NovelToon NovelToon
Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Office Romance / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.

Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!

Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 : Menantu Sin.ting yang Melarikan Diri

Kamar di sebelah dapur dan dimaksud menjadi kamar baru untuk Alina, lebih layak disebut gudang. Kamar yang awalnya rapi karena tak luput dari tangan cekatan Alina yang membereskan, kini penuh barang-barang.

“Aku, disuruh tidur kamar rasa gudang begini? Dikiranya aku ibu Mimi, yang gaya hidupnya memang fifty fifty sama tikus?!” lirih Alina benar-benar sinis.

Di luar sana, Yusuf sedang protes kenapa pria itu sampai dikurung di kamar. Itu cara ibu Mimi memisahkan Yusuf dari Alina. Namun Alina justru diam-diam berterima kasih.

“Soalnya kalau mas Yusuf terus ngikutin aku, yang ada aku makin repot. Minggat-minggat setelah ibu Mimi tidur. Dikiranya aku ini panti sosial. Dikasih hati sama jantung, ta.i di usus pun di embat!” sebal Alina sambil mengintip keadaan luar sana.

“Kalau cara kamu begini, jelas kamu salah, Bu Mimi. Duh, ngeri kalau kamu beneran jadi manusia bisul!” batin Alina memilih mengunci pintu ruangan di sana dari dalam.

“Sudah numpang, jangan pura-pura amnesia buat enggak bantu-bantu, kamu ya. Beres-beres dulu sebelum tidur!” seru ibu Mimi sambil menggedor-gedor pintu kamar Alina berdiri.

Alina yang memang masih berdiri di balik pintu langsung mendelik kesal. “Oke, sekalian wajah kamu juga bakalan aku pel! Sementara mulut kamu juga lebih pantas minum air pel buat herbal malam!”

Kebetulan, alat pel dan beres-beres lainnya juga ada di sana. Padahal, biasanya semua itu Alina susun rapi di sebelah jemuran belakang.

“Emang si Mimi sudah sakit. Kehed tuh orang. Semoga yah, ya Allah. Dengan keridhoan hamba dizalimi dia, calon mantu dia yang katanya Masyaa Allah. Jadi Musibah Ya Allah!” gerutu Alina.

Alina sungguh membawa alat pel yang ada tongkatnya lengkap dengan ember. Alina mengisi nyaris penuh embernya, kemudian membawanya ke ibu Mimi.

“Syukurlah langsung tahu diri!” sinis ibu Mimi yang nyaris masuk kamarnya.

“Hitung-hitung buat salam perpisahan!” ucap Alina sangat bersemangat.

“S—salam, ... s—salam perpisahan gimana, maksudnya?” balas ibu Mimi yang memang mulai takut. Karena jika Alina sampai sangat semangat seperti sekarang. Padahal ia terus membuat Alina kesal, yang ada—

“Byur ...!”

Tanpa basa-basi lagi, Alina sungguh mengguyur wajah maupun bagian tubuh ibu Mimi yang lain.

Setelah terdiam cukup lama karena syok, akhirnya ibu Mimi menjerit. Jeritan yang sampai berhasil menggetarkan rumah. Juga, jeritan yang langsung berhenti ketika Alina sampai menjadikan ember pelnya sebagai topi ibu Mimi. Kepala hingga leher ibu Mimi sampai tertutup air.

Meski sempat kembali diam, ibu Mimi juga kembali berteriak. Wujud dari rasa kesalnya kepada Alina. “Dasar menantu sin.ting!”

Padahal luka-luka yang selama ini ibu Mimi torehkan, khususnya luka batin kepada Alina, jauh berkali-lipat menyak.itkan. Namun lagi-lagi, ibu Mimi tetap merasa yang paling terzalimi.

“Brak ... brakk ... brakkk!” Alina yang belum puas dengan penderit.aan ibu Mimi. Apalagi ibu Mimi terus berteriak, sengaja menjadikan ember pel di kepala ibu Mimi menjadi kendang dadakan.

“Yusuffff, istri mandul kamu, bang.keeeeee!” teriak ibu Mimi. Pusing bahkan vertigo rasakan, ibu Mimi rasakan gara-gara kejadian sekarang.

“Mana mungkin si Yusuf bisa nolongin. Orangnya saja situ kunci!” sinis Alina sambil melangkah pergi.

Alina kembali masuk ke kamar belakang. Meninggalkan ibu Mimi yang terus meraung-raung kesal kepadanya.

***

Keesokan harinya, adzan subuh sudah berkumandang. Namu kepala ibu Mimi masih terasa sangat berat. Permukaan bumi ini masih terasa berputar-putar bagi ibu Mimi. Padahal, kepala, leher, maupun tengkuknya sudah dipenuhi koyok.

Ibu Mimi keluar dari kamar dengan langkah terseok-seok. Kedua tangannya berpegangan pada dinding. Namun, air di lantai depan kamarnya membuatnya terpeleset dan berakhir terbant.ing. Ternyata air pel yang Alina siramkan semalam kepadanya, masih dibiarkan begitu saja.

“ALINA, KAMU INI BENERAN SINTING, YA? SENGAJA BANGET BIKIN SAYA CEPAT MATI!”

Tak ada tanggapan berarti. Rumah tetap dalam keadaan sepi hingga ibu Mimi, terpaksa bangun sendiri. Terseok-seok ia membuka kunci pintu kamar Yusuf.

“Kamu belum bangun, Suf!” seru ibu Mimi yang sampai membuka pintu kamar Yusuf. Hingga ia melihat apa yang terjadi di dalam sana. Sang putra meringkuk di pinggir tempat tidur. Dan bisa dipastikan, Alina tidak ada di sana. Apalagi, pada kenyataannya pintu kamar Yusuf juga ia kunci dari luar.

