NovelToon NovelToon
DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Reva'$live

Dyeza Ghinara Alinzkie Harus menerima takdir yang sudah di tentukan oleh ibu tirinya.

Semuanya berawal dari dua garis merah yang di alaminya. kehidupannya jadi berubah

menikah dengan pria yang tidak dirinya kenal. bahkan melihat saja tidak pernah.

Namun apalah daya.
Semua demi kebaikan dirinya dan juga ayahnya

Menerima pinangan seorang presdir muda namun Pria itu juga merangkap sebagai seorang mafia.

Mafia kejam yang tidak segan mengambil organ orang yang sudah berani mengusik pekerjaanya.

Akankah gadis ini bertahan di sisiNya?
Atau malah pergi meninggalkannya.?

🌹🌹

Masih tahap belajar dan terus belajar

Mohon krisan nya ya Readers.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva'$live, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyukai Kesunyian

"Gadis itu hamil tuan." jawabnya.

Sam mengerutkan keningnya. "Apa maksudnya?" tanya nya

"Iyaa gadis yang ada di foto ini sedang hamil. Padahal dia belum bersuami." ucapnya lagi

"Terus..?" tanya nya lagi

"Orang tuanya akan menjodohkan gadis itu dengan pria yang tidak gadis itu kenal." jawabnya

"Kapan pernikahan itu akan berlangsung.?" tanya nya

"Hari ini. Adalah hari pertemuan kedua keluarga tuan." jawabnya

***

"Maaf cari siapa nyonya?" tanya seorang satpam yang berjaga di rumah besar milik Dirga

"Saya Cantika. Ibu dari pemilik rumah ini. Apakah putra saya ada di dalam?" tanya nya

"Ada Nyonya.. Silahkan. Saya antar sampai belakang." ucap satpam itu yang di ketahui bernama Fajar

Cantika mengangguk lalu segera mengikuti langkah Fajar.

Cantika menatap setiap ruangan. Benar benar cantik rumah ini. Dirga ternyata memilki selera yang yang tinggi untuk interior rumahnya. Tempat ternyaman di saat dirinya merasa lelah.

"Nyonya.. Itu tuan Dirga." ucap Fajar sambil menunjuk Dirga yang sedang bermain kuda di belakang rumah.

"Terimakasih.." jawabnya

Cantika melihat putra tercinta yang sedang berkuda. Cantika berdecak kagum pada tubuh anaknya.

"Benar benar sempurna. Tapi kenapa sampai kini Dirga belum memiliki calon istei.?" batinnya.

Saat Dirga berbelok dan tak sengaja matanya melihat wanita yang sangat di kenal.

"Mama" gumamnya. Dirga masih melanjutkan lagi kegiatannya. Hingga dirinya merasa lelah.

Kedua orang yang bertugas di kandang dan di gudang peralatan olah raga milik Dirga. Segera menghampirinya..

"Jadi karena ini.. Kau tidak mau pulang lagi kerumah? " tanya Cantika.

"Mama kenapa kesini?" tanyanya datar. Sambil meneguk air mineral yang sudah di siapkan pegawainya

"Pantas saja. Kau begitu betah." ucap sang mama lagi

Dirga hanya mendesah jengah dengan sang mama.

"Mama ingin kau pulang nanti malam. Ada yang harus di bahas dirumah." kata Cantika dan terus melihat lihat sekeliling taman belakang.

"Dirga bayak urusan ma." jawabnya

"Tolonglah nak. Mama hanya ingin minta waktu mu malam ini saja. " jawabnya

Karena tak ingin mengecewakan sang mama yang sudah merawat dan melahirkan. Ahirnya Dirga pun mengangguk.

"Ya sudah mama mau pulang. Jangan lupa nanti malam datang." ucapnya

Setelah sang mama pergi. Dirga segera masuk kedalam dan menuju ruang kerjanya.

Dirga membuka laptopnya dan segera berselancar di sana jari jari besarnya.

Mengamati berkas berkas yang di bawa dari kantor.

Kalo boleh memilih Dirga lebih suka menguasai perdagangan gelap dari pada harus berkutat dengan orang orang di kantor. Apalagi kalo sudah menyangkut rapat dan laporan laporan yang bikin pusing.

Jam 9

Dirga segera menyudahi pekerjaanya dan segera mandi.

Di dapur sudah ada pelayan yang menyiapkan makan untuk Dirga

15 menit kemudian.

Dirga sudah selesei dengan ritual di kamar mandi. Kini tengah duduk menikmati sarapan pagi dalam sunyi. Suasana seperti inilah yang amat Dirga sukai.

