NovelToon NovelToon
Diujung Rindu

Diujung Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Bojone pak Lee

Kabar Jerri kembali terdengar sampai ketelinga Zahira,mereka pernah berteman namun harus terpisah oleh jarak dan keyakinan,kabarnya Jerri sudah mualaf saat ini.
Apa ada kemungkinan mereka bertemu lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone pak Lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Setelah merasa lama tertidur,Aira bangun membuka mata dengan pelan,dilihat benar-benar langit-langit kamarnya,dia usap kembali mata beberapa kali benar dengan apa yang dia lihat jika langit-langit kamarnya terbuat dari anyaman bambu.

"Tante."panggil Aira

"Kamu sudah bangun?"tanya wanita paruh baya

"Ibu siapa?"tanya Aira

"Demammu sudah turun."jawab wanita tersebut

"Ini dimana?"tanya Aira

"Ini rumahmu,cepat bangun selesaikan pekerjaanmu lalu makan."jawab wanita itu

Aira turun dari tempat tidur dan melangkah keluar,dia begitu terkejut karena hanya melihat hamparan pasir putih dan birunya air laut,tidak ada kapal atau apapun yang ada hanya beberapa warga saja.

"Jerri kenapa kamu tega?"tanya Aira

"Aini sudah masuk,cepat selesaikan kerjaanmu lalu makan."kata wanita

"Bu,aku Aira kenapa Ibu memanggil dengan nama Aini."kata Aira

"Sudah,kamu itu anak Ibu semalam kamu demam makanya kamu linglung."kata Ibu

Aini mengikuti kemana arah ibu,dia memberi pekerjaan rumah membuat topi dari bahan alam,meski awalnya tidak bisa karena otak Aira yang pintar akhirnya di berhasil menyelesaikan sebuah topi pantai.

"Apa seperti ini?"tanya Aira

"Bagus,kamu bisa menyelesaikan dengan baik,sekarang kamu boleh makan."jawab Ibu

Aira mengambil nasi dengan lauk yang ada ikan goreng dengan sambal,meski hanya lauk seadanya tapi rasanya benar-benar enak karena perutnya merasa lapar.

****

Selama berhari-hari Lintang tidak keluar kamar,makan dan minum selalu diantar oleh pembantu,dia juga tidak peduli dengan suaminya,karena lelah terus mengurung diri dikamar akhirnya malam ini dia keluar karena lapar.

"Bi,kok rumah sepi?"tanya Lintang

"Ah,Ibu siapa yang betah didiamkan dirumah,gak ada Bu."kata Bibi berbicara mengikuti saran Jerri

"Maksudnya apa?mana yang lain?"tanya Lintang

"Bapak pulang kampung,Mas Martin tinggal diapartemennya,Mbak Aira juga pergi katanya kerja sekarang."jawab Bibi sambil menahan tawa karena berhasil mengerjai nyonya besar.

"Kenapa Bibi gak bilang-bilang saat mengantar makananku."kata Lintang

"Gimana mau bilang,orang Ibu wajahnya dilipat-lipat."kata Bibi

Lintang merasa kesepian kali ini,saat memutuskan mengurung diri dengan alasan mencari perhatian Jerri dan Papanya namun kini dirinya malah ditinggalkan,Lintang menangis sambil makan dan menyebut nama Jerri.

Kedua pembantu dirumah menahan tawa dibelakang melihat nyonya besar benar-benar terpuruk kali ini,mereka menghubungi Martin dan mengabarkan keadaan.

"Semua berjalan dengan mulus Mas."kata Bibi dalam sebuah pesan

"Tetap jaga Tante Lintang ya Bi."balas Martin

Terdengar suara pintu dibuka saat Lintang masih menikmati makan malamnya,dia menoleh kearah suara dan melihat suaminya menenteng kopor besar masuk kedalam rumah.

"Papa,kamu pulang?"tanya Lintang

"Iya,kamu sudah keluar dari pertapaanmu?"tanya Papa menahan tawa namun tetap memperlihatkan wajah berwibawa

"Kenapa kalian ninggalin aku?"tanya Lintang

"Justru kamu yang ninggalin aku,kamu sibuk mengurus anak orang sementara Ibunya saja perduli."kata Papa

"Siapa?"tanya Lintang

"Kamu pikir Ibunya Aira peduli dengan Aira yang tidak bisa mendapatkan apa-apa dari kita."jawab Papa

"Maksud kamu Murni?"tanya Lintang

"Siapa lagi?"tanya Papa sambil.duduk dan mengambil makan

"Apa kamu melihatnya sendiri?"tanya Lintang

"Semalam dia berusaha menggodaku."jawab Papa

Lintang yang sedang serius makan tiba-tiba menghentikan dan menaruh sendoknya,apa yang ada dalam pikirannya adalah Murni tega ingin merebut miliknya.

