NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: tamat
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Cemoohan

Leon beranjak ke kamar mandi, dan Elyra memilih tidur lebih dulu. Sudah cukup dia mengganggu Leon, dan memilih tidur lebih cepat.

Leon yang melihat Elyra sudah terlelap mengecup puncak kepala orang yang paling dicintainya itu, dia menarik selimut dan tidur memeluk Elyra.

Pagi itu matahari sudah naik cukup tinggi ketika Elyra akhirnya menggeliat bangun. Selimutnya ia tarik malas, rambutnya acak-acakan, matanya masih setengah terpejam.

“Leon…” gumamnya pelan, tak ada jawaban. Aroma masakan justru menyeruak dari dapur. Wangi telur goreng, tumisan sayur, dan roti panggang bercampur jadi satu. Elyra langsung duduk.

“Hah?! Aku kesiangan?!” Dengan langkah tergesa dia keluar kamar. Dan di sanalah Leon. Berdiri di depan kompor, kausnya sedikit basah oleh keringat, rambutnya berantakan tapi gantengnya kebangetan. Otot lengannya terlihat jelas tiap kali ia mengaduk masakan, dan perutnya, yang samar terlihat dari kaus yang agak terangkat, terdefinisi rapi seperti, roti sobek mahal di bakery. Enam potong sempurna. Elyra melongo.

'Astaga… ini cowokku?!' Gumam Elyra salam hati.

Keringat di leher Leon turun pelan, rahangnya tegas, fokusnya penuh pada wajan. Sexy tanpa niat. Justru itu yang bahaya. Elyra sampai harus menelan ludahnya kala itu.

“Leon…” suara Elyra kecil tapi dramatis, Leon menoleh sambil senyum.

“Oh, putri tidur bangun juga.” Elyra masih menatap perutnya.

“Kamu… masak atau habis gym?” Tanya Elyra tergoda, Leon terkekeh.

“Masak sambil jadi laki-laki bertanggung jawab.” Elyra mendekat, melirik roti sobek hidup itu lagi.

“Kenapa perut kamu kayak iklan fitness sih?" Tanya lagi Elyra, Leon sengaja berdiri lebih tegap.

"Kamu suka?" Tanya Leon, Elyra tersenyum dan mengangguk kecil.

"He'em, Leon... Cium aku." Pinta Elyra, Leon mencubit hidung Elyra kecil dan mengecup kening Elyra sekali.

"Di bibir," Pinta Elyra, Leon mengacak rambut Elyra dan menggeleng. Elyra manyun dan mendengus karena keinginannya tidak terwujud.

Leon mulai masak kembali, Elyra memeluk Leon dari belakang. Leon sendiri membiarkan Elyra begitu, membiarkan Elyra bersandar padanya.

"Leon, nikah aja yu.." Pinta Elyra, Leon tersenyum dan membalikan tubuhnya.

"Kamu tidak akan menyesal hem?" Leon mengusap pipi Elyra lembut, Elyra masuk lebih dalam pada pelukan Leon.

"Bercanda, hari ini aku mau sekolah aja. Tapi, bisa tolong antar, dan jemput aku?" Pinta Elyra, Leon mengangguk.

Mereka sarapan bersama, dan mulai bersiap ke tujuan masing-masing pagi itu. Leon bersiap menuju kantornya dan Elyra menuju sekolah. Leon akhirnya sampai di depan gerbang sekolah Elyra pagi itu.

"Aku sekolah dulu ya?" Elyra mengecup punggung tangan dan Leon mengecup kening Elyra. Masih dengan perasaan yang belum biasa, perasaan berdebar itu selalu terus terjadi saat mereka melakukan hal itu.

"Iya sayang, belajar yang rajin." Pinta Leon, Elyra mengangguk dan keluar dari mobil. Hingga sebuah tawa terdengar di belakang mobil itu.

"Itu si Elyra kan? Dia capek kerja kayanya dan sekarang malah jadi pelihara om-om." Ucap seorang siswi, Leon mencengkram kemudian mobilnya.

"Dia murahan banget!" Ucap yang lain, seorang siswa nampak menghampiri Elyra.

"Udah jadi peliharaan orang lu, gua boking malam ini dong. Berapa?" Ucapnya, Elyra nampak mengepalkan tangannya dan lanjut berjalan. Telinganya di tutup earphone, dan langkahnya tak tergoyahkan menuju ke arah kelasnya.

Leon sejenak terdiam, tekanan yang di rasakan Elyra ternyata jauh dari apa yang dia bayangkan. Bukan hanya di akibatkan dari dirinya, tapi juga dunia sosial memandangnya rendah.

Di dalam kelas, suasana tidak jauh berbeda dari gerbang sekolah. Begitu Elyra melangkah masuk, beberapa pasang mata langsung melirik sinis. Ada yang berbisik sambil menutup mulut, ada yang tertawa kecil tanpa rasa bersalah.

