NovelToon NovelToon
Pelayanku, Asha

Pelayanku, Asha

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:53.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Karena ingin dapat uang yang banyak tanpa ribet dengan keharusan punya keterampilan khusus, Asha akhirnya mau jadi tukang cuci pada sebuah keluarga kaya. Padahal dia punya ijazah SMA yang memungkinkan dia punya pekerjaan yang lebih baik dari sekedar tukang cuci.

Banyak kejadian yang terjadi selama dia menyembunyikan pekerjaan dari orangtuanya yang ada di kampung. Juga harus tetap cool saat ada teror menggemaskan dan nakal dari Arga, tuan muda di rumah majikan yang sedang patah hati karena tunangannya berselingkuh. Apalagi teror ciuman sesaat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Apa yang kau lakukan, Tuan?

"Aku sering merindukanmu Arga," kata Chelsea lembut sambil mendekati Arga. Hh... Arga mendesah lelah. Merasa lelah dengan perasaannya sendiri. Merasa marah dengan hatinya yang tetap tergerak melihat Chelsea.

"Chelsea, sudahlah ... Jangan mengatakan hal seperti itu lagi." Arga mengatakan dengan dingin. Walaupun sebenarnya hatinya ingin. "Kamu tahu perkataan seperti itu sudah tidak di perlukan lagi untuk kita."

"Tapi aku tetap merindukanmu." Chelsea mengelus bahu Arga pelan.

"Sekarang statusmu adalah istri Evan. Dan kau tidak pantas bertingkah seperti ini di depanku." Nada Arga meninggi sambil membuang muka.

"Kau tidak lagi menginginkanku?" kata Chelsea berbisik di telinga Arga. Ini membuat Arga kacau balau.

"Hentikan tingkahmu!" kata Arga tegas. Mengibas tangan Chelsea dan berdiri. "Seharusnya kau mengatakan itu saat kita bersama. Bukan di saat seperti ini. Semua rengekanmu tidak mempan untukku." Arga mengambil jas yang ada di kursi kerjanya.

"Kalau kau masih ingin di sini, silahkan tetap di sini. Karena aku akan pulang," kata Arga dingin lalu melangkah menuju pintu dan pergi. Chelsea mendengus. Dia menjauh dari meja Arga.

"Aku yakin kamu masih mencintaiku. Aku tahu itu dari matamu."

Arga merasakan pusing di kepalanya. Pertemuan dengan Chelsea tadi sore benar-benar membuat otaknya ngadat. Arga sudah berusaha untuk terus menghindari wanita itu. Bagaimanapun dia adalah isteri sahabatnya Evan. Walaupun awalnya mereka berdua adalah pasangan. Tak di pungkiri kadang Arga merindukan saat bersama dengan wanita itu. Tapi dengan statusnya sebagai isteri orang bagaimana bisa Arga bertindak jauh.

Pukul 21. 30 wib

Masih sore untuk pulang ke rumah. Tapi Arga tidak ingin kemana-mana. Dia ingin pulang dan di rumah saja. Dimana Chelsea tidak akan pernah menemuinya. Setelah pertunangan batal karena kelakuan Chelsea satu tahun yang lalu. Bunda dan Ayah seperti enggan menerima tamu teman wanita Arga selain yang di tunjuk Bunda.

Bukan menolak, hanya enggan.

Di rumah sepi. Ayah dan Bunda menginap di rumah keluarga Ayah di luar kota. Paris adiknya belum pulang. Tadi dia meminta ijin untuk pulang malam.

"Kak, kasih ijin aku buat pulang malam ya entar." Paris merengek saat hendak keluar.

"Memangnya mau kemana kamu?"

"Nonton festival band."

"Sama cowok apa cewek?"

"Cewek lah ... Napa tanya begitu?" Paris tidak suka di selidiki.

"Gak ada Ayah sama Bunda. Jadi aku yang perlu jagain kamu."

"Kalau gitu ikut aja kalau khawatir sama aku."

"Tidak. Kamu berangkatnya ngajak Angga aja." Arga menyebut sopir rumah yang tubuhnya kayak bodyguard.

"Gak mau."

"Kalau gak mau, jangan keluar. Gak boleh keluar. Aku lapor ke Bunda."

"Jahat kamu. Kamu sendiri sedang bersama Chelsea gak apa-apa. Padahal dia isteri orang."

"Tutup mulutmu," pinta Arga sambil menunjuk adiknya. Paris mencebik. Arga mengacak rambutnya kesal.

"Oke. Asal boleh keluar."

"Boleh, tapi tetep Angga yang nganterin."

"Kan sama aja bohong."

"Kalau sama Angga kamu boleh pulang agak malam. Kakak bisa tenang."

"Beneran nih?" Mata Paris berbinar. Arga mengangguk lemas. Akhirnya Paris bisa keluar dengan bebas. Meninggalkan Arga yang sendirian memikirkan Chelsea.

