NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Cacat

Menikahi Pria Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Bianca Aurelia, gadis semester akhir yang masih pusing-pusingnya mengerjakan skripsi, terpaksa menjadi pengantin pengganti dari kakak sepupunya yang malah kecelakaan dan berakhir koma di hari pernikahannya. Awalnya Bianca menolak keras untuk menjadi pengantin pengganti, tapi begitu paman dan bibinya menunjukkan foto dari calon pengantin prianya, Bianca langsung menyetujui untuk menikah dengan pria yang harusnya menjadi suami dari kakak sepupunya.

Tapi begitu ia melihat langsung calon suaminya, ia terkejut bukan main, ternyata calon suaminya itu buta, terlihat dari dia berjalan dengan bantuan dua pria berpakaian kantor. Bianca mematung, ia jadi bimbang dengan pernikahan yang ia setujui itu, ia ingin membatalkan semuanya, tidak ada yang menginginkan pasangan buta dihidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih tetap di apartemen

Bianca menatap Kaivan yang sedang duduk di depan televisi, tidak ada yang pria itu lakukan, dia hanya diam menatap lurus ke depan, rasanya Bianca sangat malu ketika mengingat bagaimana ucapannya tadi di tempat kerja Kaivan, ia seperti terkena karmanya sendiri.

"Aku tetap akan tinggal di rumah orang tuaku," ucap Bianca tiba-tiba.

Tidak ada respon dari Kaivan, ia hanya diam membiarkan Bianca mengeluarkan unek-uneknya, Kaivan sedikit tersenyum. Ia puas dengan hasilnya.

"Apa yang kau tertawakan?" tanya Bianca menghampiri Kaivan.

"Seharusnya kamu mencari seorang pria yang belum memiliki kekasih, dengan begitu kamu tidak perlu merasakan bagaimana rasanya disakiti pria," beritahu Kaivan seperti sudah mengetahui inti dari masalah yang sedang Bianca alami.

Mendengar itu, Bianca menatap curiga Kaivan, apa maksudnya? "apa maksudmu?" tanya Bianca.

"Kurasa memang seharusnya kamu tidak bermain di belakangku Bianca, jadi kamu tidak akan mengalami hal seperti ini," ucap Kaivan lagi semakin memancing rasa amarah yang belum Bianca selesaikan.

"Jadi selama ini kau mengetahui semuanya?" tanya Bianca menggebu-gebu, ia merasa ucapan Kaivan seperti mengejek-ngejek dirinya.

"Memangnya kenapa jika saya tahu?"

"Dari mana kau mengetahuinya, Kaivan? Kau menguntitku selama ini? Kau diam-diam mencari tahu kehidupan pribadiku? Kau tidak memiliki hak semua itu Kaivan," teriak Bianca merasa sangat marah karena ternyata selama ini Kaivan diam-diam mencari tahu tentang dirinya.

"Katakan sekali lagi, Bianca! Katakan sekali lagi jika aku tidak memiliki hak apapun tentangmu, tentang kehidupan pribadimu!" perintah Kaivan dengan suara dingin dan datarnya.

"Bajingan kau, Kaivan," teriak Bianca mengacak-acak rambutnya.

"Dengarkan aku, aku memang buta, aku tidak akan pernah bisa melindungi dalam keadaan penglihatanku gelap seutuhnya, aku juga tidak bisa memberikan semuanya kamu kamu inginkan, suami yang sempurna seperti yang kamu impikan, tapi aku juga menginginkan pernikahan ini hanya sekali dalam hidupku, tidak ada yang kedua, tidak pula yang ke tiga. Aku hanya ingin sekali, itu sebabnya aku menyuruh seseorang untuk mengawasimu," ucap Kaivan panjang lebar, tidak ada lagi suara dinginnya, ia berusaha menyampaikan apa yang ia rasakan.

"Lalu aku harus apa? Kita tidak saling mencintai, kau juga hanya memperalatku untuk membuktikan pada wanita itu bahwa kau tetap bisa memiliki pendamping di saat dia lebih memilih pergi darimu, Wanita yang dari awal mencintaimu saja tidak menerima keadaanmu yang sekarang, Kaivan, bagaimana denganku yang tidak mengenalmu sama sekali?" balas Bianca masih dengan suara kerasnya.

