Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.
Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.
Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.
Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.
Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.
Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 - Terpaksa Menikah
"SAH..."
Satu kata terucap dari bibir para saksi menandakan kini Bastian Fernando Malik telah resmi menjadi suami dari Seruni.
Ya, pagi ini telah dilangsungkan pernikahan antara Bastian dengan Seruni di kediaman orang tua mempelai wanita.
Sungguh Bastian tak menyangka dalam sekejap dirinya yang beberapa hari lalu baru saja patah hati dari Kirana, kini sudah bergelar suami dari seorang wanita yang konon katanya sebagai kembang desa di sini.
Pak Tono tak kuasa menahan haru hingga kedua mata senjanya berkaca-kaca dan menangis lirih. Ia tak menyangka jika akan mengambil keputusan seperti ini.
Ya, Pak Tono terpaksa menerima pinangan mendadak dari pria asing bernama Bastian. Sebab, Pak Tono tak ingin Seruni dicap sebagai perawan tua yang tak akan pernah laku seumur hidupnya kelak akibat dua kali gagal menikah.
Setahun yang lalu Seruni sudah pernah gagal menikah dengan pemuda di kampung sebelah bernama Ardi. Pemuda itu pernah menjadi senior Seruni di sekolah saat mereka masih SMP.
Keluarga Ardi terbilang cukup mampu di kampungnya. Ayahnya sebagai kepala sekolah SMP negeri ternama di sana.
Seruni dan Ardi sudah bertunangan. Tinggal beberapa bulan akan melangsungkan pernikahan, tapi gagal karena Seruni mendapati Ardi melakukan hubungan in_tim dengan Rasti, adik tiri Seruni.
Yang kedua, karena kecelakaan menimpa calon mempelai pria dan keluarganya. Bus terbakar hebat dan semua tewas di TKP.
Di wilayah tempat mereka tinggal, kepercayaan masyarakat ala tradisional masih sangat kental dan dijunjung. Para orang tua yang punya anak laki-laki tak akan sudi meminang Seruni yang sudah mengalami dua kali gagal menuju jenjang pernikahan. Khawatir ketiban sial.
Tak ada pesta meriah karena semua dilakukan secara sederhana. Lagi-lagi karena aturan di desa tersebut. Alhasil segala gegap gempita yang sudah dipersiapkan Pak Tono harus batal.
Undangan hanya terbatas untuk tetangga sekitar rumah dan warga desa saja. Tak ada acara pesta tiga hari tiga malam dengan berbagai tari hingga atraksi tradisional seperti rencana semula.
Pernikahan pun dilakukan secara siri terlebih dahulu. Pak Tono sudah menyuruh orang untuk melegalkan pernikahan Bastian dan Seruni secara negara. Namun butuh waktu satu bulan, buku nikah mereka baru bisa tercetak.
Pak Tono menggunakan jalur cepat dalam pengurusannya dengan menggunakan kuasanya sebagai kepala desa karena Bastian hanya membawa KTP saja. Bahkan ia rela membayar sejumlah uang pada pihak-pihak terkait demi melegalkan pernikahan Seruni dengan Bastian.
Semua dilakukan Pak Tono demi menebus rasa bersalahnya pada Seruni selama ini. Sebagai ayah, ia memang kurang perhatian pada putrinya itu sejak kecil.
Seruni sendiri tak menolak pernikahan ini. Walaupun ia tak mengenal sosok calon suaminya. Seruni adalah sosok anak penurut.
Pak Tono sudah memberitahukannya bahwa dirinya tetap menikah, namun calon suaminya berubah. Gadis desa yang polos dan lugu itu hanya mampu menganggukkan kepalanya untuk menyetujui perintah sang ayah.
Seruni yakin ayahnya melakukan hal ini demi masa depannya dan kebahagiaannya.
Walaupun hubungan antara dirinya dengan sang ayah pernah renggang, tapi Seruni tetap patuh dan berbakti pada Pak Tono. Bahkan ia tetap menaruh hormat pada Dewi selaku ibu tirinya.