“Eh itu Lyra.” Ucap salah satu teman sekelas Elyra.

“Yang barusan dianter om-om kaya.” Bisik teman sebangkunya.

“Pantesan gaya hidupnya naik.” Celetuk yang lain, Elyra mendengar semua yang mereka katakan. Tapi langkahnya tetap tenang. Ia duduk di bangkunya seperti biasa, mengeluarkan buku, pena, lalu menarik napas pelan. Tangannya sedikit gemetar sesaat, namun ia segera menggenggamnya kuat-kuat di bawah meja.

Fokus, Elyra. Kamu ke sini buat belajar, bukan buat dengerin mulut orang. Seorang siswi di bangku belakang sengaja menyenggol kursinya.

“Enak ya hidup gampang. Tinggal manja sama sugar daddy.” Beberapa anak cekikikan. Elyra menoleh perlahan. Tatapannya tajam, tenang, tanpa air mata.

“Kalau iri bilang,” ucapnya datar.

“Jangan sampe mulut kamu yang capek kerja.” Kelas langsung hening sepersekian detik. Siswi itu terdiam, merah. Elyra kembali menghadap papan tulis seolah tak terjadi apa-apa.

Guru masuk, lelajaran dimulai. Dan Elyra benar-benar belajar. Ia mencatat serius. Menjawab pertanyaan guru dengan tepat. Fokus seakan dunia di sekelilingnya mati.

Bisik-bisik masih ada. Tapi tak satu pun berhasil menjatuhkannya.

Saat jam istirahat, seorang siswa kembali mencoba mendekat.

“Lyra, serius deh… cowok kamu itu siapa sih? Bayar berapa per malam?” Elyra berdiri perlahan. Senyumnya tipis tapi dingin.

“Gratis” jawabnya tenang.

“Tapi jelas nggak kebeli sama orang kayak kamu.” Satu kelas meledak oleh “uhhhh”. Siswa itu mundur malu. Elyra duduk kembali, membuka bekalnya, dan makan dengan santai.

Sore harinya Leon datang menjemput Elyra, suara yang terus mencela Elyra terus terdengar. Leon keluar dari mobilnya, menatap Elyra yang tersenyum sembari melambaikan tangan ke arah Leon.

Elyra mengecup punggung tangan Leon, dan Leon mengecup kening Elyra. Sontak kejadian itu membuat semua orang terdiam, dan Elyra masuk ke dalam mobil yang di ikuti Leon di belakang kemudi.

"Mau nikah?" Tanya Leon bersungguh-sungguh kali ini, Elyra terkekeh.

"Maaf, kemarin itu aku lagi emosi." Ucap Elyra, mengetahui kesalahannya sendiri, tak ada jawaban dari Leon setelahnya.

Mobil melaju dalam keheningan yang terasa berat. Biasanya Leon selalu bicara, entah menggoda, menanyakan pelajaran, atau sekadar bercanda receh. Tapi kali ini tidak.

Tangannya mencengkeram setir terlalu kuat. Rahangnya mengeras. Pandangannya lurus ke depan tanpa sekali pun menoleh ke Elyra. Elyra mulai gelisah.

“Leon…” panggilnya pelan, namun tak ada jawaban.

“Leon, kamu kenapa?” Tanya lagi Elyra mulai merasa khawatir namun Leon masih diam.

Mesin mobil terdengar jauh lebih keras dari biasanya. Elyra menggigit bibirnya. Perasaan tidak enak mulai naik.

“Kamu marah ya… gara-gara tadi aku bilang soal nikah? Atau karena teman-temanku yang bicara sembarangan panggil kamu om-om?” Leon menghembuskan napas kasar, tapi tetap tidak menoleh.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Leon. Leon turun lebih dulu tanpa membuka pintu untuk Elyra seperti biasanya.

Elyra buru-buru menyusul.

“Leon, tunggu-” Leon berjalan cepat masuk rumah. Elyra setengah berlari mengikutinya.

Begitu sampai di kamar, Leon berbalik tiba-tiba.

“Sayang, menikahlah denganku? Aku serius.” Nada suaranya rendah, bukan teriak tapi dingin, dan serius.

“Aku cuma… aku pikir kamu bercanda lagi…” Elyra terkejut. Dia memeluk Leon dan berharap emosi Leon bisa mereda. Benar saja, emosi Leon perlahan membaik nafasnya sudah tidak memburu dan nampak lebih baik.

1
falea sezi
gantengan ini dr leon
falea sezi
kurang gahar Thor minimal bertato. lebih wahh gt
falea sezi
moga bagus ampe endingnya
sakura
...
Moms Rafialhusaini 🌺
aku mampir kak thor
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!