Kehilangan Lidya,istri yang sedang mengandung anaknya secara tragis membuat Handoyo berjanji untuk membalaskan dendam dan akhirnya menjadi pembunuh berdarah dingin. Kemahirannya dalam menembak dan memiliki gerakan cepat karena keahlian bela dirinya digunakan Handoyo untuk membereskan lawan-lawannya hingga membuatnya disegani, dicintai banyak wanita dan makin membuatnya terkenal. Kekayaan dan popularitas dalam genggaman Handoyo tapi semua itu tetap membuatnya kesepian. Cintanya cuma satu pada Lidya seorang, hingga satu tawaran pekerjaan membuatnya melupakan Lidya, melepaskan sahabatnya dan menyeretnya ke organisasi rahasia yang mampu membuka masa lalunya yang kelam, dan mengalirkan hasrat rindunya pada wanita lain. Tidak, cintaku cuma satu pada Lidya seorang, bukan kamu!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieta Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. You need to calm down
Tetap bertahan dengan kondisimu . Kamu mungkin tidak merasa lebih baik, tetapi akan menjadi lebih kuat. Terima apa yang terjadi. Lepaskan apa yang ada di luar kendalimu. Tenanglah!"
******
"Kak Afia.... aku mau bicara jika di rumahmu dan tidak tinggal di rumah Kak Akhsan... kalo tidak aku tidak akan bicara dengan kalian...aku tidak ingin tinggal dan menginjakkan kakiku di rumah pria pemerkosa..."Teriak Anneke berapi-api dan menatap penuh amarah pada Akhsan.
Afia terkejut mendengar teriakan Anneke yang histeris tidak mau mengikuti langkah Akhsan ke rumahnya. Benarkah pria yang pendiam itu pernah memperkosa Anneke?" Apakah kakak keduanya sama jahatnya dengan kakak pertama mereka? Ditatapnya wajah kakak lelaki yang lebih pendiam dibandingkan almarhum Andi Setiono yang lebih brutal. Ada sedikit sesal di wajah itu.
"Maaf... " Akhsan berkata lirih dalam pandangannya pada Anneke. "Aku mabuk waktu itu, Anne .... !" tapi sesungguhnya waktu itu aku tak rela jika kau menyukai pria miskin yang busuk itu, Anne... "Maafkan aku ..... Ikutlah tinggal di rumah Afia atau rumahku...aku janji tak kan menyentuhmu!" Ajak Akhsan kembali pada adiknya dengan suara pelan.
"Tidak... tidak...kita bicara di tempat yang netral saja!" Aku masih takut melihatmu !" Anneke sudah hampir menangis menahan emosi, hingga sebuah suara muncul di belakangnya.
Suara barriton itu membuat mereka bertiga menoleh pada sang pemilik. Mereka baru menyadari bahwa pertengkaran mereka ada yang memperhatikan.
"Anne.... aku bisa menjagamu dari kakakmu yang brengsek itu!" Ikutlah aku.... dan aku pastikan tidak akan ada yang berani mengganggumu, " Ujar pemilik suara itu sambil duduk di kap mobil milik Akhsan.
"Bang Warmen.... "Sapa Anneke dengan senyum manisnya. Pria itu adalah pria yang sudah lama tidak dijumpainya . Pria yang dirindukannya kehadirannya oleh Anneke. Anneke jatuh cinta pada pria yang tidak disukai oleh keluarganya semenjak ia kelas 3 sekolah menengah pertama. Pria cerdas yang mandiri dan berani melawan ayahnya. Ia mengagumi Warmen semenjak itu.
'Dasar kau bajingan, Warmen.... Kau apakan harta ayahku ? " Jangan mentang-mentang karir kamu sedang bagus ya..... kau seenaknya mengambil alih dan mengancam dengan surat pengadilan....aku tidak sudi memiliki adik ipar sepertimu ... Anneke... kau tidak boleh menikah ataupun berhubungan dengannya.... tanah makam ayah belum kering , Anne!" Ayah tidak pernah menyukainya!" Teriak Akhsan pada pria yang juga sedang tersenyum pada adik bungsunya.
"Anne... mau aku temani berbicara dengan kedua kakakmu itu...tapi apakah yang satunya pantas disebuh kakak, jika dia mau memperkosamu, " Warmen berkata dengan santai dan menyindir Akhsan yang bersiap melangkah menuju dirinya.
