NovelToon NovelToon
Balas Dendam Meyleen

Balas Dendam Meyleen

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Manusia Serigala
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."

Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misterius

Sekitar tiga hari Wei, Meyleen dan Soso naik kapal barang sambil menutup identitas mereka. Begitu sampai pelabuhan mereka langsung menyelinap keluar dan berbaur dengan kerumunan orang, Meyleen dan Soso dengan susah payah mengikuti langkah cepat dan lebar Wei.

Mereka berjalan menyusuri jalanan pinggir laut, masuk ke area hutan dan menjauh dari orang-orang daerah pelabuhan. Wei membuat jalan baru menggunakan pedangnya, Meyleen melihat punggung lebar dan tegap Wei yang membuatnya merasa aman.

srak

srak

Klang

Klang

Baru saja merasa tenang, segerombolan orang berbaju hitam muncul dari dalam kerumunan. Meyleen dan Soso mematung terkejut saat tiba-tiba Wei di kepung, mereka tidak tau harus bagaimana karena tidak memiliki senjata.

Wei tetep berdiri dengan tenang, dia merindukan tubuhnya hingga telapak tangannya menyentuh tanah. Sedetik kemudian dia melempar gagang pedang, yang sudah dirinya ikat dengan lengan Hanfunya ke arah Meyleen.

Meyleen mengira dirinya di suruh menyerang menggunakan gagang pedang, tapi saat lemparan itu justru mengenai tubuhnya dengan keras dan kuat, dia terpelanting jatuh terperosok ke dalam jurang bersama Soso.

Lagi dan Meyleen harus merasakan adrenalin terpacu saat terjun jurang, Soso yang ada di belakangnya tadi juga jadi ikutan jatuh. Meyleen berpikir akhir hidupnya akan tiba, dia mati karena terlempar gagang pedang. Sungguh lemah dan memalukan sekali dirinya ini.

Di saat Meyleen merasa takut dan tidak berguna, Wei justru tersenyum smirk. Dia memang sengaja membuat Meyleen dan pelayanannya jatuh. Karena dengan begitu dia bisa melawan mereka semua dengan leluasa, mungkin Wei adalah orang yang kejam tidak berhati. Tapi, Wei juga merupakan orang cerdik dan penuh perhitungan di setiap langkahnya.

"Wah sepertinya kau sadar jika mereka mengganggu pergerakan mu ya? benar-benar orang kejam dan tidak tau terimakasih, tanpa bantuan gadis kecil itu kau masih terkurung dengan menyedihkan di bawah tanah." Ucap salah satu dari penyerang.

"Cih memangnya aku peduli?." Wei menjawab dengan dingin dan acuh tak acuh.

"Iblis memang harus di habisi, hajar dia." Ucapnya.

Wei bertarung dengan gerombolan penyerang yang sepertinya bandit gunung, pendekar, dan banyak lainnya. Layaknya sebuah sayembara dengan imbalan mahal, Wei benar-benar sasaran empuk banyak orang.

Suara gesekan pedang dan teriakan terus menggema di hutan, Wei dengan tatapan bengis nya menyerang menggunakan pedang yang sempat dirinya beli waktu lalu. Dia juga menggunakan taring nya dengan baik, untuk mengoyak kulit mereka yang berani menyentuhnya.

Puluhan ribu orang itu di babat habis oleh Wei yang menggila, Wei mencapai batasnya dan ambruk. Dia belum makan apapun, tapi sudah harus mengeluarkan tenaga untuk melawan mereka semua.

"Brengsek, aku akan membalas semua ini berkali lipat Mo Rang." Batin Yuwen penuh dendam.

Mendengar ada banyak langkah kaki baru yang mendekat, Wei melepas Hanfu atasnya dan terjun ke bawah di mana tempat Meyleen terperosok tadi. Dia membiarkan tubuhnya jatuh ke bawah tanpa melawan, dia sudah lelah.

bruk

Kyaaaaaaaaaa

Meyleen dan Soso memekik kaget, saat tiba-tiba ada benda besar yang jatuh di samping mereka. Ternyata itu Wei yang jatuh terlentang dan tatapan kosongnya, terlihat jika dia lelah dan muak dengan semua yang terjadi pada hidupnya.

"Tenanglah Wei, makan ini." Meyleen memberikan buah yang tadi Soso petik.

Setelah terjatuh dari ketinggian yang cukup tinggi, Soso dan Meyleen hanya terkena luka gores karena terjatuh diatas semak belukar yang lumayan empuk.

Wei menerima buah dari Meyleen dan memakannya sambil terlentang, dia benar-benar lelah dan ingin meraung marah. Kepalanya sangat berisik dan kesabarannya mulai terkuras habis, segala pintu di tutup rapat seakan Wei sudah terperangkap sejak awal.

"Kita belum masuk jebakan, jadi tenang saja." Ucap Meyleen.

"Tau apa kau?." Sinis Wei.

"Sepintar apapun Kaisar itu, dia tidak mungkin begitu sempurna. Pasti akan ada celah yang membuat kita terlepas dari mereka, contohnya saat ini. Kita jatuh dari tebing tapi mereka pasti mengira kita kabur ke dalam hutan, masih ada kesempatan itu pergi." Ucap Meyleen.

"Memangnya kau tidak lelah?." Lirih Wei, dia sedang merasa lelah hidup.

"Hidup memang melelahkan, tapi kematian juga bukan pilihan yang tepat. Jika kita bertahan sedikit lagi, maka kita bisa membalas mereka semua. Tapi jika kita menyerah, artinya kita mengaku kalah dengan cara pengecut dan mereka menang telak." Ujar Meyleen.

"Kau menyebalkan ya." Wei merasa tersindir.

"Terimakasih pujiannya." Meyleen mengangguk.

