NovelToon NovelToon
GHOST SCHOOL

GHOST SCHOOL

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
Empat orang gadis memiliki kemampuan yang semua orang tidak miliki, melihat mahluk halus? melihat masa depan? melihat masalalu? merasakan aura disekitar? Mengerikan bukan? Tentu saja. Siapa yang baik-baik saja ketika memiliki kemampuan tersebut.

Kadang melihat sesuatu yang mengerikan itu sangat melelahkan.

Tapi semua itu membaik ketika mereka bertemu dengan Kakak senior di sekolah barunya, memiliki aura yang notabenenya mereka butuhkan selama ini.

Bagaimana kisah cinta mereka dan kisah mereka dengan para mahluk tak kasat mata?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENINGGAL

Echa perlahan membuka mata, menyesuaikan matanya dengan sinar yang mampu membuat dirinya menyipitkan matanya.

Dimana dia? kenapa pakaian nya serba putih? Kenapa bisa begini? dan tempat apa ini? Indah sekali. Banyak bunga yang bermekaran seperti pelangi. Air terjun yang memantulkan cahaya pelangi dari sinar putih itu. Echa takjub dengan tempat ini. Dia ingin tinggal di tempat ini selamanya.

"Hanin, Vivi dimana kalian?" tanya Echa dengan suara menggema mencari keberadaan teman-temannya itu ditempat yang sangat indah untuk diabadikan bersama.

Namun tidak ada jawaban, kemana sahabatnya itu? Kenapa mereka meninggalkan Echa sendirian di tempat indah ini? Kenapa mereka tidak mengikuti Echa? Seingat Echa, tadi dia sudah melawan mahluk tak kasat mata, membantu Gavin, dirinya di bawa menuju uks dan terakhir saat dia ingin menutup matanya Echa melihat wajah Bara yang sangat panik.

Echa melihat kesana kemari tidak ada siapapun disini, hanya ada binatang yang belum Echa temui sebelumnya di dunia. Echa terus berjalan mengikuti Burung Merpati putih yang begitu menarik perhatian, Merpati itu seolah memberikan Echa arahan untuk mengikutinya.

Dia sampai di tempat yang begitu luas, sangat luas seperti lapangan, hanya ada rumput berwarna hijau disini. Dan kemana perginya merpati itu? Echa mencari merpati itu, namun hasilnya nihil. Dia tidak menemukan merpati yang membawanya ketempat luas ini.

"Seseorang tolongin Echa, siapapun itu!" teriak Echa ketakutan di hamparan rumput yang luas.

"Tolong Caca. Bi Neni, Hanin, Vivi, Kak Bara. Tolongin Caca, Caca takut sendirian." ucap Echa sambil menangis, dirinya sendirian ditempat yang sama sekali tidak dia kenali.

Sekarang dia harus bagaimana? Kemana dia harus pergi? Pada siapa dia harus meminta tolong? Tidak ada siapapun disini. Echa berlari seolah tidak tahu arah, ini seperti tempat yang sama.

"Tolong Caca. siapun itu, tolong Caca." teriak Echa sambil menangis.

"Caca." panggil seseorang dari belakang Echa.

Echa yang mendengar suara itu dibuat kaget bukan main, dia langsung melihat kearah belakang dan menatap orang yang baru saja memanggil namanya.

"Mama, Papa!" Teriak Echa sambil memeluk Papa dan Mamanya. melepaskan rasa rindu yang dia pendam selama satu tahun ini.

"Mama, Papa kenapa ninggalin Caca sendirian?" tanya Echa sambil menangis. seolah menumpahkan rasa rindunya yang begitu dalam.

"Kami selalu bersamamu Nak." jawab Papa Echa dengan senyuman yang dulu sering Echa lihat setiap pagi dan malam hari. Sebelum membuka mata dan setelah menutup mata.

"Mama sama papa bohong! buktinya Mama sama Papa ninggalin Caca sendirian." ujar Echa sambil memeluk Mamanya erat, melepaskan segala sesuatu yang ada di hatinya selama ini.

"Mama Caca mau sama Mama. Caca juga mau sama Papa. Caca ga mau sendirian, Caca takut sendirian." ujar Echa yang terus memeluk Mamanya seolah tak ingin kehilangan lagi.

"Nak, hidupmu masih panjang. Kembalilah, akan banyak orang yang kehilangan." ucap Mama Echa sambil mengelus rambut Echa yang berada di pelukannya.

Pelukan yang hangat, pelukan yang masih sama seperti dulu, membuat dirinya aman dan tenang.

ini yang sangat Echa rindukan. Kasih sayang dari Mamanya. Jika ini mimpi tolong jangan bangunkan Echa, Echa masih ingin memeluk mama dan papanya, Echa sangat merindukan mereka.

