“Dia menikahiku untuk menyelamatkan kerajaannya. Aku menikahinya untuk menyelamatkan keluargaku. Namun, tak satu pun dari kami menyadari bahwa cinta akan menjadi pengkhianatan paling berbahaya.”
• Dante Alessandro Vieri (32 tahun): Bos mafia Italia yang tampan, gagah, bermata biru safir, dingin, penuh perhitungan, dan tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Di balik kekuasaannya, ia menyimpan luka lama yang membuatnya tidak percaya pada cinta.
• Bianca Elena Laurent (24 tahun): Gadis cantik keturunan Spanyol dan Timur Tengah, bermata cokelat keemasan, berambut hitam panjang, cerdas, berani, serta memiliki harga diri yang tidak mudah dihancurkan. Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri rahasia seorang mafia.
• Luciano Vieri: Adik tiri Dante yang menginginkan takhta keluarga.
• Isabella Moretti: Perempuan dari masa lalu Dante yang menyimpan rahasia tentang kematian ibunya.
• Adrian Laurent: Kakak Bianca yang menghilang setelah membawa sebuah dokumen berbahaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 — Pernikahan yang Terbongkar
Hujan mengguyur Villa Vieri ketika seorang pria yang mengaku bernama Gabriel Moretti berdiri di ruang utama.
Wajahnya lebih muda daripada Gabriel yang pernah ditemui Dante di pemakaman Alessandro. Tidak ada bekas luka tembak di tubuhnya. Bahkan sorot matanya tampak begitu tenang, seolah kedatangannya bukan untuk mengungkap rahasia keluarga, melainkan sekadar menghadiri jamuan makan malam.
Dante berdiri di depan Bianca, melindunginya secara naluriah.
“Siapa kau sebenarnya?” tanya Dante dingin.
Pria itu tersenyum tipis.
“Aku sudah menjawabnya. Gabriel Moretti.”
“Gabriel yang kutemui di makam ayahku memiliki bekas luka di wajah dan tubuhnya.”
“Kalau begitu, mungkin kau bertemu orang yang salah.”
Bianca memperhatikan pria itu dengan saksama. Ada sesuatu yang terasa ganjil. Ia memang memiliki kemiripan dengan Gabriel yang mereka kenal, tetapi ada perbedaan kecil pada cara berbicara dan gerak tubuhnya.
Rafael Moretti yang berdiri di dekat tangga mendadak pucat.
“Tidak mungkin…” gumamnya.
Pria itu menoleh kepadanya.
“Lama tidak bertemu, Rafael.”
Rafael melangkah mundur.
“Kau seharusnya sudah mati.”
Suasana ruang utama seketika membeku.
Dante mengangkat pistolnya.
“Jelaskan sekarang.”
Pria itu mengeluarkan sebuah amplop dari balik mantelnya, lalu meletakkannya di atas meja.
“Aku datang membawa sesuatu yang jauh lebih penting daripada identitasku. Dokumen asli pernikahan rahasia Alessandro Vieri.”
Bianca mengernyit.
“Pernikahan?”
Pria itu mengangguk.
“Alessandro pernah menikah sebelum menikahi ibu Dante. Dan perempuan yang dinikahinya adalah Elena Laurent.”
Dunia Bianca seperti berhenti berputar.
Dante menatap pria tersebut dengan rahang mengeras.
“Jangan bermain-main dengan nama ibuku.”
“Aku tidak sedang bermain-main, Dante. Ayahmu mencintai Elena jauh sebelum perempuan itu menikah dengan Rafael.”
Rafael langsung maju.
“Itu tidak benar!”
Pria itu tertawa kecil.
“Kau boleh menyangkalnya, tetapi dokumennya ada di sana.”
Bianca membuka amplop tersebut dengan tangan gemetar. Di dalamnya terdapat salinan akta pernikahan lama, bertanggal lebih dari dua puluh tahun silam. Nama Alessandro Vieri tertulis jelas sebagai suami. Nama Elena Laurent tercantum sebagai istrinya.
Namun ada satu hal yang membuat Bianca semakin bingung.
Dokumen itu menyebutkan bahwa pernikahan tersebut dibatalkan beberapa bulan setelah dilangsungkan.
“Kenapa ibuku tidak pernah menceritakan ini?” bisik Bianca.
Rafael menunduk.
“Karena dia ingin melindungimu.”
“Melindungiku dari apa? Dari kenyataan bahwa ibuku pernah menikah dengan ayah Dante?”
Rafael tidak menjawab.
Dante mengambil dokumen itu dari tangan Bianca. Matanya bergerak cepat membaca setiap baris.
“Ini bisa saja palsu.”
