NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Sekretaris Aneh

Mengejar Cinta Sekretaris Aneh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aini Sanusi

Hai, salam kenal! ini karyaku yang pertama semoga kalian suka. Terima kasih sudah berkenan membaca!

Bab 1. Pertemuan

Namaku Aiu N. Ya, Aiu N. Banyak orang tanya nama panjangku tapi hanya ku jawab seperti itu saja. Aku memang tidak tahu kepanjangan "N" itu sendiri. Mereka bilang aku aneh karena gak tahu kepanjangan namaku sendiri. Mau gimana lagi emang itu yang terjadi.

Aku tinggal di toko kue yang letaknya di sebelah panti asuhan. Aku dibesarkan di panti asuhan. Menurut cerita ibu kepala panti, aku dibawa ke sana saat umurku 5 tahun. Nenek yang membawaku meninggal setelah 1 hari tinggal di panti. Tidak banyak yang diceritakan kepadaku tentang siapa aku. Meski penasaran tapi ya sudahlah, mungkin suatu saat akan datang jawabannya.

Hari sudah pagi, adzan subuh sudah berkumandang. Bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu. Hari ini memang seperti biasa hanya saja aku harus bergerak cepat karena ini hari pertama datangnya bos baru. Gak mungkin kan terlambat di hari pertama bos baru datang. Apa kata si bos nanti?!!

Setelah salat subuh, aku turun ke bawah menuju toko kue. Melihat persiapan toko yang akan dibuka pukul 06.00 setiap harinya. Semenjak kerja semua kegiatan toko ku serahkan pada anak-anak di panti yang sudah lulus SMA. Aku hanya tinggal mengawasi saja. Setelah persiapan selesai, toko dibuka dan pembeli mulai berdatangan. Aku kembali ke kamarku untuk bersiap-siap berangkat kerja.

Dengan mengenakan blouse berwarna biru langit, celana panjang hitam, serta blazer hitam aku siap untuk pergi kerja. Rambut dikuncir kuda, make up tipis, dan tidak lupa sepatu kets serta ransel biru dongker kesayangan menyertaiku pagi itu. Setiap hari ke kantor dengan naik angkutan umum. Males aja naik kendaraan pribadi, bikin macet dan nambah polusi.

Hanya 5 menit perjalanan sampai dengan selamat di kantor. Seperti biasa satpam yang ramah menyapa.

"Pagi, mbak!" kata pak satpam.
"Pagi, pak!" jawabku.

Aku berlari menuju lift setelah melihat ada lift yang terbuka. Selamat. Orang-orang di lift menatap aneh ke arahku. Aku hanya diam. Ku tekan tombol 10. Seketika ku dengar bisik-bisik tetangga, "Oo...itu ya si orang aneh itu!" kata salah seorang wanita. Tak ku pedulikan dan tetap diam saja. Satu persatu orang-orang itu turun dari lift. Tinggal aku seorang diri. Ting. Bunyi lift dan pintu terbuka. Aku segera masuk ke dalam ruanganku.

Setelah duduk di kursiku, ku nyalakan komputer dan membaca setiap email yang masuk. Ku lihat ke ruangan bos, si bos belum datang. Akupun pergi ke aula untuk melihat persiapan pertemuan pagi ini. Pertemuan dimulai pukul 09.00, sekarang masih jam 07.15. Setelah mengecek semua persiapan, aku kembali ke ruangan. Ku lihat lagi ruangan si bos, belum datang. "Kembali ke ruangan dulu ah!"

Sambil mendengarkan lagu Ready steady go-nya Laruku, ku cek lagi jadwal si bos hari ini. Kalo ada yang kelupaan bisa amsyong.

- Author pake dua kata subjek aku dan gue ya... itu semata ngikutin kata hatinya author yang aneh. -

Jujur aja gue gak tau orang macam apa yang bakal gantiin Pak Hadi. Sebenarnya ada rasa takut di hati, apa bakal cocok atau gak sama bos baru. Apa bakal dipecat ya kalo dia liat kelakuan aneh gue? Apa semua keanehan gue yang ditolerir sama Pak Hadi bakal berakhir? Jangan-jangan gue disuruh ngembaliin ruangan sekretaris kayak dulu lagi. Yap. Ruangan gue ini dah dirombak sedemikian rupa biar gue nyaman. Ruangan sekretaris yang udah mirip kamar kos-kosan. Meja kerja gue ganti sama meja minum teh ala jepang. Lantainya full karpet bulu. Dindingnya gue tempelin wallpaper gambar bunga sakura dan pemandangan musim semi di jepang. Gak lupa di meja gue pasang bingkai fotonya Hyde, vokalisnya Laruku yang ganteng. Gue juga bawa kasur lipet semacam futon gitu yang gue umpetin di lemari. Jaga-jaga kalo lembur dan males pulang jadi tidur di kantor. Serasa tu kantor gue yang punya, hahaha... Ada rak sepatu di depan ruangan. Isinya ada sendal bunny kesayangan gue, sepatu kets, flat shoes juga sepatu kerja berhak 5cm, dan sendal jepit.