****

Jerri baru pulang setelah seharian berada dikantor,hari ini adalah hari pertama dimana dia kembali bekerja setelah menikah,Zahira masih belum masuk karena Jerri memperpanjang masa cutinya.

Ayah dan Bunda sudah lebih dulu selesai makan malam,mereka kembali kewarung,kali ini giliran Jerri yang makan karena baru saja selesai mandi.

"Mas,kamu mau makan apa?"tanya Zahira mengingat Jerri memiliki tubuh yang ideal

"Apa aja asal jangan menggunakan minyak banyak."jawab Jerri

"Aku tidak tahu pola dietmu,kalau mengikuti pola makan disini nanti kamu jadi gendut."kata Zahira

Jerri membuka ponsel dan memberikan kepada Zahira,dia hanya mengangguk karena bahan-bahannya tersedia dirumah,apalagi dirumah Zahira ada warung.

"Sudah berapa lama kamu makan seperti ini?"tanya Zahira

"Sejak aku pindah,dan itu sengaja."jawab Jerri

"Maksud kamu?"tanya Zahira

"Sengaja buat menyenangkan kamu."jawab Jerri

"Kalau kemarin gak ketemu apa kamu tetap akan mencariku?"tanya Jerri

"Tentu saja."jawab Jerri

Jihan yang dari tadi mendengar obrolan kakaknya ikut nimbrung duduk didepan kakaknya,dia membawa sebungkus mie instan dan membuatnya.

"Kak,yang kayak gini jangan ditiru."kata Jihan saat mie rebusnya sudah terhidang

"Kenapa kamu makan?"tanya Jerri

"Sesekali."jawab Jihan

Obrolan mereka terhenti karena ponsel Jerri berbunyi,Zahira hendak menyingkir namun tangan Jerri menahannya dan meminta untuk tetap duduk,dia mendengar suara Mama.

"Kamu dimana?kamu juga gak pulang?"tanya Mama

"Aku mau pulang asal Mama gak marah lagi."jawab Jerri

"Besok pagi kalian kesini."kata Mama

"Baik Ma."kata Jerri

"Kakak kamu gak makan?"tanya Jihan

"Belum."jawab Zahira

"Kenapa belum makan?"tanya Jerri

"Sebenarnya aku pingin ngajak Jihan makan diluar tapi kamu keburu pulang."kata Zahira

"Telat Kak,aku dah kenyang."kata Jihan membawa mangkuk dan piringnya kedapur

Jerri menyelesaikan makan malam yang dibuat Zahira atas permintaannya,selesai makan dia mengantar Zahira mencari makan diluar sambil berputar-putar mengelilingi komplek.

Para tetangga banyak yang iri karena dirumah orang tua Zahira terparkir mobil sport milik Jerri,sehingga mereka bilang bahwa pernikahannya tidak akan bertahan lama.

"Mbak Yu,kapan pesta resepsinya?menantu kaya masa tidak ada resepsi?"tanya ibu sebelah rumah

"Itu urusan mereka Yun,terserah mau mereka saja."jawab Bunda

Semakin ditanggapi semakin banyak keingintahuan para tetangga dirumah Zahira,Jihan yang sedang mengambil air minum ikut membantu Bunda yang kewalahan melayani pembeli,meski sebenarnya niat mereka hanya ingin tahu banyak tentang Kak Jerri.

"Yah,kapan kita tutup?"tanya Jihan

"Biasa,jam sembilan."jawab Ayah

Jerri berhenti disebuah tempat makan yang ditunjuk Zahira,setelah memesan dan mendapatkan Zahira membayar dan kembali mengajak pulang Jerri.

"Kamu beli apa sih?"tanya Jerri

"Sudah ayo pulang."jawab Zahira

Motor yang dikendari Jerri berhenti tepat didepan warung,disana masih banyak orang keluar masuk,sebagian ibu-ibu tengil juga masih betah berlama-lama disana,mereka mencoba menggoda Jerri meski namun masih dalam batas wajar.

"Mas,punya saudara gak?"tanya sekumpulan ibu-ibu

"Maaf Bu,saya anak tunggal."jawab Jerri

"Beruntung kali kamu Zahira."kata Ibu yang lain

Zahira hanya tersenyum dan menarik tangan Jerri mengajaknya masuk.

"Ayah,motor masih mau dipakai gak?"tanya Zahira

"Enggak,nanti biar Ayah saja yang bawa masuk,kalian masuk kedalam."kata Ayah

Jerri menyerahkan kunci motor kepada Ayah,dan langsung membawa motornya masuk kedalam karena area parkir dirumah dipakai untuk mobil Jerri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!