"Brengsek kau, Warmen, " Ujar Akhsan dengan tatapan marah.
"Kau yang brengsek, Akhsan.... kakak apa yang meniduri adiknya.... apa itu yang namanya kakak?" Desis Warmen pada Akhsan dan akhirnya ia melakukan satu pukulan di wajah Akhsan. Tindakan itu membuat kedua wanita yang menyaksikan berteriak takut .
"Bang Warmen.... Kak Akhsan... berhenti.... waktu itu kak Akhsan tidak berhasil memperkosaku karena ayah datang menyelamatkanku dan ia menendang kak Akhsan dan melemparkan ke luar rumah... Ayah melarang kakak untuk masuk rumah ayah... itu sebenarnya yang terjadi... ," Anneke segera menjelaskan dengan terisak mengenai keadaan waktu itu pada Warmen dengan tujuan mencegah lelaki itu memukul kakak yang dulu pernah menjaganya.
"Hemm... jadi kau mau kutemani atau kutinggal saja dengan kedua kakakmu itu ?" Tanya Warmen pada Anneke yang masih dalam kondisi menangis pelan.
Anneke menghapus air matanya dan menatap pria yang teramat dirindukannya. "Temani aku, Bang !"
Warmen tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju tempat Anneke berdiri dan melewati Akhsan yang menatapnya sinis. Ketika Akhsan nyaris memukulnya Warmen sudah bersiap dengan kuda-kuda untuk melawan kakak lelaki dari Anneke.
"Mau berbicara atau berkelahi, Akhsan?" Tatapnya tajam pada pria itu.
Afia yang semula diam saja memeprhatikan keadaan itu, akhirnya menyela," Anne... apakah kau yakin mau bersama dengan pria yang dibenci ayah dan kakakmu ?" Pria yang akan menyita aset keluargamu dan mungkin saja dia yang melakukan kejahatan pada Ayah dan Kak Andi...
"Aku sangat mengenal Bang Warmen, dia tidak mungkin melakukan tindakan sadis itu ... dia selalu baik padaku... dan aku .... aku sangat mencintainya, " Jawab Anneke pelan dan dapat didengar oleh kedua pria itu. Warmen tersenyum mendengar pengakuan Anneke dan tatapan marah Akhsan kembali muncul, namun pria itu tidak dapat melakukan apapun.
"JIka Kau mau bersamanya.... berarti kau bukan keluarga Setiono!" Afia berkata dengan sangat tegas. " Kau harus memilih Anne!"
"Aku sudah bukan keluarga Setiono semenjak pergi dari rumah.... dan Ayah yang mengijinkannya setahun yang lalu..." Jawab Anneke tegas menatap kedua kakaknya.
Afia dan Akhsan hanya dapat terdiam menyaksikan perubahan tingkah Anne yang berbeda dari pertemuan akhir mereka. Anneke yang cantik, tenang, penakut dan cengeng. Hanya itu yang teringat di pemikiran Afia dan Akhsan. Mereka tidak menyadari bahwa Anneke menjadi mandiri dan berani semenjak tinggal di Bandung dan menyembuhkan luka hatinya seorang diri.
"Aku pergi Kak Akhsan dan Kak Afia... Ayo Bang... tinggalkan tempat ini!" Ajak Anneke pada Warmen dengan penuh keyakinan.
Warmen menarik Anneke ke dalam pelukannya dan menuju mobilnya yang berada di seberang jalan. Sementara Afia dan Akhsan hanya bisa menatap adik bungsu yang pernah mereka sakiti di masa lalu dalam diam. Ada penyesalan tidak bisa menjaga bagian keluarga Setiono. Tapi apa bisa di kata , pilihan sudah ditetapkan dan Anneke sudah berubah tidak membutuhkan perlindungan mereka lagi.
Warmen menjalankan kendaraannya begitu Anneke sudah duduk di kursi penumpang. Ia terdiam dalam menjalankan kendaraan itu dan membiarkan wanita itu yang masih menangis. Warmen terus menyetir kendaraannya. menuju keluar kota Lampung, dalam dua jam lagi ia akan menuju Pelabuhan Bakauheni.
"Anne... sudah selesai belum menangisnya?"
"Belum... aku masih sedih, marah dan kesel...
