NovelToon NovelToon
Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.

Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?

Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terusir

Rahma menghela nafasnya begitu dalam sebelum keluar dari kamar mandi hotel sedangkan Aslan hanya bisa mencerna apa yang sudah terjadi dimana semua ini hanyalah sebuah kesalahan.

" Rahma, kamu baik baik saja ?" tanya Aslan yang kini sudah berdiri di pintu kamar mandi karena sudah lebih dari setengah jam Rahma berada di dalam hingga membuat Aslan khawatir jika sampai Rahma berbuat nekad.

Ceklek

Pintu kamar mandi pun terbuka dimana wajah Rahma yang memerah dengan mata yang sembab menjawab kekhawatiran Aslan jika Rahma sedang tidak baik baik saja.

" sebelum kita pergi dari kamar hotel ini ada yang ingin kamu bicarakan " ucap Aslan sambil menarik tangan Rahma agar duduk di tepi tempat tidur begitu juga dengan Aslan yang juga duduk di tepi tempat tidur tak jauh dari Rahma.

" aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi tadi malam tapi aku berani jamin jika aku tak berusaha menjebak mu " ucap Aslan yang bermaksud meluruskan apa yang terjadi pada mereka berdua tadi malam.

" karena yang aku ingat kamu datang ke kamar ini untuk berbicara dengan ku " ucap Aslan seperti yang Erik katakan padanya.

" ada yang ingin Rahma bicarakan ?"

" memang apa yang ingin Rahma bicarakan pada calon suami kakak Rahma sendiri apalagi di kamar hotel !"

" bukannya Abang yang meminta Rahma datang karena ada yang ingin Abang bicarakan ?" tanya Rahma seperti yang iya dengar dari Erik.

" terserah bagaimana awalnya kenapa kita bisa sampai berada di satu kamar dan satu tempat tidur yang sama "

" tapi aku yakin aku tak melakukan hal yang melebihi batas " ucap Aslan yakin.

" dan aku bisa jamin jika kamu masih suci dan tak akan terjadi apapun pada mu di kemudian hari "ucap Aslan yang mencoba memungkiri apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Rahma.

" benarkah ?"

" lalu apa itu ?" tunjuk Rahma pada bercak darah yang tak sengaja iya lihat dimana sejujurnya hatinya merasa sangat sakit karena itu artinya Aslan sudah merenggut kesuciannya tanpa mereka berdua sadari.

" mungkin itu hanya noda sprei hotel " ucap Aslan mengelak.

" benarkah ?"

" terserah jika kamu tak percaya tapi aku yakin jika aku tak melakukan apapun padamu dan jika pun benar aku sudah melakukan sesuatu padamu itu semua bukan salahku !"

" tapi kamu sendiri yang mendatangi ku dan menyerahkan dirimu sendiri padaku !" tuduh Aslan.

Tak ingin lagi mendengar kata kata menyakitkan dari mulut Aslan, Rahma memilih keluar dari kamar hotel menuju rumahnya berharap ayahnya bisa percaya pada dirinya karena selama ini yang bisa Rahma andalkan dan percayai hanya ayahnya setelah kepergian ibunya.

Berbeda dengan Aslan yang hanya bisa menatap kepergian Rahma tanpa berusaha mencegah karena Aslan teringat jika sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Deviana kakak tiri Rahma.

" benar, bukan kamu yang salah Aslan "

" bukan kamu yang menjebak Rahma tapi Rahma sendiri yang datang ke kamar ini "

" meski aku pernah mencintai Rahma dan jika memang rasa itu pun masih tersisa di hatiku tapi aku tak akan segila itu menjalin hubungan dengan calon adik ipar ku sendiri " ucap Aslan yang terus meyakinkan dirinya jika dirinya tak akan mungkin sebejat itu sampai harus merusak wanita saat waktu pernikahannya semakin dekat.

" tapi jika memang benar telah terjadi sesuatu pada kami, semua itu karena Rahma bukan karena ku !" ucap Aslan yang juga memilih cek out dari kamar hotel untuk menuju rumah Via calon istrinya sebelum Rahma mengarang cerita dan membuat rencana pernikahannya dengan Via gagal.

