Ini kisah Selena, seorang gadis yang selalu bangkit dari kesedihan.
Terjebak pernikahan yang tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Ketika hati dan cinta dari masa lalunya datang kembali, akankah dia berpaling meninggalkan pernikahannya?
Selena Diandra Winata, seorang gadis berparas cantik dan manis itu selalu berhasil bangkit dari keterpurukannya.
Ketika dunia berusaha memberi kebahagiaan untuknya, takdir malah meruntuhkan pondasi kebahagiaannya.
Akankah Selena mampu bangkit lagi?
Ikuti kisah Selena!
karna ini karya pertama harap maklum dan mohon pencerahanya🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEBELAS
"Om ... Tante ...." Lena menyalami mereka.
"Apa Mamah dan Papah tidak senang Rey pulang?"
Belum di jawab bik Mun membawa minuman dan menaruhnya di meja.
"Mari silahkan di minum!" ujar bik Mun ramah.
"Terimakasih Bik ...." hanya Lena yang tersenyum pada bik Mun.
"Katakan saja apa perlunya?" tegas om Burhan tidak ingin basa basi.
Aduh ... **S**epertinya mereka masih marah. batin Lena.
Sebenarnya mereka tidak marah, ini hanya sandirawa untuk menunjang keberhasilan misi mereka.
"Gini Pah, Mah, kita kesini mau menjelaskan kejadian waktu itu. Itu hanya salah paham, pihak hotel sudah mengakui kesalahan mereka. Dan kita ngga melakukan apapun kok!" jelas Reyhan.
"Iya Om, Tante ... Ini benar-benar murni kesalah pahaman dan tidak terjadi di antara kita kok." jelas Lena juga. "Tolong maafin kita Om, Tante." imbuhnya.
"Baik, kita terima penjelasan kalian. Tapi, walaupun waktu itu tidak ada yang terjadi, Papah dan Mamah mau harus ada yang terjadi di antara kalian!" ujar tante Bella.
"Maksudnya?" Lena dan Rey bertanya secara bersamaan. Vino sedari tadi hanya diam mendengarkan atasan-atasannya bicara.
"Kita ingin kalian menikah!"
"Apa?" ucap mereka lagi-lagi bersamaan.
"Tapi Tante, kita kan udah jelasin kalau masalah ini cuma salah paham, tidak perlu sampai menikah." ucap Lena.
"Iya Mah, Rey ngga mau menikah Mah, apalagi sama orang yang ngga Rey cinta."
"Benar Tante, Lena benar-benar minta maaf atas kejadian kemarin. Lena belum ingin menikah."
"Walaupun hanya salah paham, kalian tetap harus menikah!" tegas tante Bella.
"Kenapa Mah? Masalah ini kan sudah selesai." ujar Reyhan.
"Karna ini kemauan Papah dan Mamah, sebelum kejadian itu terjadi kita sudah merencanakan pernikahan kalian ini." jelas Papah.
"Tapi Pah?" Rey masih tetap menolak.
"Anggap saja kalian di jodohkan. Sudah, Mamah ngga mau terima penolakan!"
Ish ... Anak sama emak sama aja .... batin Lena.
"Minggu depan kalian akan menikah, kita yang akan urus semuanya. Kalian tinggal jadi mempelainya saja!" kata om Burhan.
"Tapi Om?" Lena juga masih berusaha menolak.
"Tante bilang tidak ada penolakan!"
ucapan tante Bella mengakhiri pembicaraan mereka hari itu. Lena pulang ke kantor Rey di antar oleh Vino untuk mengambil mobilnya. Sedangkan Rey masih ada di rumah orang tuanya itu.
Saat makan malam pun tiba. Rey, om Burhan dan tante Bella makan dengan tenang di meja makan. Setelah selesai mereka bersantai di ruang keluarga.
"Pah, Mah, Rey mau bicara!" Rey mengawali pembicaraan.
"Kalau ini tentang pernikahan kamu, jawabannya TIDAK!" tegas tante Bella.