Tidak ada kebisingan  dan terasa dunianya ini hanya dirinya saja sebagai penghuni yang kekal.

Dertttt...

Dertttt..

Dirga segera meraih ponselnya saat berdering.

"Ya Sam.. Bagaimana?" tanya nya

Sam pun segera menyampaikan apa yang di sampaikan oleh Rusni.

"Baiklah.. Nanti ke kantorku. Aku ada tugas lagi untukmu." katanya lagi.

Pip..

Obrolan nya segera di akhiri.

Dirga kembali melanjutkan makanannya.

***

"Silahkan masuk jenk." ucap Desi mempersilahkan tamunya.

Daniel segera menyambut tamunya Yang akan menjadi besan atau menantunya. Yeza gadis malang itu hanya menunduk saat berada di ruang tamu.

Hatinya benar benar menjerit ingin rasanya berontak.

Pria yang sama sekali tidak kenal. Dan sebentar lagi akan menjadi suaminya. Bahkan penampilan pria itu tidak layak untuk menjadi pendamping Yeza. Entah  darimana Desi menemukan pria seperti dia.

"Aku ingin.. Kau tetap menyayangi Yeza dan anaknya. Walaupun  kau bukan ayahnya." ucap Desi pada pria yang di sebut Juna itu.

"Iya mbak. Saya akan menyayangi dia." jawabnya 

"Kalo begitu kapan kita akan menikahkan mereka pa.?" tanya Desi

"Sebaiknya lebih cepat lebih baik jeng Desi. Mengingat Yeza juga tengah hamil." jawab Nita. Teman Desi

"Baguslah kalo begitu. Kita nikahkan minggu depan yaa." ucap Desi

Mereka segera melakukan makan siang. Yeza masih menunduk tak berani menatap Juna calon suaminya. Yeza memiliki firasat buruk pada pria yang ada rumah ini

Setelah selesei makan siang. Juna dan kakaknya berpamitan. Sedangkan Yeza kembali ke kamarnya..

***

Dari kejauhan ada sepasang mata yang mengawasi calon suami Yeza. Mengambil fotonya beberapa kali.

Setelah dapat orang itu segera pergi meninggalkan rumah Yeza.

Samuel..

Pria yang Dirga tugaskan untuk mengikuti pria yang akan menjadi suami Yeza 

***

"Sayang.. Kau datang juga ahirnya." ucap Cantika. Saat melihat putra tercintanya memenuhi undangannya

"Mama.. Dirga tidak lama. Karena banyak urusan."

"Masuk dulu dong. Baru juga datang. Masak iya mau pergi lagi." ucap Cantika

Di dalam sudah ada papanya dan juga tamu pria dan dua wanita.

"Sayang kamu ingat nggak sama gadis itu?" tanya Cantika sambil menunjuk gadis yang duduk di sebelah wanita yang usianya lebih muda dari Cantika.

Dirga mengerutkan keningnya.

"Dia Tania. Teman kamu waktu SMA dan tetangga kita dulu." jawab Cantika

"Oh" jawab Dirga

"Kok hanya oh." kesal Cantika

Dirga pria yang paling tidak suka basa basi pada siapapun.

"Sayang.. Ajak ngobrol dong Tania nya nak." ucap Cantika

Dirga tak berkutik. Tapi malah masuk meninggalkan keluarganya yang masih duduk dan ngobrol.

"Sayang.. Samperin itu Dirga nak." ucap Cantika pada Tania

Tania pun segera berdiri dan menghampiri Dirga yang sedang duduk di taman sambil memainkan ponselnya.

"Sibuk banget Ga." ucap Tania yang tiba tiba. Dan langsung duduk di sebelah Dirga

Dirga tak menoleh ataupun menanggapi Tania.

"Kau tetap saja yaa.. Masih seperti dulu."

"Apa yang ingin kamu ucapkan. To the point aja. Aku masih banyak kerjaan." ucap Dirga datar. Tanpa menatap lawan bicaranya.

"Ga.. Aku.. Aku.. Aku kangen sama kamu" ucapnya lirih. Karena sangat ragu

Dirga tetap diam. Lalu menoleh ke Tania. Tak ingin  menanggapi ucapan Tania. Dirga langsung berdiri. Dan melangkah hendak meninggalkan Tania.

Namun tangan Tania dengan cepat mencekal tangan Dirga yang besar dan berotot.

"Maafin aku Ga. Aku memang salah." ucapnya sambil memeluk Dirga dari belakang.