Lagi asik ngelamun, tiba-tiba pintu diketuk. Tok..tok...tok... Ku lihat Pak Hadi berdiri di pintu ruangan.

"Maaf pak saya ngelamun, gak tau bapak udah datang." kataku.
"Sudah gak apa-apa. Kamu kasih tau semua karyawan untuk berkumpul di aula 5 menit lagi". ucap Pak Hadi dengan senyum.

Tepat pukul 08.00 semua karyawan sudah berkumpul di aula. Kemudian Pak Hadi masuk bersama dengan dua orang pria yang mukanya aje gile, ganteng bener. Jujur aja gue sampe bengong liatnya. Gue cepet-cepet sadar, kalo gak fokus apa kata bos baru bisa-bisa habis pertemuan gue dipecat.

Gak pake basa-basi, Pak Hadi langsung memperkenalkan pria yang bersamanya.

"Assalamualaikum, Selamat Pagi! Ini anak saya yang mulai hari ini akan memimpin perusahaan." ucap Pak Hadi sambil merangkul anaknya dan tak lupa tentunya dengan senyuman.

"Assalamualaikum, Selamat pagi! Saya Andreas Putra Winata dan ini asisten saya Alex Wiryawan. Mohon kerja samanya selama saya memimpin. Terima kasih." ucap Andre singkat.

Setelah itu, semua karyawan kembali ke ruangan. Akupun meminta OB untuk membereskan aula. Sekilas ku dengar para karyawan membicarakan bos baru.

"Wuiiih...ganteng banget Pak Andre, udah punya pacar belum ya?? Pengen gue gebet dah si bos". kata salah satu karyawan wanita.
"Iya bener, ganteng banget, ada lesung pipinya, senyumnya itu loh, bikin hati lumer." kata karyawan wanita lainnya.
"Ganteng sih ganteng, tapi dia tu killer tau. Senyumannya cuma kamuflase aja. Belum pernah kan lo kena semprot sama dia" ucap seorang karyawan pria yang berlalu pergi.
"Apa sih ganggu aja?!!" kata para wanita itu.

Seketika jantung gue deg-degan setelah mendengar ucapan pria tadi. Apa jadinya sama gue nanti. Ya Allah tolong hambamu ini. batinku. Dengan perasaan gelisah kembali ke ruangan bos. Pasalnya Pak Hadi minta gue langsung ke ruangan setelah membereskan aula. "Haduuuhh...Ya Allah bagaimana ini? Tolong hamba Ya Allah." ucapku.

Tiba di depan ruangan bos, gue gak langsung masuk. Komat-kamit kayak dukun baca mantra kalo pas lagi praktek. Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya gue ketok juga pintu ruangan si bos.

"Masuk!" perintah Pak Hadi. "Aiu sini nak! akupun berjalan menghampiri Pak Hadi. Aku memperkenalkan diri, "Saya Aiu, mohon kerja sama dan bimbingannya, pak!" ucapku sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan, tapi kepalaku masih menunduk. Malu. itu yang ku rasakan.

"Oo...jadi namamu Aiu ya? Ditulis dengan huruf A, I, U. Sungguh unik. Seunik orangnya ya!" ucap Andre dengan senyum yang tak bisa diartikan.

Seketika aku menaikkan kepalaku hingga menatapnya. Ucapannya hanya ku balas dengan senyuman tipis. Apa sih ni orang, kenapa emang kalo gue unik. Tentunya cuma ngomong dalam hati ya. Kalo terang-terangan bisa-bisa disemprot gue, mending disemprot lah kalo dipecat, amsyong kan.

Melihat senyumanku yang seperti itu, Pak Hadi langsung bicara. "Kalian baik-baik ya! Ya udah papa pulang dulu ya, Dre! Papa mau liburn dulu sama mama." ucap Pak Hadi dengan gembira. "Kamu mau oleh-oleh apa iu?" tanya Pak Hadi.

