NovelToon NovelToon
I Love You Pak Arman

I Love You Pak Arman

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: shanum

Apa jadinya jika seorang murid harus menikah dengan gurunya sendiri?

Sebuah perjodohan yang dirancang untuk merubah watak kedua orang yang saling bertentangan, tanpa peduli berapa jauh usia menjadi jembatan.

Akankah usaha keluarga menghasilkan hal baik dan mampu merubah dua karakter berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Siang hari, keluarga sudah kembali pulang dengan banyak pesan ditinggalkan pada kedua orang baru saja resmi menjadi suami istri tersebut. Sachinta langsung menghempaskan tubuh di atas ranjang kamarnya dengan perasaan bebas. Ponsel sengaja diisi daya dari tadi, langsung ia raih dan memainkan game.

"Kaya gini istri? mimpi apa bisa nikah sama dia? anugerah apa kutukan?" batin Arman berdiri di tengah pintu memperhatikan.

"Ganti pakaian baru main lagi" ucap Arman melangkah masuk ke dalam.

"Bapak ngapain masuk sini? keluar sana ke kamar Bapak sendiri" jawab Sachinta asik dengan ponsel di depannya.

"Aku suami kamu sekarang, mau ngapain aja udah terserah aku dong" santai Arman menjawab, tetap berjalan menghampiri gadis tengah melebarkan kaki dengan posisi nyaman terlentang.

"Ya udah sih silahkan aja, Bapak juga engga doyan sama cewek. Tidur sini aja engga apa apa" santai Sachinta penuh keyakinan, di tatap kesal oleh Arman amat terganggu ketika mendengar kata kata tidak doyan perempuan.

"Kamu bisa mikir aku engga doyan perempuan dari mana? siapa yang ngomong gitu ke kamu?" ingin tahu Arman.

"Oh, aku pernah dengar mama ngomong kalau temannya cari jodoh buat sembuhin anaknya yang engga doyan perempuan. Dan aku baru tahu kalau yang dimaksud itu Bapak, jadi Bapak harus berterimakasih sama aku karena aku yang akan bantu Bapak buat sembuh" tetap.memainkan game tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki sudah duduk di dekatnya.

Arman membuang napasnya kasar, jelas apa yang di dengar Sachinta berasal dari mamanya yang sering mengatakan hal serupa. Sampai detik ini, ia belum mengerti mengapa kedua orangtuanya menganggap dirinya sebagai lelaki yang tidak menyukai perempuan. Padahal, ia merasa biasa saja tanpa menunjukkan sebuah perilaku aneh.

Mengetahui hal itu, Sachinta membiarkan Arman tidur di sampingnya dengan santai. Arman pun mulai merebahkan diri di sana, karena tak mungkin kembali ke kamarnya sendiri. Adanya pembantu yang siap melaporkan pada orangtuanya, memaksa Arman untuk diam di kamar bersama gadis yang lebih sibuk dengan ponsel.

Memperhatikan wajah berekspresi serius gadis di sampingnya, sebuah ekspresi yang tak pernah ia temui selama menjadi guru BK di sekolah. Selain menjadi guru BK, Arman juga mengajar satu mata pelajaran bahasa di kelas Sachinta dan cukup mengenal karakter gadis yang kini menjadi istrinya itu. Banyak ekspresi pernah dilihatnya dari Sachinta, namun baru kali ini melihat wajah serius juga fokus tanpa terganggu siapapun. Jika saja ia bisa seperti ini ketika pelajaran, mungkin nilainya akan sangat baik pikir Arman.

"Jangan sering tatap HP kaya gini, radiasi engga baik buat mata kamu" ucap Arman.

"Iya tau" santai Sachinta.

"Udahlah aku mau tidur, jangan berisik" ucap kembali Arman memunggungi Sachinta.

"Iya tau" santai kembali Sachinta menjawab dengan jawaban yang sama.

Mulai memejamkan mata, Arman memang tengah kuat dilanda rasa kantuk. Semalam ia tak bisa tidur sama sekali memikirkan pernikahan pagi ini, dan berbicara dengan temannya untuk sekedar bertukar pikiran bersama mencari solusi untuk permasalahannya. Sahabat baik dari SD yang selalu siap menampung segala keluh kesah Arman, begitu juga sebaliknya.

Saking dekatnya mereka, membuat kedua orang tua Arman mengira putra mereka memiliki kelainan menyimpang. Apalagi saat melihat keduanya terlihat sering bersama, bahkan tak jarang saling merangkul. Padahal mereka memang merangkul karena sebuah keakraban sahabat, bukan karena mereka saling menyukai. Namun kedua orang tua Arman malah salah menanggapi apa yang mereka lihat.

"Pak, kita kan udah nikah nih. Jadi kalau aku telat ke sekolah engga bakal kena hukuman dong?" tanya Sachinta, cepat Arman berbalik menghadapnya kembali.

"Yang ada setelah menikah, hukuman kamu dobel di rumah juga di sekolah. Jadi lebih baik mikir ulang kalau mau telat" tersenyum sinis, Arman menjawab.

"Dosa loh hukum istri yang engga salah, kecuali istri tidak mentaati suami baru boleh di hukum" santai Sachinta masih bermain game, mengejutkan Arman akan ucapan benar dari gadis slengean di sampingnya.