"Jujur sejak saat itu aku tidak bisa hidup tenang. Maafin atas ucapanku waktu itu. " ucapnya lagi

"bahkan aku tidak peduli dengan apapun yang kamu ucapkan. " ucap Dirga dingin. Lalu melepas Pelukan Tania. Dan segera melangkah memasuki ruang makan. Karena sang mama sudah menyambutnya.

"Ayo sayang. Makan malam dulu." ajak Cantika. Dan Tania pun mengikuti langkah Cantika dan Dirga.

"Bagaimana. Tania cantik kan sekarang sayang. Dulu kalian itu begitu sangat akrab. Mama menyukai Tania." ujar Cantika

"Tania belum punya pacar kan?" tanya Boni. Papa Dirga

"Belum om. Tania belum bisa move on dari Dirga." jawabnya

Dirga tak menggubris omong kosong yang keluar dari mulut Tania. Dirga tau Tania hanya ingin mempermainkannya

"Ohh cinta pertama toh." ucap papa Tania

Merekapun kompak tertawa. Hanya Dirga yang tidak merespon

**

"TAK KAN KUBIARKAN KAU MENGAMBIL ANAKKU." gumam Dirga

1
Yuli t4n
dasar bapak geblel mau aja bekas anak
Yuli t4n
anggi bukan anaknya danil pasti anak seno
Yuli t4n
dua x kejadian pergi sama mertua
Yuli t4n
Dirga ng memperkosa yeza
Anisha Anzelina
Luar biasa
anninayah karim karim
cerita nya seperti sinetron ikan terbang
Surati
bagus
Linang💛
agak lucu pas di bagian ini. tpi nggak ap" mngkin author msih blajar
Linang💛
kata yg tepat bukan ukuran. tapi suhu
Linang💛
yaa sallammmmm.....
ngapain coba punya pemikiran bgni. klo si mm'nya rendi nekat cerita keteman-teman'nya. sama ajh dong bongkar aib sndri. secara yg menodai anak'nya sndri🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

bingung sma jalan pikiran author di bab bagian ini🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Linang💛
pemikiran anggi kok agak blo'on yah. kalo nggak di kasih tau orang tua'nya. gimana cara'nya bertanggung jawab coba? secara'kan mreka msih ank". hadehhhh. dasar bonet (bocil nekat)🙄🙄
Linang💛
lah. berarti bab sebelum'nya bkn halusinasi?
Linang💛
pemborosan kata
“sedangkan non Anggi sudah berangkat karena dijemput temannya.”
dalam kalimat ini tidak perlu menggunakan kata “karena.” kata karena terjdi apabila ada unsur kata “sebab akibat” dalam satu kalimat.

Namun jika ingin menyempurnakan kalimat tersebut maka ada baik'nya kata “Karena” di ganti dengan kata “Lebih dulu, atau duluan.”

Contoh yg benar iyalah
“Sedangkan non Anggi sudah berangkat duluan dijemput sama temannya.”
Linang💛
kata yg tepat bukan “haru”. haru itu kependekan dari kata “terharu”. dan kata terharu itu di gunakan ketika melihat kebaikan/ketulusan seseorang terhadapat orng. atau ketika seseorang berbuat baik kepda kita. jdi kata yng tepat di gunakan pada kalimat ini iyalah “Seduh”
Linang💛
seharus'nya bukan kata nyengir yg tepat tpi sinis. sebab tokoh anggi tidak menyukai dyeza. kta nyengir biasa di pakai pda kalimat ketika seseorang sedang mlakukan kesalahan. tpi ia tak mrasa berslah sedikit'pun. sedang dia tau ap yg dilakukan'nya salah. kata nyengir juga biasa trjadi ketika seseorang sdang membuat lelucon aneh.

Contoh
“Lo ya. yang ngabisin minuman gue?" ucap deni dengan mata melotot garang pda pelaku

“Hehe. sorry habisnya gue haus banget. ntar gue ganti deh.” kata delon nyengir kuda
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih mbak Author
ceritanya bagus langsung pd intininya tidak berbelit - belit, di tunggu kisah anak-anak mereka, sehat selalu di limpahkan Rezeki dan berkah buat mbak Author
Aamiin🤲
Bundanya Pandu Pharamadina
orang terdekat yg jadi penghianat, siap² terbunuh di tangan Dirga sang penghianat
Bundanya Pandu Pharamadina
Yesa di depanmu Bapak anak dlm kandunganmu (Yesa)
Bundanya Pandu Pharamadina
semangat dan sehat selalu buat mbak Author
❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
reaksi Dirga gimana yah klo mamanya ngliatin foto si penolong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!