“Periksa tanda tangan Alessandro,” jawab pria itu. “Kau pasti mengenalinya.”
Dante terdiam.
Ia mengenali tanda tangan tersebut.
Bahkan terlalu mengenalnya.
“Siapa yang memberikan dokumen ini kepadamu?” tanya Dante.
Pria itu tidak langsung menjawab. Ia justru memandang Bianca.
“Perempuan itu harus mengetahui satu hal lagi. Pernikahan Alessandro dan Elena bukan sekadar hubungan terlarang. Ada perjanjian keluarga yang membuat pernikahan mereka harus disembunyikan.”
Bianca mengerutkan kening.
“Perjanjian apa?”
“Jika Elena melahirkan seorang anak dari Alessandro, anak itu akan menjadi pewaris sah keluarga Vieri. Tetapi jika anak tersebut jatuh ke tangan orang yang salah, seluruh kekuasaan keluarga akan berpindah.”
Dante mengepalkan tangan.
“Jadi kau mengatakan bahwa ada anak Alessandro dan Elena?”
Pria itu mengangguk perlahan.
“Benar. Dan anak itu tidak pernah tercatat secara resmi.”
Rafael memejamkan mata.
Bianca menatapnya dengan napas tertahan.
“Ayah, apa yang sebenarnya terjadi?”
Rafael akhirnya mengangkat wajah.
“Aku mencintai ibumu, Bianca. Tetapi aku tahu dia pernah mencintai Alessandro. Ketika Elena mengetahui dirinya hamil, Alessandro ingin membawanya pergi dari Roma.”
“Lalu?”
“Vittorio mengetahui hubungan mereka. Dia mengancam akan menghancurkan keluarga Laurent jika Alessandro tidak menghentikan semuanya.”
Bianca merasa dadanya sesak.
“Jadi ibu menikah denganmu untuk melindungi dirinya?”
“Tidak sesederhana itu. Aku menikahinya karena aku mencintainya. Aku tahu masa lalunya, tetapi aku tetap memilihnya.”
Dante menatap Rafael tajam.
“Lalu kenapa catatan kelahiran Bianca diubah?”
Rafael terdiam cukup lama sebelum menjawab.
“Karena pada malam Elena melahirkan, ada dua bayi.”
Bianca menggenggam ujung gaunnya.
“Dua bayi?”
Rafael mengangguk.
“Seorang bayi perempuan dan seorang bayi laki-laki. Elena melahirkan keduanya dalam keadaan sulit. Setelah itu, seseorang membawa salah satu bayi pergi.”
Dante menatap pria yang mengaku Gabriel.
“Dan kau tahu siapa yang membawanya?”
Pria itu tersenyum.
“Justru itulah alasan aku datang. Bayi laki-laki itu tidak pernah hilang. Dia dibesarkan dengan identitas berbeda.”
Bianca menatap Dante.
Untuk pertama kalinya, ia melihat ketakutan yang tidak bisa disembunyikan suaminya.
Tiba-tiba ponsel Dante berdering.
Marco menelepon dari pos keamanan.
“Don, kita punya masalah. Beberapa orang bersenjata memasuki area belakang vila.”
Dante segera mengangkat tangan memberi isyarat kepada pengawalnya.
“Tutup semua pintu. Jangan biarkan siapa pun keluar.”
Belum sempat ia mengakhiri panggilan, terdengar suara kaca pecah dari lantai bawah.
Tembakan meletus.
Bianca tersentak ketika Dante menariknya ke balik pilar besar.
“Jangan bergerak!” perintah Dante.
“Aku tidak akan meninggalkanmu.”
“Bianca, kali ini jangan membantah.”
Dante menyerahkan pistol kecil kepada Marco yang baru tiba di ruang utama, lalu membalas tembakan ke arah lorong.
Rafael bersembunyi di balik sofa. Sementara pria yang mengaku Gabriel justru berdiri tenang di dekat jendela.
“Kenapa kau tidak berlindung?” teriak Bianca.
Pria itu menoleh.
“Karena mereka bukan datang untuk membunuhku.”
Sebelum Bianca sempat memahami maksudnya, pintu utama terbuka keras.
Luciano Vieri masuk bersama beberapa orang bersenjata.
Di belakangnya berdiri Vittorio.
“Selamat malam, Kakak,” ucap Luciano sambil tersenyum. “Sepertinya keluarga kita sedang mengadakan reuni.”
Dante mengarahkan pistolnya.
“Turunkan senjatamu, Luciano.”
Luciano tertawa.
“Selalu merasa berkuasa, bukan? Bahkan setelah semua rahasiamu terbongkar.”