"Kamu sakit hati kan dengan wanita itu? Iya kan? Lalu bagaimana kau akan tetap memaksaku untuk tetap bersamamu, jika itu sama saja dengan kamu menyakitiku, menyakiti hidupku?"

"Orang tuaku bahkan tidak pernah menyetujui pernikahan ini, Orang tuamu juga tidak akan pernah menyetujuinya, lalu aku? aku sendiri bahkan tidak menyukai pernikahan ini, lalu apa yang ingin kamu pertahanan jika aku sendiri saja tidak menginginkannya?" Teriak Bianca semakin keras.

"Lalu kenapa dari awal kamu menerima pernikahan ini, Bianca?" tanya Kaivan datar, ia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi sakit hati atas apa yang telah Bianca ucapkan.

"Kupikir kau pria matang yang siap menjadi pendampingku yang sempurna, tapi begitu tahu kau buta, impianku memiliki suami idaman itu hancur, kau tidak pantas menjadi pendampingku, Kaivan," bisik Bianca di akhir.

"Aku hanya ingin memiliki suami yang bisa menjagaku, bukan malah aku yang harus menjaganya, aku menginginkan pria yang bisa menatap mataku dengan hangat bukan malah tatapan kosong sepertimu,"

"Teruskan Bianca! Aku mendengar semuanya," perintah Kaivan dengan nada yang sedikit serak.

Bianca Pikir ia tidak kepikiran dengan ucapan dan hinaan Bianca barusan, ucapan Bianca membuat harapannya hancur, dari awal, ketika tante Mentari, mama dari Della, membisikkan sesuatu kepadanya, ia hancur, detik itu juga ia merasa semakain hancur, ia merasa kalau semuanya hanya sia-sia, tapi begitu tante Mentari membisikkan lagi jika ada keponakannya yang bersedia menggantikan putrinya, detik itu juga Kaivan senang, setidaknya ia merasa tidak benar-benar di buang karena kekurangannya.

Setelah kata terucap denga lantangnya dari para saksi, ia langsung menyodorkan tangannya berharap gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya menerima tangannya dengan baik, tapi detik itu juga ia tahu, jika istrinya itu juga tidak menerima dirinya yang buta, memang tidak ada yang bisa menerimanya, orang yang mencintai dirinya saja tidak menerima bagaimana dengan orang asing yang tidak mengenalnya? Di situlah ia berpikir jika sampai kapanpun ia tidak akan pernah menceraikan istrinya, dan tujuannya menjadikan Bianca alat agar mantan kekasihnya melihat bagaimana kehidupan dirinya yang tetap berjalan normal walaupun ditinggalkan saat akan akad.

"Kenapa berhenti?" tanya Kaivan ketika Bianca tidak lagi berbicara.

"Aku tidak masalah kau terus menghinaku, itu memang kenyataan, saya tidak bisa melindungimu, tidak bisa me jagamu, tidak juga bisa membahagiakanmu, kau boleh pulang ke rumah orang tuamu, boleh juga tinggal di sana, tapi tolong jangan pernah meminta cerai kepadaku, jalani dulu kehidupan yang kamu inginkan, begitu saya sudah siap membawamu lagi ke sini, aku akan datang menjemputmu," ucap Kaivan semakin membuat Bianca diam.

Dia bukan wanita jahat yang suka menghina orang seenak jidatnya, ia tidak pernah sekalipun menghina orang-orang di sekitarnya, jadi begitu Kaivan mengatakan jika dirinya bebas menghina lagi, Bianca sadar dan perasaan bersalah itu mulai memasuki hatinya.

"Aku akan meminta Nancy untuk mengantarmu ke rumah orang tuamu," ucap Kaivan langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.

Bianca hanya diam memperhatikan Kaivan, tidak membalas ucapannya, setelah Kaivan mempersilahkan untuk tinggal bersama orang tuanya, malah Bianca yang menjadi bimbang dengan keinginannya sendiri.

Bianca memperhatikan Kaivan yang menggenggam sebuah kotak kecil berwarna hitam, lalu di tengah-tengah kotak itu terdapat tombol dengan warna hitam juga, Kaivan menekannya dan beberapa detik kemudian terdengar suara seseorang dari benda tersebut.

Apakah itu sejenis ponsel untuk orang buta seperti Kaivan? atau monitor yang hanya bisa menyambung ke dalam satu alat komunikasi? Bianca hanya diam memperhatikan Kaivan yang sedang berbincang-bincang lewat benda hitam di tangannya.