"Ya udah nangis lagi deh....kamu lapar gak,ne ? Makan dulu yuk....ntar nangis lagi habis makan juga boleh," Warmen berkata santai seolah nangis adalah suatu pekerjaan.
Anneke menoleh dan akhirnya tersenyum pada pria yang meledeknya itu. ":Bang....kita mau kemana?" Anneke mulai menyadari bahwa mobil ini telah meninggalkan kota Lampung.
"Aku tidak punya rumah di Lampung...kupikir akan aman bagi kita jika kita tidak berada di dekat keluarga Setiono... maaf....maksudku...., " Ujar Warmen seolah baru sadar bahwa Anneke memiliki darah Setiono meskipun tadi dia berkata tidak masalah dikeluarkan dari keluarga Setiono.
"Aku akan ikut kemanapun Abang pergi ya...?" Anneke berkata pelan dan menoleh pada pria yang masih fokus menyetir.
"Anne... kamu tahukan bagaimana pandangan keluargamu padaku ?"
"Tahu Bang... tapi bukankah tadi abang bilang di depan Kak Akhsan dan Kak Afia , .... Abang bisa menjagaku dari kakakku yang brengsek itu!" Abang bilang Anne suruh ikut Abang .... dan abang bilang akan memastikan tidak akan ada yang berani menggangguku,.. apa itu bohong bang?" Tadi semuanya bohongan ya?" Anne bertanya dengan sedikit terkejut dan kecewa.
"Ne... tadi itu untuk menekan Akhsan...kurasa kamu mengerti keadaaanya.... itu trik dan akhsan takkan berani mengganggumu... aku antar kamu ke Bandung ya?" kudengar dari temanku...kau kuliah di Bandung. " Warmen menegaskan ucapannya sambil memarkirkan mobil di halaman salah satu restoran.
"jadi tadi itu adalah bohongan, Bang ?" Anne bertanya pelan.
"Hemm... bukan bohongan tapi itu adalah taktik demi melindungi kamu..." Warmen mulai menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Aku tidak butuh perlindungan abang.... aku pulang ke Bandung naik bIs saja... aku bsia melakukan semuanya sendiri, " Ujar Anne sambil keluar dari mobil Warmen yang baru berhenti.
Warmen terkejut melihat tindakan Anneke yang keluar dari mobilnya ketika dirinya belum selesai parkir di depan restoran seafood Restoran "Biru Laut" Adalah salah satu restoran yang terletak di pinggir jalan utama menuju Pelabuhan Bakauheni. Setiap jamnya ada bis antar kota yang lewat jalan itu. Anne melangkahkan kakinya menuju pinggir jalan.
'Anne... Anneke, " Teriak Warmen yang langsung berlari keluar meninggalkan mobilnya menyusul Anneke yang sedang menuju pinggir jalan dengan tujuan menghentikan bis antar kota.
Anneke berdiri di bawah pohon yang berada di pinggir jalan itu. Hanya ada beberapa mobil yang lewat jalan itu dan ia sudah mantapkan hati untuk pualng ke Bandung sendiri. Anneke tidak suka dikasihani. Ia marah pada pria yang sedang menatapnya dengan tatapan kasihan.
"Ne, Anne.... you need calm down," Ujar Warmen pelan sambil menatap Anne.
"Pegilah bang...jangan kasihani aku..aku bisa melakukan sendiri......aku tidak suka jadi orang bodoh!'
"Ne... dengarkan aku...aku takut kamu menyesal nanti jika ikut denganku....aku tidak kasihan padamu.... aku juga cinta kamu tapi aku ,,, aku punya istri di Jakarta, ne" Ujar Warmen pelan.
Warmen harus membohongi wanita yang sedang marah ini. Warmen takut Anneke menyesal di kemudian hari ketika ia membawanya dan tinggal bersamanya. Wanita ini adalah keluarga Setiono. Ia harus membuat wanita ini tidak menginginkan mengikutinya secara pribadi.
"kalau gitu jadikan aku simpananmu, Bang !" Ujar Anneke pelan.
******
Happy Reading Guys!" Thanks telah berbaik hati membacanya. Bolehkah tinggalkan jejak disini?
kukirim vote & setangkai mawar buatmu thor
biar tambah semangat 😊
selamat idul fitri kak.....
semangat...