"Terserah bapak aja. Apa yang bapak kasih aiu terima." jawabku.
"Kalo jodoh mau gak iu?" tanyanya.
"Kalo ada dan dia mau sama saya gak apa-apa pak." jawabku asal sambil tertawa lepas. Pak Hadi berlalu sambil tertawa. Entah mengapa tiba-tiba ruangan jadi berasa dingin. kenapa ya batinku. Akupun berinisiatif mengecek suhu AC. Suhunya normal pikirku. kok dingin ya? batinku.

"Kamu kenapa pegang-pegang remot AC? tanya Pak Andre ketus.
"Ga..gak..apa-apa pak." jawabku terbata.
"Saya permisi ke ruangan, pak." kataku pergi sambil berlari kecil menuju pintu dan menutupnya dengan hati-hati. Takut tersinggung lagi tu si bos baru.

Di dalam ruangan. "Lo kenapa Dre? kok ketus gitu? katanya mo kasih kesan baik? Kalo begini mah yang ada dia takut sama lo?" kata Alex. Kalo mereka cuma berdua, Andre minta Alex untuk bicara selayaknya teman. Andre hanya diam saja tidak membalas perkataan Alex. Jadi namanya Aiu. Hmmm.... Andre hanya tersenyum.


Segini dulu ya. mohon komen dan sarannya. Maaf kalo masih banyak typo. Terima kasih sudah membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini Sanusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Ungkapan yang tiba-tiba

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih akhirnya mereka sampai di lokasi proyek. Andre, Alex, dan Aiu turun dari mobil. Tampak manager proyek sudah menunggu di muka bangunan. Aiu menghampiri sang manajer, " Pak saya minta 3 orang untuk bantu membawakan makanan dan minuman ke dalam!" pinta Aiu. Sang manajer mengangguk kemudian meminta sang pengawas agar memberikan 3 orang untuk membantu. Tak lama 3 orang pekerja datang membantu Aiu membawakan makanan dan minuman ke dalam area proyek.

Andre berjalan ditemani Alex, sang manajer, sang pengawas, juga Aiu. Selama peninjauan sang manajer menjelaskan dengan detil sampai mana perkembangan proyek tersebut. Andre yang merasa sudah cukup jelas dan paham tidak banyak bertanya. Sekitar pukul 10.30 para pekerja beristirahat selama 15 menit untuk ekstra puding. Semua pekerja berkempul dan menyantap makanan dan minuman yang telah disediakan.

Tiba-tiba ada seorang pekerja yang mendekati Aiu. Namanya Pak Maman. "Assalamualaikum Bu Aiu! Apa kabar?" sapa Pak Maman. "Waalaikumsalam. Alhamdulillah baik dan sehat! Ada apa pak?" tanya Aiu. "Ini bu! saya diminta Ujang untuk menyerahkan surat dan bunga mawar putih ini kepada ibu." ucap Pak Maman sambil menyerahkan surat dan bunga. "Ujang juga titip salam sama ibu dan terima kasih karena sudah dibantu sekolah lagi." lanjut Pak Maman. "Iya Pak Maman, sama-sama, jangan sungkan! Salam balik untuk Ujang ya. Harus semangat ya sekolahnya!" ucap Aiu. Pak Maman pun mengangguk tanda mengiyakan kemudian kembali ke tempatnya dan menyantap kembali makanannya. Tak lama Aiu menghampiri Pak Maman. "Pak, ini untuk Ujang, tadi saya lupa ngasihnya!" ucap Aiu sambil menyerahkan dua bingkisan. "Terima kasih Bu Aiu. Jadi ngerepotin ya!" balas Pak Maman. "Gak ngerepotin kok!" sambil tersenyum kemudian berlalu pergi.

