Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 : Kaisar dan Permaisuri
Sementara Paviliun Teratai Hitam mulai sibuk dengan rencana bisnis Xiao Xiao, suasana di Istana Utama sangat berbeda. Ruangan itu luas, megah, namun terasa sangat mencekam.
Kaisar Wang duduk di singgasananya, menyesap teh dengan wajah muram. Di sampingnya, Permaisuri yang mengenakan mahkota emas berkilauan tampak sedang merapikan kukunya yang panjang.
"Bagaimana kabar di paviliun Pangeran Keempat?" tanya Kaisar tanpa menoleh.
Seorang kasim tua bersujud di lantai. "Melapor, Baginda. Pangeran Keempat dan pengantin barunya, Liu Xiu, berada di paviliun paling belakang. Kabarnya, pangeran masih bersikap dingin, namun gadis itu tidak terlihat ketakutan seperti yang kita duga."
Permaisuri tertawa kecil, suara tawanya terdengar tajam. "Tentu saja dia tidak takut. Keluarga Jenderal Liu pasti sudah mencuci otaknya agar bisa bertahan hidup dengan monster itu. Aku hanya kasihan pada wajah cantik gadis itu, harus bersanding dengan wajah buruk rupa putra kesayanganmu yang gagal itu, Baginda."
Kaisar menghela napas berat. "Zhi Chen adalah jenderal perang yang hebat sebelum insiden itu. Tapi sekarang, dia hanya menjadi beban bagi reputasi keluarga kerajaan. Pernikahan ini hanyalah cara untuk menjauhkan dia dari urusan politik."
"Tapi Baginda," sela Permaisuri dengan nada licik. "Jangan lupa, meskipun wajahnya rusak, pendukungnya di militer masih ada. Kita tidak boleh membiarkan dia merasa terlalu nyaman. Itulah sebabnya aku mengirimkan 'hadiah' dupa kepada pengantin barunya melalui Selir Agung."
Kaisar melirik Permaisuri. Ia tahu betul istrinya itu sangat membenci Zhi Chen karena dianggap sebagai ancaman bagi posisi putra kandung Permaisuri sebagai calon putra mahkota.
"Kau terlalu berisiko. Jika Jenderal Liu tahu putrinya mati dalam semalam di istana ini, dia bisa menarik dukungannya," ujar Kaisar memperingatkan.
Permaisuri hanya tersenyum meremehkan. "Jenderal Liu sudah mendapatkan apa yang dia mau. Dia sudah pergi dari kota ini untuk mengobati putrinya yang 'sakit'. Dia tidak akan peduli pada anak yang sudah dia buang ke istana ini."
" Meski begitu, Jenderal Liu hanyalah pindah rumah. Kekuatan militer dan dukungan politik nya masih kita butuhkan." Balas Kaisar sembari memegang janggut putih.
***
Di paviliun Teratai Hitam,
Mao baru saja masuk dengan wajah pucat setelah menguping pembicaraan para pelayan istana utama saat ia pergi membeli bahan obat.
"Nona, kabar buruk! Saya mendengar bahwa Kaisar sengaja memutus aliran dana untuk paviliun kita bulan depan. Mereka ingin melihat kita kelaparan agar Pangeran Zhi Chen menyerah dan pergi ke pengasingan di perbatasan," lapor Mao dengan tangan gemetar.
Xiao Xiao yang sedang menyaring cairan bening dari bunga mawar hanya mengangguk pelan. Tidak ada rasa panik di wajahnya.
"Memutus aliran dana?" Xiao Xiao meletakkan botol kacanya. "Bagus. Itu artinya mereka sedang memberiku alasan untuk meresmikan bisnisku sendiri tanpa perlu merasa berutang pada mereka."
Ia menatap ke arah gerbang istana utama yang terlihat jauh dari jendelanya. Di dalam kepalanya, ia sudah menyusun rencana. Jika Kaisar dan Permaisuri ingin bermain kotor dengan memutus uang makan, maka Xiao Xiao akan membuat mereka memohon-mohon untuk membeli "produk kecantikan" darinya agar tetap terlihat muda di depan Kaisar.
"Mao, siapkan botol-botol terbaik yang bisa kau temukan. Besok, kita akan mengirimkan 'sampel gratis' ke kamar Selir paling muda yang sedang naik daun. Biarkan berita tentang 'Air Keajaiban' ini menyebar seperti api di tengah musim dingin." Xiao Xiao menyeringai.
***
Happy Reading❤️
Mohon Dukungan
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih ^_^ ❤️