***

Bruk! Arga merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah. Padahal tadi siang pekerjaan tidak begitu banyak tapi rasanya sangat lelah. Mungkin bukan tubuhnya yang lelah, tapi hatinya. Arga menutup mata dengan lengannya. Bayangan Chelsea yang cantik dan molek menari-nari di otaknya.

Gila! Dia gila! Bukankah dia isteri orang. Kenapa dengan mudah dia merayu laki-laki lain. Kalau tidak bisa menahan bisa saja aku juga terbawa suasana. Wanita itu benar-benar gila. Tapi aku juga hampir menjadi gila.

Cklek! Pintu samping ruang tengah terbuka. Arga membuka mata dan lihat ke arah pintu.

Gadis ini!

Muncul Asha yang kaget melihat Arga ada di situ. Dia tidak menyangka karena lampu ruang tengah di padamkan. Hanya lampu meja yang menyala.

Darimana lagi dia?

"Selamat malam, Tuan," sapanya setelah menutup pintu. Arga mengangguk. Asha menjadi canggung. Seperti lagi ketangkap basah. Dia tidak segera melangkah pergi karena Tuan Arga masih melihatnya tanpa mengatakan apa-apa.

"Buatkan aku mie. Sekarang," pinta Tuan muda Arga kemudian. Hh ... akhirnya. Asha segera menuju ke dapur tanpa mengganti baju. "Jangan lupa pakai telur!" teriak Arga dari ruang tengah. Asha sebenarnya sudah tahu kebiasaan Tuannya tanpa dia memberi tahu. Kebetulan Asha keluar hanya memakai pakaian kasual. Kaos warna mint dan celana jeans semata kaki. Jadi tidak ganti baju juga tidak apa-apa.

"Dari mana saja kamu?" Asha tersentak kaget Tuan Muda sudah ada di belakangnya. Menyeret kursi makan dan duduk menghadap Asha yang lagi memasak mie.

"Jalan-jalan, Tuan." Asha memutar tubuhnya menghadap Arga bermaksud untuk bersikap sopan.

"Kamu boleh menjawab sambil masak mie." Arga menunjuk ke panci di belakang Asha.

"Baik." Asha memutar tubuhnya lagi menghadap kompor.

Memangnya masih banyak pertanyaan lagi.

"Dengan siapa?"

"Teman saya, Tuan."

"Cakra?"

"Bukan, Tuan." Lalu tidak ada lagi suara tuannya. Asha gak ambil pusing. Dia menyelesaikan masakannya.

Mie sudah jadi sesuai pesanan. Asha mengangkat mangkok dan meletakkan di atas nampan. Hendak memberikan ke Tuan Muda.

Deg! Hampir mangkok itu jatuh karena tiba-tiba Tuan Muda Arga muncul. Tepat berdiri tegak di belakangnya. Entah kenapa dia berdiri pas di belakang Asha.

"Mie nya sudah jadi Tuan," kata Asha sambil menunduk. Karena Arga berdiri sangat dekat dengannya.

"Jangan menunduk," perintah Arga. Asha mengangkat kepalanya, tapi tidak bisa melihat ke wajah Arga. Karena tubuh Arga lebih tinggi dari Asha. Lalu Asha berusaha mundur untuk memperlebar jarak di antara dia dan Arga, tapi tidak bisa. Dia sudah ada di tepi meja dapur. Asha menatap lurus. Namun didepannya ada dada bidang milik majikannya itu.

Apa apaan ini? Di depanku ini ada dada bidang Yang Mulia Arga.

"Pegang erat nampan mie itu," perintah Tuan muda aneh. Asha menurut sambil memegang erat nampan berisi mangkok mie yang masih panas itu meski keheranan. Tiba-tiba Arga menurunkan wajahnya dan mengecup bibir Asha pelan. Mata Asha mendelik kaget. Nampannya bergetar. "Manis," ucap Arga tanpa peduli ekspresi Asha yang sangat terkejut. Lalu mengambil nampan mie dari tangan Asha. Dan membawanya ke meja makan. Asha masih membeku di tempatnya berdiri.

Kejadian barusan hanya sekejap, tapi Asha langsung merasakan wajahnya memanas. Kakinya tidak bergerak kemana-mana. Dia seperti linglung. Dia masih berpikir tentang kejadian barusan.

Apa yang dia lakukan?! Apa yang dia lakukan?! Teriak Asha di dalam hatinya.

1
Sari Purnama
😍park seo joon oppa..syukaaaa
Gustein Arifin👑
cediiiiiihhhhh 😩😩😭😭😭
Dewi Purbowati
sudah ke 3 kalixa q baca Thor
Fadillah Ahmad
Nah, sekarang, ini sudah tidak relevan lagi kak, Sekarang berdasarkan berat badan.