"Beberapa menit lagi dia akan sampai," beritahu Kaivan seraya kembali menaruh benda itu di saku celananya.

Bianca diam, seharusnya ia senang, karena itu artinya Kaivan melepaskannya, tapi entah mengapa ia menjadi sedikit ragu dengan pilihannya itu.

"Bisakah aku tinggal di sini selama seminggu lagi?" tanya Bianca tiba-tiba berubah pikiran.

Kaivan diam, ia benar-benar tidak menyangka Bianca secepat itu berubah pikiran, ia pikir, Bianca akan sangat senang begitu mengetahui jika dirinya mengizinkan Bianca kembali ke rumah orang tuanya.

"Tidak apa-apa jika kamu masih tetap menginginkanku pergi dari sini, aku akan membereskan barang-barangku," ucap Bianca cepat tidak ingin mendengar jawaban mengecewakan dari bibir Kaivan.

"Saya senang kamu tetap memilih tinggal di sini, walaupun hanya seminggu," balas Kaivan sebelum Bianca beranjak dari tempatnya.

Bianca tersenyum, ada perasaan lega di hatinya, ia tidak merasa bersalah seperti saat tadi, perasaan bersalah itu tidak lagi terlalu membebaninya.

1
Sunaryati
Ingat kamu sedang hamil Bianca jangan keras kepala berniat membebaskan Della yang membahayakan kehamilan kamu jika mau membantu lapor polisi
Nanny Budiarti
lanjut
Nanny Budiarti
teruskan
Sunaryati
Bianca egois tidak memikirkan kandungannya
Sunaryati
Kasihan Bianca masa ngidam demam lagi, beruntung suami siaga
Sunaryati
Cinta itu memang buta berkali-kali dikhianati masih dimaafkan. Semoga pernikahan kalian tetep rukun dan damai
Sunaryati
🤣🤣🤣 Bagaimana Della masih bisa sombong dan angkuh, setelah dapat menggaet beberapa pria dalam sewaktu. Kaivan tidak akan hancur Della, dengan apa kau menghancurkannya
Sunaryati
Jangan salah paham Bianca, siapa sih yang ganggu momen kencan Kaivan dan Bianca, buat mood bumil terjun bebas
Sunaryati
Selalu rukun dan bahagia kalian, bagaimana kabar Della, ya.
Sunaryati
Selamat menikmati harimu di ruangan kantor suamimu, Bianca
Sunaryati
Gitu Bianca orang hamil hatinya dijaga tetap happy, jangan stress agar tidak berpengaruh pada kehamilan kamu. Flora biar jadi urusa Kalian dan anak buahnya.
Sunaryati
Selamat atas kehamilannya Bianca semoga sehat ibu dan janinnya. Bianca masalah yang datang untuk menerpa rumah tanggamu hadapi bersama selalu bergandengan tangan saling menguatkan, badai sebesar apapun bisa kalian hempaskan
Sunaryati
Sampai perut membuncit kok baru mau cek, berarti sudah 4 bulanan, ya. Atau jangan- jangan kembar
Sunaryati
Nahkan, tadi marah- marah selanjutnya romantis menyuapi suami
Sunaryati
Benar Bianca Hamidun
Sunaryati
Bianca hamil yang ngidam Kaivan✋✋
Sunaryati
Kaivan kamu harus jelaskan pada Bianca kenapa kamu ke kantor pagi- pagi
Sunaryati
Astaga sudah tua harusnya senang menanti cucu, nah ini menceraikan istri yang telah memberi keturunan, ee mengejar mantan calon menantu yang jadi selingkuhannya sudah hamil lagi. Otak anda geser kemana pak Ettan? Bagaimana masa depan calon anakmu dengan Della? Ingat kau makin tua.
Sunaryati
Bagus kamu sudah sedia payung sebelum hujan, jadi papamu Ettan yang gila selangksngan Della, tidak punya apa-apa karena perusahaan telah beralih padamu, jadi Della rugi dong, dapat pria tua dan miskin. Kutunggu reaksi Ettan,🤣🤣🤣🤭
Sunaryati
Ya kamu harus begitu Bianca lawan mereka yang merendahkan kamu termasuk mertuamu dengan menempa diri menjadi wanita karier dan seorang istri yang sukses.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!