Saat akan kembali ke tempatnya tiba-tiba Andre mengejutkannya. "Ternyata Bu Aiu banyak fansnya ya? Sampe dikasih bunga segala!" tanya Andre dengan ekspresi dingin dan datar. Aiu yang terkejut jadi gelagapan dan mencoba menjelaskan, "Duh Pak Andre! Ngagetin aja deh! Untung Aiu gak jantungan! Bunga ini dari anaknya Pak Maman, Ujang namanya. Masih sekolah kelas 3 SD." Aiu mulai menjelaskan. "Waktu kunjungan sebelumnya bersama Pak Hadi, Ujang ikut kesini. Waktu itu Pak Maman baru seminggu kerja disini. Trus Aiu tanya kenapa diajak ke proyek. Karena Pak Maman tidak tenang meninggalkan Ujang sendirian. Gak ada yang nemenin Ujang karena ibunya baru saja meninggal karena sakit. Waktu itu Ujang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Akhirnya papanya bos mengutus Pak William untuk menyelesaikan masalah itu. Sekarang Ujang sudah sekolah. Setiap pulang sekolah Uajang datang kesini dan menunggu bapaknya di lobby. Begitu pak ceritanya.!"

Andre yang mendengarkan cerita itu hanya manggut-manggut saja. Tapi tetap saja hatinya terbakar cemburu karena bunga tersebut. Sialan! Masa gue kalah sama bocah! Ucap Andre dalam hati. Entah mengapa Aiu pun sebenarnya merasa aneh. Kenapa gue harus menjelaskan secara detil dan rinci ya?! Entah mengapa Aiu merasa tidak ingin Andre salah paham dengan bunga tersebut. Setelah itu mereka hendak pulang karena sudah 2 jam lebih berada di proyek. Saat perjalanan menuju lobby, Alex menyenggol lengan Andre dan berbisik, "Cemburu ya bro!" ledek Alex sambil tertawa pelan. "Berisik lo!" jawab Andre dengan kesal. Andre berpikir keras gimana caranya dia juga ingin memberikan Aiu bunga juga. Andre sebenarnya sudah lama ingin menyatakan perasaannya. Melihat kondisi sekarang yang baru seminggu lebih bertemu Aiu, tidak mungkin juga.

Saat di lobby hotel Andre dan rombongan berpamitan kepada sang manajer san pengawas proyek. Mereka juga berjabat tangan. Mobil melaju menuju Jakarta. Di tengah jalan mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah rumah makan Sunda yang terletak di rest area. Sekarang sudah waktunya makan siang. Warung tersebut adalah warung lesehan. Mereka duduk di lantai yang beralaskan anyaman bambu. Alex memanggil pelayan. Pelayan datang dan bertanya sopan, "Bapak mau pesan apa?". "Ayam bakar plus nasi 3, minumnya teh tawar hangat 1, jus jeruk 1, sama lemon tea 1." ucap Alex. "Mbak, kalo ada jengkol muda sama pete rebus atau goreng sekalian juga ya!" sambung Andre. "Baik pak! Ditunggu sebentar ya pak!" jawab si pelayan.

Sambil menunggu pesanan Aiu pun membuka kertas yang diberikan Ujang dan membacanya. Aiu tersenyum saat membacanya. Andre penasaran denga apa yang Aiu baca. Dia pun bertanya, "Kamu baca apa sampe senyum-senyum gitu? Itu surat cinta dari siapa?" tanya Andre penuh selidik. Aiu yang ditanya jadi gelagapan, "Bu...Bukan surat cinta kok pak! Ini surat dari Ujang!" Andre yang penasaran pun mengambil paksa surat tetsebut. Terlihat tulisan anak SD yang rapi. Andre membacanya dalam hati.

Untuk Kak Aiu,

Kak Aiu yang cantik, terima kasih ya karena kakak Ujang bisa sekolah lagi. Ujang janji akan rajin sekolah dan belajar dengan sungguh-sungguh. Ujang ingin buat bapak bangga. Ujang juga ingin buat kakak bangga. Ini bunga untuk kakak. Terima kasih kak.

Ujang

Setelah membacanya Andre mengembalikan kepada Aiu. Andre hanya diam sesudahnya. Tidak ada kata maaf atau apapun yang keluar dari mulut Andre. Aiu menerima surat tersebut dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah itu Aiu menelepon Arin. Dia bertanya pada Arin, "Assalamualaikum Arin! Kamu udah makan belom? Kakak lagi di warung makan." Arin menjawab, " Waalaikumsalam kak! Aku udah makan kok kak bareng Novi, Vera, dan Ranti." " O...ya udah kalo gitu, Assalamualaikum!" balas Aiu. Sambungan terputus.

