Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.
Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.
Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.
》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?
》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. PWB
...~•Happy Reading•~...
Boby memikirkan saran pengacaranya dengan serius. Dia mengerti yang dimaksudkan pengacara tentang kehilangan lebih dari yang dibayangkan.
Menyadari hal itu, rasa percaya diri dan galak di depan Rina rontok seketika. Karena jika benar yang dikatakan pengacaranya, dia akan kehilangan banyak hal di ruang sidang.
"Saya sarankan, anda berdamai dengan korban. Kalau anda bersedia, saya akan bantu untuk bernegosiasi dengan pengacaranya. Supaya anda tidak perlu masuk ke ruang sidang. Dengan sendirinya, reputasi anda akan terselamatkan." Pengacaranya kembali memberikan solusi, karena melihat Boby panik dan bingung.
Sejenak Boby memikirkan yang dikatakan pengacaranya. "Lalu bagaimana dengan orang tua dan kakak saya, Pak?" Boby bertanya setelah memikirkan dari berbagai sisi saran pengacaranya.
"Jika bersalah, mereka akan menerima hukuman sesuai hukum yang berlaku. Saya katakan demikian, karena pengacara mana pun tidak bisa meloloskan mereka dari hukuman penjara."
"Mungkin hanya bisa bantu meringankan hukuman, karena belum pernah melakukan kejahatan atau bersikap baik selama ditahan." Pengacara meneruskan.
"Jadi maksudnya, orang tua dan kakak saya akan dihukum penjara?" Boby kembali bertanya, dia tidak bisa membayangkan orang tua dan kakaknya tinggal di penjara.
"Pengacara korban akan berusaha sekuat tenaga dan dibantu dukungan publik, orang tua dan kakak anda tidak mudah terima keringanan hukuman jika...." Pengacara Boby lebih lanjut menjelaskan duduk perkara yang dituduhkan kepada orang tua dan kakaknya.
"Bukan karena kejahatan mereka lebih sadis dari pembunuhan. Tapi masyarakat sedang ilfeel pada tindak pidana kekerasan seksual. Sehingga anda akan terima imbasnya, walau tidak lakukan."
Boby melihat pengacaranya sambil berpikir. 'Jika dia mau jadi pahlawan, dia akan masuk penjara bersama orang tua dan kakaknya. Kalau mau menyelamatkan reputasi dan masa depannya, dia harus membiarkan orang tuanya dihukum.' Boby menarik nafas panjang
"Kalau anda pun ikut dihukum dan membayar ganti rugi, korban akan tetap tinggal di rumah itu dan melanjutkan hidup dengan uang ganti rugi."
"Anda harus menentukan pilihan secepatnya, sebelum berkas kasus dilimpahkan ke Kejaksaan. Karna kalau sudah seperti itu, tidak ada pilihan lain untuk anda, selain bertarung di pengadilan." Ucap pengacaranya lagi.
Ucapan pengacaranya membuat Boby mencengkram rambutnya dengan kuat. Dia pikirkan lagi karier dan rumah tangganya. Istrinya mungkin tidak akan terima dan menceraikan dia. Dan dia akan kehilangan pekerjaan baik yang diterima saat menikah dengan istrinya.
"Tetapi jika anda tetap mau maju ke pengadilan, resikonya akan anda terima lebih dari yang anda pikirkan. Jadi saya sarankan, jangan terlalu lama berpikir dan pertimbangkan sesuatu yang sudah jelas." Pengacara Boby menambahkan, karena melihat Boby bimbang, bingung dan ragu.
"Apa yang harus saya lakukan, Pak. Aku tidak punya uang sebanyak itu." Boby melunak setelah mendengar penjelasan panjang pengacara dan mengkalkulasi harta yang dimiliki dan orang tuanya.
Dia tidak mau jatuh miskin dalam penjara, walau kehidupan istri dan anak yang masih kecil bisa terjamin oleh keluarga istrinya. "Apa bisa dengan menyerahkan rumah itu saja, Pak?" Pertanyaan Boby membuat pengacaranya berpikir lagi.
"Kalau begitu, kita lakukan negoisasi dengan pengacara korban. Mungkin mereka bisa terima yang anda tawarkan."
"Terima kasih, Pak." Boby menyerah, sebab dia tahu konsekuensi yang akan dia terima. Jika terus bertahan mau menyelamatkan orang tua dan kakaknya.
"Baik. Kalau begitu, saya hubungi pengacara korban." Pengacara Boby segera menghubungi pengacara Rina untuk membuat janji.