Ia melemparkan sebuah map ke lantai.
“Lihatlah, Bianca. Akta pernikahan rahasia Alessandro. Surat kelahiran. Dan dokumen yang membuktikan bahwa pernikahanmu dengan Dante tidak pernah terdaftar secara sah.”
Bianca membeku.
“Apa maksudmu?”
Luciano tersenyum puas.
“Pernikahan kalian hanya diakui oleh orang-orang yang hadir di kapel malam itu. Tidak ada pencatatan resmi. Tidak ada perlindungan hukum. Kau bukan istri sah Dante Vieri.”
Dante melangkah maju.
“Diam.”
“Kenapa? Takut dia tahu bahwa kau bahkan tidak mampu memberinya nama Vieri secara sah?”
Bianca menatap Dante.
“Dante… apakah itu benar?”
Dante tidak langsung menjawab.
Keheningan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada suara tembakan.
“Aku akan menjelaskannya,” katanya akhirnya.
“Sekarang,” desak Bianca.
Dante menatap matanya.
“Pernikahan kita dilakukan secara rahasia karena saat itu ada ancaman terhadap keluargamu. Aku belum mendaftarkannya secara resmi karena dokumen pernikahan itu bisa digunakan untuk melacak keberadaanmu.”
Bianca menelan ludah.
“Jadi selama ini aku hanya istrimu di balik pintu tertutup?”
“Tidak. Kau istriku dalam setiap hal yang berarti.”
“Namun bukan di mata hukum.”
Dante terdiam.
Luciano tertawa keras.
“Lihat? Bahkan Don besar kita tidak bisa menjanjikan hal paling sederhana kepada istrinya sendiri.”
Bianca menatap Luciano dengan mata berkaca-kaca, tetapi suaranya tetap tegas.
“Jangan gunakan aku untuk menyerang Dante.”
Luciano mengangkat alis.
“Kau masih membelanya?”
“Aku membela diriku sendiri. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menentukan siapa diriku.”
Dante berdiri di depan Bianca.
“Dengar, aku memang belum mendaftarkan pernikahan kita. Tetapi aku akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkan Luciano menggunakan hal ini untuk memisahkan kita.”
Luciano menggeleng pelan.
“Terlambat.”
Ia mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya dan melemparkannya ke meja.
Foto itu memperlihatkan Elena sedang menggendong dua bayi. Di sampingnya berdiri Alessandro, Rafael, dan seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Gabriel.
Di bagian belakang foto terdapat tulisan tangan:
Anak laki-laki itu adalah pewaris pertama. Anak perempuan itu harus disembunyikan. Jangan biarkan mereka mengetahui bahwa mereka pernah ditukar.
Bianca membaca tulisan itu berulang kali.
“Ditukar?”
Rafael menutup wajahnya.
Dante mengambil foto tersebut.
“Siapa bayi yang ditukar?”
Luciano mengarahkan pandangannya kepada Dante.
“Kau benar-benar ingin tahu?”
Ia menunjuk pria yang mengaku Gabriel.
“Dia bukan Gabriel Moretti.”
Pria itu akhirnya tersenyum lebar.
“Benar. Namaku bukan Gabriel.”
Semua orang mengarahkan senjata kepadanya.
Ia mengangkat kedua tangannya, lalu menatap Dante.
“Namaku Alessandro.”
Dante membeku.
“Alessandro siapa?”
Pria itu melangkah mendekat.
“Alessandro Vieri.”
Bianca merasakan darahnya seolah berhenti mengalir.
Pria itu menunjuk Dante.
“Aku adalah saudara kandungmu. Anak laki-laki yang dibawa pergi pada malam kelahiran kita.”
Luciano tersenyum puas.
Namun sebelum siapa pun sempat bereaksi, pria itu mengeluarkan sebuah dokumen terakhir.
“Dan ada satu rahasia lagi yang belum kalian ketahui.”
Tatapannya beralih kepada Bianca.
“Perempuan yang kau nikahi, Dante, bukan hanya anak Rafael Moretti.”
Ia menghela napas.
“Dia adalah satu-satunya orang yang memiliki bukti tentang siapa pembunuh sebenarnya Elena Laurent.”
Tiba-tiba lampu villa padam.
Dalam kegelapan, terdengar satu tembakan.
Lalu suara Bianca menjerit memanggil nama Dante.
Dan ketika lampu darurat menyala kembali, pria yang mengaku sebagai Alessandro telah menghilang bersama dokumen asli pernikahan Elena dan Alessandro.
Di lantai, tertinggal satu benda kecil.
Sebuah cincin dengan lambang delapan kelopak.
Bersambung ...
jangan lupa mampirr🤭