☘️☘️
"Putrimu itu menikah, Pak. Kenapa ditangisi?" desis Bu Dewi yakni ibu tiri Seruni. Ia duduk di samping sang suami. Pak Tono pun segera menyeka air matanya.
"Anak nikah ditangisi. Harusnya Apak tuh senyum, bahagia gitu. Kecuali anakmu mau berangkat ke medan perang. Nah, baru cocok ditangisi!" cibirnya.
Pak Tono memilih diam dan tak menanggapi ocehan istrinya itu.
"Alhamdulillah..." gumam Pak Tono seraya bernafas lega karena telah menikahkan Seruni.
Pak Tono hanya berharap bahwa Seruni bisa bahagia bersama Bastian. Walaupun ia belum mengenal betul siapa sosok Bastian dan karakter pria itu.
Akan tetapi sebagai sesama pria, Pak Tono yakin bahwa Bastian adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Hal itu ia baca dari sorot mata Bastian saat berbicara dengannya di halaman belakang rumah kemarin sore.
Di seberang sana tak jauh dari meja ijab qobul, Rasti menatap kesal ke arah Seruni dan Bastian.
"Beruntung banget Seruni dapat laki tampan jadi suaminya! Kayaknya tuh cowok campuran deh, bukan pribumi asli. Gagah banget," batin Rasti memuji Bastian.
Mendadak wanita muda ini terlupa dengan pria yang duduk di sampingnya yakni Ardi, calon suami hasil menikung kakak tirinya sendiri.
Sekarang Seruni telah menikah dengan pria asing yakni Bastian. Rasti terpesona akan ketampanan dan kharisma bule blasteran Indo-Jerman-Spanyol itu.
"Dia pasti udah pro banget di ranjang. Aduh, aku jadi pengin punya laki bule kayak dia." Batin Rasti menggatal.
"Siapa ya laki-laki itu?" batin Ardi didera penasaran dengan sosok Bastian yang mendadak hadir di kehidupan Seruni.
Sejujurnya, di hati Ardi masih sangat mencintai Seruni. Akan tetapi karena naf_su dan kebodohannya, maka ia harus terjebak dalam hubungan percintaan dengan Rasti.
Ardi dan Rasti akan melangsungkan pernikahan sekitar satu tahun lagi setelah Seruni menikah. Sesuai aturan di sana, dalam satu rumah dilarang melakukan pernikahan di tahun yang sama.
Pak Tono tak ingin Rasti melangkahi Seruni. Alhasil Seruni dahulu yang menikah, baru setahun kemudian Rasti menyusul.
Perlahan langkah mempelai wanita yakni Seruni keluar dari tempat menunggunya sejak tadi di dalam ruangan yang tak jauh dari area ijab qobul.
Tap...tap...tap...
Seruni hari ini tampil cantik memakai gamis putih dengan beberapa hiasan bunga melati di atas hijabnya. Tak ada make up atau riasan berlebihan di wajah cantik Seruni. Hanya polesan tipis bedak serta lipstik saja.
Hal ini sudah membuat wajah Seruni jadi pangling dan cantik. Dikarenakan sehari-hari Seruni jarang sekali, bahkan tak pernah merias wajahnya dengan dem_pulan make up kecuali ada undangan hajatan pernikahan alias kondangan.
Langkah kaki Seruni perlahan mendekati tempat Bastian dan Pak Tono berada.
Bastian melihat Seruni dari jauh, ia begitu terpukau akan kecantikan wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Ini pertama kalinya Bastian melihat sosok wanita yang menjadi kembang desa di sana. Kini wanita itu telah bergelar sebagai istrinya.
"Cantik," batin Bastian memuji Seruni tanpa disadarinya.
Bersambung...
🍁🍁🍁
Bang Bastian....,, masak setelah sekian waktu dirimu bersama seruni,, dirimu belum bisa menilai seruni itu orangnya gimana....
hei laki-laki inget baik baik ya wanita modal ngangkang merebut suami orang bukan wanita baik2 sehina hina nya wanita adalah modelan begitu semoga para pelaku perselingkuhan kalau tidak bertobat azab dunia dan akhirat menimpanya dengan sangat tragis Aamiin