NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Saat ini Hana pun membayar uang denda. Setelah membayar, kini mereka pun pulang menuju rumah Hana. Kedua orang tua Aldo sempat mampir untuk mengunjungi rumah Hana. Setelah mereka berada di ruang tamu rumah Hana, kedua orang tua Hana bertanya dan Hana pun membicarakannya. Namun, kedua orang tua Hana mengerti dan tidak mempermasalahkan apa yang terjadi pada Aldo.

Setelah kedua orang tua Aldo berpamitan, Aldo melangkah menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Tiba-tiba, saat akan menaiki tangga, Hana dipanggil oleh ayahnya.

"Hana, sayang... sini," panggil ayah Hana.

"Iya, Pa," ucap Hana sambil terhenti.

Hana dan Aldo pun melangkahkan kaki kembali mendekat ke arah ayahnya yang sedang duduk di ruang tamu.

"Bapak ganti, ya, sayang, uang kamu setengahnya. Bapak tahu itu buat bayaran kuliah kamu," ucap ayah Hana.

"Jangan, deh, Pa," ucap Hana.

"Tidak baik, sayang, kamu menolak. Nanti Bapak gantiin, sayang," ucap ayah Hana.

"Ishh, Ayah, jangan deh," ucap Hana.

Kini Hana pun melangkahkan kaki menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Aldo sempat berbicara kepada Hana karena dia merasa heran mengapa Hana bisa menolak uang dari ayahnya.

"Kamu kenapa menolaknya, sayang?" ucap Aldo.

"Tidak apa-apa, sayang, aku tidak mau merepotkan ayahku," ucap Hana.

"Tapi tidak baik, sayang," ucap Aldo.

"Lupakan, sayang. Bisa, kan, antarkan aku ke tempat kerja?" ucap Hana.

"Emm, bisa, sayang. Kamu mau mandi dulu, kah?" tanya Aldo.

"Iya, dong, sayang. Aku mau mandi dulu. Kamu mau ikut mandi, tidak, sayang?" ucap Hana sambil tersenyum.

"Emm, hehe," ucap Aldo sambil tersenyum sambil memainkan alisnya.

Mereka berdua pun tersenyum lalu melangkahkan kaki bersama-sama dengan penuh kebahagiaan. Hingga di kamar, Hana mengambil handuk. Kini mereka pun langsung menuju kamar mandi. Karena tidak ingin berlama-lama, mereka yang berada di kamar mandi tidak bermain-main, melainkan mereka hanya mandi. Walaupun Aldo sempat memikirkan isi kepalanya.

Hingga selesai mandi, mereka langsung menuju kamar mereka. Aldo dan Hana pun langsung memakai pakaian yang rapi. Setelah selesai memakai pakaian, kini Aldo dan Hana pun beriringan menuruni tangga. Tiba-tiba Aldo berbicara kepada Hana sambil menatapnya.

"Oh iya, maaf, sayang, motor aku di rumah ayahku," ucap Aldo.

"Ya sudah, sayang, kamu ambil dulu saja motornya," ucap Hana.

"Iya, sayang," ucap Aldo.

Mereka berdua melangkah menuju keluar rumah. Sedangkan Aldo langsung pergi ke rumah ayahnya untuk mengambil motor. Hana hanya bisa menunggu sambil memainkan ponsel di halaman rumahnya. Selang waktu beberapa saat, Aldo kembali membawa motornya lalu berhenti di depan Hana. Aldo pun berbicara sambil menatap ke arah Hana.

"Ayo, sayang, naik," ucap Aldo.

"Iya, ayo, sayang," ucap Hana sambil melangkah dan menaiki motor Aldo.

Aldo pun melajukan motornya bersama Hana. Hana memeluk dengan erat saat Aldo melajukan motornya perlahan. Perjalanan pun terus berlanjut hingga ke tempat di mana Hana bekerja. Setelah mengantarkan Hana ke tempat kerjanya, kini Aldo langsung kembali melajukan motornya menuju tempat tinggal kedua orang tua Hana. Aldo terus melajukan motornya dengan kecepatan begitu cepat.