...~▪︎▪︎~...
Menjelang sore, pengacara Elwan tiba di rumah Rina untuk membahas perkembangan kasus setelah bertemu dengan pengacara Boby.
"Selamat sore, Bu Rina. Saya mau membahas beberapa hal tentang tuntutan anda." Ucap Elwan setelah duduk di ruang tamu dan disediakan minuman oleh Rina.
"Iya, Pak. Terima kasih." Rina menunggu dengan jantung berdebar, karena tidak menyangka pengacara Elwan akan kembali dengan cepat untuk membicarakan tuntutannya.
"Baik. Begini Bu Rina. Saya sudah bicara dengan pengacara keluarga Pak Boby. Ada opsi yang ditawarkan oleh pihak Pak Boby. Selain anda harus tahu, anda yang memutuskan."
"Iya, Pak. Terima kasih." Rina hanya bisa minta terima kasih. Dia merasa terhormat atas, setelah apa yang dilewati bersama keluarga Boby.
"Menurut pengacaranya, Pak Boby tidak terlibat, ini murni kesalahan orang tua dan kakaknya. Jika anda tidak menuntut, rumah ini akan diserahkan kepada anda sebagai imbalannya." Ceska jadi fokus mendengar perkembangan yang tidak terduga.
"Mengenai kekerasan seksual yang anda alami selama tinggal di sini, Pak Boby tidak terlibat. Hal ini akan dijelaskan sendiri oleh Pak Boby kepada anda."
"Mengenai tuntutan ganti rugi 1 M kepada keluarga Pak Boby, tetap ada. Itu akan diputuskan Hakim di akhir persidangan."
"Saya belum memberikan persetujuan, karena harus diskusikan ini dengan anda. Kami mau diskusikan, karena sesuai dengan kebutuhan anda yang urgent." Pengacara Elwan melihat Rina yang sedang diam berpikir.
'Mba Ceska, tolong aku. Apa yang harus aku putuskan?' Rina tidak bisa memutuskan.
'Tunggu sebentar, Rina. Kita diskusikan dulu dengan Pak Elwan.' Ceska mencegah Rina.
"Jadi menurut Pak Elwan, Pak Boby tidak ambil bagian dalam semua penderitaan yang saya alami?" Tanya Ceska.
"Iya, Bu. Hal itu akan dijelaskan sendiri oleh Pak Boby, mengapa tidak jadi menikah dengan anda."
"Kalau seumpama saya tidak terima dan tetap mau dia ikut dihukum, apa konsekuensinya bagi saya?" Ceska bertanya lagi.
"Bisa kita tuntut itu di pengadilan dengan mengajukan pemilik panti asuhan sebagai saksi. Hal itu tergantung kesaksian beliau, karena anda tidak punya saksi lain atas tuduhan itu. Orang tuanya bisa menyangkal, bahwa Boby berniat menikahi anda."
"Dan selama proses hukum ini berlangsung, anda harus keluar dari rumah ini. Pengadilan akan mengosongkan rumah ini sambil menunggu keputusan tetap pengadilan."
Ceska mengerti. "Jadi kalau saya setuju tidak menuntut dia, rumah ini sudah jadi milik saya. Dan kejahatan orang tua dan kakaknya tetap dituntut. Apakah akan seperti itu, Pak?" Ceska terus bertanya, agar Rina mengerti.
"Kasus itu tetap bergulir di pengadilan. Jika mereka bersalah, tetap akan dihukum. Anda tidak usah pikirkan itu. Kami tetap mengawal kasus itu dan saya tetap pengacara anda..." Elwan menjelaskan secara rinci, karena dia sudah bahas dengan pimpinannya.
"Oh, jadi ketiga orang itu tetap ditahan dan bapak tetap sebagai pengacara saya. Bagaimana yang baik menurut Pak Elwan?" Ceska terus bertanya.
"Ini adalah suatu tawaran yang baik. Saya sarankan, anda terima tawaran ini. Agar anda punya tempat lindungan, tinggal di rumah ini. Tidak perlu was-was menunggu hasil persidangan yang tidak tahu akan berlangsung berapa lama."
"Karena penegak hukum harus ikut aturan yang berlaku. Jika ada yang sakit, persidangan akan terus tertunda. Apa lagi orang tua Pak Boby sudah usia. Mereka akan menciptakan alasan untuk menunda persidangan." Pengacara Elwan memberi gambaran situasi dan kondisi persidangan yang tidak bisa diprediksi waktunya.
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~•○¤○•~...