Rahma terus menghapus airmata yang tak bisa berhenti mengalir di kedua pipinya bahkan saat dirinya sudah sampai di rumah pun air matanya tak kunjung berhenti hingga membuat ayahnya khawatir.

" sayang, dari mana saja kamu ?" tanya seorang laki laki paruh yang ternyata ayah kandung Rahma yang bernama pak Candra.

" ayah " Rahma menghambur memeluk sang ayah meluapkan semua rasa yang sejak tadi iya tahan dimana semua yang Rahma rasakan tak bisa di jelaskan dengan mudah.

" kamu kenapa ?" tanya pak Candra yang langsung khawatir apalagi anaknya semalaman tak pulang ke rumah satu hal yang tak pernah anaknya lakukan selama bekerja di hotel.

" apa semuanya baik baik saja ?" tanya pak Candra yang masih mencoba menenangkan putrinya.

" bagaimana bisa baik baik saja setelah apa yang sudah iya lakukan dengan Aslan !" ucap wanita muda yang tak lain adalah Deviana.

" Via, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan ?" tanya pak Candra sambil menatap anak perempuan nya yang lain.

" dia adik mu !"

" mana mungkin Rahma berbuat macam macam apalagi dengan Aslan yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya ?" ucap pak Candra yang memang sangat percaya pada putrinya.

" apa yang tidak mungkin yah jika yang ada dalam pikirannya hanya nafsu dan juga rasa iri !" ucap Via sambil menatap jijik ke arah Rahma dan dari tatapan itu Rahma yang semakin yakin jika kakaknya sudah tau apa yang sudah terjadi antara dirinya dan juga Aslan.

" sayang, apa maksud ucapan kakak mu itu ?" tanya pak Candra sambil menjauhkan tubuh putrinya dari pelukan nya tapi Rahma yang biasanya berani menatap wajahnya kini hanya tertunduk dan itu sudah menjawab semuanya.

" ayah lihat !"

" jalang ini bahkan tak lagi berani menatap wajah ayah !" ucap Via yang benar benar tak bisa lagi menahan amarahnya dan jika saja Rahma tak berada di dekat ayahnya ingin sekali Via menampar wajah Rahma saat ini.

" kak, apa ada masalah ?" tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Bu Hana istri dari pak Candra, ibu dari Via dan ibu tiri Rahma karena Rahma anak dari istri lain pak Candra yang sudah tiada.

" ibu lihat saja sendiri apa yang sudah jalang ini lakukan ! " ucap Via sambil menyerahkan handphone nya yang menampilkan beberapa poto mulai saat Rahma masuk ke kamar hotel juga saat Rahma dan Aslan yang berada di atas tempat tidur di bawah selimut yang sama.

" apa yang kamu lihat Bu ?" tanya pak Candra yang belum tau Poto apa yang membuat wajah istrinya merah padam.

" darah lebih kental dari air !"

" buah jatuh tak jauh dari pohonnya itu nyata adanya !" ucap Bu Hana menatap penuh kebencian ke arah Rahma yang hanya bisa menunduk tanpa bisa membela diri dengan semua ucapan yang ibu tirinya katakan.

" bu, kenapa ibu berkata seperti itu " ucap pak Candra yang ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi antara Rahma dan Aslan karena pak Candra yakin jika putrinya tak akan mungkin menghancurkan pernikahan kakaknya sendiri.

" lalu apa yang harus ibu katakan ?" tanya Bu Hana yang kini sudah menarik tangan Rahma dengan kasar.

" sudah cukup kami berbalas kasih padamu !"

" sekarang pergi dari rumah ini dan jangan pernah lagi menampakkan batang hidung mu di hadapan kami karena bagi kami kamu sudah tiada !"

" pergi !!" ucap Via sambil mendorong tubuh Rahma sampai Rahma jatuh tersungkur di teras rumah.

" pergi yang jauh dari rumah ini dan jangan pernah kembali, ingat itu !"

✍🏻✍🏻✍🏻 bagaimana jalan hidup Rahma setelah terusir dari rumah ayahnya ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘😘😘

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!