“Mama, tolong jangan terlalu keras ke Alina. Karena Mama tahu, dampaknya pun enggak baik buat Mama!” tegas Yusuf, tapi ia masih melakukannya dengan sangat sabar.

“Enggak ... kalau ke Alina, Mama beneran enggak bisa.” Kemudian, ibu Mimi berkata, “Sudah jangan bahas dia lagi. Hari ini kamu wajib fokus cari hotel yang bagus tapi murah. Buat acara pernikahan kamu dan Rita!”

“Kita wajib undang kerabat sekaligus keluarga kita. Namun pastikan, Si Mandul yang sint.ing itu enggak bikin rusuh. Dia wajib datang menyaksikan kebahagiaan kalian, tapi dia wajib jaga sikap!” tegas ibu Mimi yang jadi kerap meringis menahan pusing. Sesekali, kedua tangannya juga memijat kepalanya.

Yusuf merasa serba salah. Namun ia sudah refleks memanggil-manggil Alina. Ia mengkhawatirkan Alina karena kamar yang harus Alina tempati lebih mirip gudang.

“S—sayang ...?” teriak Yusuf untuk kesekian kalinya.

“Apaan sih, Suf. Kamu masih panggil dia sayang ... sayang. Kalau Rita dengar, dia pasti cemburu badai!” kesal ibu Mimi.

Selain pintunya masih tertutup rapat, kamar yang Alina tempati juga dalam keadaan sepi. Sementara pintu dapur dalam keadaan terbuka dan semua lampu menyala.

“Sudah, kamu mandi. Subuhan sana!” usir ibu sengaja memak.sa. Lagi-lagi ia terpaksa mengunci Yusuf di dapur. Karena Yusuf terus berusaha mencari Alina.

Hingga waktunya jam sarapan tiba, semuanya masih dalam keadaan sama. Ibu Mimi yang sudah mandi, dan kepalanya tak pusing seperti sebelumnya, sampai mengomel.

“Ini sudah jam berapa? Kenapa lampu masih dinyalakan semua? Sengaja pemborosan, kamu?!” teriak ibu Mimi.

Niat hati langsung mematikan lampu, keadaan yang sangat sepi, membuat ibu Mimi bingung.

“Loh, kok malah enggak ada orang. Dapur pun masih berantakan. Boro-boro ada masakan. Inu masih mirip keadaan dapur kemarin sore.” Yang memang sengaja ibu Mimi berantakan agar bisa menjadi bahan pekerjaan Alina. Agar Alina makin tersi.ksa

“YA AMPUN, SUFFFF! SEPERTINYA ISTRI MANDULMU MINGGAT!”

Ibu Mimi sangat heboh. Alina maupun barang-barangnya sungguh tidak ada. Celakanya, ternyata pintu rumah mereka sampai dikunci dari luar.

Sementara saat kejadian minggat, Alina memang sengaja melakukannya. Alina mengunci pintunya dari luar. Kemudian, kuncinya dibuang sembarang sekuat tenaga. Gaya yang Alina pakai, tentu gaya kera sakti selaku panutannya.

Hingga yang ada, baik Yusuf maupun ibu Mimi, terpaksa lewat jendela. Untuk keluar masuknya.

“Di rumah sendiri, masa kayak gini. Mirip ma.ling,” keluh ibu Mimi.

“Kan, ... Mama sih, terlalu keras ke Alina.” Yusuf benar-benar marah.

“Loh, kok kamu malah marah? Kalau kamu mau marah-marah. Harusnya kamu melakukannya ke Alina. Karena dia yang minggat dan sampai kunci pintu dari luar!” kesal ibu Mimi.

Yang membuat Yusuf bertanya-tanya, ke mana Alina pergi?

Yusuf tidak khawatir Alina sampai dibega.l. Karena ketimbang Alina, yang ada begalnya yang ketakutan pada ulah Alina.

1
Saya Sayekti
gugurlah itu sibunting, rasakan mantu idaman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙝𝙞𝙩 𝙡𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙬𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙪𝙛 𝙨𝙪𝙛 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖.. 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙮𝙪𝙖𝙪𝙛 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙜𝙚𝙡𝙞... 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙣, 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙎𝙪𝙛, 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙩𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖.. 😆😆
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙞𝙢... 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙗 𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙨𝙪𝙛 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚2 (𝙡𝙚𝙢𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙝𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖2 𝙗𝙖𝙚 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙡𝙤𝙜𝙞𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙤)🤭
Netty Netty
aku suka semua novel mu thorr, wanita tangguh, ketimbang sdh disiksa tp masih balik lagi sm pasangan nya, emang gk ada pasangan laen apa🤣🤣🤣
Netty Netty
semangat thorr💪💪💪
Netty Netty
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Netty Netty
semangat berkarya thorr💪💪💪💪💪
Nik momRiz&Ga
bener2 wonder women mb alina ini,,,
mboll
terbaik
mimief
nice ending
beautiful story'

mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan

ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi

ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
mimief
lagi bingung masalah Akina
jadi outo ngakak...dasar Darren
mimief
semangat berkarya Thor
tenang aja masih banyak yg menanti
mimief
wkwkwkwk
othor paling keren lah..pokoke
mimief
lah..kok masih pada komplain ya
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
mimief
yah.. begitulah Lin cara Tuhan menempa kita sebegitu keras nya
anggep aja ujian mau naik kelas
mimief
wkwkkwk
mana bener lagi
aku selalu suka deh kata kaya dia
mimief
mudah mudahan k3baikan mereka yg tak terbatas ga di salah guna6ya sama orang lain
mimief
ah..bahagia nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!