat berjalan memasuki mansion. Namun tiba-tiba sebuah suara cempreng milik wanita muda memekakkan telinga.

"Kak Brian!" teriak Dona, anak Tante Widia. Ia berlari ke arah Brian dan nyaris mencium pipinya, namun segera ditahan oleh telapak tangan Brian menangkup wajahnya. Melihat itu, Arumi tidak bisa menahan tawa.

​"Ih, Kak Brian!" ucap Dona kesal sambil cemberut membenarkan bulu matanya.

​"Kau sudah besar, tidak boleh mencium ku sembarangan," ucap Brian sambil memandang sepupunya itu dari atas ke bawah. "Apa kau tidak punya pakaian yang benar, Dona?" Brian menggeleng tak habis pikir melihat Dona yang memakai crop top dan celana pendek yang sangat minim.

​"Oh astaga, Kak Brian ini kolot sekali!" gerutu Dona sambil menghentakkan kaki dan berjalan menuju ruang tamu.

​Brian memicingkan matanya kesal, sementara Arumi tersenyum tipis. Sepertinya, ia akan memiliki teman baru di sini.

​"Kenapa kau tersenyum? Kau mau ku hukum, hmm? bisik Brian sambil menarik pinggang Arumi dan mencium pipinya gemas.

​"Aaa, Brian lepas! Malu, tahu!" bisik Arumi dengan wajah memerah karena masih ada Dona dan beberapa pelayan yang sedang bekerja.

"Ya, ya, aku tahu kau itu bucin, Kak. Tapi lihatlah, di sini masih ada anak kecil!" sindir Dona.

​Tak peduli, Brian malah mengecup bibir Arumi kemudian mengajak Arumi duduk di ruang tamu mendekati Dona. "Ada apa ke sini? Bukannya kau tidak boleh ke jakarta sama Papi mu?" tanya Brian.

​"Papi tidak asyik. Sepertinya dia punya sugar baby," jawab Dona sambil mencebik kesal.

​"Lalu?" tanya Brian lagi.

​"Aku tidak mau. Aku ingin Papi rujuk dengan Mami."

"Itu mustahil," ucapan Brian tanpa basa-basi, membuat Dona menatapnya horor. "Papi mu gemar selingkuh. Mamimu pasti sudah lelah."

​"Oh, ayolah, Kak Brian!" rengek Dona yang sudah hampir menangis.

​Arumi yang tak tega langsung bangun, melepas tangan Brian yang sedari tadi melingkar di pinggangnya. "Dona," panggil Arumi lembut sambil memeluknya. "Kau bisa tinggal di sini. Ini rumahmu juga, sayang."

​"Kata siapa?" sahut Brian cepat.

​"Kak Arumi..." Dona merengek manja di pelukan Arumi, merasa menang dari Brian.

​"Brian, jangan mengganggunya terus," tegur Arumi.

​"Tenanglah, aku tidak akan mengganggu kalian. Bercintalah sesering mungkin agar aku punya keponakan lucu!" ucap Dona tiba-tiba.

​Mulut Arumi ternganga. Ia baru sadar bahwa sikap bar-bar dan mulut tanpa filter itu memang keturunan asli keluarga Aditama.

​Tiba-tiba suara langkah sepatu pantofel menggema di lantai marmer mansion megah itu. Asisten Frans datang membawa map di tangannya. Dona yang tadinya menangis, seketika duduk tegap, merapikan rambut, bahkan menarik ingusnya saat melihat pria tampan itu berjalan dengan gagah membuat Dona salah tingkah.

​Arumi kembali syok melihat perubahan kilat tingkah Dona yang berubah manis, sementara Brian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua wanita di hadapannya itu.

Frans melangkah mendekat, lalu menyerahkan map yang dibawanya. "Tuan Brian. Ini laporan keuangan yang perlu Anda periksa kembali," ucapnya dengan nada formal.

Ia kemudian melanjutkan laporannya. "Saya dan Hendra juga sudah menyusun jadwal untuk acara jumpa pers besok. Selain itu, kami sedang dalam tahap awal menyiapkan detail untuk pesta pernikahan Anda dan Nyonya Arumi."

Dona, yang sejak tadi duduk manis, tiba-tiba mengangkat tangannya dan melambai dengan centil ke arah Frans. Matanya berbinar penuh harapan. Namun, Frans hanya merespon dengan anggukan kepala singkat yang terkesan dingin dan acuh tak acuh, sebelum kembali fokus pada Brian.

​Arumi kembali dibuat melongo melihat pemandangan itu. Dona yang tadinya menangis bombay karena urusan orangtuanya, kini tampak seperti remaja yang sedang kasmaran, sementara Frans tetap berdiri tegak seperti robot tak berperasaan.

Setelah Frans pamit pergi, Dona tiba-tiba berdiri. Ia berniat mengejar Frans, namun sebelum berhasil melewati Brian, belakang pakaiannya sudah ditarik lebih dulu oleh Brian, persis seperti mengangkat kucing.

"Masuk ke kamarmu, jangan mengganggu Frans. Kalau tidak, sekarang juga aku akan mengirim mu ke New York!" ancam Brian tegas.

​Dona yang merasa terpojok hanya bisa menghentakkan kaki dengan kesal. Ia berjalan kembali ke arah Arumi, mencium pipinya singkat. Lalu menyambar tas branded nya. Dan tak lupa mengacungkan jari tengahnya ke arah Brian dengan tengil. Dengan langkah gontai dan wajah cemberut, ia menuju kamar yang sudah disiapkan oleh pelayan.

1
Miss Kay
Hi, reader ku tercinta. Terima kasih sudah mengikuti, membaca, dan menyukai cerita ini. Dukung terus cerita ini ya, agar aku semangat update. Berikan like, masukkan ke perpustakaan kalian, dan jangan lupa vote nya. 🤭🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!