"Mah ...." Rey mencoba memohon.
"Selena itu gadis baik Rey, Papah dan Mamah mau dia jadi istri kamu bukan tanpa alasan, dia gadis yang sangat baik dan cantik. Dia juga sangat sopan, dia juga dari keluarga baik-baik." jelas tante Bella.
"Ayolah Rey ... Kamu mau kan kita bahagia di hari tua? Buatlah kita bahagia dengan kamu menikahinya. Dia tidak seperti gadis lain yang hanya menginginkan rupa dan kekayaanmu saja." jelas om Burhan.
"Baiklah Pah, Rey akan lakuin apa yang kalian inginkan. Tapi ingat, ini hanya untuk kebahagiaan kalian saja." akhirnya Rey menyetujui permintaan orang tuanya.
...****************...
Dreet ... Dreet ....
"Halo Len ... Ada apa?"
"Lo dimana Sin?"
"Gue udah mau deket rumah kenapa?"
"Ya udah gue tungguin, ntar temenin gue minum ya ... Gue lagi banyak pikiran nih."
"Oke ... Tunggu gue ya sayang .... "
Tut ... Tuut ... Tuut ....
Setelah pulang Lena segera menelpon sahabatnya untuk menemani minum. Sudah ada beberapa wine di meja tentunya di mini bar lantai dua. Lena sudah menengguk beberapa gelas, otaknya benar-benar blank ... Minggu depan dia harus menikah dengan orang yang belum dia kenal.
Ah ... Kenapa hidup gue jadi kaya para CEO sih ... Gumam Lena sembari menyesap rokoknya.
Sinta pun tiba, dia segera duduk di samping Lena dan merebut rokoknya. Lena hanya diam saja. Ia malah menyulut rokok yang baru lagi.
"Lo kenapa Len?" tanya Sinta.
"Minggu depan gue mau nikah!"
"What! sama siapa?" tanya Sinta kaget.
"Anak Om Burhan." jawab Lena sambil menengak minumannya.
"Yang bener? Kenapa bisa? Pasti gara-gara kemarin?"
"He.emb. Mereka mau gue nikah sama anaknya. Katanya anggap saja perjodohan. Gila kan!" Lena sudah menghabiskan dua botol. Dan sudah mulai teler. Padahal tidak biasanya dia mudah teler. Saat mau menenggak lagi minumannya dari botol langsung ....
"Len udah!" Sinta merebut botol itu.
"Terus lo terima?" imbuh Sinta.
"Gimana mau nggak terima, lo tau kan kebiasaan orang kaya? Mereka ngga mau terima penolakan!" jawab Lena. Dia merebut botolnya kembali dan di rebut kembali oleh Sinta.
"Jangan kaya gini dong."
" Gue nggak cinta Sin sama dia!" menatap Sinta.
"Iya gue tau, mana ada orang nikah paksa tapi cinta? Tapi mau gimana lagi, ini juga kan demi menutupi kejadian waktu itu. Jalani aja, ntar juga lama-lama lo cinta. Kaya perjodohan para CEO-CEO itu loh ... Awalnya karna suatu sebab mereka nikah paksa sama si cewe yang nggak dia cinta. Tapi lama-lama, akhirnya mereka jadi bucin juga. Hahaha ...." Sinta mencoba menghibur Lena.
"Hemb ... Mungkin lo bener Sin, mungkin ntar nasib gue jadi kaya Nyonya Daniah, atau kaya Adek Malika eh siapa ... Meilika bukan ya? Atau malah kaya Nyonya Alea atau Nyonya Syafira hahaha ...." Lena tertawa lepas membayangkan perjalanan hidupnya kelak.
olaolala
detail bgt, g ad yg kelewat satu adegan pun
Rrrrr, aye aye💃💃💃💃
Asheegh
Ser ser
Gubrak
Eh g sido,🤭🤣🤣🤣🤣
kang kredit like dan peminat baca lewat😊😊😊.
semangat