"Kamu sehat? dari tadi omongan kamu kenapa agak bener semua?" tanya Arman terheran.

"Enak aja, gini gini aku tuh pinter orangnya. Cuma suka nyamar aja biar engga di contek kalau lagi di sekolah" bangga akan dirinya sendiri, kembali Arman tersenyum sinis.

"Pintar tapi nilai paling bagus cuma tujuh ya?! aku heran kenapa kamu masih aja betah buat sekolah padahal nilai kamu jelek semua, apalagi matematika nilai udah kaya buku kebakaran aja" ucap Arman, ditertawakan gadis yang menghentikan permainan game nya sebentar.

"Mau kemana?" tanya Arman melihat Sachinta berdiri.

"Buang air, udah mau ngompol" berlari ke arah kamar mandi menarik tinggi kain batik masih dikenakan hingga batas lutut.

Arman tersenyum mengamati gadis terlihat konyol tersebut. Tangannya meraih ponsel Sachinta di atas ranjang, dan melihat permainan apa yang dimainkan. Seenaknya saja Arman mengeluarkan game pada ponsel tersebut sebelum Sachinta selesai dengan levelnya.

Melihat Arman memegang ponselnya, Sachinta yang tadi buru buru ketika buang air kecil langsung berlari dan menarik ponsel. Ekspresinya berubah kesal melihat ponsel sudah mati dan melotot ke arah laki laki terlihat tenang, tetap tiduran santai.

"Kenapa dimatikan?! Bapak tahu berapa lama buat bisa sampai ke.level itu?!" marah Sachinta menghentakkan kaki berulang di atas lantai.

"Berisik, aku mau tidur" santai Arman.

"Engga mau tau, pokonya Bapak harus main dan balikin levelnya" merengek menggoyangkan tubuh Arman berulang kali.

"Ayo bangun, mainin game nya sampai tengah level tadi!" kembali Sachinta merengek menggoyang lebih keras tubuh Arman.

Merasa kesal dengan apa yang dilakukan Sachinta ditengah rasa kantuk mendera, Arman menarik tubuh istrinya sampai terhempas di atas ranjang. Memeluk erat dengan kaki mengunci kedua kaki Sachinta, seperti memeluk guling.

"Lepasin, engap tau gak sih?!" protes Sachinta.

"Diam, aku ngantuk banget. Kalau kamu engga mau diam terpaksa aku lakuin hal lain ke kamu" mengancam dengan mata tertutup, semakin mengeratkan tangan dan kaki agar Sachinta tidak bisa bergerak.

"Orang engga doyan perempuan apalagi yang bisa dilakuin?! lepasin atau aku teriak nih biar Bapak dipukuli sama orang orang disini!" ikut mengancam dengan nada marah.

"Siapa bakal pukul suami yang peluk istrinya? yang ada kamu di anggap gila" santai Arman.

Terus meronta melepaskan diri, tidak tenang sedikitpun sampai Arman benar benar geram dibuatnya. Tanpa permisi, ia menutup mulut banyak bicara Sachinta dengan bibirnya. Mata gadis langsung terdiam itupun membulat hebat akan apa yang dilakukan lelaki di depannya.

"Kalau kamu berisik lagi, aku lakuin lebih dari ini" melepas bibir dari bibir Sachinta, menatap matanya dalam.

1
Arin
/Heart/
ayri hasbi
jempol utk mu Thor....
ayri hasbi
cerita yg menarik, ngalir sprti air
ayri hasbi
aku sampai nangis Krn tertawa... Thor... ceritamu kocak....
Dina imutzzz
arman ko diem aja sih disangka laki2 belok..ga coba jelasin ke istrinya kl dia tuh normal..
Nunik Berlianti
hadeehhhh udah enak2 baca trus keputus...huuffff..capek dehhh
Nur Haeba
alur cerita bagus
Nararya Aruna
lucu banget sih ada perempuan kaya gitu ya
Cahaya 2
ha.. ha.. dari awal baca.. udah ngakak sampe sini.. bener2 menghibur... 😍😍
Naylatul Maufiroh
🤣🤣🤣🤣🤣
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
ousky
hadeh
ina muthmaina
lanjut thor
aisya_
setelah menang lele kan jdi cinta😁
aisya_
coba deh Arman Deket sama cewek lain, biar si sasa cemburu pake buta😁😁😁😁
Dewi Yuliana
"tanpa menghentikan bibir dr gadis menarik tengkuknya " tdk ada yg salah tp kurang kosakatanya klau mau buat kalimat sprti itu..jd bacanya janggal thor
Dewi Yuliana
thor maaf ya ,masukan aja ...utk bahasanya pakai kalimat umum aja dgn bahasa yg biasa dipakai jgn kata"nya di balik balik ...jd bacanya kena kehati🙏
Umar
cewek gila itu bkan bar2, gak pnya etika arman itu guru msak mau nikah sma org gila
Aminuddin Marpaung
Bagus
Joel
duh si cewek koplak bener,, otak gesreknya sama kaya si luna sama cerita tetangga sebelah... sama sama lucu peran cewenya...🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!