Jika diantara kalian ada yang berbuat salah minta maaflah sekarang sebelum semuanya terlambat, jika masih ada yang mengabaikannya, ingat! banyak orang yang menyesal setelah kehilangan. Peluklah sekarang sebelum semuanya hilang dari hadapan mata bahkan tak bertemu lagi.

Bagi Echa patah hati bukan lah hal yang menyakitkan, itu hanya setengah dari sakit ditinggalkan kedua orang tua. Kalian belum merasakan itu. Bagaimana kejamnya dunia tanpa kedua orang tua. Bagaimana kehilangan senyum dan pelukan kasih sayang dari kedua orang tua, yang selalu kalian lihat saat pagi hari.

"Gak ma. Caca mau ikut Mama sama Papa." ucap Echa sambil melepaskan pelukan dari Mamanya, dia langsung beralih memeluk Papanya.

"Papa.. Caca mau ikut Papa aja." ucap Echa dengan muka cemberut sambil melihat Mamanya yang tidak memperbolehkan Echa ikut bersama mereka.

"Nak, pergilah, apa kau tidak ingat dengan sahabatmu? Jangan tinggalkan mereka, pergilah. Apa kau akan melupakan sahabat mu itu? Apa Caca juga udah lupa sama Bi Neni? Dia yang sudah membuat Caca berdiri menjadi wanita tangguh. Apa Caca juga lupa sama janji Caca pada Ayah? Cari pangeran mu, Mama sama Papa akan selalu mendoakanmu diatas sini agar kamu menemukan lelaki baik, bertanggung jawab dan selalu melindungimu." jelas Papa Echa sambil mengelus kepala Echa yang berada dalam pelukannya.

"Papa sama Mama sayang banget sama kamu, rasanya pengen kamu ikut sama mama papa sekarang juga, tapi ada beberapa hal yang belum kau ketahui." sambung Papanya Echa.

Apa maksudnya? Apa Echa sudah meninggal? Echa tidak mengerti semua ini.

"Caca! bangun! Ini Vivi, bangun! Ayo bangun!" teriak Ivy sambil menangis, suaranya menggema di tempat yang sangat luas itu.

"Ca! bangun, kamu dengar Kakak kan? Ca, buka mata kamu." ucap Bara dengan suara yang menggema memenuhi tempat itu.

"Kakak, Vivi Caca disini lagi sama papa mama, Kakak dimana?" teriak Echa sambil tersenyum senang ketika mendengar suara Bara dan Ivy berada di tempat yang sangat luas dan cantik ini.

"Pergi Nak, Papa selalu mengawasi mu." ucap Papa Echa sambil menatap mata Echa.

"Caca! bangun, jangan becanda! gak lucu Caaa! bangun!" ujar Hanin dengan suara yang masih menggema memenuhi tempat itu.

"Pergi Nak. Cari laki-laki yang akan kamu ceritakan pada papa dan mamamu, bukan kah Caca sudah berjanji pada Papa? saat Caca besar nanti Caca akan membawa pangeran Caca menemui papa? dan memperkenalkannya pada Papa dan Mama bukan?" tanya Papa dengan suara lembut yang sering Echa dengar jika sedang menasihatinya.

"Mama akan menunggumu membawa pangeran mu sayang, pergilah sekarang ikuti sinar itu." ujar Mama Echa dengan senyuman yang begitu tulus.

"Tapi ma, pangeran itu hanya sebuah dongeng." ucap Echa menatap kearah papa dan Mamanya yang sedang tersenyum manis.

"Itu bukan dongeng, ada beberapa yang harus kamu ketahui tentang hidupmu yang sebenarnya." ucap Mama Echa yang mulai menjauh dari hadapannya.

Bagaimana ini? Echa masih ingin bersama Mama dan Papa, tapi Echa juga belum memenuhi janjinya pada Papa dan Mama, dia akan membawa pangerannya itu.

"Pergi Nak, banyak yang harus kau ketahui sendiri. Jaga temanmu, cari pangeranmu, jangan lupakan orang yang selalu membuatmu kuat dan tangguh. Jangan lupakan doa untuk kami." ujar Papa Echa mengelus rambut Echa layaknya anak kecil.

"Caca gak bakalan lupain senyum Mama sama Papa." ucap Echa sambil memeluk kedua orang tuanya, seolah pelukan itu adalah pelukan untuk terakhir kalinya lagi.