Interaksi itu tak luput dari pandangan Andre. Sungguh Aiu sangat perhatian pada keluarganya. "Kamu calon istri idaman, Ai!" Gumam Andre pelan sampai tak ada yang mendengar kecuali dirinya sendiri.Tak lama makanan tiba. Mereka mulai makan dalam diam. Tak lama mereka selesai makan. Aiu yang penasaran dengan tingkah makan Andre kali ini jadi bertanya, "Kok tumben mas gak nambah makannya?" Andre hanya menjawab singkat dan itu berhasil membuat Aiu tersipu malu dan wajahnya merona merah. "Soalnya bukan kamu yang masak! Sampe di rumah tolong kamu masakin Ifu Mie ya!" pinta Andre pada Aiu. Aiu hanya menganggukkan kepalanya.

Selesai makan mereka mampir di mushola untuk solat dzuhur. Selesai solat lalu melanjutkan perjalanan. Waktu menunjukkan pukul 14.30 saat mereka sampai di rumah Aiu. Tanpa basa-basi Andre berjalan menuju lantai atas tepatnya ke arah balkon. Dia pun merebahkan dirinya di balkon. Arin yang melihat kelakuan kakaknya jadi malu sendiri. "Maafin Kak Andre ya Kak Ai!" ucap Arin. Arin menghampiri Andre, " Kak Andre ni tau sopan gak sih? Main nyelonong aja di rumah orang. Malu tau!" Arin memarahinya. Andre diam dan cuek tidak menggubris ocehan adiknya. Arin yang melihat itu jadi kesal lalu melempar bantal yang ada di kursi ke wajah Andre. Bugh! Bantal itu mendarat keras di wajah Andre. "Apa-apaan sih dek? Kamu ngelempar bantal segala. Gak sopan tau!" sungut Andre kesal. "Au ah... Arin gak punya kakak kayak Kak Andre! Bukannya minta maaf malah nyalahin orang!" Arin tak kalah kesal. Iapun berlalu meninggalkan Andre. Saat masuk ruang tamu Arin berpapasan dengan Aiu yang sudah berganti baju. "Udah ah kamu jangan kesal gitu. Kakakmu makannya belum tuntas jadinya begitu!" jawab Aiu. Aiu berpikir Andre seperti itu karena dia belum kenyang makannya. Arin hanya bisa bilang, "Maafin Kak Andre ya kak!" Aiu menggangguk.

Sementara Andre masih rebahan di sofa bed yang ada di balkon. Perasaannya campur aduk. Dia cemburu sama anak kecil. Bukan hanya itu dia juga sedang kebingungan bagaimana mengungkapkan perasaannya pada Aiu. Jika diungkapkan pasti akan membuat Aiu bingung dan mungkin akan menolak karena waktu yang terlalu cepat. Sedangkan bagi Andre ini sudah terlalu lama sejak dia jatuh cinta pada Aiu. Dia memejamkan mata dan mencoba melupakan masalahnya dengan tidur.

Aiu pun menuju dapur hendak masak pesanan Andre. Arin pergi ke bawah karena dilihatnya Alex tidak ada di atas. Hanya butuh waktu 15 menit. Aiu pun mengantarkan makanan tersebut ke balkon. Saat sampai di balkon terlihat Andre masih tertidur.

Aiu pun membangunkan Andre dengan menepuk bahu Andre pelan. "Mas...Mas Andre bangun! Ifu mienya udah jadi!" Aiu masih berusaha membangunkan Andre karena yang dibangunkan tak kunjung bangun. Saat tepukan di bahu Andre agak diperkeras, Andre pun mulai menggeliat. "Mas...Mas Andre bangun!" dengan suara yang agak kuat. Andre yang terkejut langsung terbangun dengan posisi badan yang setengah duduk. Hampir saja Andre mencium Aiu. Pasalnya wajah mereka sangat dekat saat ini dan hanya menyisakan jarak satu inchi saja pada bibir mereka. Sontak mereka berdua saling mengucapkan istighfar, "Astaghfirullah!" lalu memalingkan wajahnya karena sama-sama malu. "Maafkan saya Ai! Saya terkejut. Aiu pun maklum. "Iya mas saya juga ngerti!" jawab Aiu. Hanya saja sensasi kejadian tadi berpindah ke jantung mereka berdua. Jantung mereka sama-sama sedang berdendang ria memainkan irama dengan beat yang cepat.

Aiu mulai mengalihkan pembicaraan, "Mas makan dulu ifu mienya nanti keburu dingin!" Andre mengangguk dan berjalan menuju kursi rotan. Aiu duduk menemani Andre makan. Setelah makan Aiu hendak membawa piring kotor menuju dapur tapi dilarang Andre. "Nanti aja Ai. Duduklah! Mas mau bicara!" perintah Andre pada Aiu. Aiu duduk kembali di kursinya. Mas mau tanya kamu jawab jujur ya.

