NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Sarapan Canggung dengan Tuan Kolonel

Sarapan canggung dengan tuan kolonel akan menjadi ujian pertama yang harus ia lalui sebelum menghadapi dunia luar yang penuh dengan intrik. Lana menatap piring porselen di hadapannya dengan perasaan yang sangat tidak menentu.

Aroma nasi goreng rempah yang biasanya menggoda selera kini justru membuat perutnya terasa melilit karena rasa gugup. Adrian duduk di ujung meja dengan posisi tubuh yang sangat tegak dan dominan.

Ia memotong daging panggang dengan gerakan yang sangat presisi dan tenang seolah sedang melakukan operasi militer. Suara dentingan pisau yang beradu dengan piring perak menjadi satu-satunya bunyi yang memecah kesunyian di ruangan besar itu.

"Kenapa makanannya tidak disentuh, apakah kamu sedang mencoba untuk mogok makan di rumah saya?" tanya Adrian tanpa mengalihkan pandangan dari piringnya.

Lana tersentak kecil dan segera menyambar sendoknya dengan jemari yang masih terasa dingin. Ia mencoba menelan satu suapan nasi meski tenggorokannya terasa sangat sempit dan kering.

Mata elang Adrian kini beralih menatap Lana dengan intensitas yang sanggup membuat siapa pun merasa terpojok. "Saya hanya tidak merasa lapar, Tuan Kolonel," jawab Lana dengan suara yang nyaris tenggelam dalam keheningan.

Adrian meletakkan pisaunya dan menyandarkan tubuhnya ke kursi jati yang terlihat sangat kokoh. Ia memicingkan mata sambil memperhatikan kerah seragam Lana yang sedikit miring akibat gerakan yang terburu-buru tadi.

Ketegangan di antara mereka semakin meningkat saat Adrian mulai bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah Lana. "Di medan perang, prajurit yang tidak makan adalah prajurit yang mencari kematiannya sendiri," ucap Adrian sambil berdiri tepat di belakang kursi Lana.

Lana menahan napas saat ia merasakan jemari Adrian yang kasar menyentuh bagian belakang lehernya secara perlahan. Adrian merapikan kerah seragam istrinya hingga tangan pria itu tidak sengaja menyentuh kalung tempat cincin pernikahan mereka disembunyikan.

Lana memejamkan mata dengan rapat sambil berdoa agar rahasia di balik kain seragamnya tidak terbongkar sekarang. "Ingat, kamu adalah istri seorang perwira tinggi, jangan biarkan dirimu terlihat lemah di hadapan musuh," bisik Adrian tepat di telinga Lana.

Adrian kembali ke kursinya dan meneguk kopi hitam pekat miliknya hingga habis tanpa sisa sedikit pun. Ia melihat jam tangan militer miliknya dan memberikan isyarat kepada ajudan yang berdiri siaga di dekat pintu.

Lana merasa waktu seolah berjalan sangat lambat saat ia dipaksa untuk segera menyelesaikan sarapan yang terasa sangat menyiksa itu. "Mobil sudah siap di depan, jangan biarkan saya mendengar laporan bahwa kamu membuat masalah di sekolah," tegas Adrian dengan nada memerintah.

Lana segera bangkit dan meraih tas sekolahnya dengan perasaan yang sedikit lega karena bisa keluar dari ruangan yang penuh tekanan tersebut. Ia melangkah menuju pintu utama dengan langkah yang sangat tergesa-gesa tanpa berani menoleh ke arah suaminya lagi.

Namun, sebuah pengawal bersenjata lengkap sudah menunggu di depan teras dengan posisi siap siaga yang sangat mencolok. Lana menyadari bahwa ia tidak akan berangkat ke sekolah sendirian seperti yang ia lakukan pada hari-hari biasanya.

Rasa malu mulai menjalar ke seluruh wajahnya saat melihat kendaraan militer lapis baja terparkir manis di samping mobil mewah yang akan membawanya. Ia harus menyiapkan mental yang sangat kuat untuk menghadapi tatapan penuh tanya dari teman-teman sebangkunya nanti.

Ajudan pribadi menuju sekolah sudah membuka pintu mobil sambil memberikan hormat yang sangat kaku kepada nyonya muda di rumah itu.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!