Sedangkan Hana melangkah masuk ke dalam hotel. Di lobi hotel, ternyata Pak Yosep sedang berada di sana dan mengobrol dengan Leni. Hana langsung mendekat dan memberikan salam kepada Pak Yosep.

"Selamat malam, Pak," ucapnya sambil tersenyum.

"Selamat malam juga, Hana. Kamu baru datang?" ucap Pak Yosep.

"Iya, Pak. Aku baru sampai," ucap Hana.

Hana lalu melangkah menuju kursi dan duduk, sedangkan Pak Yosep kini berpamitan untuk pergi ke ruangannya. Di sisi lain, Aldo sedang duduk sendiri di kamar Hana sambil menatap cermin. Aldo sebenarnya merasa tidak enak karena harus dibayarkan oleh Hana denda yang dia perbuat. Aldo pun membaringkan tubuhnya di ranjang.

Sambil menatap atap kamarnya, Aldo pun mulai merasa ngantuk. Seiring waktu berjalan, Aldo pun mulai menutup matanya hingga tertidur pulas. Hari pun berganti dengan cepat. Suasana masih sangat pagi. Saat ini Aldo masih tertidur pulas hingga tidak tahu waktu sudah hampir jam enam pagi. Hana baru saja pulang dari tempat kerjanya. Dia pun masuk ke dalam rumah lalu melangkah. Kedua orang tuanya yang melihat Hana lalu memanggil.

"Hana, baru pulang, ya, sayang?" ucap ibu Hana.

"Iya, Bun. Hana baru pulang. Bun, Aldo sudah bangun, kah?" ucap Hana sambil bertanya.

"Belum, sayang, sepertinya, soalnya masih berada di dalam kamar," ucap ibu Hana.

"Ya sudah, Bun, Hana ke kamar dulu. Takutnya Aldo mau masuk sekolah," ucap Hana.

Hana pun melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk menuju kamarnya yang berada di atas. Sampai Hana berada di depan pintu kamarnya, Hana pun membukanya, lalu melihat ke arah Aldo yang terbaring.

"Ish... ish... ish... kamu masih belum bangun, sayang?" ucap Hana sambil melangkah mendekat.

Hana pun membangunkan Aldo dengan tangannya yang menggoyangkan tubuhnya. Tidak hanya itu, Hana juga terus memanggilnya hingga Aldo bangun.

"Sayang... bangun, sayang," panggil Hana.

Aldo pun membuka matanya, dan Hana pun terhenti membangunkan. Lalu Hana kembali berbicara sambil menatap lekat.

"Kamu masih tidur, sayang? Sudah siang, tahu. Kamu tidak mau berangkat ke sekolah?" tanya Hana.

"Memangnya sudah jam berapa, sayang?" ucap Aldo sambil mendudukkan tubuhnya.

"Ini sudah jam enam, sayang. Kamu masih tidur saja," ucap Hana.

"Masih ada waktu, sayang. Aku langsung mandi, ya, sayang," ucap Aldo berdiri lalu mengambil handuk.

"Mau kutemani, tidak, sayang?" tanya Hana sambil tersenyum.

"Enggak, deh, sayang. Aku cepat-cepat mandinya," ucap Aldo setelah memegang handuk lalu melangkahkan kaki menuju keluar kamar.

"Kamu tidak mau begitu? Ih, aku ingin lihat lagi punyamu itu," ucap Hana sambil tersenyum.

Saat melangkah keluar pintu, Aldo sempat terhenti lalu membalikkan tubuhnya ke belakang. Aldo pun tersenyum lalu menjawab.

"Kita healing, yuk, sayang," ucap Aldo sambil menaikkan alisnya.

"Ayo, sayang. Pasti kamu ingin bulan madu lagi, kan, sayang?" ucap Hana.

"Hehe," Aldo tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Hana kini duduk lalu mengambil ponselnya dan membuka sebuah notifikasi. Hana terkejut karena ayahnya telah mentransfer uang ganti ke rekening bank milik Hana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!