Akhirnya Andre memberanikan dirinya untuk bertanya. "Ai, apa kamu udah punya pacar atau calon suami?" tanya Andre to the point. Aiu kaget ditanya seperti itu. Aiu hanya menggelengkan kepala. "Ai, kalau mas melamarmu, kamu mau menerimanya?" tanya Andre lagi. Aiu makin kaget dengan pertanyaan si bos. Dia jadi bingung dan tiba-tiba jadi bodoh. "Mau melamar gimana maksud mas?" tanya Aiu. "Ya mas mau melamar kamu. Mas mau nikah sama kamu. Mas mau kamu jadi istri mas!" jawab Andre gak pake basa-basi. Mendengar jawaban Andre wajah Aiu langsung memerah. Dia tidak menyangka Andre akan melamarnya. Aiu sebenarnya tidak PD dengan dirinya selama ini. Meski kadang rasa narsis akan kecantikan dirinya muncul, hanya saja dia selalu merasa tidak pantas untuk disunting. Siapalah dirinya. Hanya anak yatim piatu yang gak jelas asal usulnya. Dia masih ingin mencari tau keberadaan orang tuanya. Makanya selama ini dia menolak laki-laki yang datang padanya. Selain karena tidak ada perasaan pada mereka Aiu tak ingin terbebani dengan masalah yang dijalani selama berhubungan.

Aiu masih terdiam bingung ingin menjawab apa. Dia pun masih bingung perasaannya pada Andre. Andre yang melihat kebingungan Aiu pun berkata, "Kamu gak perlu jawab sekarang. Saya tau kamu bingung dengan pernyataan yang tiba-tiba ini. Jujur saja saya sudah menyukai kamu sejak lama. Mungkin kamu tidak ingat tapi saya sudah lama memendam rasa ini. Saya suka sama kamu. Saya cinta kamu, Aiu!" ucap Andre penuh penekanan.

Aiu lebih terkejut lagi mendengar pernyataan Andre barusan. "Bagaimana jika dalam tiga hari ini kamu saya kasih cuti untuk memikirkan masalah ini. Kita sama-sama istikharah meminta petunjuk pad Allah. Rabu depan papa udah pulang dari liburan. Jadi saya mau jawabanmu hari itu. Jika kamu menerima maka saya akan langsung melamar kamu bersama papa. Selama istikharah kita tidak akan saling berkomunikasi cuma kamu tetap masakin saya ya. Saya gak bisa makan masakan yang lain." jelas Andre panjang lebar.

"Baiklah mas akan Aiu pikirkan!" jawab Aiu. Mereka tidak sadar jika Arin dan Alex sedang menguping pembicaraan mereka. Mereka berdua tersenyum senang mendengar hal itu.

Wah berita besar harus kasih tau papa nih! Arin.

Akhirnya berani juga lo, Ndre. Alex.

Gimana gaes seru gak ceritanya? Penasaran kan?! Ikutin terus ceritanya ya! Terima kasih sudah membaca 😊

1
Vien Vienk
Luar biasa
Sawiru
m
Sawiru
😍
Sawiru
.
Priskha
sdh jadi menantunya kok msh manggil om ya????
Priskha
br kl ini tau ada kantor lengkap sm dapur, meja mkn dan bs masak juga, ini kantor apa rmh thor 😂😂😂😂😂
akhirnya ketemu nih novel
nia
nama aiu kan nama langka. kok ga ada yg ngeh gitu kl anaknya om adrian itu tunangan andre
nisa
😭😭😭😭
nyesak banget bc crita ini kk😭
ok banget👌👌👍
terimakasih
Marlida Yusuf
kok bisa masak tidur kantor apa ya
Nur Hayati
kok langsung panggilx mas ya,,
Juragan Jengqol
pengantin lama ga mau ganggu pengantin baru...
uups
arin siapa
Maryana Fiqa
😭😭😭😭
Callysta Nungrum Amira
sekali jadi😶
Wita Kurniawati
ga apa2, dengan begitu aku jd tertarik..
Elmiah
mantap cerita nya bikin baper ,nasehat,kasih sayang ,tentang sahabat dan tentang keluarga mantap
Elmiah
mantap cerita nye seru banget
Elmiah
cerita bagus banget lanjut bikin penasaran aja
Elmiah
mantap cerita nya lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!