"Tetap jadi wanita kuatnya Mama sama Papa, ingat pesan ini. Caca gak usah takut sama apapun, kamu putri kecil Mama sama Papa yang kuat, tangguh, pemberani, Caca sama sekali gak lemah." ujar Mama Echa dengan senyuman tulus yang terukir di bibirnya.

Bagi Echa itu pepatah yang harus di ingat, pesan terakhir yang harus dia rekam. Janji yang harus dia penuhi.

Echa mengikuti sinar yang ada di hadapannya sambil melihat ke belakang, melihat kedua orang tuanya tersenyum tulus, senyum yang selalu dia lihat di pagi hari. Kini Echa sudah tidak akan menemukannya lagi, semakin Echa melangkah jauh semakin hilang senyum itu dari pandangan Echa. Dia harus kuat. Seperti yang dikatakan mamanya.

Echa mengerjapkan matanya, ternyata dia masih di UKS sekolah dengan selang infus di tangan kirinya.

Dan kenapa tangan kanan nya terasa sangat berat? Echa langsung melihat ke arah tangannya itu dan ternyata Bara tertidur diatas tangannya yang berada dalam genggaman tangan Bara.

Mungkin Bara terlalu lelah mengurus Echa. Dia tidak berani membangunkan kakak kelasnya meskipun tangannya itu sudah mulai terasa kesemutan.

Dia melihat ke ranjang sebelah kirinya disana ada Hanin dan Ivy yang tertidur pulas, dengan mata sembab, mungkin mereka habis menangis.

Echa melihat ke arah sofa disana ada kak seniornya, Alvero dan Mutiara mereka tertidur dengan keadaan duduk. Biarkan saja dulu seperti ini, Echa juga ingin tidur dulu sebentar sambil mengingat senyum manis Papa dan Mamanya itu.

1
lala laili
haloo thor
setelah 3 thun lalu aku baca 3 kali, tahun ini baca lagi yng ke empat saking bagusnya ni cerita 😍😍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
Ceritanya bagus.
di baca deh, di jamin bakalan nagih 🥳👍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
baca ulang lgi di tahun 2025, ingat dlu thn 2022 nge fans sm novel ini. skrg udh Sma tpi tetep suka sama Couple Echa & bara.
saking suka buat nama panggilan jdi caca🤭
yupiiii
gasuka ceritanya terlalu lebay apalagi dgn panggilan yg manggil nama ke diri sendiri geli aja gt, dan kesan horornya ga dpt malah kebanyakan romance. utk thn 2022 okelah novel ini tp pas 2025 dibaca geli banget anjinggg
yupiiii: ya kau juga ngapain sibuk ngurusin perkataan org keliatan banget dikampungmu pasti kau salah satu manusia yg paling banyak mengomentari hidup org lain kayak ga diajari ortu aja🤣 ah apa jangan2 ngomentari org ortumu yg ajari yaa upss🤭
total 10 replies
y u l l i e
kok tamat thooorrrrr????
but thanx ya.....lanjut ghostvilla......bye²
strella♡
author Miss you kapan lanjutin yang teror? 😢
Leandra Anastasya
aku pertama baca cerita ini dari tahun 2022 tapi aku pengen baca lagi karna seru cerita nya thank you ya Thor karna nulis cerita bagus ini dan cerita² lain nya juga
Matthias Von Herhardt
Si Riana lagi Ada ritual Pemujaan... dia itu pengkhianat sbnrnya, juga Ivy...
anikksuriani🌼
Huaaa nggk bisa ini novel trllu kece pokoknya keren banget novel horror pertma yg paling keren yg aku baca susah move on😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Othorr TANGGUNG JAWAB!!!😭😭😭😭
Didi Penulis Horror
kak ceritanya bagus
yasmin azzahra
Luar biasa
Dede Sup
Lumayan
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
calon pasangan nya Echa nih boss, senggol dong 🫠
Sekar Sari
itu nancy momoland bukan si yang jadi viola
Aquarius26
gk bisa berkomentar,,,novelnya bagus banget, speechless sama alurnya,,, tp aq baru nemu & baca ditahun 2025 ,gpp terlambat,drpda tdk sama sekali,,keren novelnya
elsaa
Luar biasa
Imliyana Syafi'i
nyri novel teror keman" aku
di online pengen ad yg jual tp semua nihil
hbsnya greget sma lnjutnn si teror
Evie Aprilianti: di sopee nama nya ap kak.soal aku cari ga dapet
total 2 replies
Imliyana Syafi'i
kpn ya teror up lg
ini ulng baca dr awal terus tp tenag gl bosan" kok
Mira Novariani
Luar biasa
Nelvanda Humaira
Allen Ren/Ren Jialun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!