Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Lidia menyusul Panca menuju parkiran. Ia berjalan setengah berlari karan ia takut Panca bete menunggu dirinya lama.
"Maaf lama." ucap Lidia setelah duduk cantik di samping Panca.
"Kamu lapar ga?" tanya Panca tanpa menanggapi ucaoan Lidia.
"Lumayan."
"Mau makan apa?" tanya Panca mulai menjalankan kendaraan roda empatnya meninggalkan parkiran kantor.
"Makan berkuah tapi pedes."
"Bakso?" tebak Panca.
"Boleh juga. Kita makan yang di pinggir jalan aja. Langganan aku, bapak pasti suka deh." Panca mengikuti arahan dari Lidia menuju kedai bakso yang di maksud
Rupanya tenda tukang bakso lumayan ramai. Lidia dan Panca mencari bangku yang kosong.
"Ramai."
"Di sini memang selalu begitu. Kalau mau cepat dapat tempat duduk harus gesit mencari bangku kosong."
Akhirnya mereka mendapat meja yang paling pojok. Lidia nampak begitu gembira, rasanya sudah tak sabar mencicipi nikmatnya kuah bakso yang pedes.
"Bapak mau makan apa?" Lidia menyodorkan menu bakso ke hadapan Panca.
"Mas menurut kamu yang paling enak ajalah." Panca memandang sekelilingnya dengan perasan kurang nyaman karna ini kali pertamanya ia makan di tempat seperti ini.
"Bapak ga suka ya?" tanya Lidia saat melihat wajah bosnya yang tampak tak nyaman.
"Ga apa - apa." elak Panca sambil tersenyum yang di paksakan. Lumayan agak lama mereka menunggu pesanan bakso, akhirnya datang juga. Asap mengepul.dari mangkok menandakan bahwa bakso masih panas. Lidia memasukan semua bumbu - bumbu kedalam.kuah bakso yang bewarna bening.
Sementara itu Panca di baut bengong saat melihat Lidia memasukan banyak cabe kedalam mangkalnya.
"Apa ga kebanyakan sambalnya itu?" Panca bergidik ngeri membayangkan sensasi pedes di mulutnya.
"Ini belum seberapa pak, ayo di makan." Lidia sangat menikmati seneng kok bakso di hadapannya. Suapan demi suapan begitu menggoda Panca untuk ikut menikmati baksonya. Rupanya lelaki itu tak terlalu suka pedes makanya ia bergidik ngeri saat Lidia memasukan cabe sebegitu banyaknya.
"Alhamdulillah, kenyang." ucap Lidia menyudahi makannya. Semangkok bakso ludes tak bersisa. Sementara itu Panca hanya menghabiskan setengah dari baksonya.
"Kok ga di habiskan, pak? Ga enak ya?" tanya Lidia.
"Bukan - bukan begitu, enak kok. Cuma saya sudah kenyang." bohong Panca.
Lina tak membahasnya lagi, ia ingin segera sampai rumah. Wanita itu segera membayar pesana mereka dan langsung mengajak Panca pulang.
"Terimaksih tunangannya, pak. Selamat malam." ucap Lidia saat mau turun dari mobil Panca.
"Eh tunggu." cegat Panca.
"Ada apa, Pak?" Lidia mengurungkan niatnya turun dan menoleh kearah Panca. Tanpa aba - aba Panca menarik tengkuk wanita itu dan mencium dengan lembut membuat Lidia ikut terbuai.
Perlahan Panca melepaskan pagutanya saat Lidia kehabisan nafas. Lidia berusaha menetralkan jantungnya yang berpacu lebih cepat. Ia menghirup udara sebanyak mungkin untuk mengisi rongga dadanya yang terasa kekurangan oksigen.
"Kamu boleh turun, jangan lupa besok kita ada meeting. Jangan sampai telat."
Lidia perlahan turun dari mobil Panca dan menutup pintu perlahan. Panca menjalankan mobilnya pelan meninggalkan apartemen Lidia. Ia buru - buru menjauh karna takut lepas kontrol. Kalau boleh memilih ingin rasanya malam ini ia menghabiskan malam bersama Lidia tapi jika itu ia lakukan pasti akan menimbulkan kecurigaan di hati istrinya.
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘👍🙏
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?