"Hahh brengsek, ayo cepat pergi." Wei bangun dengan kesal.

Meyleen dan Soso mengikuti Wei dengan patuh seperti anak ayam, punggung telanjang Wei terlihat penuh bekas luka dan menakutkan. Tapi justru Meyleen merasa itu keren, berbeda dengan Sosok yang gemetaran melihatnya.

Wei berlari cepat menebas banyak semak belukar dan hewan yang menyerang, dia membuka jalan dengan cepat sedangakan Meyleen dan Soso hanya bisa mengejar dengan langkah mungil mereka.

Anehnya perjalanan mereka berjalan dengan mulus, meskipun harus memanjat tebing, menyebrang sungai dan menerobos semak belukar. Mereka hanya makan buah hutan, makan hasil buruan yang di bakar seadanya lalu melanjutkan perjalanan.

"Aduh cape banget, udah kaya lagi shooting film jejak si gundul." Batin Meyleen.

"Soso apa kau masih kuat? kau harus bertahan ya." Ucap Meyleen.

"Ya nona, apa anda baik-baik saja?." Soso juga mengkhawatirkan Soso.

"Tentu saja, kita semua pasti akan baik-baik saja dan sampai dengan selamat. Tinggal sedikit lagi, kita sudah hampir sampai jadi jangan menyerah ya." Entah kenapa Meyleen takut Soso mati karena kelelahan.

"Kita akan pergi dengan dua jalan berbeda, kau pergi terus ke arah Utara dan tunggu di sekitar air terjun. Aku akan pergi menghilangkan jejak dan mengecoh Orang yang mengejar." Ucap Wei.

"B-baiklah, semoga saja kami tidak jadi santapan harimau atau serigala." Ucap Meyleen takut, tapi tidak mau jadi beban.

kraukk

Akkkkkkkkhhhhhhhhhhhh

"Nona!!!" Soso memekik, saat melihat Wei menggigit leher Meyleen dengan taringnya hingga berdarah.

Meyleen sendiri merasa sakit dan syok, apa Wei ingin memakannya? atau Wei ingin membunuhnya, tapi kenapa tidak sejak awal saja. Meyleen menyentuh lehernya yang berlumuran darah, matanya berkunang-kunang dan menatap Wei dengan kecewa.

"Nona!!." Soso menangis berusaha mencari tanaman obat.

"Dengan tanda itu, semua hewan di hutan ini tidak akan berani menyerangmu." Ucap Wei.

"Tanda? maksudmu gigitanmu tadi?." Pusing Meyleen hilang seketika.

Soso menoleh melihat bekas gigitan Wei di leher Meyleen, terlihat ada sebuah tatto kepala serigala disana. Soso jadi merasa takut, apa benar pria di depannya ini bisa di percaya? kenapa tingkah nya selalu mencurigakan.

1
zhuyan 🙊🙊
loh² kin datar banget dah
Mellisa Gottardo: hahaha semangat Soso🥹
total 1 replies
mama melonku
Semangat thor🔥
Mellisa Gottardo: siaap 🥰
total 1 replies
Narimah Ahmad
semangatt 💪💪💪
Mellisa Gottardo: terimakasih 🥰
total 1 replies
Chauli Maulidiah
ya jgn mati dl lah Wei. dendammu PD semut rang2 aja blm beres. apalagi si Mey ke zuzu... kudu tuntas semua lah..
Mellisa Gottardo: hehehe🤣
total 1 replies
Alishe
asekkkk skin baru wei yawh🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: /Angry/
total 1 replies
Evi Marena
jiwa baru maksudnya apa thorrr....
apa jadi lupa akan meylin dan lin....
q harap tidak ya thorrr 💪😘
Mellisa Gottardo: nggak kok🥰
total 1 replies
Jas Merah
double up thor😍💪
Mellisa Gottardo: udah kemarin yach🥰
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
jangan mati dong wei inget anak istri dirumah
Mellisa Gottardo: /Sob//Sob/
total 1 replies
Chauli Maulidiah
jgn ada part 2 ya Thor..dan wajib happy ending.
Chauli Maulidiah: ogheeyyyy
total 2 replies
mama melonku
jangan mati dulu masih ada anak sama istri dirumah, menanti tepati janjimu wei. lindungi wei Ya Alloh🤲
Mellisa Gottardo: beda keyakinan kak🤣
total 1 replies
mama melonku
beraninya keroyokan yee
Mellisa Gottardo: namanya juga serigala 🤣
total 1 replies
Uthie
Duhhhh .. jangan di bikin mati donggg Wei nya 😢
Mellisa Gottardo: doain ya kak🥹
total 1 replies
Alishe
ihhh jangan dead dulu bang😭😭😭😭
Mellisa Gottardo: waduh🥹
total 1 replies
Alishe
bye
Mellisa Gottardo: /Proud/
total 1 replies
Alishe
bayangin berubahnya roti sobek gue gmn ini😭😭😭
Mellisa Gottardo: Wei tetep manusia tampan ya🥰
total 1 replies
Alishe
cangkemmu banggg pedes pol🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wei : kejujuran memang menyakitkan bung🥰
total 1 replies
Alishe
degdegan anjirrrr perangnya ihh srigala srigalanya kek reman pasar ihhhh
Mellisa Gottardo: emang kroyokan mainnya😭
total 1 replies
Alishe
huwaaaa lg perang ke di streak calon pasangan pe a😭😭😭😭
Mellisa Gottardo: ahahahahhah🤣🤣
total 1 replies
Alishe
roti sobek😆😆😆😆
Mellisa Gottardo: awhhh🤣
total 1 replies
Alishe
cih org gila ketemu org pe a lengkap benerrrrr🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: cocok ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!