Kalau minum air putih 8 gelas sehari, itu sama saja kekurangan Cairan. Kalau misalnya nih, kita haus, terus jatah minum air putih sudah 8 gelelas, terus gimana? sementara kita haus nih 😁

Jadi lebih baik Minum Air putih sesuai kebutuhan tubuh saja kak, jika haus minum. Udah gitu Saja sih 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ah, Seharusnya ksmu banting saja semua yang ada di dalam Ruangan itu Arga. Untuk meluapkan emosi. Biar istrimu itu tidak melewati batas. Apapun itu, itu nggk bisa di terima. Kalsu aku mah, sudah mengamuk itu. Aku nggk terima, istriku sama pria lain! enak aja dia! 🤬
Fadillah Ahmad
Iyalah, memang mau di harapkan apalagi? Menikah? Ya Nggk mungkin lah, di usia 17, 18 itu mengharapkan seperti itu. Nah Kalau Sudah 21 Tahun Keatas Baru, tidak masalah, mengharapkan Sebuah Pernikahan. Sah-sah saja itu mah, Asha. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ini benar ini, Kadang, orang masih menyebut "Susu Kenat Manis" Sebagai Susu. Sesungguhnya, "Susu Kenatal Manis" itu di boleh di sebut "Susu" Karena lebih banyak gulanya, di bandingkan yang lainnya. Jadi tidak tepat, jika, "Susu Kental Manis" di sebut "Susu" itu tidak boleh.

Sekarang, hanya boleh di Sebut "Kental Manis" saja. Tantapa embel-embel kata "Susu" di dalamnya. ini benar nih. 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Nah Ini, "Perjalanan Bisnis" Asha sebagai Istri Arga, juga harus siap kapan saja, mendampingi Suaminya dalam perjalanan Bisnis. Baik itu Keluar Kota, ataupun Keluar Negri. Karna Asha adalah Istri CEO, jadi harus menemani Arga, melakukan Perjalanan Bisnis. 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Betul, padahal suaminya CEO dari Perusahaan Besar, tapi istrinya malah Suka yang murah. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Cerita Sederhana ini, yang bikin Kangen. 😁😁😁 Ke pasar tradisional, juga masuk dalam cerita 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Aduh Arga... Masa Sih, Seorang CEO Dari Hendarto Group, nggk bisa mencuci perabotan memasak? itu pekerjaan yang tidak sulit, jika di lalukan dari hati. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Adain dong Cerita Anaknya Arga ❤️ Asha kak 🙏🙏🙏 Aku kangen mereka kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Kau Harus berterima Kasih dengan Asha, Evam. Katena Asha... Mantan Pelayan Arga itulah, Arga bisa melupakan istrimu. Dan Akhirnya Arga mencintai Istrinya Asha. Ya ampun, kenapa ya... Rasanya berat sekali, ingin mengakhiri Novel ini? Bagi aku, Ceritanya sangat mendalam. Sangat mengena di hati. Aku merasa berada di dalam cerita ini. Seperti di tarik masuk. dan akhirnya, tenggelam dalam kisah ini. Semoga, novel ini Bisa di buatkan WebSeriesnya 🙏🙏🙏😁 Aamiin. Aku ingin melihat Arga ❤️ Asha, dalam betuk Visual. Semoga Pihak NovelToon, memilih cerita ini, untuk di jadikan WebSeries 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Cie, sekarang, Asha sudah Menjadi Nyonya Arga Hendarto tuh, dan Sudah hamil pula... Hah, yah meskipun penuh lika-liku. Mengingat Kanu adalah Pelayan dulunya. Meskipun mendapatkan Cemo'ohan daei tentangga, di karenakan kamu yang dulu hanya seorang pelayan. Dan Berubah Setatus Menjadi Nyonya Arga Hendarto. Mungkin mereka kepo kali ya? dengan dongeng Cinderella. Seorang Pelayan, bisa menjadi istri majikannya. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Apakah Cerita Anaknya Asha dan Arga tidak ada kah kak? Rasanya, aku nggk rela menamatkan cerita ini dengan cepat 😭😭😭 Terlalu berkesan.
Fadillah Ahmad
Ceritanya Sederhana, tapi Berkesan. Menancap di hati Pembaca. Konfliknya juga tidak berat. bukan soal poligami juga. Coxok untuk rileks dari kerasnya hidup. 😁
Fadillah Ahmad
Itulah, Sudah dari Zaman nenek moyang, perkataan itu ada, Wanita itu harus bisa memasak, meskipun Wanita itu bekerja. Tetap harus bisa memasak, untuk anak dan susmi sendiri. Ini pelajaran ni. 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Bapak ini gimana sih? emang kalu ingin pamit sama istri sendiri haru pengantin Baru aja? emang kslsu pengantin lama, nggk boleh apa, pamit sama iatri sendiri? Aneh nih Bapak. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Karena Bekas Pelayannya dulu. Perih Sekali rasanya nggk di akui. 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kenapa Rasanya Perih Ya, Ketika Asha tidak malu mengajui, Bahw Nyonya Wardah, juga ibunya. Padahal Nyonya Wardah Sangat malu mengakui Ash, sebagai menantunya. Perih Rasanya. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!