Menceritakan tentang seorang anak berumur 4 tahun bernama Aydin yang membutuhkan sosok Bunda. Aydin selalu diatur sang Ayah bagai robot, segala sesuatu yang dijadwalkan untuknya harus dilakukan tepat waktu. Karena sifat perfeksionis waktu sang Ayah yang merupakan seorang CEO perusahaan besar dan tidak bisa mempercayakan anaknya diasuh oleh keluarga maupun orang lain, karena kekayaan yang dimilikinya menjadi incaran mereka yang menginginkannya membuat Aydin selalu dalam bahaya. Mereka dipertemukan dengan Nayyara seorang mahasiswi semester akhir yang ceria, suka alam dan fotografi.
"Brukkk..." bunyi sesuatu jatuh
"Ah, apa ya ?" kaget Naya kemudian langsung berbalik dan melihat seorang anak kecil terduduk dilantai karna terjatuh
"Adek tidak apa-apa ?" Kata Naya sambil berlutut didepan anak kecil tersebut dan membantunya berdiri
"Bunda ? " kata anak tersebut
"Aydin ingin Bunda" sambung anak tersebut sambil menunjuk Naya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2
“Dengan dek Naya ? “ tanya seseorang yang tinggi semampai bak model
“Iya, saya Naya “ sahut Naya membalas uluran tangan dari orang tersebut
“Ah ternyata benar, perkenalkan saya Prilly, model yang akan kamu potret hari ini “ kata wanita tersebut dan duduk di sebrang Naya duduk.
Naya sebenarnya sudah ditunjukkan wajah sang model pemotretannya, namun karena tadi dia melamun jadi sang model menyapanya lebih dulu.
“Iya ka, apakah hanya kakak saja yang baru datang, yang lainnya mana ya ka ?“ Tanya Naya, setelah tertegun sebentar memperhatikan wajah cantik yang semampai didepannya ini.
Bagaimana tidak dengan dirinya yang hanya 150 cm, dibandingkan dengan sang model yang tinggi 165/170 cm ini membuat dirinya insecure. Inilah salah satu kendala saat Naya melakukan pemotretan dengan model cantik, membuat dirinya menjadi insecure karena biasa-biasa saja.
“sepertinya masih diperjalanan, kita tunggu saja sebentar lagi” sahut Prilly.
Sebenarnya hari ini Naya akan melakukan pemotretan dengan 3 orang model, namun seorang model mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak bisa berhadir.
***
Ditempat lain…
“Ton, bacakan jadwal saya setelah makan siang” kata seorang pria dewasa dengan Karismanya saat ini dia sudah selesai menyantap makan siang yang tersaji
“ Baik bos, jam 14.00 anda akan mengadakan rapat di kafe spinx dengan client dari perusahaan T membahas tentang kerjasama bisnis travel yang akan kita kembangkan, selanjutnya jam 15.35 kita akan menghadiri acara peresmian gedung baru di jalan xxx. Setelah itu masih ada dua berkas yang masih harus anda periksa bos “ kata Anton menjelaskan secara detail jadwal bosnya.
“Baik, Aydin apa kamu sudah selesai ? waktu jam makan siang tersisa 3 menit lagi. Setelah itu kita berangkat “ Kata Derya
“Em, Sudah Ayah” kata seorang anak kecil menganggukkan kepalanya.
“Baiklah dua menit lagi kita berangkat” kata Derya kemudian berdiri dan melangkah menuju lobi.
Di ikuti oleh Aydin yang berada disampingnya dan Anton dibelakang mereka berdua. Tentunya tas dan dokumen yang diperlukan sudah disiapkan oleh Anton.
Tepat pukul 13.30 mereka sudah berada dalam mobil dan berangkat menuju tempat bertemu klien kali ini. Di perjalanan sangat hening, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. 25 menit dalam perjalanan terasa sangat lama bagi Anton yang masih beberapa bulan menjabat sebagai sekretaris bosnya ini.
Pasalnya bos barunya ini adalah orang yang sangat teliti dan segalanya harus tepat waktu, sulit menyesuaikan dengan kebiasaan sang bos yang sangat overprotektif dengan waktu ini. Dia beberapa kali melakukan kesalahan, namun masih dalam tahap bisa ditoleran karena bosnya di awal sudah mengatakan jika dia melakukan kesalahan lebih dari 3 kali maka dia akan dipecat dan Anton telah melakukan 2 kesalahan selama 3 bulan masa magangnya ini.
Satu bulan lagi masa percobaan dan dia akan resmi menjadi sekretaris Derya. Derya sebenarnya adalah bos yang baik dan menganggap Anton seperti teman tapi ya itu, teman dengan sikap dingin dan tidak ada bercanda dalam kosa katanya adalah teman yang canggung. Derya juga sering memberikan kompensasi disaat waktu yang tidak seharusnya dipakai bekerja malah harus menemaninya bekerja dan juga Derya sering memberikan bonus ketika Anton dapat menjaga Aydin dengan baik.
Setibanya di kafe…
“Aydin kamu tidur sekarang, 5 menit lagi jam 14.00 sudah waktunya kamu tidur. Arif kamu jaga Aydin “ kata Derya sebelum turun dari mobilnya, Arif adalah sopir pribadi Derya yang berusia lebih muda dari dirinya.
“Baik ayah“ Sahut Aydin dengan suara khas anak-anak. Dari tadi selama perjalanan dia memainkan tabletnya dan memakai earphone untuk melihat video fabel yang menceritakan tentang kebersihan, keluarga dan hal edukatif lainnya, semua tontonan Ayden sudah dipilah secara langsung oleh Derya.
Mobil juga sudah disulap agar Aydin dapat tidur dengan nyaman didalam mobil tersebut, karena Aydin harus tidur siang tepat waktu sehingga semuanya sudah dipersiapkan untuk kenyamanan sang tuan kecil tersebut.
.
.
.
.
.
Thanks all
See you next episode 😉 ya~~~
Buna => bunda
tapi.. tak apa Ton lanjutkan 🤣🤣🤣🤣